AKATSUKI 1st ANNIVERSARY
Disclaimer : Masashi Kishimoto dong!!
Summary : Gue ga tau Akatsuki udah brapa taon berdiri. Jadinya ngasal ajalah…
Genre : Tenang aja, ini penyejuk(?) perut kok!! Humor
A/N : Ini fic collab!!!! Berkolaborasi dengan nee-san, Rizu nee-san!!!
CHAPTER THREE:: PARTY!!
Hari yang ditunggu pun tiba.
Tampak Sasuke, Naruto dan Kiba sudah rapi dengan pakaian formal mereka, lagi nunggu yang lain biar bareng, soalnya yang tau alamat Akatsuki bener-bener Cuma Sasuke, jadi mesti rombongan.
"Sas, kok lo tau sih markas Akatsuki yang baru, mang yang lama udah bobrok ya?" tanya Naruto.
"Ya iyalah, bobrok," jawab Sasuke males.
"Kok lo bisa tau alamatnya, jalannya?" tanya Kiba lagi. Sasuke gregetan, emang satu jawaban aja gak cukup apa? Dasar orang udik budegh!!!
"GUE TIAP HARI SLALU NGANTERIN RANTANG NASI buat ITACHIIII!!!!!" sembur Sasuke.
"weiiss, Slow but sure ya…" Naruto mundur.
"Are? Kok? Mang lu istrinya apa? Pake rantang nasi sgala?" tanya Kiba heran.
"Muka-muka kayak gue menurut lu gimana?! Istrinya bukan?" tanya Sasuke judes.
"Nggak sih, tapi…"
"Apa laghi!!??" bentak Sasuke.
"Kayak Itachi kerja jadi buruh tani aja pake nganterin rantang nasi sgala?" Kiba dan Naruto nanyanya kompak.
"Iya!! Kerjanya nyangkul!! Nganuin sawah!! Trus nyulik Kakashi buat dijadiin orang-orangan sawah!! Puas?!" Sasuke kembali jutek.
"Tapi, kalo soal Kakashi sih, emang pas dijadiin orang-orangan sawah," Naruto cengengesan.
"Iya, namanya aja mirip," Kiba dan Naruto cekikikan gak jelas, nyaris menyamai cekikikannya kuntilanak. Ohohoh, mungkin kalah telak kali.
"Hah? Bener tuh? Kakashi orang-orangan sawah?"
"Iya iya!! Mirip banget!!" ejek Naruto.
"Trus, cocok banget gitu?"
"Of course!!" jawab Kiba manteph.
"Jadi.. slama ini kalian slalu mengira kalo Kakashi itu orang-orangan sawah?"
"Ya gimana nggak ngira, wong namanya sama aja artinya."
Kiba yang daritadi merasa nggak ngeliat orang yang nanya, mulai menyikut Naruto.
"Apaan sih, Kib? Geli ah!!" Naruto mulai tertawa genit.
"Ikh!! Apaan lo?? Sadar gak yang nanya tadi siapa?" Kiba mulai narik-narik bajunya Naruto.
"Lha? Elu kan yang nanya," Naruto jadi heran sendiri.
"Gue yang nanya!! Mau apa lo!!??" Kiba dan Naruto menengadah, tampak Kakashi udah terbakar kemarahan sendiri, mukanya seram, aura membunuh, mesti siap-siapin jimat kalo masih sayang nyawa. Spontan Naruto negluarin action figure-nya Dora with Boots.
"Hush!! Musnah kau!! Pergi!! Dasar orang yang tak diterima di dunia!! Pergi!! Jangan kembali lagi!! Musnah!! Lenyap!! Enyahlah kau, setan alas!!" Naruto menggoyang-goyangkan action figure Dora miliknya. Kayak ngusir ayam.
Kiba dan Sasuke sweatdrop, "Bego…" komentar mereka.
"Jadii… kau masih sempatnya memperolokku yaaa??" Kakashi menggulung Icha-icha terbarunya.
