nyangolooh.
udah chapter 7...
ahahaa .
makasih buat yang udah setia baca Lagu Sedih...
(halah)
para reviewer,
pada mau hepi ending aja ini teh??
:p
Naruto bukan punya Yvne...
Confession juga bukan...
syoking ooc !
"CHEERS!!", suara keceriaan dari distrik Uchiha yang sudah lama begitu sepi cukup menarik perhatian.
When we see inside, our Rookie 9 and bla-friends-bla is having a night gathering. Celebrating something that's not quiet usual; runaway bride.
"Jadi teme?? Kau sudah 'itu' dengan Sakura-chan??", Naruto yang sedang merangkul Hinata membuat semua orang tertawa, and few of 'em blushing – we know who.
"Hn. Diamlah, dobe...", Sasuke menjawab dengan gelengan kepala.
Semua orang terlihat bergembira di pesta yang sekilas terlihat seperti reuni kecil itu.
These are my confessions
Just when I thought I said all I can say
My chick on the side said she got one on the way
These are my confessions
Man I'm thrown and I don't know what to do
I guess I gotta give part 2 of my confessions
Chouji dan Kiba terlihat di bagian BBQ buffet, Akamaru ada di bawah meja. Lee dan Gai berkaraoke lagu yang tidak diketahui siapapun kecuali mereka sendiri, di depan mereka Naruto, Shikamaru, Hinata, dan Ino tertawa. Sasuke dan Sakura mengobrol dengan Neji dan Tenten yang membawa anak mereka – Takeuchi – yang kini sudah berumur 6 bulan.
"Ini Sakura, cobalah menggendongnya...!", Tenten menawarkan pada Sakura yang sedang bermain dengan tangan bayi mungil itu.
Sakura sempat ragu, tapi akhirnya ia menerima Takeuchi dan memangkunya. Takeuchi tertawa kecil.
"Kau cocok sekali menjadi ibu, Sakura...!", Tenten berkata ketika merebahkan diri ke rangkulan Neji.
"Tapi sepertinya Uchiha belum ada rencana apapun...", Neji menambahkan, melihat ke arah Sasuke yang tersenyum menantang.
"Mau bertaruh, Hyuuga...?"
Sakura memukul Sasuke pelan, tertawa kecil dengan muka memerah. Ia lalu meminta izin untuk mengajak Takeuchi jalan-jalan.
"Silahkan saja. Aku juga agak lelah... Dia sangat aktif, Sakura. Aku peringatkan.", Tenten menjawab dengan tawa. Sakura berjalan keluar ruangan.
Ia bermain dengan Takeuchi di teras. Memeluknya, berusaha melindunginya dari angin malam.
"Di dalam berisik ya...?", Sakura mengusap kepala Takeuchi.
"Da!"
Sakura tertawa kecil atas jawaban bayi sahabatnya itu.
If I'm gonna tell it then I gotta tell it all
Damn near cried when I got that phone call
I'm so throwed and I don't know what to do
But to give you part 2 of my confessions
"Oh... Kalian terlihat sangat bahagia...!", satu suara membuat Sakura memalingkan wajahnya. Di hadapannya berdiri seorang wanita berambut coklat dengan baju hitam.
"Haha.. Ini bukan anakku...", Sakura melihat ke arah Takeuchi yang memainkan bagian depan bajunya.
"O ya...? Tapi kau begitu..., keibuan...", wanita tadi bicara lagi. Sakura mengucapkan terima kasih.
"Aku juga akan punya satu, bayi maksudku...", wanita itu melanjutkan.
Sakura mendongak, "Benarkah...? Itu bagus...!"
Wanita tadi tidak terlihat bahagia, "Karena itu aku ke sini... Mencari sang ayah..."
Sakura melihatnya dengan tanya.
Now this gon' be the hardest thing I think I ever had to do
Got me talkin' to myself askin' how I'm gon' tell you
'bout that chick on part 1 I told ya'll I was creepin' with, sleepin' with
Said she's 3 months pregnant and she's keepin' it
"Aku mencari Uchiha Sasuke..."
Tubuh Sakura menegang.
