AKATSUKI 1st ANNIVERSARY

Disclaimer : Masashi Kishimoto dong!!

Summary : Gue ga tau Akatsuki udah brapa taon berdiri. Jadinya ngasal ajalah…

Genre : Tenang aja, ini penyejuk(?) perut kok!! Humor

A/N : Ini fic collab!!!! Berkolaborasi dengan nee-san, Rizu nee-san!!!


trima kasih banyak untuk review-review anda... saya akan membalasnya dengan sukacita...

itachi4ever: trima kasih makanan berkelasnya... Xd boleh minta lagi, gak?? -maruk-

Sankyu39 : :P iya, emang napa? xP

itachi no koibito : ItaSasu? g tau... xD g da pairing...

raitei85 : sip sip... baca inih... suda dilanjutkan... xD xD -ngakak baca reviewmu-

enma : itachi sudah keriputan lhoo... xD xD

rei : yg ini lucu g?

ya sudahlah... balik ke fic...
CHAPTER TWO:: INVITATION

Sementara itu, di Konohagakure.

"Sasukeee!!! Lepasin gua gaakk!! Gua kan udah minta maaf!!" Naruto meronta-ronta, soalnya dia diiket di tiang ama Sasuke.

"Salah lo sendiri knapa nyolong bekal makan siang gua?" Sasuke menggoyang-goyangkan kunai.

"Mending lo diem aja deh, daripada kpala lo yang bocor?"

Naruto tidak berkutik lagi, dia dijadiin sasaran ama Sasuke buat latihan ngelempar kunai.

"Diem yaaa…" Sasuke bersiap-siap melempar kunai.

"HIAAAHH!!!"

JLEB!!

CLAK CLAK!!

Naruto gemetaran. Sasuke melongo. Apelnya sih kena, kunainya nyaris nusuk jidatnya Naruto kalo aja Naruto ga bertingkah, yah, intinya, Naruto slamet, dan Sasuke berhasil.

"Haah, istirahat dulu dah," Sasuke bersenderan di pepohonan, sambil menikmati apel.

"SASUKEEE!!! LEPASIN GUAAA!!!!" teriak Naruto. "OGAAHH!!" bales Sasuke.

"Permisi, apa Anda yang bernama Sasuke Uchiha?"

Sasuke menoleh, tampak mukanya Tobi udah deket ama mukanya Sasuke, nyaris nempel, "MAKK!! SETAAANN!!" Sasuke langsung ngibrit, tapi kerah bajunya keburu ditarik Tobi trus mulutnya disumpel pake undangan, Sasuke di lempar DAN Tobi ngibrit pake sepeda, "Jangan sampe lupa dateng!!"

Di blakang ,tampak Sasuke ngacungin jari tengahnya ke Tobi, "Brengsek abiss…" bisik Sasuke.

---------------------------------

Sambil mengayuh Sepeda, Tobi membaca daftar orang-orang yang akan di undang, "Naruto Uzumaki ya…" lalu di lemparkannya undangan itu.

Dan …

SLEB!!!

Undangan itu nanclep ke mulutnya Naruto, "Huwaakhh!! Apaan nih!!"

Naruto yang tengah ngunyah ramen, mesti muntahin ramennya lagi soalnya ada rasa kertas (??)

"Kurang ajar nih orang, gak seneng ya gua makan…" sambil ngedumel gak jelas, Naruto buka ntu undangan. Lho? Bukannya Naruto tadi diiket?? Hah? Oh, berhasil lepas. Baguslah.

"Hah?" –ngerjap-ngerjap-

----------------------------------

"Oi!! Jidat Einstein!!" panggil Ino, tau ke siapa, tapi buat yang ngerasa, pasti nengok. Hohohoh, jangan-jangan yang dipanggil itu saya yah? –disambit-

"Apaan!?" ternyata Sakura, pas nengok, wajahnya berseri-seri. Ino yang ngeliat, langsung aneh sendiri.

"Kok lo gak marah?" tanya Ino bengong.

"Kan lo manggil gue jidat Einstein, berarti gue pinter dong," ujar Sakura narsis, diiringi tawa angkuh ala setan.

Ino melongo, "Emangnya lo gak tau kalo Einstein jidatnya lebar?" ngedenger Ino ngomong gitu, spontan Ino dijepit Sakura pake ketiaknya, dijamin Ino langsung mabuk kepayang. Inner Sakura:kirain muji gue, taunya…!!! Rasain nih bau ketek gue ala minyak nyong-nyong!!

