WAJIB: Puter lagu Katy Perry yang The One That Got Away. Wajib! Wajib! _

Dari lagunya aja udah ketebak, kan chapter ini? Deng-deng-deng... kritik dan saran! :3

Harry Potter•Belongs to JK. ROWLING


Chapter 12 : The One That Got Away

Tidak, tidak. George tidak akan percaya hal picisan semacam itu. Tidak mungkin, Asha akan meninggal. Tidak. Dia menatap penyembuh dalam-dalam, berharap dia berkata 'itu bohong' di belakangnya. Tapi tidak ada. Wajah penyembuh itu datar, dan lesu juga. George memandang ruang dimana Asha di rawat dengan hampa. Dia masuk dengan loyo, dengan senyum terpogram di wajahnya.

"Apa aku akan mati?" Tanya Asha enteng ketika George membuka mulut. George memandang Asha horror. Asha tersenyum ramah. "Bagi orang yang berpikiran luas, kematian hanyalah petualangan berikutnya," jelas Asha sambil meminum teh yang di seduh. George tidak nyaman memandang Asha.

"Bagaimana?"

"Bagaimana?" Ulang George, mengangkat alisnya. Asha juga mengangkat alis.

"Tentu saja bagaimana aku mati, bodoh." Tawa Asha. George hanya bisa menatap Asha.

"Sebena—…" Asha juga mengangkat alis.

"Tentu saja bagaimana aku mati, bodoh." Tawa Asha. George hanya bisa menatap Asha.

"Sebenarnya—"

Flashback

"Hanya ada satu yang bisa menyelamatkan nona Young." Jelas Penyembuh. "Mengorbankan sesuatu yang paling berharga bagi si pendonor." Si Penyembuh menatap mata George dalam-dalam. "Tentu saja, dari hatinya paling dalam. Ada mantranya. Tapi kulihat, kamu tidak bisa. Dan tentu saja harus orang yang dekat. Ini karena tercampur dengan ramuanmu,"

"Apa maksudmu aku tidak bisa?" Tanya George marah. Dia tidak terima. Dia mengorbankan segalanya untuk Asha saat ini.

"Saudara kembarmu?" Jawab Penyembuh. "Kau menginginkan dia lebih dari menginginkan nona Young hidup. Kau tidak bisa. Itu keputusan finalmu, aku bisa lihat dari matamu, bocah."

George menunduk. Pilihannya tinggal Oliver…

o0o~

Oliver selesai pertandingan. Tim mereka menang. Oliver jadi bangga, karena tidak ada Asha, dia menjadi menang. Muncul niat untuk mengunjungi Asha. Oliver lalu berganti baju di ruang ganti baju. Dia keluar dengan pakaian muggle terbaiknya. Dia ber-apparate ke rumah Asha, tapi batang hidungnya tidak muncul juga. Oliver mulai cemas. Dia kemudian ingat pesan George. Dia terkesiap. Dia ber-apparate ke depan ST. Mungo cepat-cepat. Dan benar saja. George menatap Oliver horror.

"Kau datang juga," George mencoba tenang. "Waktunya tinggal beberapa menit lagi."

"APA!" Oliver menelan ludah kaget. Dia langsung berlari dan ke spesialis penyembuh itu. Penyembuh itu mengangkat bahu dan meluncurkan mantra kepada Oliver. Oliver akan mengorbankan sesuatu yang berharga baginya.

oOo

Asha POV

Aku membuka mata. Sepasang mata yang sangat ku kenal menatapku. Jadi aku selamat? Kenapa harus dia yang pertama kali aku lihat? Kenapa bukan—George? Aku sepenuhnya membuka mataku, dengan Oliver memelukku. Aku hanya bisa merintih pelan melihatnya.

