By : CherryBlossoms
Dislaimer : Masashi Kishimoto
`Warning : Gak jelas,OOC
Pairing : SasuSaku
Rate : T
"Hoahm! Selamat pagi semua!" Aku merenggangkan diriku yang terasa kaku sehabis bangun tidur. Lalu menatap ke teman-temanku. Eh? Mereka masih tidur? Padahal hari Sabtu. Oh ya kalian jangan berpikir kami libur ya. Kami masih ada ekskul hari ini. Yaitu Theater pada pukul 09.30. Aku mengecek jam tangan ku. Masih pukul 7 pagi. Aku berjalan dengan tergopoh-gopoh ke kamar mandi. Ingin segera mandi karena gak tahan dengan tubuhku yang lengket sehabis bangun tidur.
Aku menguncir rambutku Lalu masuk kekamar mandi. Aku menghela nafas panjang di dalam bathtub yang berisi air hangat. Aku menutup mataku sejenak. Entah apa yang ingin aku bayangkan. Tiba-tiba pikiran itu melintas. Aku membayangkan lagi. Ya ini memang kekanak-kanakan. Tapi semenjak aku putus dan patah hati. Aku jadi sering membayangkan kalau nanti akan muncul seorang cowok yang memang sesuai tipeku. Tinggi,tampan,berkulit putih,jago main basket,cool,jutek,dan semacamnya. Tapi sepertinya tidak mungkin ya? Aku menyudahi mandiku. Dan juga menyudahi khayalan ku.
Setelah aku berganti baju,memakai handbody dan menyisir rambut aku berjalan ke arah Ino dan Hinata yang masih tertidur lelap. Aku menarik nafas dan ..
"HEI! KALIAN PIKIR INI JAM BERAPA? AYO BANGUN! DAN AYO CEPAT MANDI!" Aku langsung menarik selimut mereka. Mereka pun mulai bergerak tanda sudah bangun. Hinata yang bangun lebih dulu spontan langsung mengambil baju ganti dan berlari ke arah kamar mandi.
Sekarang tinggal Ino. Merasa kesal aku langsung menyubit pelan kaki Ino. Ino hanya menggeliat. Aku mencubit nya lagi. Namun sekarang lebih kencang. Dan ternyata cara itu ampuh. Dia langsung terbangun dengan mata yang berat. Merasa tugas ku sudah selesai untuk bagian ,ini aku berjalan ke bawah atau lebih tepatnya ke dapur. Yah mau bagaimana lagi. Mereka memang terkadang pemalas.
Aku mulai mencari bahan-bahan yang aku perlukan. Eh? Tidak ada satupun bahan yang kutemukan. Terpaksa aku hanya akan membuat roti selai saja deh. Setelah selesai aku menatanya di meja makan. Sambil menunggu mereka siap-siap,aku membuka laptop ku. Memakai headphone ku yang berwarna putih bergaris hitam. Dan mulai menyetel lagu favorit di ipod ku.
Aku mulai masuk ke internet. Entah apa yang akan ku lakukan. Yang penting aku selalu membuka account ku. Aku melahap sarapanku yang berupa roti berisi selai. Aku mulai mengecek inbox message ku yang sudah penuh.
"Selamat pagi Sakura!"
Aku menengok ke arah sumber suara. Dan melihat kedua sahabat ku yang sudah selesai mempersiapkan diri mereka. Mereka turun dan pergi ke meja makan. Mengambil beberapa lapis roti yang sudah kupotong-potong dengan rapi dan duduk di sebelahku. Lalu menatap ke arah layar laptop ku.
Aku menatap tingkah laku mereka yang aneh. Memang mereka sudah seperti ini dari dulu. Tapi gak tau kenapa,aku tetap tidak bisa menyesuaikan diri dengan mereka. Aku melanjutkan pekerjaanku. Aku tidak sekedar bermain lho. Aku juga bekerja lewat laptop. Ya bisa dibilang,meski baru kelas smp aku sudah bisa berjualan lewat internet. Lumayan mendapat uang tambahan hehe.
