Chapter 4
Ciaossu Mami disini^^ jreeng jreeng kita akan memulai lelangnya dari chapter ini^^ penasaran kan apa yang dilelang oleh para anggota OSIS kita? Langsung aja deh, Ren disclaimer nya tolong!
Ren: "Tch, karena aku males bgt ngedisclaim jadi liat di chap sebelumnya aja"
Pair: 1827,8059, dan sedikit 6927 juga G27
DON'T LIKE DON'T READ
Enjoy~
"Eh, eh katanya hari ini ada kegiatan lelang dari anggota OSIS loh!"
"Ah, masa?beneran?ikut yuk?siapa tau kita dapet barang bagus disana!"
"Yuk!"
Bergegaslah 2 murid SMA Namimori itu menuju aula
~Aula
"Gokudera-kun apakah semuanya sudah siap?" tanya sang wakil OSIS
"Ya Juudaime semuanya sudah siap, kita hanya tinggal menunggu Hibari" jawab sang bendahara
"Ah, itu dia!Hibari-san!disini!" senyum Tsuna pun merekah ketika melihat sang ketua OSIS tercinta
"Hn, semua siap?"tanya ketua
"Siap!" kata para anggota OSIS serempak
~lelang dimulai~
Tirai aula terbuka menampakkan para anggota OSIS dalam balutan seragam yang rapi Tsuna pun membuka acaranya
"Selamat pagi semuanya!"sapa Tsuna. Para fans langsung berteriak seperti "Kyaaaa Tsuna-sama!" atau "Imuuttnya!" kalo para fans cowo "Ayo kita rape sekarang juga!" tapi langsung kena death glare gratis dari Hibari*sapa suru ^^''*
"Se-semuanya tolong tenang" perintah Tsuna yang bingung akan kegaduhan di aula itu. Seketika itu juga seisi aula membeku karena mendengar suara Tsuna yang kelewat imutnya ditambah matanya yang berair membuat para seme yang ada di aula turn on *haha oke kita cut sampai disini mami gak mau mencemari lebih dari ini*
"Oke, hari ini kami dari OSIS ingin melakukan penggalangan dana melalui acara lelang ini jadi dimohon kerja samanya" Tsuna memberikan senyuman MAUT-nya lagi
"Kita mulai dari benda yang akan dilelang oleh Lambo" Lambo langsung mengambil mike nya sambil membawa benda kecil tapi masih dibungkus kain
"Pagi semua, ini adalah barang yang akan kulelang" Lambo langsung membuka kain yang menutupi benda kecil itu seketika juga wajah para penggemar Lambo menjadi cerah dan tiba-tiba seorang murid berteriak
"Seratus ribu!"
"Aku dua ratus ribu!"
Dan perdebatan dilanjutkan sampai harga lima ratus ribu
"Ya, sudah jadi terjual sehar-"
"Satu juta!"tiba-tiba ada yang berteriak dengan suara monotone tapi cukup keras untuk didengar oleh satu isi aula
"He?siapa itu?" tanya Lambo heran mendengar benda kecil miliknya terjual dengan harga satu juta. Tiba-tiba muncul asap ke ungu-unguan didepan panggung dan munculah seorang yang memakai topi kodok lengkap dengan uang satu juta-nya
"Ah Fran-san dari SMA Varia!"teriak Tsuna
"Jadi ada lagi?"tanya Lambo melanjutkan pelelangan. Semenit, dua menit tiga menit berlalu tidak ada yang menawar lebih tinggi dari satu juta.
"Oke jadi pemenang boneka kodok ini adalah Fran-san dari Sma Varia" tepuk tangan pun bergema di seluruh aula. Sementara para penawar yang tidak mendapatkan boneka kodok spesial karena boneka itu limited edition dari perusahaan mainan terkenal Phantom**** dari fandom seberang. Para penggemar pun terpuruk awan hitam menyelimuti mereka *hahah kasian deh kalian dikalahin sama Fran*
Fran pun naik ke panggung mengambil barang yang telah ia menangkan setelah ia menerima boneka Lambo dan menyerahkan uangnya kabut ungu menyelimuti dirinya dan ia menghilang*jadi inget acara sulap di RC** deh*. Lelang berlanjut
"Oke untuk barang lelang yang kedua kami persilahkan, Yamamoto"
"Haha, ossu! Pagi teman-teman, yang mau kulelang ini nih" Yamamoto membuka kain yang menyelimuti benda agak besar dan berkilau itu.