"BOSEN IDUP!! BILANG!! DENGAN SENANG HATI GUE KUNYAH LO!!!" Kakashi ma Naruto kejar-kejaran.
Gai dan murid-muridnya Cuma bengong ngeliatin mereka berdua.
"Knapa tu orang berdua?" tanya Gai, disusul muka heran Neji, Lee dan Ten ten.
"Lari pagi buat kesehatan," sahut Kiba asal yang diiyakan oleh Sasuke.
"Wah, Lee. Kau terlihat berwibawa sekali dengan pakaian itu," puji Gai gak tanggung-tanggung. Bikin Kiba, Sasuke, Neji dan Ten ten harus bener-bener ke dokter buat periksa mata.
"Tentu saja , guru," jawab Lee percaya diri.
"Duh, di sini panas yah," keluh Ten ten nyaring, sbelum Gai mujinya kelewat tinggi atau melenceng dari penampilan asli Lee.
"Hai, smua. Lho?" Kurenai dan murid-muridnya tercenung. Kakashi gak ada, padahal Kakashi udah nyuruh dia ama Asuma buat dateng cepet-cepet.
"Hah, kalian bertiga lambat!!" ujar Kiba cengengesan, "Sombong amat lo," gerutu Shino, Hinata clingak-clinguk cari Naruto.
"Ano…Kiba-kun, Naruto-kun mana?" tanya Hinata, Kiba nunjuk Naruto yang kecapean dikejar-kejar ama Kakashi. Bikin Kurenai swt. Ntu orang masih kuat aja kejar-kejaran. Padahal kemarin baru aja rusuknya ditendang ama Godaime gara-gara kelepasan ngomong 'nenek'.
Tak lama kemudian, muncullah Asuma, Shikamaru dan Ino.
"Eh, Choji mana?" Tanya Sasuke.
"Oh, dia kan lagi nyiapin catering buat acara. Gak tau acara apaan," Shikamaru pun menjawab.
"Sakura blom nyampe yah?" Tanya Ino tiba-tiba, Sasuke menggeleng,
"Hallooohh!! Gomen!! Telat yah!" Sakura melambai-lambai, disusul Jiraiya .
"Kok Ero-Sannin ikutan?" tanya Naruto yang udah gencatan senjata ama Kakashi.
"Ikut?... ih!! Siapa juga, gue Cuma kebetulan lewat kok. Dah smuanya!!" pamit Jiraiya, langsung ngeloyor pergi.
"mau kmana dia?" tanya Sasuke, gak tau nanya ke siapa.
"Katanya mau ke onsen." jawab Sakura, menyaksikan lenyapnya Jiraiya dari pandangan.
"Hai, slamat siang," ternyata Sai datang yang paling terakhir.
Singkat kata, mereka smua udah pada ngumpul dan mulai berangkat dengan Sasuke sebagai pemandunya. Ke markas Akatsuki naek getek rame-rame, XD XD XD!!
Sunagakure.
"Gaara, pakaian itu kurang cocok buat lo. Ini aja."
Temari sedang sibuk milihin Gaara pakaian formal buat pesta, "Kazekage itu harus tampil penting, pakaiannya pun nggak sembarangan. Masa lo mau aja dateng ke pesta itu pake kaos, jins ama spatu kets begitu? Terlalu santai. Nih," Temari masangin jas dengan paksa ke Gaara. Temari tersenyum puas, dia menatap Gaara dari ujung kpala ampe ujung kaki dengan mantap, "Bgini kan ganteng. Sana, nanti telat lho," Temari mendorong pundak Gaara pelan. Memang Gaara anak yang pasrah.
Brangkatlah Gaara, dia menuju markas Akatsuki dengan pengawalan Matsuri.
Di tengah perjalanan.
"Matsuri-chan ikut juga?" tanya Gaara.
"Cuma jadi pengawas Gaara-sama," jawab Matsuri tertunduk. Gak nahan liat senyum Gaara. —Rizu:: cih, andai Matsuri itu saya!! X( )—
------------------------------------------------------------------------------------------
"Catering?!!"