Aku mengecek jam tangan pink yang berada di tanganku. Pukul 8.50. Rasanya waktu berjalan begitu cepat ya. Aku langsung merapikan laptop ku dan mematikan lagu yang dari tadi aku dengar. Ino dan Hinata juga sudah selesai dengan acara sarapan mereka. Aku mengambil jaket putihku dan mengenakannya. Lalu kami berangkat.
.
.
.
Kami berjalan seiringan di jalan yang sepi. Aku menghirup udara segar. Entah kenapa,hari ini aku merasa senang sekali. Aku menatap wajah kedua sahabatku. Tersenyum seperti biasa.
"Oh ya.." Ino mulai bicara. Aku dan Hinata menatap Ino dengan penasaran.
"Ada apa?" Tanya Hinata
"Hm.. Tau gak, tau gak?" Tiba-tiba Ino jadi girang sekali. Aku dan Hinata hanya bisa bertatap muka.
"Kau ini kenapa sih Ino Pig?" Aku memukul pelan kepalanya
"Aduh! Sakit Forehead! Hehehe"
Aduh! Apa Ino sudah gila? Baru saja dia ingin marah tapi tiba-tiba dia ketawa. Apa ini karena cake yang kemaren dia makan? GAK MUNGKIN.
"Sebenarnya ada apa sih Ino?" Tanya Hinata yang sudah terlihat kesal.
"Sebenernya.. Aku baru ditembak semalam.. Heheh" Wajah Ino sudah mulai memerah
"EH? Sama siapa?" Tanya ku yang sudah tersenyum lebar
"Sama Sai-kun. Hehe si jago gambar itu lhooo. Anak kelas 9." Ino sudah meremas-remas boneka kecil yang digantung di hpnya.
"Wah! Keren! Kakak kelas dong? Ciee punya pacar kakak kelas" Goda Hinata sambil mencubit iseng lengan Ino
"Ah Hinata jangan gitu doong. Kan jadi maluu" Ino mulai memanyunkan bibirnya.
"PJ ( pajak jadian ) jangan lupa yaaa.. Hehhee" Aku pun tidak mau ketinggalan dengan Hinata. Kami berjalan bersama sambil melontarkan banyak pertanyaan tentang Sai. Ino? Jangan ditanya,mukanya udah berubah menjadi semerah tomat.
Akhirnya kami sampai di sekolah ku. Kami berjalan bersama-sama ke dalam. Aku melihat kesekeliling. Melihat teman-teman yang sedang asyik bermain. Dan mataku berhenti saat melihat sesosok lelaki. Dengan kulitnya yang putih,badannya yang tinggi,dan senyuman yang datar namun memukau.
"Ino,ada Sai tuh!" Aku langsung menyenggol Ino. Dan benar saja,Sai mulai berjalan mendekat ke arah kami.
"Permisi,boleh pinjam Ino?" Tanya nya dengan senyuman tipis. Aku dan Hinata hanya bisa mengangguk dan cengo. 'Selamat bersenang-senang Ino' aku berkata dalam hati.
"Ino! Nanti menyusul ya di ruang Theater." Ino hanya mengangguk sambil terus berjalan.
"Yuk Hinata." Aku menarik tangan Hinata menuju ke dalam sekolah.
Kami berjalan ke arah ruang Theter yang berada cukup jauh. Kami berjalan beriringan di koridor yang beralaskan karpet merah. Kok hari ini sepi ya? Biasanya kalau hari Sabtu banyak anak-anak yang bermain di sepanjang koridor. Aku menatap Hinata yang masih asik dengan ponsel ungu nya.
Sepertinya hanya aku yang belum punya pacar. Hinata baru 1 bulan lalu jadian dengan Naruto baka kelas 9 juga. Sepertinya Naruto kenal Sai. Oh ya Naruto itu sahabatku ya,dan kebetulan akulah yang menjadi penghubung diantara Hinata dan Naruto. Padahal aku sendiri lagi bermasalah,tapi aku malah ngurusin orang lain. Huh..
Kami duduk di bangku kayu di taman dekat ruang theater. Aku mulai mengambil ponselku. Eh? Aku mendapat sms. Dari siapa? Dari Gaara? Aku membuka sms ku dan.. SASORI? Kenapa dia sms? Sasori adalah kakak kelas ku. Kelas 9 juga. Kami gak deket sih,cuma sering sms aja. Aku membuka sms darinya.
