C5 BARU UPDATE!
Yeah! AKU GAK JADI DI HUKUM! MUAHAHAHA!
PERHATIAN PERHATIAN! PENGUMUMAN PENGUMUMAN! Meskipun gak jadi dihukum, update tetep aja bakal telat,, soalnya sebentar lagi aku mau TO 1, sedangkan pasangan collab-ku mau TO 2. Maaf yaa..
Okeh, inilah C5-nya…
WARNING! : gaje di bagian awal.
.
.
"Hei, Sakura." sapa Sasuke, ramah.
"..." Sakura tak menjawab, tidak peduli.
"Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Awalnya baik, tapi gara-gara kau sekarang jadi sangat buruk. Sekarang minggirlah karena aku tidak ingin mood-ku lebih buruk dari ini, Uchiha."
Mission 1: Menunjukkan keramahan FAILED
"Sakura, apa kau sudah makan siang?" tanya Sasuke dengan perhatian.
"Aku sudah makan atau belum bukan urusanmu." Jawab Sakura dingin.
"Mau kutraktir? Silahkan pesan apapun yang kau mau." Tawar Sasuke sambil tersenyum.
"Kalau aku pesan daging Uchiha panggang, boleh?"
"..." Akhirnya Sasuke pun membisu…
Mission 2: Menunjukkan perhatian FAILED
"Sakura, kau memang menarik ya?" komentar Sasuke gombal sambil tersenyum dengan menawan
"Mati saja sana." kata Sakura, sinis.
Mission 3: Melancarkan rayuan maut bin gombal FAILED
Pluk
Sebuket bunga mawar merah dilemparkan ke tengah lantai koridor sekolah yang sepi. Dari kejauhan tampak gadis berambut pink yang sedang menulis di atas buku bersampul coklat. Dia berjalan semakin dekat, dekat, dan akhirnya..
Krek
...
Sakura melihat ke bawah saat merasakan dirinya menginjak sesuatu. Sakura menatap benda itu sejenak, lalu ngeloyor pergi dengan cuek. Bunga mawar yang naas..
Mission 4: Be a romantic person FAILED
"Bisakah kau berhenti mengabaikan aku, Sakura?"
"Bisakah kau berhenti menggangguku, Uchiha?"
Mission 5: Memohon = menjatuhkan harga diri Uchiha FAILED KUADRAT
Angel Ruii
Sasuke menatap 3 orang sekarat yang tepar di hadapannya dengan kesal. Dia menghempaskan diri ke sofa sambil mendengus keras dan memijiti dahinya frustasi.
"U..uuh.. Te-Teme.. kau jahat.." erang Naruto ala orang sekarat.
Bersama Kiba dan Sai, mereka dihajar oleh Sasuke yang berang karena ditertawakan oleh mereka. Shino tidak termasuk karena dia tidak ikut menertawai cowok emo itu, padahal dalam hati dia sudahtertawa serenyah-renyahnya. Sedangkan Shikamaru yang masih tidur di ranjang Sasuke sejak 1 jam yang lalu tertawa dalam mimpi…
"Harusnya kalian sudah tahu kan? Menertawakan Uchiha berarti mati." sahut Sasuke ketus lalu meminum air sodanya dengan beringas.
" Apa sih? Hanya menertawakan saja, tak perlu sampai membuat kami babak belur begini, dong!" protes Naruto.
"Aku sedang kesal, Dobe! Jangan memancing emosiku kalau tidak mau kuhajar!" sahut Sasuke ketus.
"Huwee.. Teman kita sekarang sudah jadi orang jahat.." rengek Naruto yang dibuat-buat sambil berpelukan dengan Kiba dan Sai yang juga babak belur.
Sasuke hanya mendecih kesal. Dilemparkannya kaleng soda yang sudah kosong ke tempat sampah di sudut ruangan dan.. tidak masuk. Naruto dkk baru akan tertawa lagi saat dirasakannya tatapan membunuh si pantat ayam mengarah pada mereka. Yah, biasanya akan sangat mudah bagi Sasuke untuk memasukkan kaleng tersebut ke tempat sampah, tapi entah kenapa kali ini dia gagal.
"Hh.. kau benar-benar kacau, Tuan Uchiha.." Shikamaru bangun dari tidurnya, walaupun matanya masih sayu. Sasuke merengut.
"Apa maksudmu, Shika?"
"Melakukan hal-hal bodoh membuatmu tampak bodoh, tak heran mereka jadi menertawakanmu. Kau tahu kan, Haruno itu tidak seperti gadis kebanyakan. Karena itu jangan pakai cara yang biasa.." katanya sambil menguap dan melangkah ke luar.
