hm.
kerja kilat!
ini dia chapter 05!
XD

makasih banget buat yang udah read &/ review...

Naruto bukan punya Yvne.
Mine Again juga bukan.
yaeyalaah.

ooc ooc .
cha !
XD


"Kau akan datang, kan?", our blond hero talk to his bestfriend – the ex-avenger.

Sasuke hanya mengangguk, tidak repot memalingkan muka dari buku yang sedang ia baca.

"Pasti seru! Ini pesta topeng!", Naruto menambahkan, "Hm, mungkin aku harus meminjam salah satu masker Kakashi-sensei… Hei, teme, di mana kau akan mendapatkan topeng??"

Sasuke menutup bukunya dengan helaan nafas, "Entahlah, mungkin di suatu di tempat yang tenang tanpa ada orang cerewet yang menggangguku."

"Hah?? Di mana..- Hei! Kau menghinaku ya?!", Naruto setengah membentak.

Sasuke hanya mendengus dan tersenyum mengejek.

I remember when you used to be mine
Way back when...,
I was too naive to love you right...

Sebenarnya ia juga tidak tahu di mana ia akan mendapat topeng. Kenapa juga Sakura harus mengadakan pesta topeng?? Oh ya, Tsukihiro yang memintanya. Sasuke menggeleng ketika menyadari kenyataan kalau pesta yang akan ia hadiri pertama seumur hidup adalah pesta pertunangan Sakura. Ironis.

But now, if I only had the opportunity
I would do anything...
Because my heart still believes...-

-- Yamanaka's Flower Shop

"Baiklah, mungkin telingaku saja yang sedang tidak berfungsi dengan baik. Bisa kau ulang perkataanmu..??", Ino meletakkan tangannya di pinggang, menatap Sakura yang menghela nafas.

"Aku bilang, aku akan megatakan pada Sasuke kalau aku dan Tsuki sudah...-"

"Cukup. Aku memang tidak salah dengar.", Ino mengangguk panik, "Oke... Tenang... Tenang...", tangannya menggeser poni sempunanya, "Dan kau minta kami untuk menjadi bagian dari 'kebohongan putihmu' ini...??"

Maybe you could be mine.., again...
Maybe we could make that dream for real;
Like way back then...

Sakura mengangguk, "Kalian orang yang paling dekat denganku... Jadi Sasuke tidak akan curiga..."

Ino menarik dan menghembuskan nafas panjang, "Kau yakin...? Ini bisa... er.., menghancurkannya..."

Sakura menatap kosong, "Aku yakin, Ino... Ini yang terbaik..."

When love was yours and mine...
Maybe we could bring it back to life...

Spotted at the Yamanaka's Flower Shop ; our lovely pinky is planning something dirty. Better get my camera on..., you wanna know the story, don't you...?


Sasuke berjalan ke arah rumah sakit, kali ini, ia akan menjenguk Tenten, bukan menemui Sakura. Meski nantinya ia akan bertemu dengannya juga.

Ia bertemu Neji di lorong menuju ruang perawatan Tenten.

"Hyuuga."

"Uchiha."

Some old things do no change...

"Selamat ya.", Sasuke mengulurkan tangan. Neji menjabatnya dan menggumamkan terima kasih lalu beranjak dengan alasan harus mengurus administrasi.

Sasuke tersenyum menggeleng ketika melewati kaca besar yang memperlihatkan ruangan yang menjadi alasannya datang; ruangan dengan banyak kasur mini dengan manusia kecil di dalamnya. Dan salah satunya dihiasi papan bertuliskan 'Hyuuga' dengan isi bayi laki-laki dengan mata sang ayah -- Byakugan.

Yes, people... Our another lovely couple just can't wait 'till wedding for having a bundle of joy... Better take your vow fast, Neji-boy.., before Hiashi kick your ass off your branch...

It's irrelevant to dwell on the past...
It'sm accountable for what went bad...
And I mean that...

Sasuke melanjutkan langkahnya dengan pikiran, akankah ia mengalami hal yang sama tanpa Sakura...?

Ia berhenti di di pintu '1089' yang setengah terbuka. Tepat ketika ia akan masuk, ia mendengar suara.

"Kau serius, Sakura??", Ino terdengar kaget dan setengah berteriak.

"Iya..., aku serius...!", terdengar Sakura menjawab.

Sasuke tidak bisa menahan diri untuk mendengar, bukannya masuk dan menghentikan acara gosip yang para wanita sedang adakan.

"Kapan??", kali ini Tenten yang bertanya, masih terdengar lemah.

"Tadi malam, ketika ia datang ke rumahku... Untuk 'berkunjung'...". Sasuke mengerutkan dahi.