The first thing that came to mind was you
Second thing was how do I know if it's mine and is it true
Third thing was me wishin' that I never did what I did
How I ain't ready for no kid and bye bye to our relationship
Spotted at the Uchiha District ; the mysterious girl showed up and make our lovely pinky shocked. Seems like the avenged prince has done dirty little thing behind...
time skip –
"Sakura-chan! Kau dari mana saja! Kami menunggumu!", Naruto menyapa Sakura yang baru kembali ke ruangan dengan Takeuchi yang segera ia serahkan ke Tenten.
Sakura menarik nafas, semua orang di ruangan menatapnya heran.
"Ada apa, Sakura...?", Sasuke mendekatinya.
These are my confessions
Just when I thought I said all I can say
My chick on the side said she got one on the way
These are my confessions
Man I'm thrown and I don't know what to do
I guess I gotta give part 2 of my confessions
Sakura menatapnya, "Apa yang kau lakukan setelah kau pulang dari Kyooki, Sasuke?"
Sasuke mengerutkan dahi dan menggelengkan kepalanya, "Apa yang kau bicarakan??"
Sakura memincingkan matanya yang mulai berair, "Atau setelah kau pergi dari pesta pertunanganku??"
Sasuke kembali menggeleng, "Aku tidak mengerti..-"
"Apa yang kau lakukan sampai membuat seseorang hamil??", Sakura memotong.
Sasuke membelalakan mata.
Yang lain menahan nafas.
If I'm gonna tell it then I gotta tell it all
Damn near cried when I got that phone call
I'm so throwed and I don't know what to do
But to give you part 2 of my confessions
Bad boy Sasuke..., bad boy...
Saat wanita tadi masuk, semua orang di ruangan menanti penjelasan Sasuke.
"Kau tahu?? Sekarang aku yang selesai.", Sakura mengambil jaketnya dan berlari keluar ruangan.
"Sakura!", Sasuke mengejarnya, dia berhenti di hadapan wanita tadi, "Kau...- sial! Sakura, tunggu!"
Ketika Sasuke menghilang, wanita tadi berbalik. Melihat ke arah berpasang mata sinis. Dengan senyum angkuh berkata, "Apa? Oh, aku Taira, Uchiha Taira nantinya..."
"Dia benar-benar murahan!!", Ino menyuapkan sesendok besar es krim ke mulutnya.
"Sa-sabar, Ino-chan...", Hinata menenangkannya.
"Aku yakin itu bukan bayi Sasuke! Dia wanita malam! Itu bisa benih dari lelaki manapun!"
Sittin' here stuck on stupid, tryna figure out
When, what, and how I'mma let this come out of my mouth
Said it ain't gon' be easy
But I need to stop thinkin', contemplatin'
Be a man and get it over with (over with)
Tenten menghela nafas, "Sudahlah Ino... Tidak ada gunanya marah-marah..."
Ino mendengus kesal. Ia tidak bisa menerima penjelasan Sasuke atas 'kecelakaan' yang ia perbuat dengan wanita asing bernama asli Kotobuki Taira itu. Tidak setelah, sekali lagi, Sasuke menghancurkan sahabatnya.
"Sakura tegar sekali ya, kalau dipikir-pikir...", Tenten melanjutkan.
"Tegar dan dimanfaatkan.", Ino berkata sinis.
"Dimanfaatkan??"
"Iya! Oleh si Uchiha! Setelah menunggu selama bertahun-tahun sampai lari dari pernikahan, ia masih saja menyakitinya!", Ino besungut-sungut.
Tidak ada yang berkomentar. Memang ada benarnya juga perkataan Yamanaka muda itu.
"Kalian??", satu suara membuat tiga wanita itu berbalik.
Taira.
"Oh, hebat.", Ino berbisik sarkasme.
"Hai...! Aku tidak menyangka akan bertemu kalian di sini!", Taira duduk di kursi kosong meja mereka.
"Apa yang kau lakukan di sini, Taira...?", Tenten berusaha sopan.
"Oh, biasa... Food-craving kehamilan!", Taira menjawab dengan seyum yang membuat Ino ingin melempar es krim ke wajahnya, "Aku sudah meminta tolong pada Sasuke-kun, tapi dia bilang dia sibuk dengan Hokage..."
Ketiga wanita yang sudah lebih lama duduk 'bereaksi' pada penyebutan Sasuke-KUN.