Twitch
"Kau juga ingin mengataiku bodoh, eh? Aku sudah menggunakan 'cara tidak biasa' seperti yang kau maksud itu! Kau tahu kan, aku belum pernah melakukan hal memalukan itu pada gadis-gadis lain!" geram sang Uchiha.
Shikamaru berhenti, lalu berbalik menghadap Sasuke. "Sayangnya, bukan seperti itu yang kumaksud."
"Lalu maksudmu apa?"
"Pikirkan sendiri, Uchiha. Kau harus lebih tahu apa yang akan kau lakukan. Temukan jawabanmu, kalau kau benar-benar ingin memenangkan hatinya."
Angel Ruii
"Ja-jadi.. Sakura-chan mau makan apa?" tanya Hinata tergagap pada Sakura di sampingnya.
"Aku pesan sushi dan lemon tea saja. Kalau kau Hinata?" Sakura balas bertanya.
"A-aku sama saja dengan Sakura-chan.."
"Begitu? Baiklah. Tolong inari sushi dan lemon tea untuk 2 orang, ya!"
" Mohon tunggu sebentar." jawab salah seorang pelayan di sana.
Sakura dan Hinata kini sedang berada di kafetaria Konoha Gakuen. Ini pertama kalinya Sakura membeli makanan di sini, gara-gara dia tidak sempat membuat bekal tadi pagi. Untunglah ada Hinata yang mau menemaninya. Bekal miliknya sendiri diberikan pada Neji, sepupunya. Sedangkan Ino dan Tenten, entah ke mana dua bocah berisik itu.
"Dua porsi inari sushi dan lemon tea. Silakan." ucap pelayan tersebut sambil meletakkan 2 nampan berisi pesanan Sakura dan Hinata ke atas meja.
"Terima kasih."
Dua gadis berbeda karakter itu pun mengambil makanan mereka lalu bergegas menuju meja kosong yang terletak agak di pojok.
"Selamat makan!"
Keduanya pun makan dengan tenang. Ya, tenang, sampai akhirnya seseorang datang mengganggu acara makan siang mereka.
"Hai Sakura, Hinata." sapa orang itu.
Sakura dan Hinata mendongak bersamaan untuk melihat siapa oknum pengganggu acara mereka. Rambut pantat ayam, kulit putih pucat, mata hitam berkilau, dan senyum yang arogan.
"U-U-U-Uchiha-san..?" ucap Hinata tergagap. Sedangkan Sakura hanya menatap Sasuke tajam.
"Hei, kenapa melihatku seperti itu, Sakura?" tanya Sasuke sambil menyeringai tipis, yang malah membuat Sakura mempertajam tatapannya.
"Err.. Sa-Sakura-chan.. ku-kurasa aku h-harus pergi d-duluan! P-punyamu na-nanti sekalian ku kubayarkan y-ya! Per-permisi!"
Hinata pun cepat-cepat kabur dengan membawa makanannya yang belum habis tanpa sempat Sakura cegah. Hinata memang takut pada Sasuke, entah karena apa. Jadi tidak heran jika dia memilih kabur dari situasi seperti ini. Sedangkan Sasuke? Dia dengan santainya duduk di tempat yang sebelumnya diduduki Hinata.
"Kau memang berbakat menjadi pengacau, Uchiha." ujar Sakura sarkastik.
"Aku tak bermaksud mengacau." sahut Sasuke enteng.
"Tapi kau tetap pengacau dan – hei!" bentak Sakura saat Sasuke dengan santai mencomot sepotong sushi dari piring Sakura lalu memakannya.
"Aku lapar, minta satu tidak apa-apa kan?"
"Jangan bercanda, Uchiha! Kau bahkan bisa memborong seluruh isi kafetaria ini hanya dengan satu gesekan kartu emas-mu!" sinis Sakura tajam.
"Tapi aku hanya menginginkan punyamu, tidak boleh ya?"
Mata Sakura memicing semakin tajam, dan itu malah membuat Sasuke makin tertarik untuk terus menggodanya.
"Aku tidak akan terpancing olehmu, Uchiha. Berhentilah menggangguku, kau hanya membuang waktumu saja." ucap Sakura dingin.
"Kata-katamu itu seolah ingin menyatakan kalau kau tak akan pernah tertarik padaku." sahut Sasuke dengan alis terangkat.
"Memang." jawab Sakura datar.