"Siap!!"
"Acara?!"
"OKE!!"
"Dekorasi?!!"
"Noprob!!"
"Anggota?!!"
"OSH!!"
"Uang?!!"
"HAH?" smua angggota melongo kea rah Kakuzu.
"Yaa… siapa tau kita tidak bisa menjaga uang kita trus kecolongan?" tanya Kakuzu berbarengan dengan swt anggota masing-masing.
"Dengan begini, pesta di mulaii!!" kata Itachi membara-bara.
Smua hening.
"Kok pada gak bersemangat kayak gue?" tanya Itachi cengo.
"Apaan? Wong orangnya blom ada," Sahut Deidara jengkel.
"O..oohh.. iya kah?" Itachi salah tingkah.
DOK DOK DOK DOK !!!
"Ah!! Udah ada yang dateng!!" Deidara dengan sigap membuka pintu. Gaara langsung berdiri tertegun. Markas apa markas? Ngalahin kantor gue.
"Wah, kau..eh..siapa?" tanya Deidara, "Gaara," jawab Gaara singkat. Dia pun menuju salah satu bangku yang dihias-hias sebagai tempat duduk para tamu.
"Gaara!!"
"Cek!!" bales Itachi. Jadi stiap tamu yang dateng di cek. Supaya gak ada yang kurang.
Gaara memandang sekeliling. Mewah. Penataan yang bagus. Berseni.
"Cantik ya, Gaara-sama?" Matsuri meminta komentar. Gaara mengangguk.
DOK DOK DOK DOK!!
Deidara pun dengan cepat membuka pintu. Sasuke dan rombongannya udah dateng, padahal yang brangkat duluan mereka, malah Gaara yang duluan.
"Sasuke!!"
"Cek!!"
"Naruto!!"
"Cek!!"
"Aburame!!"
"Cek!!"
"Inuzuka!!"
"CeK!!"
"Hyuuga!!"
"cek!!"
"Si Norak!!"
"Ha? Gak ada yang namanya si Norak!!" Itachi linglung. Di daftar tamu gak ada tertera nama 'si Norak'.
"Ada kok!! Nih!!" Deidara nunjuk Gai," Ukh.." keluh Itachi, ini bau mercon apa parfum, kayaknya berasal dari si Norak itu deh.
"Rock L…"
"Pangeran masa depan Konoha!!" potong Lee langsung, dengan gagahnya berpose ala orang ganteng, "pose kayak bebek," gumam Sasuke.
"C… Cekk…!!" Itachi berusaha nahan muntah yang udah ngumpul di mulutnya.
"Knapa lo?" Tanya Tobi.
Itachi langsung nyerahin kertas cek dan pulpen, "Ambil alih pekerjaan gue, mao ke blakang!" langsung ngibrit ke belakang.
"Hatake!!"
"Cek!!"
Deidara tersentak, "Tachii!! Kok suara lo cempreng?!!"
"Oi, gue Tobi!!" Tobi melambai-lambai.
"Oh ... Kurenai!!"
"Cek!!"
"Asuma!!"
"Cek!!"
"Hyuuga!!"
"Lho kok Hyuuga lagi!?" tanya Tobi terheran-heran.
"Hinata Hyuuga, dodol!!" sembur Deidara.
"Yamanaka!!"
"Cek!!"
"Hosh…hosh…Ha..runo.." Deidara mulai ngos-ngosan. Kecapean nyebutin nama tamu-tamu pesta.
Smentara mereka brisik-brisik ngecek para tamu yang hadir.
"Gue gak nyangka, kalo yang namanya Akatsuki itu sangat bodoh," komentar Sai ke Sasuke.
"Iya, knapa gak bikin buku tamu aja? Kan brisik kalo begini," respon Sasuke, "Oon banget ya?"
"Sama kayak adeknya, Kakaknya aja kerja di sini. Gak heran kalo adeknya juga…"
"Ngomong apa lo!?" bentak Sasuke, Sai hanya tersenyum ramah. Knapa orang ini diundang juga?! Kurang ajar.
