Akhirnya~
Upload lagi. Rencananya ini sad ending :p Setuju nggak? #Ditimpuk masa
Gomen, aku lagi sibuk banget. _ Nggak sempet nulis deh. Makasih buat yowkid and Sarah yang sabar nungguin (atau udah putus asa (?) :D)
Word berkurang -_-v
•Harry Potter• Belongs to J.K Rowling
Hello Again
ST. Mungo. Juni 2000.
George menunggui Asha, dan Oliver tidak mengetahuinya. Dia hanya bisa menghela napas dan terus mengusap dahi Asha. Oliver sedang berada di kamarnya bersantai.
"Pak pelatih?"Gumam Oliver dan mengangkatnya.
"Wood! Kau harus latihan! Kembali ke Irlandia sekarang juga! Kuberi waktu 5 jam, atau tidak kau DILARANG main selamanya!" Ancam pelatih itu. Oliver tersenyum lemah, mengangguk dan mematikan telepon. Sementara itu di rumah sakit, George melihat Granger datang.
"George, um. Kalau dalam 5 jam lagi dia tidak sadar dia…d-dia…" Granger menunduk. George menghela napas.
4 jam kemudian
"Haaaa… aku tidak bertemu dengan Asha, apa aku ber-apparate sekarang juga ya?" Gumam Oliver. "Tapi aku bingung dimana dia," Oliver berjalan, tepat di sebelah ST. Mungo. Sedangkan George, dia mendengar Asha berkata-kata aneh.
WeRRa Svey Jhno Jhno
WeRRa Svey Jhno Mrrau
"Asha kau bangun!" George bersyukur ketika melihat Asha menggumamkan kata-kata itu. Tapi tidak ada reaksi apapun. George ketakutan (baru pertama kali) melihat Asha mengigau kembali.
WeRRa Svey Jhno Jhno
ShwnyTtRRew
Suara kedua seperti menanyakan apakah George mendengar suaranya. George menelan ludah.
Kimi no kotoba todoiteru yo
Imi wa mada wakaranai kedo
"Aku mendengarnya," Kata George tersenyum, menggenggam tangan Asha yang dingin. Dia hanya bisa menatap mata Asha.
Kimi no kotoba nazotte ku yo
Ai no kotoba da to negate
Nando mo mata kikoeru kono koe
George berharap itu kata-kata cinta dari Asha, dan jelas itu sangat tidak mungkin; mengingat keadaan yang serba susah begini. Dia bisa mendengar seorang Asha tetap menyenandung nada aneh itu.
"Mungkin kau harus menciumnya," timpal Granger cekikikan. Muka George jadi semerah tomat mendengarnya. "Kau tidak percaya? Yasudah." George haya mencibir kemudian memandang bibir Asha yang sedang terlelap—pingsan… entahlah namanya. Dia memutar mata.
Apaan sih Hermione.. memangnya aku mau? George menghela napas. Granger segera pergi. George akhirnya mendekatkan mukanya. Dia menutup mata dan tidak ada jarak di antara mereka.
Mezame wa sou totsuzen kurakute kowai yo
Mezame wo machitsuzukeru hora mou daijoubu
Nando mo kurikaesu yo ShwnyTtRRew
Nando mo mata kikoeru kono koe
George sadar ada bulu mata yang mengedip terus, jadi dia melepasnya.
Me wo hiraku
Me wo aketa
Kimi ga ureshisou ni waratta
Boku no me wo mitsumete
Kimi no me wo mitsumete
Tadotadoshiku itta
Tidak, dia tidak marah. Dia tersenyum. George lega. Dia benar-benar lega. Dia tidak menyangka Asha bisa bangun.
"Apa yang terjadi padaku?" Tanya Asha kepada George. George nyengir.
"Kau pingsan dengan mudahnya… wah payah sekali. Kau butuh obat dari WWW pasti," George pura-pura berpikir. Asha memeletkan lidahnya lucu. Tapi tiba-tiba pintu di dobrak dengan seorang penjambret bertampang seram.
"Stupefy! Stupefy! Stupefy! Stupefy! Stupefy! Stupefy!" Seru Penjambret itu dengan tongkat tepat ke dada Asha yang terkejut. Penjambret itu bahkan hampir mengenai George, dan dia melompat dan ber-apparate di udara. Potter datang di belakangnya.