"Kenapa? Apa aku punya kekurangan untuk masuk ke dalam kriteria laki-laki idamanmu, hm? Memangnya pria macam apa yang kau inginkan, Sakura?"
"Aku tidak butuh laki-laki, apalagi yang seperti dirimu."
"Hei, apanya yang tidak butuh laki-laki? Memangnya kau ini.." Sasuke mencondongkan tubuhnya ke arah Sakura, lalu berbisik, "tidak 'normal', ya?"
Sakura langsung mendelik. "Jaga bicaramu, Uchiha! Atau kau akan menyesal!"
"Habis, kau sama sekali tidak pernah mau dekat dengan lelaki manapun. Lalu pernyataanmu tadi itu, apalagi namanya kalau bukan.. lesbi?"
Sambil bangkit dari duduknya, Sakura meraih gelas tinggi berisi lemon tea yang belum sempat dinikmatinya, kemudian dengan cepat disiramkannya ke wajah Sasuke. Beberapa orang yang melihat itu hanya bisa terpekik.
"Cukup, aku sudah muak padamu, Uchiha! Selama ini aku diam bukan berarti aku akan terus membiarkanmu berbuat sesukamu! Memangnya kau tahu apa, ha? Apa? Kau bahkan tidak tahu apa-apa tentang aku! Jadi, sebaiknya kau tutup mulut kotormu atau aku sendiri yang melakukannya, Uchiha brengsek!"
Napas Sakura menderu. Tak peduli seisi kantin memandanginya heran karena telah membentak Uchiha Sasuke. Yang ia tahu, ia sudah mencapai batas kesabarannya. Tanpa menunggu lagi, dia pun pergi meninggalkan tempat itu dengan emosi yang masih memuncak.
"Heh.. hahaha.." Sasuke tertawa pelan sambil mengusap wajahnya.
Sasuke tahu, dia telah membuat gadis itu benar-benar marah. Dia tahu, tindakannya memang bodoh. Tapi, jujur saja, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
'Bagaimana aku bisa lebih mengenalmu, kalau kau sendiri tidak pernah memberiku kesempatan, Sakura..'
Sasuke tahu, image-nya di mata Sakura sudah terlanjur buruk. Bersikap baik terhadapnya pun, tidak pernah mendapat respon baik dari yang bersangkutan. Cara apa lagi yang harus dilakukannya? Akhirnya, dia malah memutuskan untuk bersikap menyebalkan. Hasilnya? Yaah.. setidaknya Sakura jadi lebih 'ekspresif' kan?
"Tak kusangka kau sebodoh itu, Uchiha."
Sasuke tersadar dari lamunannya, lalu mendongak untuk melihat siapa orang yang berani-beraninya mengatai dia bodoh.
"Shika.."
Shikamaru mengambil tempat duduk tepat di hadapannya, di kursi yang sebelumnya diduduki Sakura. Dia menatap meja yang masih tergenang cipratan jus jeruk, lalu pada wajah Sasuke yang tampak sangat 'manis'.
"Tadi aku berpapasan dengan Haruno. Dari wajahnya, terlihat jelas kalau dia benar-benar marah. Aku langsung tahu, kau pasti melakukan hal bodoh lagi."
Sasuke melirik temannya itu dengan malas. "Aku tidak akan marah jika kau mengataiku bodoh, karena kau lebih jenius dariku dan.. kau benar. Aku memang bodoh."
"Fuh.. aneh rasanya jika mendengar ada Uchiha yang mengakui dirinya bodoh."
Oke, tampaknya Uchiha Sasuke memang tidak diciptakan untuk jadi orang yang sabaran. "Kalau kau hanya ingin mengejekku, lebih baik kau pergi saja sana."
"Sebenarnya aku juga tidak ingin ikut campur urusanmu, mendokusei.." sahut Shikamaru bosan. "Tapi teman-temanmu yang berisik itu terus-terusan memaksaku."
'Temanku kan temanmu juga, jenius..' batin Sasuke dongkol. "Memangnya mereka memaksamu apa?"
"Menjadi pengganti Cupid."
"... Ha?"
"Tunda bengongmu untuk nanti. Sekarang dengarkan aku baik-baik karena aku sedang ada urusan lain dan ini tidak akan kuulang." Kata-kata yang cukup membuat sang Uchiha kini terfokus pada Nara di hadapannya. "Untuk langkah pertama, lakukan satu hal."
"Apa itu?" tanya Sasuke penasaran.
".. Buang jauh-jauh predikat 'Playboy' yang diberikan kepadamu."
.
.
TBC
Review! *males basa-basi*