Mereka tertawa.

But I keep on praying for another chance,
Just to have you back...

"Ta-tapi Sakura-chan, bu-bukankah itu se-seharusnya dilakukan se-setelah em..., menikah...?", perkataan Hinata yang terbata-bata membuat Sasuke menegang. Mungkinkah...??

Ino tertawa kecil, "Ayolah, Hinata-chan... Tenten bahkan punya bayi dari hal itu! Sebelum menikah aku tambahkan..."

Tawa para wanita terhenti ketika Sasuke memutuskan untuk mengetuk dan masuk. "Hai, Sasuke!", Ino yang pertama menyapanya.

Sasuke ber-hn dan meletakkan buah-buahan yang ia bawa di meja sudut yang sudah cukup penuh dengan pemberian lainnya. Ia berbalik dan mengucapkan selamat pada Tenten. And here come the chaos...

"Sakura, aku ingin bicara."

Sakura mengalihkan pandangannya bergantian pada Sasuke dan teman-teman wanitanya, "Kau bisa bicara di sini."

"Tolong Sakura, hanya kita...?", Sasuke berempasis pada 'kita'.

Sakura menggeleng, "Aku sedang menjaga kontrol chakra Tenten. Katakan saja, nanti juga mereka tahu.", katanya dengan senyum.

Now now, Saku-chan... You know Uchiha is the one you don't wanna mess with...

"Apa kau tidur dengan Tsukihiro?"

Cause I've grown,
And I know how to be your everything...

Seluruh nafas terangkat kaget.

Maybe you could be mine.., again...
Maybe we could make that dream for real,
Like way back then...

Sakura membalikkan badan sepenuhnya, menghadap Sasuke, "Kau menguping...?"

Sasuke mengepalkan tangannya, "Itu tidak menjawab pertanyaanku, Sakura. Ya, atau, tidak...?"

Keheningan yang tegang terpecah dengan jawaban, "Ya, aku tidur dengannya."

When love was yours and mine...
Maybe we could bring it back to life...

Sasuke tersenyum sinis, "Baiklah... Aku selesai.". Ia berjalan meninggalkan ruangan.

Sakura...? Well, let's say... She celebrate her little white lie' success with breakdown.., and cry...


Sasuke menghabiskan minuman di hadapannya dengan sekali teguk. Ia tidak tahu apa yang membuatnya berakhir di Kyooki Bar & Lounge, meminum minuman berkadar alkohol 12 dan tidak berhenti bertanya 'kenapa' pada tidak siapapun.

Ia tidak pernah minum.

"Teme??", suara familiar muncul dari arah belakangnya. Ia menoleh sebentar dan melanjutkan minum, sahabatnya melihat dengan tidak percaya, "Apa yang kau lakukan di sini??"

Sasuke memainkan gelas di tangannya, "Bukan urusanmu, dobe."

Naruto ingin membalas kata-kata dinginnya dengan sentakan, tapi lalu ia sadar ada yang salah dengan ex-avenger itu dan memutuskan untuk menahan emosinya.

Setelah duduk di sebelah Sasuke dan memesan minuman, ia mulai bicara, "Dengar, aku tahu ini berat. Tapi ini keputusan Sakura-chan. Dan menurutku, kau tidak seharusnya berakhir menyedihkan seperti ini. Kau mengerti, kan??"

Sasuke memandang Naruto sekilas, "Aku bilang, bukan urusanmu, do-be"

Naruto menggelengkan kepala, "Teme."


"Sakura-chan!", Naruto melambaikan tangan pada Sakura yang sedang berdiri di depan makam Hokage ke-3.

"Hai Naruto...", Sakura tersenyum ketika sosok pirang itu mencapai tempatnya.

Mereka berdoa dalam ketenangan dan berjalan pulang bersama.

"Kau tidak akan percaya apa yang aku lihat tadi malam.", NAruto memulai.

Sakura memberi tatapan tanya.

"Teme. Bar. Minum."

Sakura menahan nafas, apa itu karena...?

"Oh..., ya...?", ia berusaha berkomentar, tapi yang keluar hanya itu.

"Haaa?? Apa maksudmu 'oh ya'?? Ini teme yang sedang kita bicarakan! Ia tidak pernah ke tempat seramai itu, apalagi minum...!", Naruto menekankan.

"Ya..., selalu ada pertama untuk segala hal...", Sakura mencoba tersenyum.

Naruto menggelengkan kepala, "Ada sesuatu dengannya, aku tahu.", ia berkata serius.

Sakura, merasa terbebani, tidak bicara apapun.