Stelah acara jepit-menjepit selesai, Ino betulin rambutnya sambil sempoyongan, karena bau ketek Sakura ngalahin bau keteknya sndiri, namun…(ce ilaa..) Ino langsung inget sesuatu, "Oh ya, nih, ada undangan," lalu menyerahkan undangan bermotif awan norak ke Sakura.

"Ini undangan apaan?" tanya Sakura, Ino ngangkat bahu, "Ada orang aneh pake speda nanclepin ini ke mulut gue," kata Ino gusar.

Sakura mangut-mangut.

-----------------------------------

Di lapangan bebas Konkure (Konohagakure)

Kiba, Shikamaru, Neji, Chouji, Shino dan Sai duduk-duduk karena kecapean, habis maen bola, gak ada yang menang, gak ada yang kalah, seri.

"Akamaruuu!! Sbelah siniii!!!" Kiba muter-muterin ranting kayu kayak kincir angin. Yang langsung diterjang Akamaru dengan ganasnya.

"Hei, lo apa nggak bosen apa? Maenannya ama guguk mulu," keluh Shikamaru.

"Lo kalo mau maen ya maen aja bareng dia, gua tau lu bosen," sahut Shino. Shikamaru mnghela nafas.

"Neji!! Tebak celana dalemnya Hinata warna apa?" tanya Kiba dari kejauhan. Neji tersentak.

"Buat apa lo nanyain soal ituan ke guaa!!??" seru Neji, emangnya gua siapa? Ngapain juga gua nebak clana dalemnya? Kiba cengengesan, maksa banget. Takut ngeliat tampang Neji yang kesetanan.

Lalu…

WUUSSSHHH….

SLEB!!

SLEB!!

SLEB!!

SLEB!!

SLEB!!

SLEB!!

Satu persatu amplop undangan nancep di mulut mereka.

Shika: apaan sih nih? Sopan banget!!

Sai: undangan Akatsuki? Ada acara apaan?

Neji: Cara ngasih undangan baru ya?

Kiba: Wah, mewah banget cara ngasih undangannya, gua minta ajarin ah!!

Chouji: sayang skali, bukan makanan.

Shino: Hehehe, mulut gue kan ketutupan, tapi kok nancepnya ke rambut gua??

---------------------------------------------------------

SunaGakure.

Gaara lagi refreshing, dia jalan-jalan mengitari Suna, ingin liat keadaan masyarakat sekitar, maklum, Kazekage mah harus peduli rakyat. Gaara sempet nolongin anak burung yang kesangkut, nengahin anak-anak kecil yang berantem, bantuin nenek-nenek nyebrang, nolongin ibu-ibu mungut jemuran, pokoknya kayak superhero lah, namanya juga Kazekage, harus peduli rakyat dan lingkungan, Gaara pun tersenyum puas.

"Hmm..damai sekali Sunagakure ini…" Gaara menghirup udara segar, walopun yang masuk ke idung pasir smua.

Gaara selalu disapa dimana-mana. Nih liputannya:

Rakyat 1 : Kazekage-sama, konnichiwa….

Gaara : -tersenyum-

Rakyat 1 : -mabuk cinta-

Gaara: -masih tersenyum-

Rakyat 2 : Kazekage-sama…

Gaara : -tersenyum lebar-

Rakyat 2 : -mabuk laut-

Gaara : -tersenyum maksa version-

Rakyat 2: -muntah-muntah di blakang Kazekage-

Gaara : -tersinggung, tapi masih tersenyum-

Rakyat 2 : -lari sambil megangin mulutnya-

Gaara : maksudnya apaan muntah depan gua? Nyindir gitu senyuman gua mempesona?

Rakyat 3 : Kazekage-sama, ogenki desu ka?

Gaara : -lagi sensi gara-gara Rakyat 2-

Rakyat 3 : -sweatdrop-

Gaara : -nengok ke Rakyat 3-

Rakyat 3 : -gemetaran-

Gaara : -senyum manis-

Rakyat 3 : -senyum makssa, trus pamit-

Gaara : -gak mau ketemu ama orang macam Rakyat 2, ngibrit ke kantor Kazekage-

BRUKH…

Gaara nabrak orang, tapi orang itu langsung nyerahin sesuatu ke Gaara, seketika menghilang dari pandangan.

"Aku terharu, Kazekage sepertiku memang pantas diundang untuk suatu acara penting. Kira-kira apa isinya ya?" Gaara pun membongkar undangan tersebut. Kemudian melongo.

-------------------------------------------

Tobi yang udah balik dari Suna (pake speda tenaga surya) kebingungan sendiri, soalnya undangannya kelebihan satu, dia clingak-clinguk dengan bodohnya, trus garuk-garuk kepala.

