summary: Garis bawahi ini, Shinji Hirako adalah lelaki paling menyebalkan di dunia. Tunggu, apakah itu adalah kata yang tepat? ;; Shinji/Hiyori, drabble

warnings: drabble; canon [benarkah? saya tak yakin #dilempar]; [kemungkinan] ooc; bisa membakar mata; awas ada jurang; resiko ditanggung masing-masing individu, dan saya lepas tangan #digoreng

disclaimer: bleach ©tite kubo

note1: hanya sebuah drabble singkat demi melawan webe yang melanda otak. dan, hai, saya ichi :D


h a t e f u l l y – y o u r s

©ichi


Menyebalkan. Lelaki berambut pirang dengan senyum aneh itu MENYEBALKAN.

Hiyori tak habis pikir, mengapa ia harus bertemu, harus mengenal, dan parahnya lagi harus bekerja sama dengan lelaki dengan senyum mencurigakan dan helai-helai pirang sebahu [seriously, bahkan panjang rambut lelaki itu ratusan tahun yang lalu lebih panjang dari rambutnya. Ugh!]. Kenapa harus dia dan kenapa dia begitu menyebalkan—sangat menyebalkan hingga tiada hari tanpa sendal Hiyori mencium pipinya.

Satu, karena dia memang menyebalkan. Terutama senyum anehnya. Salahkan dia sehingga tangan Hiyori selalu gatal untuk mencabut sendal dan memukulnya—Shinji Hirako—telak di wajah hingga hidungnya patah, berdarah, dan bentuknya bertansformasi menjadi abstrak.

Dua, karena tingkah laku Shinji juga menyebalkan. Oh, ayolah. Siapa juga yang tidak marah kalau pedang zanpakutou-nya dicuri dan diletakkan di atas tiang listrik? Tambahan, ketika Hiyori [dengan susah payah] berhasil mengambilnya dan turun ke bawah, pemandangan yang Hiyori lihat adalah Shinji yang menjulurkan lidah.

[dia menyebalkan menyebalkan menyebalkan]

Tiga, apapun tentang Shinji itu menyebalkan. Senyumnya menyebalkan. Potongan rambutnya menyebalkan. Wajahnya menyebalkan. Bahkan fakta bahwa hanya ia yang pergi ke SMA Karakura untuk menyamar pun membuatnya semakin terlihat menyebalkan.

"Biar aku saja yang pergi. Lagipula, kau tak cocok menjadi anak SMU kan, Hiyori?"

Dan sebuah tendangan dari Hiyori mencium wajahnya.

[dasar, sebenarnya apa sih isi otaknya?]

Empat, dia itu sok perhatian—dan itu menyebalkan. Shinji selalu terlihat menyebalkan, bahkan tatkala ia memayungi Hiyori di tengah hujan.

[dan entah mengapa, senyumnya di kala itu tak terlihat sebagai ejekan]

Shinji itu orang sok perhatian yang melindungi Hiyori dengan zanpakutou-nya tatkala serangan musuh datang.

[Hiyori mengamuk tanda kesal, namun dalam hati ia senang Shinji datang]

Shinji itu orang menyebalkan yang mengambil kardus di atas lemari tatkala Hiyori berjinjit untuk meraihnya.

[jangan ikut campur, apa ia tahu kalau Hiyori bisa memanjat rak untuk mengambilnya?]

Shinji itu orang menyebalkan yang menolak untuk berkata bahwa Hiyori cantik jelita.

[karena Shinji ingin Hiyori menjadi yang 'berbeda' di antara yang lainnya]

Shinji itu orang menyebalkan yang setiap hari—setiap saat—selalu menjadi sasaran empuk tinjuan, tendangan, ataupun sendal melayang dari Hiyori.

[apakah hal itu merupakan sebuah adiksi, atau sesuatu yang lain?]

Shinji itu orang menyebalkan yang—tunggu, apakah itu adalah kata yang tepat?

[dia menyebalkan menyebalkan menyebal—]

Lima, Shinji menyebalkan karena—

—Shinji selalu berhasil menciptakan rona merah di pipi dan efek kupu-kupu berterbangan di perut Hiyori hanya dengan mengingatnya.

Ugh!


FIN

note2: daaan orz orz, ini yang namanya phail :"| maaf cuma menyampah aja di sini oTL oTL

note3: review for free virtual cookies! :D

note4: edited. thanks kak yori! :*

~ichi; november '11