"Nah, para hadirin yang berbahagia!! Terima kasih telah menghadiri acara kami, yaitu Akatsuki 1st Anniversary!! Mari kita dengarkan sambutan dari Itachi Uchihaaa!!!" Hidan sebagai Host mulai berceloteh. Bikin orang macam Naruto, Kiba ama Shikamaru males ngedengernya malah asyik maen suit jepang sembunyi-sembunyi.
"gunting, kertas, batu!!"
Kiba gunting, Naruto kertas, Shikamaru batu. Gak ada yang menang, pasalnya, kalo yang kalah, di suruh nari hula-hula pas Itachi udah selesai berceloteh.
"Ulang!!"
"gunting, kertas, batu!!"
Gunting, gunting, gunting…
"Ulang!!"
"Ogah, capek!!" tolak Kiba, Naruto sbenernya juga capek, tapi pengen salah satu dari mereka kalah trus nari hula-hula.
"Apa dong, Itachi blom selesai, males gue dengernya," keluh Shikamaru.
"Maen tangkap ayam aja nyookk!!" usul Kiba.
"Hah!?? Serius!?" spontan Naruto melompat ke Sasuke, smua pada ngeliatin.
"Kiba, ayamnya udah ketangkep!!" seru Naruto. Smua ngerjap-ngerjap, kecuali Kiba dan Shikamaru geleng-geleng. Beberapa detik kemudian, pidato pun dilanjutkan, "Jadi, pemanasan global atau dengan kata lain, global warming, menyebabkan…blab la bla bla…." lanjut Itachi.
"Asuma, ini pidato kayaknya ngaco deh," bisik Kakashi, dia juga udah bosen.
"Iya, tadi aja tentang buruh tani, trus presiden Amerika, skarang pemanasan global…" Kakashi cengo, "Kok lo apal?"
Asuma nunjukin buku catetan Gai, disana kalimat-kalimat yang disemburin Itachi dicatet ama Gai.
"Heh, Dobe!! Maksud lo apa ngomong kayak gitu?!!" Sasuke bisik-bisik dengan nada marah.
"Katanya maen nangkep ayam. Lha? Lu ayamnya."
DUAGH!! Sasuke nonjok Naruto. Bikin orang menoleh ke mereka berdua, Sasuke langsung sadar,"Global warming adalah…" kata Sasuke sambil cengengesan maksa, Itachi tersenyum bangga, soalnya pidatonya didengerin ama Sasuke.
"Jadi, tsunami di Aceh, menyebabkan kerugian besar pada kota Aceh… dan.. Sri Lanka bla bla bla bla…"
"AKH!! BANYAK BACOTH NIH!!" teriak Kiba mulai kesel .
"BISA GAK SIH BIKIN PIDATO YANG NYAMBUNG GITU??!!" kali ini mulai kembang kempis.
Itachi banting mike, "EH, SANTEI AJA YA!! GAK SOPAN TAU!!" Itachi turun panggung, langsung ngedorong bahu Kiba.
"LO JUGA, BIASA AJA DONG!! MIKE MAHAL TUH!!"
"YEEE.. APA PEDULI LOO??"
"YA PEDULILAAAHH, LO NGGAK LIAT APA REAKSI ORANG YANG DENGER PIDATO LOO?!!"
"EH, JANGAN BELAGAK YAA!! LO…."
KATSU!!! BLAAARRRRR!!!!
Sebuah ledakan besar antara Kiba dan Itachi menyilaukan para penonton.
"Baiklah, mari kita mulai acaranya," kata Hidan. Smua pun langsung ber 'yeee' ria bisa terbebas dari pidato 4 jamnya Itachi.
Dalam sekejap, semua tamu langsung menyerbu makanan. Alhasil makanan pun ludes. Mereka makan-makan sambil bincang-bincang, ada yang ngomentarin selera masing-masing, ada yang tertawa terbahak-bahak, kentut diam-diam, ngupil diem-diem, dsb.
"Ino!! Lo kentut yah??!!" tuduh Sakura.
