Kilatnya masih kurang kan~? XDD

Eng, sebenernya, kita juga gak tau apa-apa tentang karate.. X3 kita Cuma searching di google… huehehe~ *watados, ditimpuk busa(?) rame-rame*

Disclaimer: Mas Kish

Rated: T

Genre: romance/drama

Warning: OOC, super pendek.

Trus…

Ini buat BALASAN REVIEW dulu… :

To Fae-chan : Maaf ya karena kurang panjang, ngetik di HP soalnya, jadi gak tau udah sepanjang apa. Klo kira-kira udah siap dipotong (?), ya dipotong sampe situ.. Entar kalo bisa dipanjangin lagi deh.. -.-"

To Valkyria Sapphire : Suatu saat *mungkin kalo udah belasan chapter*, akan muncul orang ke-3 yang bukan org ke-3 (jadi org ke berapa dong?) hehe.. *geplak!* Entar tau sendiri lah apa maksudnya.. *smirk*

To Semua yang minta update kilat : Maaf, kalo update kilat-nya gak bias janji.. X3

Segitu aja deh…

OH! SATU LAGI! Ini terjemahan BasJep chapter kemarin yang kebanyakan itu

Tamagoyaki: telur gulung
Hontou?: Sungguh?
Ii desu yo: Nggak apa2
Maji de?: Serius lo?
Yokatta: Syukurlah
Sokka/Sou desu ne: Begitu..
Iko: Ayo
Karategi: baju karate
Atarimae da: Tentu saja
Kinishinai de, ne?: Jangan khawatir, ya?
Jibun no sei da: Salah sndiri
Kuuki yomenai: Gak bisa baca situasi

Okeh! Cukup dah… lansung aja, okeh!


.

.

BUGH!

Suasana mendadak hening. Beberapa orang bahkan menutup matanya rapat-rapat.

Napas Sasuke tertahan.

'Eh? Tidak sakit..?' batinnya begitu menyadari bahwa tidak ada rasa sakit di bagian tubuh yang paling dibanggakannya (baca: wajah) itu. Perlahan, mata yang sebelumnya terkatup
rapat itu terbuka, menampilkan mata onyx berkilau yang menatap kaget pada sosok Sakura. Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutupi rambut pink yang tergerai indah. Diliriknya kepalan tangan Sakura yang berada tepat di sisi wajahnya. Meleset sedikit saja maka wajah tampan yang berhasil mempesonakan banyak orang itu hanya akan tinggal kenangan.

"O-oke... sparring kalian selesai, kembalilah ke tempat kalian semula." ucap Kakashi sedikit terbata. Kejadian tadi hampir membuatnya jantungan. 'Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Uchiha, aku akan sampai ke akhirat lebih cepat dari jadwal sebenarnya..' batinnya ngeri.

Sakura pun bangkit, lalu ngeloyor pergi begitu saja dan kembali duduk di tempatnya, begitu pula dengan Sasuke. Dia bangun dari posisinya yang sangat berpotensi mencoreng nama baik Uchiha itu dengan kesal.

"He-hei.. dia.. berhasil mengalahkan Uchiha ya..?"

"Se-sepertinya begitu.."

"Rasanya tidak mungkin.. Uchiha Sasuke yang itu dikalahkan.. sama seorang cewek..?"

Bisik-bisik itu terhenti seketika saat deathglare Sasuke yang lebih menyeramkan dari biasanya menyebar ke seluruh penjuru. Jelas sekali kalau dia benar-benar marah.

"Sa-Sakura-chan.." ucap Tenten dengan mata melotot.

"Ng? Kau kenapa, Tenten?" tanya Sakura sambil mengangkat alis, heran dengan tingkah temannya itu.

"Sakura!" serunya sambil bersimpuh di hadapan Sakura. "Jadikan aku muridmu!" lanjutnya sambil meminta.

Semua yang ada di ruangan itu + Ino dan Hinata pun sweatdrop.

Bletak!

"Gyaaaaa..!"

Angel Ruii

"Adudududuuh.. sakitnya nggak hilang-hilang~" keluh Tenten sebal. Tangannya mengelus-elus kepala bercepolnya yang masih terasa nyut-nyutan bekas dijitak Kakashi
tadi.

"Jibun no sei da.. Kenapa juga kau pakai acara memohon jadi murid Sakura di depan Kakashi-sensei? Kuuki yomenai yo.." ledek Ino.

"Uuh, Kakashi-sensei saja yang sentimen padaku! Memangnya tidak boleh aku minta diajari oleh Sakura?"

"Sudah, sudah.. buat apa meributkan hal yang sudah berlalu? Kalian bukan anak kecil lagi kan?" ucap Sakura menengahi.

"Gomen.." ucap mereka berdua bersamaan.

"Hn.."