I'm ridin' in my whip
Racin' to her place
Talkin' to myself
Preparin' to tell her to her face
She open up the door and didn't want to come near me
I said "one second baby please hear me"
"Oh ya? Kebetulan yang lucu, ketika aku berjalan ke sini, aku menyapa dia di tengah jalan, dan dia bilang dia ingin mengajak Sakura ke Little Tokyo Parfait Bar, Sakura bahkan tidak memintanya...!", Ino membalas dengan senyum cerah. Such a nice friend isn't she...?
Wajah Taira mengeras, tapi ia memaksakan seyum, "Ya..., Sakura tentu saja...", ia mendengus, "Aku harus pergi.", ia buru-buru berdiri.
"Hm?? Aku pikir kau ingin makan es krim karena food-craving kehamilanmu??", Ino kembali melebarkan senyumnya.
"Aku kehilangan nafsu makan.", Taira menjawab dengan gigi terkatup lalu tersenyum sinis, "Selamat siang, teman-teman.", dan berjalan keluar.
Ketiga sahabat itu tertawa.
These are my confessions
Just when I thought I said all I can say
My chick on the side said she got one on the way
These are my confessions
Man I'm thrown and I don't know what to do
I guess I gotta give part 2 of my confessions
"Maaf, apa Sakura ada?", Sasuke bertanya sopan di meja administrasi rumah sakit.
"Oh, Uchiha-san! Maaf, baru saja Haruno-san pulang...", petugas di balik meja menjawab.
Sasuke menaikkan alis, "Sendirian?"
And we know the bittersweet answer..., "Oh, bersama Minami-san...!"
Sasuke tensed.
If I'm gonna tell it then I gotta tell it all
Damn near cried when I got that phone call
I'm so throwed and I don't know what to do
But to give you part 2 of my confessions
Setelah mengucapkan terima kasih, Sasuke memutuskan untuk pulang. What'd we expected?? He's chasing after Sakura...? That'll ruin his pride! – despise the fact that he already ruin it before. But with a little help from his bestfriend will do...
"Hei, Teme!", Sasuke membalik malas. Melihat Naruto yang berjalan ke arahnya. Mereka berjalan pelan menjauhi rumah sakit.
"Hn."
"Kau mau menghabiskan malam di Kyooki lagi??", Naruto 'bercanda'.
Sasuke mendengus, "Tidak."
Naruto diam, dengan hawa tanya.
"Aku pergi menemui Sakura, tapi dia sedang tidak ada."
Naruto mengangguk. Mengingat 'insiden kecil' kemarin. "Ia kemana?"
Sasuke menghela nafas, "Pulang, bersama Minami."
Pada penyebutan nama itu Naruto mengerutkan dahi, "Maksudmu Tsukihiro??"
Sasuke mengangguk.
This by far is the hardest thing I think I've ever had to do
To tell you, the woman I love...-
"Yah... Setelah insiden kemarin, Sakura-chan belum menemui siapapun di antara kita... Aku rasa normal kalau ia mencari seseorang untuk..., bicara...", Naruto beropini.
"Dan mungkin mereka akan membicarakan soal pernikahan mereka yang 'terganggu' kemarin...", Naruto melanjutkan, "Tidak menutup kemungkinan Sakura-chan agak euh..., menyesali perbuatannya dan..., memutuskan untuk kembali..."
Sasuke melirik tajam.
That I'm having a baby by a woman that I barely even know
I hope you can accept the fact that I'm man enough to tell you this
And hopefully you'll give me another chance
Naruto tidak menyadarinya. Mungkin...
"Dan mungkin saat ini, saat kau berjalan tenang tanpa berusaha mencarinya, Sakura-chan sedang menangis di pelukannya...", tangan Sasuke terkepal.
"...kau tahu, seperti di film-film, dan akhirnya mereka mengikuti rencanamu – mengulang dari awal...", gigi Sasuke bergemertuk kesal.
"Dan – zap! Tiba-tiba kita menerima undangan..., lagi... Teme?? Hei! Kau mau kemana??", Naruto berbalik, melihat Sasuke yang sudah menghilang jauh. A goofy-grin plastered on his face...
This ain't about my career
This ain't about my life
It's about us...
Please...
time skip –
Like any other ninja, there's nothing more lighten the ex-avenger up than a really big anger. And that anger make him standing in front pinky's door. Knocking madly. Watch it, Sasu-chan..., I said ; patience...