"George," ucapku. Kata pertama yang kuucapkan bukan 'Oliver' atau 'Olv' tapi George. Olv langsung berhenti memelukku dan matanya melebar. Tentu saja, George langsung bergantian melmelukku. Aku tersenyum lebar ketika melihat George. Dia yang terus mendukungku. Aku melihat George nyengir melihatku. Kemudian aku melihat Oliver dengan muka tidak percaya. "Hai Oliver," balasku lemah. "Terima kasih sudah datang, kau menang? Jelas, tidak ada Asha yang mengganggu." Ucapku menekankan kata menang dan menganggu. Oliver langusung menunduk. Aku tebak, dia menyesal.

"Ma—maafkan aku."

"Tidak apa-apa," aku tersenyum tipis, lalu merebahkan diriku. Aku sudah hampir sembuh, jadi aku akan segera kerja. Memang, departemen-ku sudah agak santai akhir-akhir ini. Aku sangat tidak tahu. Aku tertusuk ketika George bilang Oliver lebih mementingkan quidditch. Jujur, aku memang pernah menyukai Olv dan itu dulu. Camkan itu baik-baik, oke? Dan aku lalu tertidur…

oOo

Saat itu pagi di rumahku. Aku bisa mendengar seorang ber-appparate dan muncul George Weasley. Aku mengangkat alis. Dia masuk dengan wajahnya yang biasa. Aku menutup pintu dan duduk di sofa.

"Jadi, George ada apa?" Tanyaku, membawakan teh untuknya. Dia melepas mantelnya dan mengeluarkan sesuatu.

"A…Asha aku ingin memberikan ini." George mengeluarkan kotak merah darah dan ada cincin di dalamnya. "Kukira ini cara muggle untuk melamar—mengajak menikah atau semacam itu." Aku memandang cincin itu, yang gemerlapan dan sudah disihir. Aku tertawa.

"George, aku ini kakakmu lho! Kau masih menganggapku pasangan?" Aku tersenyum, menepuk bahu George. George wajahnya merah padam.

"Kau tidak tahu betapa penting ini untukku!" Serunya,membanting pintu dan segera ber-disapparate. Aku mematung. Kena—pa? Lalu aku menggelengkan kepala pening. Aku membuka laptop, lalu mengecek beberapa e-mail. Ada e-mail dari… Natsuki.

Re: Bertemu

Bolehkah kita bertemu? Aku ingin bertemu denganmu setelah sekian tahun. Tentang kata terakhirmu padamu sebelum kau pergi.

Aku tertawa sedikit membacanya. Lalu aku mulai mengetik mulus di laptop yang baru ini. Aku merasa agak bersalah dengan George. Tapi… aku tidak mungkin menikah dengan anak yang lebih muda dariku. Aku ber-apparate ke sebuah kafe yang lumayan besar di Inggris, dan menyadari Natsuki sudah duduk, tersenyum ramah. Awalnya aku canggung memeluknya, tapi kemudian kami segera akrab.

"Rasaya jadi seperti dulu ya…" Kau tidak tahu, ini seperti sihir. Aku tidak sadar. Mendadak aku menembus lapisan putih menuju pintu yang membuka, dan bayangan aku yang lulus dengan Oliver memelukku.

Flashback

Summer after high school

When we first smile*

We get out* with your mustang, to radio head

And on my 18th birthday I got a mark from you*

Aku senang sekali karena aku lulus. Aku dan Oliver makan malam hari itu, dan aku baru tahu kalau Oliver punya mustang! Keren! Aku-pun segera ke kafe itu. Ini hari ulang tahunku, dan Olv janji memberiku sesuatu. Aku sampai di kafe yang biasa. Aku nyengir, dan segera masuk kafe dan duduk. Aku memesan teh hijau seperti biasa dan Olv sudah duduk di situ. Dia lalu tersenyum lebar, dan kemudian kami berbincang sejenak.

"Aku ingin bilang, bahwa aku akan pergi…" Olv memulai. Aku tidak percaya. Setelah keheningan yang cukup lama, aku membuka pembicaraan yang tidak terlalu penting.

