Makasih yang udah review, yowkid-san dan Sarah-san! Saya balas komen anda!
yowkid : arigatou X3 Tapi nanti sayang endingnya... (no spoiler :p)
Sarah-Uchiha Jackson-Pevensie : Hm... Nggak sampe sini kok masih lanjut XDD~
Yep, 39! Chaptie lanjutan!
Chapter 10 : Potion
Asha POV
Aku bekerja di kementrian. Well… aku bekerja di Depertemen Olahraga Sihir. Sampai sekarang, aku cuma bertemu Olv sekali waktu perang Hogwarts. Aku mengalahkan beberapa pelahap maut dengan sihirku di udara. Dan kini aku tidak bertemu dengannya lagi. Aku sudah berumur 24 Tahun. Sekarang tahun 2000. Banyak yang sudah melamarku tapi aku menolak tentu saja; Aku masih menunggu… Olv? Semakin hari aku menunggu Olv, karena dia tidak datang-datang, kuubah statusku jadi menunggu orang yang tepat. Uh well begitulah. Aku sekarang sedang mengeecek-ngecek se-abrek dokumen dan mengeluh, menyandarkan kepala ke kursi.
"Di manakah adanya bahagia?" Gumamku sendiri lalu menghela napas yang panjang ketika Vell, seorang bawahanku dalam Depertemen ini mengetuk pintu.
"Vell, miss." Ucap Vell. Lalu dia masuk. Aku tersenyum hangat pada Vell, menawarkannya secangkir teh-susu dan duduk. Vell tampak loyo ketika membawa beberapa berkas, karena sebentar lagi piala dunia akan datang dan di selenggarakan di Inggris lagi. Aku menawarkannya duduk sejenak.
"Tim Piala Dunia Inggris mengganti beberapa posisi, dan anda di tawarkan, Sha," nada Vell jadi formal. Aku mengangguk-angguk, tapi kemudian dentingan sendok terdengar.
"Apa! Aku ditawar main di.-di- piala dunia? Apa!" Ulangku.
"Memang bohong," tawa Vell, dan aku melempar remasan kertas ke mukanya yang bahagia tertawa itu. Kami memeletkan lidah seperti anak kecil dan tertawa lagi. "BTW , ini daftarnya," ucapnya menyodorkan secarik kertas.
DAFTAR PEMAIN DUNIA QUIDDITCH INGGRIS
Chaser:
Redline Craine
Sheva Rolda
Nick Vlee
Beater:
Weck Wenebe
Felt Shall
Keeper: Oliver Wood
Seeker : Tim Thols
Mataku membesar melihat keeper-nya. O-olv? D-dia jadi… keeper piala dunia? Tidak mungkin! Final lagi! Pasti mereka sangat bagus… oh ya! Sekedar informasi, piala dunia lokasinya berganti-ganti, final-nya di Inggris jadi kami tidak tahu keadaan di sana. OMG! Aku tidak menyangka. Vell menghentikanku.
"Miss, kok melongo? Naksir Tim, ya? Dia ganteng sekali lho!" Vell cekikikan. Aku memutar mata, menaruh berkas itu di map. Aku lalu menghela napas, menunggu piala dunia itu datang.
oOo
"Miss Young, miss, senang berkenalan dengan anda. Saya Bry Bagman, pleasure!" seru seorang kepala depertemen yang baru. Kepala depertemen hubungan internasional—atau apalah itu. Aku tersenyum ramah.
"Mr. Bagman, apa kabarmu? Senang sekali bertemu denganmu, sir! Bagaimana persiapan piala dunia?" Tanyaku ramah. "Aku meng-organisir hampir semuanya, betul." Aku menghela napas. Pengunjung sudah mulai penuh dan aku sudah meng-organisir semuanya, mantra pelindung paling hebat. Aku harap ini berhasil.
"Sonorus. Selamat Datang di PIALA DUNIA tahun ini, Inggris masuk ke FINAL!" Seruku. "Baiklah—"
-OO—
End of ASHA POV
"Terima kasih, terima kasih! Inggris menang 700-690." Asha memutar matanya. "Pada tim-tim-ku, terima kasih!" Serunya, si kapten tim, dan mereka bubar. Asha menghela napas dan turun dari podium. Dia lalu mengangkat alis ketika Oliver menghampirinya. Permainan Oliver memang buruk, tapi diimbangi oleh si seeker, Tim.
"M… hei," ucap Oliver. Asha menunggunya, kemudian membalas.
"Hei. Maaf aku sibuk." Kata Asha.
"T—tapi…"
"Fans cewek-mu tuh, nunggu buat tanda tangan. Sayonara," balas Asha segera hilang di kerumunan, ber-apparate. Oliver menggerutu, dan memang benar, fans yang kebanyakan perempuan meminta tanda tangannya. Dia hanya menatap langit yang indah itu. Asha benar-benar telah melupakannya.
oOo
Oliver berapparate ke kementrian sihir dan menelan ludah melihat kementrian sihir yang berubah. Dia segera ke departemen olahraga sihir. Dia mengetuk pintunya dan dia mendengar suara 'masuk'. Oliver masuk dengan tampang terkejut—tidak. Asha mendongak, mendengus kemudian mengerjakan kembali pekerjaannya.