"Siapa yah?" Tobi bertanya-tanya. Lalu pandangan terarah ke seseorang, "Oh iya, dia aja!!" tanpa pemikiran yang sederhana (apalagi maksudnya?) Tobi pun cabut menuju orang itu.

"Hehe..Kakashi, ya!!" dengan sigap, dia nyamber undangan di kantong clananya, dibukanya masker Kakashi, trus nancepin undangannya ke mulut itu. Kejadiannya dalam sekejap, cepat sekali, membuat Kakashi bengong sambil ngerjapngerjap. Icha-Icha-nya jatoh. Orang-orang yang ngeliatin pada bisik-bisik gini,

"itu Kakashi?" bisik Ibu-ibu di sebelahnya.

"Keren yaa…tanpa masker…" cewek-cewek langsung senyum-senyum.

Sadar maskernya kebuka, Kakashi langsung kabur dari sana. Sembunyi di semak-semak.

"Siapa sih orang kurang ajar yang seenak pantat buka-buka masker gua?" gerutunya.

"Undangan apa ini?" Kakashi ngerobek-robek sembarangan ntu undangan yang menyebabkan sampah dimana-mana.

"Heh?" Kakashi tercenung.

-----------------------------------------------------------------------------------

Di sbuah bukit yang terjal tak jauh dari markas Akatsuki.

"Brengsek!!" seseorang meremas teropongnya. Sampai hancur berkeping-keping, lensanya aja dikunyah ama orang itu.

WARNING! Don't try this at home, but …if you want, do it at home !! XD XD XD… ngaco.

"Mereka mau ngerayain hari jadi nggak ngundang gue," orang itu menggeram. Kemudian menyeringai layaknya kuntilanak kawin lagi. Tuyul numbuh rambut, dan author mati busa kehabisan ide –weleh, nyampai mana tong?-

"Tuan Orochimaru, mereka tidak memberitahukan Anda?" tanya Kabuto.

"Yah, mereka sudah lupa denganku." Seringai Orochimaru makin melebar. Kabuto cuma diem gak ngomong apa-apa, "Tapi mereka tak akan ku biarkan bersenang-senang," tawa Orochimaru meledak seketika. Kabuto pegangan ama kursi. Gempa oi…!!

--------------------------------------------------------------------------------

Tobi nyampe di markas Akatsuki, tugasnya udah beres, dia mau bersantai-santai.

"Udah, Tob?" tanya Deidara yang sibuk mengatur ruangan pesta, Tobi ngacungin jempolnya.

"Udah dong!!"

"Kalo gitu, bantuin gua, bawain taplak meja gih," perintah Deidara. Tobi bergumam jengkel.

"Deidara-senpai, kan masih banyak anggota yang lainnya, aku capek keliling-keliling teruss!!"

"Itachi, Hidan dan Kakuzu beli peralatan, Zetsu dan Kisame masak di dapur buat besok," Deidara mandang Tobi sebel. Dengan berat hati, Tobi pun membantu.

"Ooooiiii!!!" Kisame berseru dari dapur, "Cobain dong masakan kitaa!!"

Deidara ama Tobi yang kebetulan laper, langsung cabut menuju dapur. Pas nyampe di sana, mata mereka dibuat silau oleh masakan-masakan mewah.

"Uwaaahh!! Boleh cobain yang mana aja?" tanya Deidara, ilernya jatoh. Tobi jijik.

Kisame dan Zetsu ngangguk cepet. Spontan Deidara langsung nyamber paha ayam, pudding, cake, pizza, spaghetti, burger. Ntu smua makanan muat di mulutnya Deidara sekali masuk. Tobi, Kisame dan Zetsu merapat.

Tobi berpikir muka Deidara pasti bakal pucet.

Dan tak usah menunggu lama, muka Deidara langsung membiru.

"SEMUANYA TIARAAAAPPP!!!!" seru Kisame, langsung semua merapat. Seperti akan menghadapi ledakan besar. Beberapa detik kemudian, Deidara langsung muntah berat.

UWAAAAA!!!!

15 menit kemudian.

Itachi, Kakuzu dan Hidan baru balik beli peralatan. Pas masuk, markas mereka sepi banget.

"Pada kemana?" tanya Itachi. Hidan dan Kakuzu geleng-geleng.

"Oi, pulang juga lo berdua! Deidara sakit nih!!" Tobi nongolin kepalanya di pintu.

"HAH!!? SAKIT??" Itachi, Hidan dan Kakuzu langsung naek tangga melihat keadaan Deidara.

