hehehehehehehehehehehehe
chapter 13...
oke...
yang kemaren udah 'nerima' undangan...
bayangin kalian dateng ke rumah Sasuke yang classy-Japanese & ber-banner;
WELCOME TO THE UCHIHA'S BABIES' SHOWERING
hyaaa~!!!!
XDDDD
SENENG GA SIH, DATENG KE ACARA UCHIHA????
(author semakin over pede)
standard disclaimer applied
WARNING
OC,
OOC,
fluff,
dan kegajean yang gaje menggaje tergaje.
It's not a very quiet day at the Uchiha's complex.
In fact, it's full-of-stampede today.
Sasuke terlihat di balik jendela besar yang mengarah ke taman berdanau belakang rumahnya yang sedah berhias putih-putih. Melihat beberapa temannya –kenal tidak kenal—berdatangan dengan pakaian putih-putih pula. Beberapa di antaranya membawa hadiah-hadiah. Danau masih jernih memantulkan sinar matahari pagi.
Ya, Sasuke masih harus menggigit bagian dalam bibirnya agar tidak tersenyum sepanjang hari.
Atau bahasa cepatnya; menghancurkan image Uchiha.
"Sasuke-kun?"
Sasuke berbalik. Melihat Sakura dengan maternity dress putihnya. Rambut berwarna mencolok itu kini sudah cukup panjang untuk dikepah boho, dan menyisakan beberapa helai membingkai wajah langsing Sakura. Sekarang, bibir dalam Sasuke mulai berdarah.
"Kita harus turun, Naruto bilang Gai dan Lee akan bernyanyi kalau kita tidak turun sekarang.", Sakura menghampiri Sasuke yang belum beranjak.
And the raven chuckled...
Sakura tersenyum ke arah Sasuke yang masih sedikit tertawa akan bayangan 'ancaman' Naruto, "Kau terlihat seperti anak kecil saat tertawa..."
That's enough to make Sasuke stop.
Kali ini Sakura yang tertawa atas Sasuke dan usahanya mempertahankan image. Tangannya meraih lengan Sasuke, "Ayo, ayah..., kita harus turun..."
And Sasuke's sure, that he smile a wide smile when Sakura do such a thing...
-
-
"Ayah dari Sasuke-Sasuke kecil!!!!!!", Naruto mengangkat tangannya yang memegang segelas fruit punch. Hinata terlihat mendampinginya.
"Hn.", Sasuke menyeringai kecil.
"Ayo, ayo, kalian harus segera duduk di singgasana! Banyak yang ingin menyampaikan doa untuk anak kalian...", Naruto mendorong Sasuke dan Sakura ke arah sofa yang berada di bawah tenda putih. Semua orang bertepuk tangan riuh rendah ketika mereka sampai dan berdiri menghadapi para undangan.
Naruto mendentingkan sendok kecil ke gelas yang ia bawa, "Baik, terima kasih...! Biar aku bicara sebentar!"
Seketika setelah semua orang berhenti bersuara, Naruto memandangi Sasuke dan Sakura. Ia berbalik melihat para undangan, "Tidakkah mereka cocok...?"
Dan semua orang mulai mengutarakan kesetujuannya. Naruto tertawa melihat Sakura yang membenamkan muka ke lengan Sasuke, terlihat sedikit memerah. "Oh, sudahlah! Ayo baris!!! Sampaikan doa kalian...!!!"
Orang-orang mulai berkumpul dan membentuk barisan tidak langsung.
"Selamat ya, Uchiha.", Neji terlihat bersama Tenten yang menggendong Takeuchi. Neji memberikan sebuah kotak kristal.
Isinya tidak berbeda jauh dari bungkusnya; sebuah kristal lambang Uchiha dan lingkaran Haruno mengelilinginya.
"Kami harap anak-anak kalian akan hidup sebersih lambang ini, Saku...", Tenten berkata.
Sakura menghela nafas kagum, "Terima kasih... Ini..., sangat indah..."
Sasuke menggumamkan setuju.
"SA-SU-KE-SAAAAAN~~~!!!", Lee terlihat menggebu-gebu datang bersama sensei sehidup-sematinya –Gai.
Refleks, tangan Sasuke menghalangi perut Sakura. "Hn!"
Sakura tertawa, "Penuh semangat seperti biasa ya, Lee dan Gai-sensei...?"
"Oh!! Tentu sajaa~!!", Gai menjawab dengan pose good-guy. "Lee! Keluarkan hadiah yang kita buat dengan penuh semangat masa muda ituu!!"