"Apa yang terjadi? Apakah ada yang terluka?" Tanyanya. George mengangguk geram menunjuk Asha.
"Oh tidak…maafkan aku George." Ucap Potter, menatap Asha.
"…." George terdiam. Tiba-tiba George mengayunkan tongkat sihirnya.
"Expecto Patronum!" Seru George, lalu terbentuklah patronus. "Temui Oliver, dan bilang, Asha dalam keadaan kritis!" Patronus itu mengangguk dan melangkah cepat.
oOo
"Bo-bohong!" Seru Oliver ketika patronus George berbicara. Dia menatap seragam Quidditch yang menggantung. Sebuah angka dan lambang Puddlemere United yang sangat berarti baginya; dan kalau dia tidak memperhatikan latihan intens Puddlemere United, karirnya habis sudah. Dia mengerling ke arah lain; fotonya dengan Asha ketika lulus sekolah. Dia begitu merindukan saat-saat itu, dan sepertinya hubungannya dengan Asha juga kian memburuk. Sudah tamat. Lenyap. Habis. Dia mengambil sapunya dan segera bergerak pergi. Dia—memilih Quidditch.
Sementara itu, penyembuh sudah mengecek kesehatan Asha. Penyembuh bilang, mantra biusnya kuat sekali—tepat mengenai dada—dan dalam kondisi lemah. Seorang Asha Young dalam bahaya.
"Maafkan aku." Bisik Granger lirih pada George. George mengulum senyum. Tidak mungkin baginya untuk menggeleng, karena Hermione Granger, bisa dibilang calon adik iparnya. George memandang ke luar jendela. Tidak ada tanda-tanda Oliver Wood datang. Oliver sudah mengakhiri cintanya pada Asha. Itu berarti kesempatan. Sedangkan seorang penyembuh baru keluar dari kamar pemeriksaan, wajahnya lesu. George mencoba melihat kemungkinan terbaik—menenangkan diri… meskipun dia tahu yang keluar hanya kemungkinan terburuk. Penyembuh itu duduk di samping George yang lebih tinggi darinya. George masih menampilkan cengirannya yang khas—khas bagi dirinya dan Fred. Entah dimana kini dia. Penyembuh itu mengecek kertas yang dibawanya dan di jepit oleh penjepit di papan, dan mengambil pena untuk mencentang beberapa yang perlu. Dia menuliskan catatan yang perlu di ketahui, dan akhirnya dia menoleh pada George. Perlahan-lahan, menghela napas.
"Berita baik atau berita buruk yang kau harapkan?" Tanyanya pada George. George langsung menjawab lantang dan berani,
"Tentu saja baik! Bayangkan ada orang gila yang menunggui anaknya dan menginginkan berita buruk—berarti aku sama dengan dia!" Canda George, yang terkesan garing karena akhir-akhir ini kemampuan kelucuannya berkurang.
"Nona Young sudah sadar," senyum penyembuh itu. George dengan ceria membuka pintu, dan Asha terbaring di tempat tidur, juga nyengir. "Bagaimana kabarmu buddy?"
"Baik… mana Olv?" Tanya Asha lemah. George terdiam. Dia tidak bisa bilang bahwa Oliver mengirimi burung hantu bahwa dia tidak bisa datang, ada latihan quidditch.
"Dia latihan quidditch." George akhirnya mengatakannya. Asha hanya mengangguk pasrah. DIa jujur, terlalu mengharapkan Oliver. Dan kemudian penyembuh menatap George aneh.
"Mr. Weasley, aku mau bicara,"ucap si penyembuh. George lalu berdiri dan menghampiri Penyembuh yang kelihatan pucat.
"Dia akan meninggal," ucap Penyembuh cepat. George mematung mencerna informasi ini.
PRANG!
A/N : Yang mau tau arti lagunya, ini stepnya:
1. *google*co*id
2. ketik di keyboard-mu, 'Hello Again english lyrics'
3. Klik salah satu web yang ada.
Atau~
Dengerin lagunya di
Link lengkapnya:
triple double u*youtube*.com/watch?v=2FTLnnUWQWI
Salah satu lagu paporit
Tapi agak ga nyambung. Oke Review-review! Kalo mau bad words atau ngejek, mending gausah ya.
'If you don't have good words to say, just shut down.' -Bambie (?)(Pernah denger gitu pas Thumper ngulang )
Hello Again!