"Kok dia bisa sakit?" tanya Hidan.

"Tadi dia gue suruh nyobain makanan buat acara besok, taunya dia makan semuanya, ya gini jadinya." Jelas Zetsu, "Sebaiknya kita pesan catering aja deh. Gue udah coba masakan gue sendiri, dan ternyata rasanya…." Kisame menunjukan ekspresi yang tak enak dilihat.

"CATERING!!?? Yah!! Habis dong uangnya!!" Kakuzu langsung marah-marah.

"Bacoth lu!! Berisik!! Mending pesan catering aja!!" Itachi mulai kesel ama Kakuzu, dari berangkat ampe pulang ngomongnya duit, kehematan, jangan boros, barang yang murah, irit dan sebangsanya. Hidan mulai mencet-mencet tombol HPnya.

"Halo, Cita Rasa Catering…ya…semuanya…biayanya…oohh…ya ya…bisa anter sbelum acara di mulai?...oh, jam 4 udah jalan?...ya, markas Akatsuki, tau kan?...APA?!! ini Pabrik krupuk udang!!??..oh…maaf..maaf.." Hidan nutup telponnya, trus cengengesan diiringi swt dari anggota lainnya, Hidan kembali mencet-mencet tombol HP.

"Bego…" komentar Itachi.

"Halo, Yummy Catering? Oh, tutup yah..maaf…" Hidan salah tingkah, "Eh, catering yang bener yang mana yah?"

GUBRAAKKSS!!!

"Sini!!!" Itachi nyamber N90 Hidan, "Halo…Ya, Itachi…Sasuke, bilangin ke Uchiha catering, Akatsuki mesen…HAH? Dipake buat kawinan?...oh, yah, dah…" Itachi ngasih N90 Hidan.

"Jadi?" Hidan bertanya-tanya.

"Sini, gua coba," Tobi mencet-mencet tombol HP, "Halo, Akimichi Catering…ya…oh, ya…baiklah, besok sebelum jam 3 sore yah..makasih," semua terpana melihat keberuntugan Tobi.

"Seharusnya kalian tau dong," ujar Tobi sombong.

"Cih, belagu. Tanya gak bayar brapa?" Tobi langsung pucet. Kalo dia bilang enggak, bisa-bisa Kakuzu menceramahinya. Gak bosen-bosen.

"U.. Udah dong!! Ah, gimana sih!!" Kakuzu pun mengangguk lega, "Brapa, Tob?" tanya Deidara.

Tobi terpojok. Deidara dan Kakuzu curiga.

"Supaya kita tau. Brapa duit yang harus di keluarkan, ntar gue catet di buku pengeluaran," Kakuzu ngeluarin buku pengeluaran Akatsuki.

"Ka… katanya sih harganya rahasia…"

"HAH?? Gimana cara nyiapin duitnya!!??" blom selesai Tobi ngomong langsung di sembur ama Kakuzu.

"Yaa.. lu telpon balik aja." Tobi berusaha bersikap santai, Kakuzu nyamber N90 Hidan.

Tat tit tut tet tot tot tot tet tut …. Piiip piiip piiip piiip piiip pip.. Klek!!

"Halo? Akimichi Catering. Orang yang barusan nelpon nanya gak harganya brapa?..Hah?? Oh… gitu ya…" telpon langsung ditutup.

Kakuzu menyiapkan jemarinya," Berani boong yah, anak kecil??" -kretek!!- dia mengepalkan tinju ke Tobi.

"UWAAAAAAAAAA!!!!!"

Kaok kaok kaok kaok kaok ….

-----------------------------------------------------------------------------------------

Di bukit terjal lagi.

Orochimaru sedang menyiapkan sebuah alat, dia lagi ngelapin tu alat ampe mengkilap bener-bener, sampe ngalahin sinar kacamata Kabuto ama gigi Gai Maito.

"Tuan Orochimaru, itu alat apa?" tanya Kabuto.

"Oh, kau akan segera tau, Kabuto," seringai seram nan menyebalkan menghiasi muka kurus Orochimaru, Kabuto diam aja.

"Huhuhuhu… HAHAHAHAHAHAHAAA!!! HWAAAHAHAHAHAHA!!! BWUAAHAHAHAHAHHHHH!!!!" tawa Orochimaru menggelegar, lagi-lagi Kabuto pegangan ama kursi, plus nutupin idungnya, karena Orochimaru tertawa dengan akhiran huruf 'H' yang menyebabkan bau menyebar dalam hitungan detik.

Masih TBC...