"Baik, sensei!", Lee meraih ke dalam sebuah paper bag, mengeluarkan isi yang membuat Sasuke menghalangi perut Sakura sekali lagi.
"SEPASANG JUMPSUIT KEBANGGAAN KAMI DENGAN BAHAN KATUN HALUS YANG KAMI JAHIT PERBENANG SELAMA 300 MALAM!!!!!!!!!!!!"
Sasuke harus mengepalkan tangan keras, menahan diri untuk tidak berteriak 'TIDAK'. But the baby-shower isn't over yet...
"DAN KAMI HARAP ANAK-ANAK KALIAN AKAN MENJADI ANAK YANG PENUH DENGAN SEMANGAT MASA MUDA~~!!!!!!!!!!"
Belum sempat Sakura menyampaikan terima kasih, dialog guru-murid itu berlenjut lagi.
"LEE!!!! Kau menyampaikannya dengan baik dan penuh gairah masa muda yang membara...!!!"
"Ya, Gai-sensei, ini berkat ajaranmu!!!"
"LEE!!!!"
"GAI-SENSEI!!!!"
"LEE!!!!"
"GAI-SENSEI!!!!"
-DUAKKK-
Let's say Sasuke get rid of the beauty-beast(s).
Sakura tertawa melihat sepasang jumpsuit hijau di tangannya, "Mereka berniat baik, Sasuke-kun..."
"Hn. Anak-anak kita tidak akan tumbuh menjadi anak abnormal yang terlalu banyak hidup dalam spandex."
Again, the pinky laughed.
Sasuke dan Sakura berlanjut ke barisan berikutnya.
"Selamat atas kehamilanmu, Saku...", Ino terlihat menggandeng Shikamaru.
"Trims, Ino.", Sakura menerima hadiah dari Ino dan Shikamaru, "Oh... Kalian tidak perlu memberi hadiah lagi... Semua bunga di taman ini sudah cukup..."
Sasuke melihat ke arah hadiah yang dipegang Sakura. Sebuah buku dengan hiasan pita biru.
"Baby's Hand Signs ; for Young Parents. Hn?"
"Terbukti membuat bayi lebih cepat menyerap kata-kata.", Shikamaru menjawab.
"Oh, terima kasih, Shikamaru...", Sakura meletakkan buku itu di meja samping sofa.
"Ah! Saku! Idemu memberikan foto USG bayi kalian sebagai tanda terima kasih telah datang SANGAT MANIS. Aku terharu melihatnya...!", Ino berseru senang.
Saku tersenyum lebar, "Aku hanya ingin membagi kebahagiaan pada kalian semua..."
Setelah mengobrol sebentar, Ino dan Shikamaru beranjak. Selanjutnya terlihat tiga orang berjalan mendekat.
"Selamat ya..., Sakura-san dan Sasuke-san...!!!"
"Wah... Terima kasih Ai-chan...!", Sakura menerima bungkusan besar berisi peralatan bayi dari tangan juniornya itu. "Dan aku lihat kau membawa teman...?"
"Ah, iya... Ini Theresia dan Reina... Mereka juniormu di akademi keperawatan juga!"
Sakura menjabat tangan mereka satu persatu. "Terima kasih sudah datang..."
"Haha... Kami yang harusnya berterima kasih sudah diperbolehkan datang, ini hadiah a la kadarnya...", Reina memberikan dua buah kotak gelang rattle bayi pada Sakura.
"Terima kasih, Reina..."
"Dan ini untuk melengkapi hadiah dari Ai...", Theresia memberikan dua kotak peralatan makan Pleau.
Sekali lagi, Sakura mengucapkan terima kasih.
-
-
"Uchiha Sasuke!!! Aku tidak tahu kau ternyata punya emosi!!!", Kiba menghampiri Sasuke dan Sakura yang sedang berdiri mengobrol dengan satu-satunya lost Uchiha; Uchiha Aika.
No, she's not 'lost' like Itachi or Sasuke did. She's been lived in Suna fo a good few years... And since it was the Uchiha's Gathering, you know why.
"Hn.", Sasuke mendengus kesal.
Sakura menyikutnya pelan, "Sasuke-kun, ia tamu...". Sakura berpaling ke arah Kiba yang terlihat bersama seorang gadis. "Terima kasih sudah datang, Kiba..."
"Ya, ya.. Oh! Ini kenalkan, erm-, Ryoushin...", Kiba mendorong pelan gadis di sebelahnya.