"Jadi apa nih, kenang-kenanganku?" Candaku lalu mulai mengangkat teh-ku. Oliver menarikku keluar kafe, aku buru-buru meletakkan uang dan kami segera ber-dissaparate, dan ketika aku membuka mata, aku berada di sebuah tempat, dengan banyak bintang bertaburan.

Used to seat at your parent's house

And climb to the roof

Talk about our future

Like we had a clue

Never planned that one day

I'd be losing you

"Ini bukannya rumahmu?" Tanya Aku. Oliver menyeringai malu-malu. Aku mengacak rambutnya. Dan kemudian kami mulai duduk, memandangi bintang yang indah itu. Oliver menatapku tajam. Dia lalu tersenyum, mengangkat tongkat sihirnya dan mulai membentuk hati. Aku bingung, tapi di tanganku, ada seperti luka hati. Aku menatapnya takjub.

"Aku pasti bisa menikahimu nanti, selama tanda itu masih ada!" Oliver membuat tanda yang sama. "Janji…?"

"Asha!" Seru Natsuki. Aku segera tersadar. Natsuki melambaikan tangannya.

"Natsuki… maaf aku tidak enak badan." Ucapku lalu segera berjalan keluar kafe. Gagal total. Aku segera berjalan ketika melihat ke Leaky Cauldron, Oliver sedang terlihat murung. Aku lalu mendekatinya.

"Kau sedang apa?" Tanyaku. Oliver menyipit melihatku.

End of Asha POV

"Aku yang membuatmu SADAR, tapi kau malah tidak berterima kasih dan malah bersama George HAH?" Seru Oliver. Asha menganga. Dia tidak meyangka. Asha lalu mencoba mengendalikan dirinya.

"Karena dia paling tidak memedulikanku! Tidak sepertimu! Quidditch— dan aku pasti tahu kalau kau beranggapan lebih baik tidak ada aku. Iya, kan?" Asha menggebrak meja. Oliver berjalan gusar. Dia berjalan uring-uringan, padahal di kirinya ada tebing yang terjal dan tidak lebih dari 20 meter…. Ckiiiiittttt gubrak!

In another life

I would be your girl

We'd keep all our promises

Be us against the world

In another life

I would make you stay

So I don't have to say

You were the one that got away

The one that got away

Asha Pov

Benar. Penyesalan selalu datang di akhir. Aku menatap tebing curam itu di mana tadi Olv… jatuh. Aku tidak terima. Aku hanya berulang kali berkata aku menyesal. Aku memegang tanda yang di-buat Oliver. Rasanya, segala flashback…

I was June and you were my Johnny Cash

Never one without the other we made a pact

Sometimes when I miss you

I put those records on (Whoa)

Someone said you had your tattoo removed

Saw you downtown singing the Blues

It's time to face the music

I'm no longer your muse

Aku hanya bisa menitikan air mata. Aku harusnya bisa tahu. Aku menolak semua orang selama ini untuknya. Untuk dia. Untuk Oliver. Akut idak sempat menjadi gadisnya— menjadi pacar-pun tidak pernah. Benar. Aku menyesal.

Dan kemudian aku menutup mataku, merasakan kelembutan angin di pagi hari ini. Dan kemudian, dengan helaan napas, aku lalu sampai di Leaky Cauldron. Aku mau menemui George. Aku hanya bisa menatap Tom dengan tatapan lelah dan segera berjalan cepat menuju Weasley Wizarding Wheezes. Dan aku melihat George membulat melihatku dan membuang muka, melayani yang lain.

"George…" ucapku, tapi George mengacuhkanku. Sedangkan adiknya, Ron menatap George dan aku bingung. George benar-benar mengacuhkanku. Ron mengajakku pergi dari keramaian itu.

"Halo… err… siapa namamu?" Tanya adiknya.

"Asha, Asha Young," jawabku. "Panggil aku Asha."