"Ini kutemukan di gudang rumah kupikir bagus untuk pemula" kata Yamamoto lagi. Seketika itu juga mata para anggota club baseball berbinar dan meneriakkan harga yang mereka tawarkan untuk benda itu, sampai pada akhirnya. . . .
"Satu juta!"kata salah seorang anggota baseball lagi
"Ah, apakah ada yang berani lebih tinggi?"Tanya Yamamoto
"Dua juta!"kata seseorang yang memakai baju tradisional jepang dengan suara yang tenang namun keras
Mata Yamamoto sedikit berbinar ketika melihat orang itu dan berteriak "Ah!Ugetsu-senpai!" sapa Yamamoto melihat kakak kelas yang dulu mengajarkannya bermain baseball
"Ossu!lama tak berjumpa Takeshi, aku membawa uangnya cash, jadi bat itu bisa kubawa pulang kan?" Tanya Ugetsu
"Ah, apa ada yang mau menawar lebih tinggi lagi?"Tanya Yamamoto lagi menoleh pada semua anggota club baseball.
Para anggota hanya diam membeku ditempat, menyadari bahwa tak ada yang mau menawar lebih tinggi lagi Yamamoto pun menyudahi pelelangan bat-nya.
"Oke, kalau begitu bat ini menjadi milik Ugetsu-senpai" kata Yamamoto sambil menyerahkan bat-nya dan menerima uangnya. Lelang berlanjut
"Untuk giliran selanjutnya Gokudera-kun"kata Tsuna memberikan mike pada Gokudera
"Ohayou Juudaime dan juga semua yang ada di aula ini, ini yang akan kulelang" Gokudera lalu membuka kotak kecil yang ia bawa, seketika itu juga benda kecil itu seakan mengeluarkan sinar, kilauannya memaksakan kita untuk menghadang cahaya yang terpantul pada benda itu.
Kali ini mata para gadis yang berbinar, menyadari kalau benda itu hanya dapat dibeli di lelang ini mereka sudah memulai harga mulai dari satu juta hingga sekarang mencapai empat juta
"Ada yang mau menawar lebih tinggi?" tanya Gokudera. Wajah gadis yang menawar dengan harga empat juta itu merasa puas, ia terlalu yakin akan kemenangannya dalam memperebutkan benda berkilau itu tapi tiba-tiba ada sebuah suara yang entah milik laki-laki atau perempuan terdenagr menggemakan harga yang sangat tinggi
"Enam juta!" teriak suara itu sekali lagi
Mata Gokudera pun berputar untuk mencari orang yang meneriakkan harga sebesar itu pada benda yang ada di tangannya, tapi ia berpikir benda itu memang pantas untuk harga yang lebih tinggi dari empat juta. Setelah menemukan orang itu mata Gokudera sedikit terbelalak karena ia tau persis, semua tamu yang datang untuk pelelangan hari ini, dan orang itu seingatnya tak ada saat pelelangan bat Yamamoto.
"Kau. . . sejak kapan kau ada disana?" Tanya Gokudera heran pada orang yang datang tak dijemput dan pulang tak diantar itu *lho kok kayaknya mirip panggilan sesuatu ya?*
"Hmm, aku ada disini dari tadi kau saja yang tak melihatku" kata seseorang yang tak jelas pria atau wanita itu
"Ya sudah, benar kau mau membelinya seharga enam juta?" Tanya Gokudera
"Tentu saja blue diamond itu kan langka sekali setahuku hanya ada dua di dunia ini, tak kusangka aku akan mendapatkannya disini hmhmhm" katanya lagi
"Kalau begitu apa ada yang mau menawar lebih tinggi dari enam juta?" Tanya Gokudera pada para gadis yang tadinya sangat bersemangat untuk memenangkan kalung blue diamond itu
Para gadis itu menggeleng pelan sudah kehilangan hasrat mereka pada kalung yang berkilauan yang dipegang oleh Gokudera.