Sakura dan Sasuke menjabat tangan Ryoushin. Tidak butuh penjelasan, Sakura sudah tersenyum melihat cincin di jari manis Ryoushin.
"Kenalkan juga..., ini saudara Sasuke-kun... Uchiha Aika...", Sakura mempersilahkan mereka saling berkenalan.
"Ehm.. Aku membawa ini... Buatan keluargaku, bagus untuk kesehatan bayi...", Ryoushin memberikan sebuah kotak berisi makanan bayi lengkap dengan catatan resepnya, "Semoga berguna..."
"Terima kasih, Ryoushin-san... Ini pasti akan sangat terpakai.", Sakura menyerahkan hadiah itu pada Sasuke –yang meletakkannya di meja hadiah.
The newlyweeds went over.
"Oh ya, Sasuke-san, ini hadiah dariku...", Aika menyerahkan sebuah kotak putih bertutup transparan. Di dalamnya bisa terlihat beberapa kain yang dibentuk menjadi replika kecil pohon sakura dengan latar kain biru sebagai danau imajinatif. "Aku membuatnya dengan sedikit ingatan masa kecilku di sini... Semoga ukurannya pas nanti..."
Sasuke melihat beberapa lambang Uchiha di kain yang berbentuk asli baju-baju mungil itu. Sakura menatap mata Sasuke yang terlihat menerawang, lalu berpaling ke arah Aika. "Terima kasih, Aika-san... Ehm, kami permisi dulu..."
Sakura mengambil kotak hadiah tadi dari tangan Sasuke, dan menarik ayah Uchiha itu ke arah rerimbunan pohon teduh.
"Kau tidak apa, Sasuke-kun...?"
Sasuke tersadar dari lamunannya. Lamunan tentang ternyata masih ada Uchiha di luar sana. Lamunan tentang masa kecilnya. Lamunan yang membawanya kembali untuk beberapa saat. Tapi lalu ia tersadar, ketika satu suara lembut memanggilnya kembali. Ia menatap Sakura yang terlihat khawatir, lalu menatap perut ibu masa depan itu.
"Ya..., aku tidak apa-apa..."
-
-
"Aku minta maaf karena sudah membawa orang lain...", Shino bicara pelan.
"Ah, tidak apa Shino...! Aku yakin mereka tidak akan merasa keberatan...!", Naruto menjawab maaf Shino dengan senyum lebar.
"Keberatan apa, Naruto...?", Sakura menghampiri Naruto.
"Oh, ini... Shino membawa temannya... Tidak apa kan??"
Sakura melihat ke arah gadis di samping Naruto, "Tentu tidak, Shino... Siapa gadis ini...?", tanya Sakura sambil tersenyum.
"Em.. Aku Katsuragi Suzuran... Selamat ya, Uchiha-san...", Suzuran memberikan sebuah kotak velvet biru pada Sakura.
Baik Sakura maupun Naruto, keduanya sama tersenyum ketika Suzuran memanggil Sakura dengan 'Uchiha-san'.
"Terima kasih, Katsuragi-san...", Sakura tersenyum sekali lagi.
Dengan itu, Shino dan Suzuran berlalu ke arah meja makan.
"Mana teme??"
Sakura meletakkan hadiahnya di meja, "Aku menyuruhnya istirahat. Ia agak..., em, lelah..."
Naruto mengangkat alis, "Teme lelah??"
"Tapi ia tidak apa-apa, hanya –ya, lelah.", Sakura meyakinkan sahabatnya, "Aku harus kembali menerima tamu, sampai nanti, Naruto."
-
-
"Sekali lagi, selamat ya, Sakura!!!", seorang gadis terlihat mengucapkan selamat pada Sakura.
"Iya... Terima kasih, Helen...", Sakura tertawa melihat keceriaan temannya itu.
"Jadi..., apa memberi foto USG sebagai hadiah terima kasih itu idemu...??", seorang gadis lainnya bertanya.
"Ya, Kakkoi-chan... Bisa dibilang begitu. Tadinya Sasuke mengusulkan gift-set saja. Tapi aku rasa, akan lebih 'beda' kalau memberi foto USG...", Sakura tersenyum.
"Oh, jelas beda. Itu benar-benar..., menyentuh...", Helen terlihat trenyuh, "Ya kan, Hinamori...??"
"Jelas...", gadis Hinamori menjawab, "Ngomong-ngomong, di mana Sasuke...??"
Sakura menghela nafas, "Ia aku suruh istirahat. Dan tolong, jangan tanya lagi."