Mereka bertiga baru saja keluar dari gerbang Konoha Gakuen. Hinata tidak ikut karena dia dijemput pakai memang protektif. Sebagai penerus klan tersebut, Hinata terus diberi perlindungan ekstra. Sebenarnya kasihan sekali gadis itu, tidak
bisa sebebas remaja lain seumurannya.

"Kita berpisah di sini, ya? Mata ashita, Sakura-chan!" ucap Tenten dan Ino.

"Un, mata ashita." balas Sakura.

Tenten dan Ino pun berbalik dan melambaikan tangan pada Sakura, sampai akhirnya menghilang di balik tikungan. Sakura tersenyum tipis.

'Teman, ya..' batinnya sambil melangkah pulang. 'Aku… jadi rindu padamu, Shion..'

'Tiit.. tiit..!'

Sebuah Ferrari hitam berhenti tepat di samping Sakura. Sesaat kemudian sosok berambut raven keluar dari mobil mewah tersebut. Sakura mendengus sebelum melangkah kembali mengabaikan kehadiran si Uchiha.

"Hei, tunggu! Aku perlu bicara denganmu!" panggil Sasuke agak keras, tapi Sakura tidak peduli.

'Cih, dasar cewek ini..!'

Sasuke setengah berlari menyusul gadis itu kemudian meraih lengannya hingga Sakura kini berhadapan dengannya.

"Kubilang, aku-perlu-bicara-denganmu, Sa-ku-ra!" kata Sasuke kesal dengan penuh penekanan.

"Lepaskan." pinta Sakura dingin. Sasuke pun segera melepaskannya.
"Apa lagi yang mau kau bicarakan?"

"Apa kau benar-benar membenciku?"

Hening. Masing-masing terdiam, menunggu dan ditunggu untuk sebuah jawaban.

"Hei, kau tidak ma-"

"Benar, aku membencimu." jawab Sakura dingin.

"Tapi kenapa-"

"Karena kau pantas dibenci." potong Sakura.

"Apa?"

"Sudah puas kan? Sekarang biarkan aku pergi." katanya hendak berbalik.

"Tunggu!" cegah Sasuke cepat. Langkah Sakura terhenti, tapi masih membelakangi Sasuke.

"Apa alasanmu? Apa alasanmu untuk membenciku?"

Lama Sakura tak menjawab, dan setelah menarik napas sebentar, dia pun membuka suara.
"Aku tidak suka sifatmu, tingkah laku dan cara bicaramu. Aku tidak suka pada apapun yang ada pada dirimu, jadi tolong mengertilah dan jangan menggangguku lagi, Uchiha.."

Dengan itu, Sakura pun melangkah pergi, meninggalkan Sasuke dalam diam.

Angel Ruii

Esoknya..

"Sakura~ tolong ajarkan aku soal yang ini, aku benar-benar tidak mengerti.." rengek Tenten sambil mengguncang-guncangkan bahu Sakura yang tampak mengantuk.

Duk

"Aww.. ittai~! Ino, nani shiyagarunda yo!" protes Tenten sesaat setelah dijitak Ino.

"Tenten baka! Kau tidak lihat Sakura sedang kelelahan? Jangan ganggu dia dulu bisa tidak, sih?" sahut Ino sebal.

"Uuh.. tapi nggak usah pakai jitak kenapa? Aku juga pasti jadi bodoh begini gara-gara keseringan kau jitak tahu!" sahut Tenten tak kalah sebal.

"Apa kata-"

"Sudah, sudah.. Kalian ini berantem terus. Ne, mana soalnya?" tanya Sakura yang malas melihat pertengkaran dua temannya itu.
"Sakura-chan~ kau memang baik sekali~" ucap Tenten dengan berbinar-binar.

"Che, dasar penjilat.."

"APA KATAMU?"

Pertarungan pun dimulai kembali. Sakura dan Hinata hanya bisa sweatdrop. Tapi tetap
saja hal itu terlihat lucu di mata Sakura, hingga dia pun tersenyum geli.

Deg!

Sasuke merasakan jantungnya berpacu lebih cepat saat melihat Sakura.

'Ck, perasaan ini lagi..' batinnya sebal. Dia melihat lagi ke arah Sakura yang sedang ngobrol dan tertawa dengan teman-temannya, dan itu membuatnya tambah kesal. 'Huh, kenapa dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku? Dasar cewek aneh!'

"TEME!" teriak Naruto tepat di telinga Sasuke.

Sasuke tersentak kaget, lalu men-deathglare sobat paling berisiknya itu. "Kenapa-kau-teriak-teriak-di-telingaku-BAKA-DOBE?" geram Sasuke penuh penekanan.