"Kalau begitu pemenang lelang kalung blue diamond ini adalah Lussuria-san dari Sma Varia" tepuk tangan lesu bergema di aula itu. Luss pun naik ke panggung dan mengambil kalung itu dengan segenap rasa bangganya dan sedikit "mencolek" Gokudera sebelum turun panggung. Oke lelang dilanjutkan^^
"Harga yang fantastis untuk sebuah kalung, baiklah kita lanjutkan lelang ini silahkan Onii-san" kata Tsuna sambil memberikan mike pada Ryohei
"EXTREME!selamat pagi menjelang siang semuanya!benda yang akan kulelang adalah ini TO THE EXTREME!" Ryohei menarik kain yang menutupi benda yang kecil itu. Tapi kelihatannya tak ada satu mata pun yang tertarik dengan benda itu tapi tiba-tiba ada seseorang yang berteriak sangat keras dan juga dengan harga yang fantastis bombastis*haha lebhay mode on*
"AKU AKAN MEMBELINYA SEHARGA DUA JUTA TO THE LIMIT"*bener gak cachtprase nya knuckle kaya gini?* kata pria yang mirip dengan Ryohei minus warna rambutnya yang hitam itu
"OH!Knuckle-senpai!kapan kau kembali ke Jepang?" Tanya Ryohei yang mengetahui kalau senpainya itu pindah ke Italy setelah lulus dari SMA Namimori.
"Aku kembali ketika mendengar kabar kalian akan mengadakan acara lelang dan benar juga dugaanku kau melelang benda itu, bukankah itu sarung tangan tinju pertamamu?" Tanya Knuckle pada Ryohei
"Haha memang tapi tak ada gunanya juga bila aku menyimpannya, ini juga sudah tak muat di tanganku" balas Ryohei
"Hm ya sudah untuku saja, aku punya murid di Italy yang mau belajar tinju" kata Knuckle sambil tertawa
"Ya sudah jadi sarung tangan tinju ini terjual kepada Knuckle-senpai seharga dua juta TO THE EXTREME!" seketika itu juga semua orang yang ada di aula itu menutup telinga masing-masing, tak ingin gendang telinga mereka pecah. Knuckle naik ke panggung, Ryohei pun menyerahkan sarung tangan tinju itu padanya. Oke kita lanjutkan lelang ini~
"Haha selamat onii-san nah sekarang giliranmu Mukuro-san" Tsuna menyerahkan mike nya
"Kufufufu~ selamat pagi menjelang siang kalian jangan kaget melihat benda ini" kata Mukuro sambil membuka kain yang menyelimuti benda kecil yang berbentuk mirip persegi panjang itu. Dan tampaklah sebuah . . . . . .
"Kufufufu~ ini dia" Mukuro pun membuka kotak yang ia bawa dan terlihatlah sepasang lensa kontak berwarna merah darah yang amat sangat indah *ih lebay hahaha* lensa kontak itu menarik perhatian sebagian gadis disana pelelangan pun dimulai. . . . . .
"Tiga juta!" teriak salah seorang gadis
"Tiga setengah juta!" teriak salah seorang gadis lagi
"Lima juta!" tiba-tiba terdengar suara yang tinggi dan kecentilan abiez
*author ditabok* ukh. . . . . .
"Oya,oya kau lagi kau lagi apa kau tidak bosan mengikutiku kesana kemari?" Mukuro bertanya pada cewek kecentilan berambut merah itu
"Mukuro-chan jahaaaaattt" cewek kecentilan yang bisa kita sebut M.M itu berpouting ria di depan panggung
"Haaaaahh ya sudah benar kau ingin membeli lensa kontak ini seharga lima juta?" Tanya Mukuro lagi
"Hmm, ya tentu saja nih cash loh!" jawabnya sambil menyodorkan se-kresek uang pada Mukuro *ih cantik-cantik masa uangnya di-kresekin*
"Apa loe bilang author jelek?"
