yowkid : makasih untuk review senpai! Ini dia chapter terbaru!

Disclaimer: HP belongs J.K Rowling


Chapter 13 : Happened

Asha tidak mau tahu. Dia lalu tetap bersikeras akan melompat. Dia melihat George Weasley menatapnya. Asha mulai menangis. Dia menjatuhkan dirinya di pelukan George Weasley. George lalu mengelus punggungnya.

"Kalau kau memang cinta padanya, bagaimana kalau kau mati bersamanya? Kau bisa ke departemen misteri, dan seperti pembalik waktu begitu?" George tersenyum tulus. Yang belum pernah di lihat Asha sebelumnya. Asha mengangguk, dan ber-apparate bersama George ke departemen misteri.

Mereka ke ruangan yang banyak jam-nya, dan menyusuri sampai ke sebuah jam yang menunjuk persis malam itu. Asha menelan ludah. Kemudian memasuki jam itu. Rasanya berputar-putar, dan dia sampai di jalan Leaky Cauldron. Dia terjatuh dan memutar kepala, melihat adanya Oliver. Dia melihat dirinya sendiri, berjalan masuk ke Leaky Cauldron, dan tentu saja, suara teriakan mulai terdengar. Oliver Wood langsung keluar dengan sempoyongan, menyumpah-nyumpah.

In another life

I would be your girl

We keep our promises

Be us against the world

Asha langsung memeluk Oliver. Oliver kaget dan tidak suka tetapi dia membiarkan Asha memeluknya erat. Dia kemudian mendengar suara decitan suara mobil dan dia terasa terjatuh, tapi dia menganggap semuanya menjadi rabun dan kemudian dia tetap memeluk erat. Oliver.

oOo

Dia merasa ada seseorang yang membangunkannya. Dia melihat sekitar. Ini seperti… atap rumah Oliver. Dan orang itu, Perawakannya seperti Dumbledore. Atau memang, Dumbledore. Asha mengerjapkan matanya. Teringat lagi Oliver Wood.

"Ma—mana Olv sir? Sa-saya tadi…" ucap Asha gugup. Dumbledore tersenyum sedikit, menatap tajam lewat mata birunya.

"Ms. Young. Kau belum mati. Kau menyelamatkan yang mau mati." Ucap Dumbledore. "Ini seperti hutang penyihir. Kau boleh memilih untuk kembali atau tidak."

"Bagaimana dengan Olv?" Tanya Asha cemas. Jawaban terburuk dia memperkirakan yang akan diteirma.

"Anda mau bertemu dengannya miss…?" Tanya Dumbledore jenaka. "Mr. Wood menunggu dari dulu di sini." Dan ketika Dumbeldore menjentikkan jarinya, Oliver langsung muncul. Mereka saling memeluk, dan Asha langsung mencium Oliver! Oliver tersenyum dan mereka mulai berciuman cukup lama sedangkan Dumbledore hanya melongo. Setelah tahu Dumbledore memperhatikan, mereka saling nyengir. Lalu mereka menunduk.

"Maaf sir tapi saya—"

"Kembalilah ke pusaran itu," Dumbledore tersenyum. Asha tersenyum dan melompat ke pusaran itu, tidak ketinggalan pula Oliver. Asha begitu bahagia melihat Oliver selama ini. Walaupun baginya pusaran itu pusing sekalipun, tidak sebanding dengan Oliver.

"Merindukanku?" Oliver menyeringai. Asha menangis.

"Baka-aho!" Serunya. Mereka kembali berciuman, dan Asha dan Oliver tidak sadar mereka tidak di pusaran lagi, tapi mereka tetap berciuman, yang makin lama makin panas. Ketika Oliver baru mau mendorong Asha, ada suara deheman. Mereka berhenti sesaat, tidak memperlebar jarak, tapi mengerling dari mata siapa yang mendehem. Ketika melihat Harry Potter berdiri di meja auror-nya, mereka memisahkan diri dengan muka memerah.

Asha menunduk tidak melihat reaksi Harry dan memegang bibirnya yang masih hangat. Dia tersenyum dan menjilat bibirnya. Harry geleng-geleng kepala. Tapi dia kaget ketika melihat Oliver Wood.

"Hei Potter." Seyum Oliver. Harry terkaget-kaget.

"Ka—kalian… Young… kau bukan hantu, kan?" Harry memastikan. Asha menggeleng dan tertawa. Oliver nyengir dan kemudian menggandeng Asha keluar. Harry hanya bisa melongo.

oOo

Asha dan Oliver berjalan ber-dissaparate ke jalan di depan rumah Oliver. Asha menatap mata Oliver. Dia merasakan pertama kali mereka bertemu.

The way you move is like a full on rainstorm

And I'm a house of cards

You say my name for the first time, baby, and I

Fall in love in an empty bar

"Namaku Oliver Wood."

"Namaku Asha Young.."

"Hei Asha—"

Asha tersenyum pada Oliver. Oliver tertawa sedikit.

"Kau belum puas? Masa' aku harus menyewa kamar hotel?"

"Untuk apa?" Tanya Asha lugu.

"Yah untuk 'itu' lah!" Senyum Oliver nakal.

"Baka-aho! Pervert!" Seru Asha, meluncurkan mantra kutukan pada Oliver sehingga Oliver meminta ampun. Asha tersenyum simpul dan mengembalikan tongkatnya ketika hujan turun. Oliver mengambil tongkatnya ketika Asha menahannya. Asha tersenyum dan mendekat ke Oliver.

And you stood there in front of me just

Close enough to touch

Close enough to hope you couldn't see

What I was thinking of

"Asha aku mencintaimu… apa kau akan membalas?"

"Bagaimana…. Ya?" Sebetulnya aku ingin sekali berkata ya.

Asha tersenyum lagi. Dia lalu menutup matanya lagi.

Drop everything now

Meet me in the pouring rain

Kiss me on the sidewalk

Take away the pain

'Cause I see, sparks fly whenever you smile

Get me with those green eyes, baby

As the lights go down

Something that'll haunt me when you're not around

Kehangatan lagi yang di rasakan oleh Asha. Tidak—kali ini lebih agresif, seperti ingin semuanya. Dan kali ini, dia dapat merasakan…

oOo

Gonna strike this match tonight

Lead me up the staircase

Won't you whisper soft and slow

I'd love to hate it

But you make it like a fireworks show

"Maaf malah kau harus yang menuntuunku," Oliver tersenyum lemah. Asha tertawa.

"Ini bukan apa-apa, Olv." Ayo duduk. Aku harus berbicara pada George. Dia tidak bisa kalau tidak mematahkan kakimu. Aku yang seharusnya salah." Ucap Asha, lalu kemudian dia menemui George.

"George maafkan aku." Kata Asha. George mengacuhkannya. Asha nyengir dan menunjukkan cincin itu.

"Ini akan jadi rahasia antar kita berdua." Asha mencium George singkat, dan berjalan pergi.

TO BE CONTINUED


A/N : Gimana yowkid? XD Let the match, begin!