"Oh ya, terima kasih untuk set pakaian, push-dolls dan baby-gloves kalian. Itu semua sangat bagus, dan pasti berguna...", Sakura membetulkan posisi duduknya.
"Mm-hm. Kami senang kau suka. Semoga bayinya juga suka.", Helen tertawa lagi.
Tiba-tiba Kakkoi histeris pelan.
"Ya Tuhan! Kalian tidak akan percaya, itu The Valiant!! Grup musik terkenal itu!!!", Kakkoi berkata dengan tidak melepas pandangannya ke kejauhan, "Dan mereka sedang berjalan ke sini!!!"
Riuh rendah tak percaya terdengar antara gadis yang sedang duduk bersama tadi.
"Sakura-san...?"
Sakura mendongak, melihat ke arah empat orang yang berdiri di depannya. "Oh, kalian datang...!"
Salah satu gadis dari empat orang tadi tersenyum menjawab, "Tentu saja kami datang, Sakura. Kami tidak akan melewatkan acara salah satu teman baik kami..."
"Ahaha.. Terima kasih, Haruna..."
"Ini hadiah dariku, aku tahu terlalu cepat, tapi aku tidak ada ide lagi...", Shizuka mengangkat dua buah violin case ber-leather hitam dengan lambang Uchiha pada handle-nya.
"Tidak apa, Shizuka. Ini bagus sekali...", Sakura menerimanya.
"Dan ini dariku... Maaf kalau terlalu sederhana...", seorang lagi gadis memberi kotak velvet-kristal yang menampilkan dua kalung bergrafir ular dan daun sakura pada liontinnya.
"Wow... Ini jauh dari sederhana, Arai...", Sakura mempertahankan senyumnya.
"Lalu hadiah dariku dan Wammy sudah ada di dalam rumahmu...!", Haruna menjawab dengan tawa kecil.
Sakura menatap heran, "Apa hadiahnya...??"
"Baby set dan beberapa pakaian bayi... Terlalu besar untuk dibawa-bawa.", Wammy menjawab tanya Sakura.
Sakura mengangguk, "Baik... Aku rasa bayinya senang... Karena aku merasa mereka bergerak di dalam sana..."
Seketika itu, semua orang di sekelilingnya berebut memegang perut Sakura.
-
-
"Kau yakin tidak ingin istirahat...??", Sasuke bertanya khawatir.
Tunggu.
Sasuke khawatir...?
Yes, people... There's a LOT of pregnant Sakura can do to daddy Uchiha's stoic motion...
"Iya, Sasuke-kun... Aku yakin...", Sakura bangkit dari posisi bersandarnya. "Lagipula, sebentar lagi juga acaranya selesai..."
Sasuke memandang Sakura cemas. Tepat ketika ia akan menarik paksa Sakura untuk bersandar, dua orang dari kerumunan tamu menghampiri posisi mereka.
"Sakura-chan...!"
Sakura mendongak, "Deeandra?? Nakamura??"
And for last good-long-15 minutes, they cheering a lot.
Made Sasuke twitch to the sounds...
"Oh, ini hadiah dari kami...!", Deeandra mengangkat sebuah paper bag besar dan mengeluarkan isinya.
"Taraaa~!!!", dua tamu itu berseru kompak.
Sakura menutup mulutnya yang terbuka, "Wow...! Ahahaha..!"
Di depannya, ada dua buah boneka buatan dari baju-baju mungil lainnya yang membentuk beruang biru muda dan pink.
"Kami membuatnya sendiri...!", Nakamura menyerahkan boneka-boneka itu pada Sakura.
"Terima kasih sekali, kalian berdua... Ini bagus sekali...!", Sakura melangkah sedikit meletakkan boneka-boneka itu di antara hadiah lainnya.
"Maaf kami tidak bisa lama mengobrol sekarang... Sebentar lagi kami harus mengajar...", Deeandra mulai berpamitan.
Segera setelah Deeandra dan Nakamura pergi, Sasuke bertanya pelan –tapi cukup jelas terdengar Sakura. "Siapa mereka...?"
"Hm?? Oh..., mereka temanku di akademi keperawatan dulu... Sekarang mereka menjadi pengajar...", Sakura menjelasakan.
"Hn."
Sakura memutar mata. What a possessive daddy Uchiha. 'Untung ia tidak melihat ketika aku berkumpul dengan yang lain...', Sakura berkata dalam hati.