"Hwaaaaahhh ampuunn"
Oke back ke story-nya
"Baiklah dengan ini lensa kontak Mukuro terjual seharga lima juta oleh M.M dari SMA Kokuyou" Tsuna mengumumkan
Lelang lanjuuuut~
"Oke, selanjutnya silahkan Rin-chan"Tsuna menyerahkan mikenya pada Rin
"Terimakasih Sawada fuku-taichou, dan selamat siang teman-teman yang sudah mau datang pada acara lelang kami ini. Yang ingin kulelang adalah ini" Rin menyingkap kain putih yang menutupi sebuah benda kecil berwarna hitam bercampur merah darah dan bergambar Helloki***
Beberapa murid-murid smp yang ada di aula itu tampak tertarik dan pelelangan pun dimulai~
"Satu juta!" teriak seorang gadis dengan badan yang pendek dan suara yang amat melengking
"Satu juta delapan ratus!" teriak gadis disampingnya
"Tiga juta" datang sebuah suara lembut yang cukup keras untuk didengar seisi aula
Seketika itu juga Rin turun dari panggung dan memeluk gadis bermata violet indah itu dan. . . .
"Chrome-chan! Ohisashiburi*" Chrome yang terkejut dari pelukan itu hanya bisa menjawab
"Ah, ohisashiburi Rin-chan"
"Oya oya Chrome sayang apa yang kau lakukan disini?" Mukuro agak terkejut melihat adiknya yang jarang pergi keluar rumah ada di aula SMA namimori
"Ah kak Mukuro, yah aku sedikit tertarik dengan lelang ini jadi aku kesini saja, ternyata acara ini seru" kata Chrome dengan nada datar dan suaranya yang tenang
"Jadi Chrome-chan kau mau membeli hairdryer ini?" Tanya Rin, matanya berkilau*cling cling* = ceritanya sound effect
"Iya" jawab Chrome singkat padat jelas dan tetap dengan suaranya yang lembut nan monotone sambil menyodorkan check tiga juta atas namanya
"Jadi hairdryer Helloki*** gothic dark version ini menjadi milik Chrome-chan" tepuk tangan terdengar dari para anggota OSIS juga para penonton. Sementara itu Tsuna kembali mengambil alih mike
"Saa, minna kali ini giliran saya, nah yang akan kulelang adalah. . . ." Tsuna membuka bungkusan kecil persegi panjang di tangannya
Sesaat ketika Tsuna membuka bungkusan itu, mata para penggemar seven prince langsung berbinar seakan mereka melihat bidadari di depan mereka
"Yak kita mulai dari harga satu juta yha!" kata Tsuna menunjukkan benda itu
"Dua juta!"kata salah seorang gadis berambut orange bergelombang yang biasa dipanggil Kyoko
"Tiga juta desu~!" kata gadis di sebelahnya yang biasanya kita kenal Haru
"Empat juta lima rabus ribu!" teriak seorang gadis tak mau kalah
Perlelangan itu teruuuuuuuussss berlanjut hingga satu jam orang-orang di aula itu terus menambah nominalnya untuk mendapatkan benda di tangan Tsuna sampai pada akhirnya. . . . .
"Delapan puluh juta!" teriak sebuah suara sekseh di ujung aula. Sepertinya orang itu frustasi dengan semua teriakan harga yang ditawarkan, jadi dia memilih mengakhirinya (rasanya kaya mau bunuh diri^^")
"AH! Giotto-nii!" teriak Tsuna. Giotto segera 'bershunpo*' ke atas panggung dan seketika itu juga memeluk Tsuna.
"Tsuu-chan miss u, sudah lama ya?" Giotto memeluk Tsuna erat (ampe ga bisa bernapas)
"Gi-Giotto-nii se-sak" Tsuna memukul pelan pundak Giotto
"Eh? Ah! Gomen, gomen, haha aku terlalu Rindu padamu, sudah berapa lama kita tak bertemu?" Giotto memandang Tsuna (yang imuut dan kawaii)
"Uhmm sudah berapa lama ya? Aku lupa Giotto-nii". Sementara Tsuna dan Giotto asik dengan dunia milik berdua ada seseorang yang mencoba mencuri benda kecil berharga milik Tsuna yang ada di tangannya, kabut pun memenuhi panggung dan. . ..
