Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Friendship/Romance/ yg lain

Pairing : SasuNaru (mungkin)

Warning : Pendek,Jelek,Kesalahan pada penulisan, DLL

Maaf ya all, ini cerita tanpa pemikiran begitu dapet ide langsung ngarang tanpa mikir kelanjutannya… Jadi, harap maklum kalo cerita ini jelek banget. Biasalah, otak anak kelas 5, jadi, memang beginilah hasil karangan saya. Ah sudahlah, saya sudah tidak mau panjang kali lebar sama dengan luas lagi, so, langsung, check it out!

Kerja Kelompok

2 tahun kemudian…. (kelas 3 SMA)

"Dobe! Ayo berangkat!" seru Sasuke dari luar rumah Naruto sambil mengklakson mobilnya.

"Aydyuyuuuh, Tyemye, tyunggyu syebentyar!"jawab Naruto sambil keluar dengan mulut penuh roti dan membawa sepatunya.

"Hn." jawab Sasuke. Naruto pun masuk ke mobil sang kekasih. Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam-diaman.

"Nah, sampai." kata Sasuke. Sementara, Nauto sudah berlari meninggalkannya.

"Ohayou minna!" teriak Naruto didepan kelas.

Sasuke langsung berjalan santai ketempat duduknya. Diikuti Naruto dibelakangnya *gimana caranya Sasuke bisa ngejar Naruto secepat itu? Entahlah, author pun tidak tau.*. Anak-anak duduk ditempatnya, maklum, mereka sudah kelas 3 SMA jadi, tidak suka bergossip dan bermain-main seperti dulu lagi.

Lalu, Iruka sensei masuk, dia memanggil Sasuke ke ruangan kepala sekolah. Tsunade. "Ada kabar gembira buatmu, Sasuke." Kata Tsunade.

"Hn, apa itu?" Tanya Sasuke. "Kau dapat beasiswa ke Amerika."Kata Tsunade dengan wajah gembira.

Seketika, Sasuke menjadi bingung. Ia senang karena mendapat beasiswa ke Amerika, namun, disisi lain, ia juga sedih harus meninggalkan Jepang, terlebih, meninggalkan Naruto. Tapi, ia menerima beasiswa itu.

Sasuke kembali masuk ke kelas dengan wajah yang nampaknya sedikit sedih, tapi, masih tertutup wajah stoicnya, namun, Naruto tetap dapat melihat wajahnya yang sedih itu

"Hey, Teme kau kena-" kata Naruto terpotong saat Sasuke berkata,

"Nanti ku jelaskan!" bisikya, dengan suara yang sangat kecil. Naruto hanya mengangguk, ia tau, kekasihnya itu sedang tidak ingin diganggu. Namun, hati kecilnya tetap masih bertanya-tanya.

Saat jam istirahat, Naruto mengajak Sasuke pergi kantin, ia berjanji akan mentraktir Sasuke jus tomat. Tapi, ajakan Naruto tidak dapat menghiburnya.

Naruto sudah tidak tahan lagi dengan sikap sang kekasih, ia pun langsung bertanya, "Teme! Kau kenapa!" teriaknya.

Naruto langsung duduk di sebelah Sasuke. "Aku dapat beasiswa, Dobe…" Sasuke angkat bicara.

Wah, bagus donk, Teme." Komentar Naruto.

"Beasiswa ke Amerika." Tambah Sasuke.

"Wow, jauh sekali, tapi, itu memang pantas untukmu, kau kan pintar sekali, Teme. Tapi, kok kau malah kelihatan sedih begitu?" komentar + Tanya Naruto.

"Aku bingung, Dobe. Aku senang dapat beasiswa kesana, tapi, disisi lain, aku juga sedih karena, aku akan meninggalkanmu." Tutur Sasuke.

Naruto agak terkejut mendengarnya, ia tertunduk sebentar, kemudian, ia bangkit lagi, ia langsung memeluk Sasuke dan berkata, "Tenang saja, Teme, aku akan menyusulmu nanti."

Dirumah, Naruto curhat pada kakaknya yang tidak lain adalah Naruko, seorang fashion desaigner terkenal, Naruko sebenarnya adalah kekasih Itachi, kakak Sasuke.

"Hem, Naru, tabah ya." Kata Naruko dengan wajahnya yang cute itu.

"Ya." Jawab Naruto sekenanya.

Malamnya, Sasuke datang ke rumah Naruto. Ia minta izin kepada Naruko untuk membawa Naruto jalan sebentar. Tentu saja Naruko mengizinkan.

"Ada apa sih, Teme? Tanya Naruto kepada Sasuke, sekarang, mereka sedang berada di taman, sangat sepi.

Sasuke mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku jaketnya. Didalam kotak itu terdapat dua buah kalung, sepasang hati. *tentu semuanya udah pada tau kan, itu kalung kayak gimana?*

"Ini untukmu.", Sasuke memasangkan salah satu dari kalung itu ke leher Naruto. Kemudian, yang satunya ia pasangkan ke lehernya sendiri.

"Jika kau rindu padaku nanti, lihatlah kalung ini, agar kau ingat padaku." kata Sasuke.

Air mata Naruto menetes, "Hiks, Teme, jagalah dirimu baik-baik disana, ya, hiks…" kata Naruto terisak-isak. "Hey, harusnya aku yang bilang begitu!" jawab Sasuke sembari tersenyum lembut.

1 Minggu kemudian, di bandara tempat Sasuke berangkat…

"Sampai jumpa, Dobe. Aishiteru" Kata Sasuke lalu masuk kedalam bandara.

"Love you too, Teme!" Seru Naruto dengan berlinangan air mata, sungguh perpisahan yang sangat menyedihkan bagi Naruto.

Kemudian, ia berfikir, 'Lihat saja nanti, Teme, aku akan menyusulmu!Lihat saja nanti!' batinnya.

Ia lalu membersihkan air matanya. Kemudian, pulang bersama Naruko.

Sejak kepergian Sasuke, Naruto makin bersemangat belajar, ia masih bersemangat seperti biasanya, tapi, teman-temannya tau, sebenarnya, ia bersemangat untuk menutupi kesedihanya.

Kini, Naruto bersahabat dengan Kiba yang tidak lain adalah kekasih Shikamaru yang pemalas itu.

"Naruto, kau itu kuat sekali ya..." kata Kiba pada Naruto.

"Hah?Kuat apanya? Kalau olahraga, aku memang kuat, hehehe..." canda Naruto.

"Kau masih tetap bersemangat walau di tinggal sama Sasuke." tutur Kiba.

"Hehehe..." Naruto hanya menjawab dengan cengiran khasnya. 'Hah, banyak yang bilang begitu, padahal, sebenarnya, aku sangat rindu pada Teme, sekarang, kira-kira dia sedang apa ya?' batin Naruto.

Kemudian, Kurenai sensei masuk. Ia mengajar Matematika.

4 Bulan kemudian...

"Hari ini kau ujian, Narutooooooooooooooo!" teriak Naruko sambil menarik selimut Naruto.

"Iya-iya aku bangunnnn!" jawab Naruto malas.

Ia langsung lari ke kamar mandi. Sarapannya pagi ini adalah sandwich. Ia lalu beragkat ke sekolah di antar oleh saudaranya, Naruko.

.

.

.

FIN/TBC?

.

.

.

All, thanks buat yang udah mau capek2 baca cerita nan pendek ini ya, I need one from you...

That is

Your...

R

E

V

I

E

W