"Apa?!! Yeee!! Enak aja!!" sangkal Ino, sbenarnya dialah pelaku kentut diem-diem itu.
"Lo barusan ngupil kan!??" bales Ino, lalu tertawa keras-keras.
"Wah, ini namanya apa ya?" tanya Kakashi ke Deidara.
"Oh, ini namanya spaghetti, gak pernah makan yah?" sindir Deidara.
"Halah, gue mah jonin miskin. Baru kali ini makan yang beginian," Kakashi cuma ngeliatin spaghettinya, "Oi, diliatin lagi, makan aja kali." Deidara langsung menyeringai.
"Ih, Kakashi katro. Kuno amat," komentar Gai.
"Err.. guru, ini namanya apa?" tanya Lee, Gai lansung pucet, "Eee… mungkin spaghetti yaa??" jawab Gai ragu-ragu, "Oon, itu mah pizza. Halah, sama-sama jonin katro aja blagu," komentar Sasuke dari blakang.
"Sasukeeee!!! Ada paha ayaaaamm!!!" seru Kiba dan Naruto barengan.
"Hah? Apa? Apa? My friend best di frying-frying??" Sasuke gelagapan panik.
"Hah?" mendadak suasana sepi karena mendengar pengakuan Sasuke.
"O...oh... Ayam ya? Ya sudah. Kelihatannya enak. Ambil ah," Sasuke langsung ngambil paha ayam dimakan dengan berat hati serta cucuran airmata. Lalu suasana kembali rame seolah tak ada kejadian penting.
Tiba-tiba.
BOM!!
ada ledakan. Semua langsung panik. Lari-larian sana-sini
"Deidaraaa!!!" Itachi langsung menoleh liar ke Deidara.
"Ah!! Bukan gue!!" Deidara geleng-geleng.
"Terus? Siapa dong?" Itachi berusaha menenangkan tamu yang panik.
"KESENANGAN KALIAN BERAKHIR DI SINI!!!"
Para tamu dan anggota Akatsuki terpana, Orochimaru dan Kabuto bertengger di atas summon-nya, Manda. Orochimaru megang Bazooka yang di lapnya sampai mengkilap.
"Mantep tuh bazooka!" decak Tobi.
"Orohimaru?!"
BLETAKH!!
"Yang bener Orochimaru!!" sergah Itachi ke Deidara.
"Lo diundang kan?" Tanya Hidan, Orochimaru menggeram.
"Di udang…"
"Err.. di undang, Tuan Orochimaru," koreksi Kabuto.
"Ah!! Ya!! Itu!! Kalian tak mengundangku!!" Orochimaru melipat tangan, ngambek.
"Yah, dia ngambek," keluh Kakuzu.
"GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAAAAA!!!!!" Orochimaru tertawa lebar, semua berguncang.
"HANCURLAH KALIAANN!!!" Seketika tempat itu langsung brantakan, Orochimaru tertawa kayak orang gak waras, gak ada kejadian special malah asyik ketawa. Yang ngeliatin swt.
"Dia knapa sih?"
"Manda!! Ayo kita hancurkaaann!!!" Orochimaru membara. Manda, seakan diperintah [memang di perintah segera bergerak ganas.
"Kau siap, Mandaaaa??!!!" Tanya Orochimaru berapi-api.
"Satu!!!"
"Dua!"
"Tigaa!!"
Tanpa keraguan, Manda segera bergerak, dan melakukan….
…tari perut.
"Mandaaaaa!!!!" sergah Orochimaru.
"E.. Oke, pemanasan. Ayo , kita habiskan semuanyaaa!!!"
Manda pun mulai melata.
30 menit kemudian, Manda masih melata.
GUBRAKS!!! Entah knapa, semua langsung jatuh berjamaah. Mungkin gara-gara kecapean nunggu ato lebih baek jatoh daripada buang-buang waktu ngeliatin Manda nari sambil jalan.
"MANDAAAA!!!!" Orochimaru mencak-mencak.