"Iya...! Sabar...!", Sakura terdengar memebukakan pintu. Dan ketika ia melihat sosok Sasuke, ia mendorong pintunya tertutup, yang jelas langsung ditahan Sasuke...
"Sakura, tunggu..- aku..-"
"Pergi!!", Sakura mendorong pintu itu. Sebenarnya ia bisa saja menang tenaga lawan Sasuke, tapi ia tidak ingin menghancurkan pintu rumahnya.
These are my confessions
Just when I thought I said all I can say
My chick on the side said she got one on the way
These are my confessions
Man I'm thrown and I don't know what to do
I guess I gotta give part 2 of my confessions
"Sakura, aku- hei!", Sasuke menarik tangannya yang Sakura gigit. Dan pintu pun tertutup.
Sasuke tidak menyerah, ia terus menggedor pintu Sakura.
"Sakura!! Aku mohon, aku ingin menjelasakan semuanya!!"
"PERGI!", Sakura menggedor balik.
Sasuke merasa ini tidak akan berhasil. Ia mundur beberapa langkah, melihat jendela...
Wicked prince, he decide to climb the 2nd floor window. Straight to Sakura's room. Silly...
Dengan langkah yang tidak terdengar Sasuke berjalan masuk ke kamar Sakura. Semua tersusun rapi, lampunya tidak dinyalakan, tapi cahaya bulan dari jendela menyinari sebagian kamar yang tidak begitu besar itu. Sasuke berjalan ke arah pintu, memperkirakan Sakura masih ada di bawah, atau bagian lain dari rumah ini. Langkahnya terhenti di sebelah meja dengan foto tim 7 mereka dulu. Sasuke tersenyum, foto di sekelilingnya adalah foto Sakura dari bayi hingga sekarang, di foto tim 7 yang baru. Sakura berdiri di antara ia dan Naruto, yang berdiri di samping Kakashi.
"Apa yang kau lakukan di sini??", Sasuke menoleh, menyadari keberadaan Sakura di pintu, terlihat marah dan kaget.
Sasuke segera tersadar, "Sakura, dengar, aku bukannya tidak sopan, hanya saja-", penjelasannya terpotong ketika ia melihat tangan Sakura yang memegang bantal darinya.
"Keluar!!", Sakura menyembunyikan bantal itu di balik badannya, sedikit malu.
Sasuke tersenyum.
Oh crap...
"Sepertinya kau masih menangis ke bantal itu meski sedang kesal padaku...", Sasuke mendekatinya, Sakura mundur perlahan, "Atau ada maksud lain...?"
Sasuke memojokan Sakura ke dinding luar kamarnya, menaikkan alis menanti jawaban.
"Itu.. Aku... akan... membuangnya! Ya! Aku baru akan membuangnya!", Sakura mengangguk meyakinkan.
Sasuke memasang muka tidak percaya. Ia meletakkan kedua tangannya di dinding samping kepala Sakura, "Kau pembohong yang buruk, Sakura-chan..."
Sakura menelan ludah, "Aku... tidak bohong...", ia meletakkan bantal tadi di depan badannya, menjadikannya 'pelindung'.
"Benarkah...?", Sasuke mempertanyakan. Sakura mengangguk cepat.
Spotted at Haruno's ; the prince planning something in his head. Why I cut the story here...? Because the next thing happened, isn't for a T-rated reading. But I'll report the morning wake..., 'til then, keep loving me... Good night, Saku-chan..., and Sasu-chan at the same spot, again...
If I'm gonna tell it then I gotta tell it all
Damn near cried when I got that phone call
I'm so throwed and I don't know what to do
But to give you part 2 of my confessions...
tbc –
O.o
ga nyangka bisa nulis such a fic...
(kalap sendiri)
maap ya...,
kalo konfliknya cheezy banget...
Dx
maap maap maap...
VOTE
siapa yang setuju Sakura hamil...??
I have both draft (again) though...
oiah, pengen nanya,
apa arti 'Yvne Devolnueht' menurut kalian..?
put it on review...
yang paling bagus dapet doa se-ikhlasnya dari yvne...!
:p
review, please...?
xo xo ,
Yvne Devolnueht