"Oh! Sakura-chan, aku harus mengambil jas-ku untuk pestamu nanti! Kita berpisah di sini ya! Jaa!", Naruto melambaikan tangan dan mulai berlari kecil.

Sakura membalas lambaiannya. Sasuke...


Ruangan besar itu telah penuh dengan orang-orang yang memakai topeng dan baju-baju rapi. Di puncak tangga besar di tengah ruangan terlihat Sakura mendampingi Tsukihiro.

Sakura memakai gaun layer-chiffon berwarna soft pink dengan pita satin menghiasi rambutnya yang digelung menggunakan jepit daun berkilauan. Ia memakain topeng berbahan velvet yang dikelilingi sequin dan helai daun sakura di sisi-sisinya.

Tsukihiro terlihat tampan dengan kemeja bergaris putih-pink yang senada dengan Sakura, dan celana putih. Wajahnya ditutupi topeng simpel dengan detail simpel si ujungnya.

Mereka terlihat menerima tamu yang datang dengan bahagia, or so it looks...

Sakura mengalihkan pandangannya setiap ia bisa. Mencari ke seluruh sudut ruangan untuk sesosok Sasuke. Ia menghela nafas ketika menyadari kecilnya kemungkinan ex-avenger itu datang.

"Sakura-chan...! Tsukihiro...!", Naruto menyadarkan lamunan Sakura.

"Hai Naruto...", Sakura tersenyum. Ia ingin menanyakan Sasuke pada Naruto, tapi ia tahu itu hal yang tidak bagus dibicarakan di depan Tsuki.

Naruto terlihat mencolok dengan jas dan celana hitam dengan dasi jingga. Ia memakai topeng kain yang sewarna dengan dasinya, kontras dengan rambut pirangnya yang bermodel seperti biasa. Tapi yang lebih kontras adalah; keberadaan Hinata di sampingnya. Anggun dengan gaun putih berhias ukiran bunga biru dan topeng silver dengan hiasan berlian-berlian kecil.

It's all about time until the Hyuuga heiress finally get the man she'd dream off, right...?

Begitu Naruto berjalan ke bawah, Tsukihiro memeluk badan kecil Sakura dari belakang, "Mana temanmu yang satu lagi...?"

Sakura menggelengkan kepala, melepas pelukan tunangannya, "Aku tidak tahu... Mungkin ia tidak akan datang..."

Tsukihiro memberinya ekspresi heran, Sakura tersenyum lemah.

-

-

Meja-meja putih kini telah dikelilingi tamu-tamu yang hendak memulai makan.

Naruto memaksa Tsukihiro bangkit dan memberikan sambutan.

Sasuke belum terlihat...

No, no it ain't over yet...
I just can't accept the possibility...
We weren't made for each other's arms...
I know you're my destiny...

"Aku beruntung telah memiliki Sakura di sini...", Tsukihiro memulai, menggenggam tangan Sakura, yang masih melayangkan pandangannya.

We can't erase what was meant to be...
Part of you and part of me...
If we try one more time...
Maybe somehow we'll survive...

"...dan aku ingin memita kita bersulang bersama sebagai tanda terima kasih dan syukur...", Sakura disadarkan sikutan tangan Ino dan buru-buru mengangkat gelas.

"Cheers...!", Tsukihiro memberi tanda. Seketika seluruh ruangan dipenuhi suara-suara dentingan gelas dan ucapan-ucapan selamat. Saat itu, Sakura melihat sosoknya...

Rambut biru gelap, mata merah yang menatap Sakura dari wajah yang sebelah tertutup topeng putih, kemeja putih dan celana hitam...

"Sasuke...?"

Maybe you could be mine.., again...
Maybe we could make that dream for real,
Like way back then...

When love was yours and mine...

Sakura dikejutkan dengan kecupan dari Tsukihiro yang membuatnya memalingkan pandangan. Ia tersenyum cepat dan segera berpaling lagi.

Maybe we could bring it back...
Maybe we could bring it back...

Sasuke tidak ada.

Maybe we could bring it back to..-
Life...
Maybe you could be..., mine...

Where does the white masked man go...? Why he has to go...? It leave a mystery behind for the cherry blossom, just like when he went from Konoha... 'Till then, keep on guard... I'll be here to watch, and tell...

tbc --


terinspirasi dari video-clip It's Like That by Mariah Carey...!
mhuahahahahahahaha!
(lohh??)

hm...
curiga tamat di chapter 7/8...

VOTE
mau happy ato sad ending??
I have both draft...
tell me on review...
C:

review please...?
it'll encourage me to write...
xo xo ,
Yvne Devolnueht