"Iya, iya, sedikit lagi juga nyampe." Kata Manda gusar.
30 menit kemudian.
"MANDAAAAAAAAA!!!"
"Apa sih!??" Manda jadi kesel.
"Haah, sudahlah, anggap aja sirkus lewat, mari kita lanjutkan pestanyaaa!!!" suasana langsung rame kembali.
Orochimaru hanya di sapu oleh tiupan angin, smua pada ngacangin dia. Tidak ada yang takut dengan ancamannya.
"Kabuto…"
"Ya, Tuan Orochimaru." Kabuto mendekat.
"Peluk aku." Spontan Kabuto langsung brenti.
"OGHAAAAAAAAAAHHHHH!!!" Kabuto mundur cepet-cepet.
"Kabutoooooo…" Orochimaru pun mulai mengancam. GLekh!! Kabuto nelan ludah.
"KITA LANJUTKAN PENYERANGAAANNNN!!! HEAAAHH!!!" Kabuto lega skaligus sweatdrop, gue pikir mau bunuh gue, nyatanya… Lalu, datanglah pasukan militer, beserta tank, meriam, dan senjata api.
"SERBUUUUU!!!!" perintah Orochimaru
Para anggota pesta tidak menyadarinya, atau mungkin sengaja.
"Wah, ada pesta!!" seru salah satu anggota militer, "Gabung yuk!!" smua anggota militer langsung menyerbu tempat pesta, bukan bermaksud menyerang, malah ingin bergabung.
Orochimaru tercengang. Kabuto pasrah.
"Kenapa… Kenapa?" Ororchimaru terduduk lemas.
"Kabuto…" panggil Orochimaru lemas.
"Ya, ada apa?" Kabuto mulai jengkel dari tadi di panggil mulu.
"KITA HARUS MENGHANCURKAN PESTA INI DENGAN TANGAN KITA SENDIRIII!! HELL YEEEAAH!!!!" tanpa rasa kasihan, Orochimaru meluluh lantahkan markas Akatsuki. Kali ini gak maen-maen, bener-bener ancur smuanya. Anggota militer udah kabur duluan. Yang ikut pesta bersembunyi di tempat yang aman jauh dari reruntuhan.
"Orochimaru lu kenapa sih??!!!" teriak Itachi mulai kesel. Dari tadi tereak-tereak pake ngancem mau ngancurin pesta, trus gak berhasil-berhasil, sebenarnya maunya apa sih? Kalo mo dateng yaa dateng aja!! Pake bawa-bawa tank sgala, heran deh!!
"Tau nih!! Lo kan di undang!!" Deidara pun ikutan kesel.
"Apaan??!! Kagak ada yang dateng ke rumah gue nganterin undangan!!" Orochimaru mulai merengek kayak anak kecil.
"Ah, lo di undang kok, tanya aja Tobi."
Selama mereka berdebat, Tobi yang langsung sadar akan kesalahannya, berjingkat-jingkat menyingkir dari pesta, "Pantesan ada yang kurang, punya Orochimaru ternyata…" batinnya.
Sekilas dia ngliat kertas kecil di sampingnya, trus diambil, "Orochimaru, Sasuke, Naruto… blab la bla…" dia membaca urutan nama tersebut, "Jadi undangan si Sai itu buat Orochimaru toh… pantesaan…" Tobi mengakui kebodohannya.
"Sapa yang nganterin undangan!??" tanya Itachi galak.
"TOBI!!!" seru Kakuzu dan Zetsu barengan.
"Mana orangnya!!?" lagi-lagi galak. Semua menggeleng.
"Cari!!!" semua langsung berpencar nyari Tobi. Dengan Itachi sebagai ketua.
Pesta pun berakhir dengan pencarian Tobi secara rame-rame,
Tobi : You can't find me, fool. –Khikhikhikhi …-
Kebodohan yang dilakukan Akatsuki adalah : mereka tidak menuliskan nama-nama orang yang akan diundang, jadi, Tobi tak pantas disalahkan. Sekian dan terima kasih.
-THE END-