"Sasuke-kun!!! Lihat!!! Ini dari Iruka-sensei!!! Owh... Ia memberikan boneka lumba-lumba!!!"
"Hn..."
Sasuke memperhatikan Sakura yang terduduk di tengah tumpukan hadiah dan kertas-kertas kado yang berserakan. Sedikit heran akan tenaga Sakura yang belum juga berkurang. Sebagai seorang wanita yang hamil muda, berjalan di acara resmi seharian, dan tidak istirahat, cukup mengagetkan bagi Sasuke bahwa Sakura masih bisa membuka –hampir—semua hadiah dan membaca kartu-kartu ucapannya.
"Dan itu hadiah terakhir...", Sakura bangkit dari duduknya dan memeriksa sekeliling ruangan, mengecek kalau-kalau ada yang terlewat.
Sasuke tersenyum kecil, menatap Sakura dalam-dalam. "Kau yakin itu sudah semua...?"
Sakura mengerutkan dahi dan melihat berputar lagi, "Ya... Aku rasa sudah semua..."
Sasuke tertawa kecil, "Kau sudah memeriksa kamar bayinya...?"
Sakura membelalakan mata, lalu setengah berlari kecil ke arah kamar yang dikatakan Sasuke.
Tepat di pintu depan kamar Sasuke (yang Sakura tempati), sebuah pintu terhias papan kecil yang berhias gambar-gambar beruang dan mainan bayi berwarna lembut di sekelilingnya. Dan bagian tengahnya masih kosong, seakan menanti grafiran nama bayi-bayi nanti.
Sakura menarik nafas, tersenyum. Ia merasakan Sasuke memeluknya dari belakang. "Siap untuk kejutan...?", tanya Sasuke.
Sakura hampir saja berteriak iya. Tapi ia bisa menahannya, dan menjawab dengan anggukan antusias. Tangan Sasuke membimbing tangan Sakura membuka pintu. Dan ketika pintu terbuka, Sakura merasa kakinya meleleh entah kemana. Beruntung baginya, ada Sasuke yang menahannya dalam pelukan.
"Kau suka...?", Sasuke sedikit berbisik.
Sakura mengangguk lagi. "Ya Tuhan..., ini... Ya Tuhan, Sasuke... Ini sangat sangat sangat indah..."
Beberapa air mata bahagia menetes di pipi Sakura.
Dengan tarikan nafas dan senyuman lebar, Sakura berjalan memasuki ruangan dengan cahaya lembut itu.
Ruangan itu didominasi warna-warni lembut khas bayi. Di salah satu temboknya, terlihat foto-foto shinobi seangkatnnya ketika masih bayi. Tertawa bahagia, membawa nuansa hangat pada ruangan itu. Di salah satu sisi terdapat maja ganti bayi berjajar dengan lemari rendah dengan gagang-gagang daun sakura. Dan di tengah ruangan terdapat tenda dengan gambar binatang-binatang dengan keluarga mereka. Sakura masuk ke dalam tenda itu dan mendapati banyak boneka serta bantal lembut di dalamnya. Alasnya empuk dan berenda halus. Membuat Sakura merebahkan diri dan tertawa kecil.
Sasuke ikut memasuki tenda itu. Berbaring di sebelah Sakura.
Tangan Sakura meraih rattle gantung di atasnya. Membuat suara-suara musik pelan mengalun menenangkan. Tidak sadarkan diri, tangan Sakura mengelus perutnya yang kian besar. Tersenyum, membiarkan air mata bahagianya jatuh lagi.
Ia menoleh, melihat ke arah Sasuke yang menatapnya lembut. "Apa bayinya suka...?", bisik Sasuke seraya melihat ke arah perut Sakura.
Sakura merasakan tendangan kecil di dalam perutnya. "Ya... Mereka suka..."
Sasuke bergerak turun, mendekatkan sisi wajahnya ke perut Sakura. "Hmm... Aku bisa mendengar mereka tertawa...", Sasuke mengangkat kepalanya. Menatap Sakura cukup lama dan akhirnya...,
...menciumnya lembut...
tbc—
ya ya ya...
kamar bayi itu mengadaptasi kamar bayi dari They Kiss Again...
I couldn't resist it...!
the room's just sooooo~ cute...!
XDDDD
so...,
how's it?????
maav ya..., kalo penampilan OC tidak memuaskan...
kemampuan menulis Yvne makin ilang aja nih...
Dx
POLLS
should I stop...?
why...?
jawaban kalian menentukan banget loh...
(maksa)
review, please...?
xo xo,
Yvne F.S.D.