"Maukah kau pergi dinner?" Tanya Oliver, menghirup teh yang di sediakan. Asha mendongak lagi, menatap wajah Oliver, dan tertawa sedikit.
"Wah, Olv-Olv. Kukira kau mau meng-kencani- beberapa cewek Inggris yang oke-oke tuh," tawa Asha.
"Pokoknya aku tunggu malam ini juga," tegas Oliver. Asha menggebrak meja.
"Olv, aku ada janji dengan orang lain! Bisakah kau mengerti?" Asha mengeluh keras-keras. Mata Oliver membulat.
"Siapa?" bisik Oliver. Asha menggeleng.
"Urusanku, mister Oliver." Jawab Asha, kembali sibuk dengan perkamen-perkamen.
"Kenapa kau tidak menungguku?"
"Kau pikir aku bus stasiun yang bisa menunuggu setiap saat?" Bentak Asha kesal.
"Berarti kau tidak mencintaiku!"
"Terus!" Seru Asha histeris. Oliver menatap Asha tidak percaya. Air mata sudah berlinang di mata coklatnya. "Aku capek menunggumu Olv. Aku capek. Hubungan kita tidak jelas, usiaku sudah bertambah, dan aku banyak menolak lamaran yang datang! Gila kalau aku tetap menunggumu!" Tangis Asha. Hening. Oliver memegang bahu Asha.
"Maafkan aku. Aku harusnya melamarmu," Oliver menunduk.
"Tidak semudah itu, hei. Bagaimana kalau aku sudah suka dengan orang lain?" Goda Asha. Oliver dan Asha tertawa bersama. Asha membereskan beberapa dokumen lainnya dan mereka berjalan bersama keluar.
oOo
"Hei, jadi bagaimana kabarmu kawan?" Tanya Asha tersenyum.
"Aku bermain jadi keeper dari—dari… tim Inggris. Well uh, tadinya aku ke sini mau melamarmu," gerutu Oliver.
"Kita ini hanya sahabat—"
"Dengan beberapa sentuhan dan ciuman tentu saja," kata suara yang amat di kenal mereka berdua, yaitu George Weasley yang nyengir. Wajah Asha menjadi merah padam kesal.
"Apa masalahmu sih George?" Asha mengejek. "Aku tetap tidak akan berhubungan dengan Olv."
"Aku ingin mengambil Asha sebentar," goda George. Wajah Oliver juga merah padam.
"Yes maam, bolehkah saya mengambil tanganmu?" George nyengir lebar. Oliver mendengus. Tapi benar, setelah Asha mengulurkan tangannya, mereka ber-dissaparate. Oliver memaki kesal ketika Asha menghilang. Dia lalu tahu kemana mereka pergi.
oOo
"Ada apa George?" Tanya Asha hati-hati ketika mereka duduk di ayunan.
"Ingat Fred saat dia mengajakmu ke Hogsmeade saat kau menolaknya habis-habisan?" Jawab George. Asha mengangguk bingung. Fred? Fred…?
Flashback
Aku—rasanya terbangun dari tidurku. Aku mengerjap dan melihat seorang Fred Weasley yang tersenyum, dan seketika aku sadar kalau dia sudah—ya, kau tahulah.
"Fred?" sapaku aneh.
"Yo Asha—" ucap Fred nyengir. "Mau ngobrol sebentar?" Tanya Fred. Kamipun berjalan (Fred melayang) dan sampai di suatu taman muggle dekat rumahku. "Tahukah kau, kau adalah cinta pertamaku. Lalu cinta keduaku adalah Angelina Johnson. Aku masih mencintainya sebelum aku mati. Tapi Ash—kau beda. Maksudku, aku belum sempat menciummu, kencan untuk kedua kalinya—"
"Ini gila. Maksudku, kau berharap aku dapat menciummu? Kau, kan tembus pandang!" candaku.
"Kau bisa menikahi George. Kumohon." Pinta Fred, dan aku terbangun.
"Kau ingat? Aku juga bermimpi seperti itu," jelas George. "Dia menginginkan kita bersama. Tapi kalau boleh di bilang, kau juga cinta pertamaku sih. Jadi bagaimana?"
"Entahlah George—" Asha menelan ludah. Bayangan seorang Oliver Wood berkeliaran di benaknya.
"Memikirkan Wood?" Dengus George. "Katanya itu sahabatmu."
"Aku tahu," suara seseorang terdengar. Mereka menoleh. Hermione Granger. Mereka mengangkat alis.
"Kau ingin mencari cinta?" Granger memilin rambutnya dan duduk di salah satu ayunan. "Gampang. Seperti putri tidur saja. Kau tinggal meminum ramuan ini." Granger menyodorkan ramuan yang berbentuk cinta dengan embun pagi di depannya. "George dan Young. Young akan bangun kalau bertemu dengan cinta sejatinya menurut alam." Senyum Granger. "Percayalah padaku."
Asha ragu. Tapi melihat kilatan berharap di mata George, Asha mengambil botol itu dan segera meneguknya. Reaksi tidak di harapkan, tiba-tiba dia bergetar hebat dan matanya memerah cepat, selanjutnya pandangannya kabur. Untuk… selamanya?
Selesai deh! Lebih suka pairing
Oliver x Asha
George x Asha
Fred x Asha (Aritnya dia meninggal :p XD)