"Hahaha.. Datta, kau melamun terus dari tadi, sambil merengut pula. Kau bahkan tidak sadar sudah kupanggil sejak tadi!" sahut Naruto nyengir, lalu berbisik pada Sasuke, "Pasti.. gara-gara Sakura-chan ya?"

"Jangan sok tahu, Dobe! Dan lagi, sejak kapan kau memanggilnya dengan embel-embel -chan, hah?" sinis Sasuke.

"Oh,urayamashikunai ne, Sasu-chan?" goda Naruto, nekat memberi 'gelar' "chan" pada Sasuke.

Twitch..

"Sekali lagi kau panggil aku seperti itu, kau mati!" ancam Sasuke geram.

"Apa, Sasu-chan?"

Hawa pembunuh pun akhirnya keluar…

Angel Ruii

"Ini bukan seperti dirimu, Teme." kata Naruto sambil mengompres lebam-lebam pada wajahnya. Saat ini dia, Sasuke, Sai, Kiba, Shino dan Shikamaru sedang berada di UKS. Tepatnya, Naruto sedang ditemani oleh mereka setelah insiden penganiayaan terhadapnya oleh Sasuke.

Si raven mengangkat alisnya.
"Apa maksudmu, Dobe?"

"Kau tampak idiot."

Double Twitch..

"Minta kuhajar lagi, ya..?" geram Sasuke dengan aura mencekam.

"Aku setuju dengan Naruto." Kiba menimpali.

"Apa?"

"Ore mo." tambah Sai, senyum.

"..." Shino hanya mengangguk sambil menaikkan kacamata hitamnya.

"Zzz.." Shikamaru tidur.

"Kalian kenapa ikut-ikutan mengataiku idiot, hah?" bentak Sasuke tak suka.

"Kenyataannya memang begitu, Sasuke." jawab Naruto. Kalau dia memanggil Sasuke dengan nama aslinya, berarti dia sedang serius. "Kau jadi aneh sejak ditolak mentah-mentah oleh Sakura. Kadang kau melamun, kadang merengut, kadang mengumpat tidak jelas, persis orang idiot. Aku sama sekali tidak menyangka si pinky bisa merubahmu sampai begini."

Sasuke sekuat mungkin menahan amarah. Dia merasa pendapat Naruto itu bermaksud mengejeknya sekaligus.

"Jujur saja Sasuke, sebenarnya kau benar-benar jatuh hati pada Sakura, kan?" tanya Kiba.

Sasuke terdiam. Dia sendiri tidak tahu jawabannya, apakah dia benar-benar suka pada Sakura atau tidak.

".. Entahlah.. aku juga tidak tahu.." jawabnya pelan.

"Berarti kau suka padanya." ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya.

"Jangan sembarangan menyimpulkan!" bentak Sasuke.

"Apanya yang sembarang? Tidak tahu berarti iya, jadi tak usah lagi kau pendam perasaanmu itu."

Sasuke hanya melengos mendengar pendapat sobat pirangnya itu. Memendam perasaan. Kata-kata itu terasa aneh di telinganya. Sejak kapan dia mulai 'memendam perasaan' itu?

"Kalau Sasuke sih, aku yakin bisa." celetuk Sai tiba-tiba, membuat Sasuke menoleh padanya.
"Selama ini, kau tidak pernah gagal mendapatkan cewek yang kau mau, kan? Harusnya kali ini juga bisa."
"Benar juga, apalagi kali ini bukan untuk main-main. Walau tampaknya agak sulit, tapi kalau berusaha pasti bisa!" tambah Kiba.

".. Benar." ucap Shino singkat.

"Jadi tidak sabar melihat perjuangan Sasuke, ya?"

"Wahaha, iya, iya! Kali ini nggak akan mudah, ganbatte ne, Sasu!"

Sasuke terperangah. Mereka semua.. mendukungnya!

"Baiklah.." ucap Sasuke akhirnya, membuat NaruSaiKibaShino memperhatikannya. Shikamaru masih tidur. "Lihat saja, aksiku nanti." katanya seraya menyeringai.

"Yeah, bagus! Uchiha Sasuke telah kembali!" seru Naruto dan Kiba sambil merangkul si rambut pantat ayam senang. Sai hanya tersenyum dan Shino *seperti biasa* menaikkan kacamatanya yang melorot. Sedangkan Shikamaru, diam-diam tersenyum dalam tidurnya (entah sedang pura-pura tidur atau sedang bermimpi yang 'iya-iya').

Tapi terkadang.. kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan..

.

.


TBC..


Okeh. Apa segini masih banyak BasJep-nya? Kalo iya,, maaf ya.. ntar diusahain dipersedikit lagi dah.. ==v

PENGUMUMAN PENGUMUMAN!

Karena author lagi dihukum selama berminggu-minggu atau mungkin sampai berbulan-bulan, jadi, update pasti telat… Maaf yaa.. T^T

Review!