"Ah!Album fotonya!" teriak Tsuna
"Teman- teman ayo kita sama-sama mencegah Daemon agar tidak mencuri album fotonya! Ayo katakan Daemon jangan mencuri! Tiga kali ya?" kata Tsuna menghadap kamera *kok kayaknya nih adegan ada di manaaa gitu ?*
Satu aula kompak mengatakan*tereak*
"Daemon jangan mencuri!"
"Daemon jangan mencuri!"
"Daemon jangan mencuri!"
"Nufufufu aku gagal ya sudahlah sampai bertemu lagi" Daemon pergi sambil melambaikan ala ban** semang**
"Oi author bego sape yang loe bilang ban** semang**!"
"Ya elu lah, gue ga nyangka primo mau jadiin ban** semang** ini guardiannya"
"Ape lu bilang author bego?"
"Heh?yang bego itu elo!"
"Haha, reader kita lanjut ceritanya selagi mami-nee 'bertarung' sama daemon oke?"
Dan daemon pun pulang ke habitatnya. Yak kita lanjutkan^^
"Jadi Giotto-nii ingin membeli album foto ini?"Tanya Tsuna melanjutkan acara
"Hm, ya, jarang sekali kan kita mendapatkan album foto yang penuh dengan foto-foto seven prince?"balas Giotto
"Baiklah jadi album foto liburan seven prince musim panas tahun lalu menjadi milik Giotto-nii" Giotto pun menerima album foto itu sambil menyerahkan cek senilai delapan puluh juta.
"Yah harga yang sangat fantastis untuk sebuah album foto ya?" kata Tsuna
'Tentu saja fantastis!' teriak para penggemar dalam hati mereka tidak rela album foto para anggota seven prince jatuh di tangan Giotto
"Kalau begitu giliran terakhir Hibari-kaichou!" Tsuna mempersilahkan Hibari dan memberikan mikenya
"Hn, selamat siang herbivores, karena hari sudah siang jadi kita langsung mulai saja, tapi sebelum itu. . . . ." Hibari mengisyaratkan sesuatu kepada para anggota OSIS di atas panggung. Para anggota pun langsung mengerti maksud dari ketua mereka dan mengeluarkan seutas tali dan sebuah kain putih kecil. Untuk apa? Ayo kita lihat^^
Tsuna yang berdiritegak di depan panggung tiba-tiba tangannya diikat, matanya ditutup dengan kain dan entah kenapa diseret(bahasanya. . . . .) ke belakang panggung. Hbari melanjutkan acara
Hibari membawa sebuah benda kecil tampak seperti persegi panjang, begitu Hibari membuka kain yang menutupi benda kecil itu mata semua orang di aula itu membesar, ya SEMUA ORANG! *author lebhay=_=*
Yak mari kita mulai lelang untuk yang satu ini
Yey akhirnya chapter 4 celece!*liat ke atas* wah lumayan panjang yah? Mohon maaf kalo menggatung begini, chapter 5 segera dibuat habis Mami menjalani sekian banyak remidi, jadi mohon pengertiannya ya? Being a student is su**! Satu lagi Mami mohon maaf kalo ceritanya gaje, oiya untuk chapter ini sedikit terinspirasi dari fandom Kuroshit**** dan juga Mami minta maaf kalo harga lelangnya gak masuk akal hahaha^^" mohon maklum ya karena ini hanya sebuah fanfiction.
Rin: "Mami-nee ganbatte untuk remidi!"
Mami: "Aa, hai hai ganbarimasuu~"
Asuna&Ren: "JANGAN LUPA REVIEWNYA YHA!"
Ciao ciao~
NB: *shunpo= salah satu gerakan berpindah tempat dari fandom Blea** kalo gak salah hahaha^^"