"Kalau begitu aku Ron. Mau terapi denganku sedikit?" Ron nyengir. Aku mengangguk.

Asha POV END

Asha dan Ron segera berjalan-jalan sekitar Diagon Alley. Asha mentraktir Ron es krim Florean, Ron agak… memerah karena ini, tapi mereka bersenang-senang. Asha tersenyum setelah berapa kali menangis—selalu mendatangi toko Leaky Cauldron dengan muka sembab dan tidak berdaya. Ron membuatnya tertawa selepas-lepasnya. Dia menceritakan apa yang di alaminya ke Ron. Ron agak sedikit bergejolak perutnya ketika Asha bilang bahwa dia menolak George;

"Maafkan aku. Aku hanya menganggapnya sisa. Aku memang tidak baik. Aku akan single selamanya," Asha menghela napas.

But in another life

I would be your girl

We'd keep all our promises

Be us against the world

In another life

I would make you stay

So I don't have to say

You were the one that got away

The one that got away

The o-o-o-o-o-one [x3]

The one that got away

Dua tahun

Hampir lebih dari 5 orang yang melamar Asha. Tapi Asha menolak. Dia tidak ingin dan tidak mau. Tapi suatu hari, George mendatangi rumah Asha. Dia memeluk Asha dan berkata bahwa dia meminta maaf. Dia seharusnya tidak begitu. Dan dia membuka kotak beludru yang sama, berwarna merah. Saat itu refleks Asha memegang tanda yang di buat Oliver padanya. Dia menunduk.

Dia menghela napas. "Untuk saat ini George, aku akan menerima cincin itu, biarkan aku mengheningkan diri." Asha segera ber-apparate. Kemana? Tentu ke tebing tempat Oliver tergelincir.

All this money can't buy me a time machine (Nooooo)

It can't replace you with a million rings (Nooooo)

I should've told you what you meant to me (Whoa)

'Cause now I pay the price

Dia terbayang saat Oliver tergelincir. CKIIITT! Dan Asha hanya bisa menunduk. Menatap jari manisnya yang di huni oleh cincin. Asha menggeleng lemah. Dia memang payah. DIa lalu tersenyum, memegang tanda-nya.

In another life

I would be your girl

We'd keep all our promises

Be us against the world

In another life

I would make you stay

So I don't have to say

You were the one that got away

The one that got away

The o-o-o-o-o-one [x3]

Asha membuka matanya. Di hidup lain. Bagaimana kalau dia mati juga? Ketika dia siap melompat, seseorang memegang tangannya.


A/N : Makasih buat yowkid, you're very my dearest senpai. And pendatang baru (jiah?)

Korean Potter! (Betul ga sih diiejanya?)

Maaf deh kalo ngebingungin, fict pertama saya sih :3

Karena libur, saya bisa bikin cepat.

Curhat. Nggak sempet nonton Katy Perry! Aaaaa!

#Galau

Ok. Thank u to the max buat yowkid sekali lagi.
Daisuki Da yo!

"If you don't have proper word to say, rather shut up." -Thumper (With modification)

Katy Perry- The One That Got away ©


A/N part 2 :

Lirik lagu yang aku ganti:

Summer after high school

When we first smile*

We get out* with your mustang, to radio head

And on my 18th birthday I got a mark from you*

Harusnya:

Summer after high school

When we first met

We make out with your mustang, to radio head

And on my 18th birthday we got that chain tatoos

Karena emang mereka udah ketemu lama, terus mereka ga pernah 'Make Out' jadinya kuganti ^^"

Used to seat at your parent's house

Harusnya:

Used to steal your parent's liquor'

I don't have idea what the hell is Liquor. Jadi kuganti aja. Mungkin tangga, tapi karena mereka penyihir, jadi kuganti.

Oh ya, setting Leaky Cauldron kubuat ada tebingnya -_-"" Biar memudahkan cerita.

Thanks before.