From : Sasori ( mobile )
Hai Saku.. Ke sekolah hari ini? Mau ekskul Theater kan?
Aku mengkerutkan alisku. Apa-apaan ini? Tiba-tiba mengirim sms seperti ini. Yah mau gak mau aku tetap harus membalasnya.
From : Me
Iya. Hehe
Dengan ragu aku memencet tombol send. Aku menatap sekeliling ku. Dan berhenti ketika melihat seorang bocah berambut kuning dan mata biru cerah. Dia sedang mengintip dari balik semak-semak. Aku menghela nafas dan menyenggol Hinata.
"Noh,ada Naruto." Aku berkata sambil cekikikan sendiri. Hinata sudah mulai merah persis dengan Ino. Aku melihat ke arah bocah yang bernama Naruto. Dengan cepat aku mengambil batu kecil yang ada di depanku dan melemparnya. Dan tepat menganai kepala kakak kelas ku itu. Aku tertawa terbahak-bahak ketika melihat Naruto yang keluar dari tempat persembunyiannya sambil memegangi kepalanya. Dia berjalan ke arah kami.
"Aduh Sakura! Apaan sih! Sakit!" Katanya dengan kesal
"Hehhe gomen" Kata ku sambil menjulurkan lidahku.
"Pinjam Hinata ya." Katanya memohon
"Iya silahkan" Kataku sambil mendorong Hinata pelan
Akhirnya mereka pergi meninggalkanku. Agak menyesal jadinya. Tapi mau bagaimana lagi,Hinata toh juga senang pasti bersama Naruto. Tiba-tiba aku teringat kalau tadi aku sedang smsan dengan Sasori. Ah,sudah ada balasan.
From : Sasori ( mobile )
Oh, gak apa-apa kok. Cuma nanya hehe. Ya udah. Good Luck ya
Aku mulai menuliskan kata-kata untuk membalas sms singkat itu. Agak bingung mau menulis apa. Aku berpikir sebentar.
From : Me
Haha iya. Makasih :)
Aku mengunci hp ku dan menaruhnya di tas pinku. Mataku mulai menerawang seisi taman,berharap bertemu seseorang yang menarik. Mata emeraldku berhenti ketika melihat sesosok laki-laki yang berjalan di sekitar taman. Aih tidak terlihat jelas. Aku mulai memicingkan mataku. Siapa dia? Aku belum pernah lihat. Laki-laki berkulit putih pucat,bermata onyx,rambutnya yang berwarna hitam mencuat kebelakang,badannya tinggi,wajahnya.. OH MY GOD! Dia tampan sekali!
Aku mulai meremas-remas tas ku. Aku menggigit jariku sendiri agar aku tidak teriak. Tapi siapa dia? Sepertinya aku belum pernah melihatnya. Dengan perlahan-lahan aku melakukan hal yang sama seperti Naruto. Bersembunyi di balik semak-semak. Astaga! Konyok sekali! Tapi rasa penasaran yang teramat besar memaksaku untuk melakukan hal seperti ini. Aku mulai memicingkan mata lagi. EH? SUNGGUH! DIA TAMPAN SEKALI!
Aku melihat ada seorang yang berlari ke arahnya. Eh itu Naruto dan Hinata! Apakah laki-laki itu temannya Naruto?
"TEME!" Naruto berteriak dari jarah jauh. Namun suaranya bisa mengguncang telingaku. Ugh,telingaku sampe sakit. Aku masih konsentrasi dengan laki-laki itu. Eh tunggu! Naruto memanggil nya dengan sebutan teme? Masa namanya Teme? Aku berpikir sejenak. Namanya agak aneh. Ah biarkan lah,nama tidak penting. Aku tersenyum lebar. Entah kenapa aku merasa senang ketika melihat laki-laki itu.
- Pulang Sekolah -
"Naruto!" Aku berlari kearah sahabat laki-laki ku. Disusul dengan kekasihnya Hinata serta sahabatku Ino.
"Ada apa Sakura?"
"Hm boleh aku bicara berdua?" Aku menatap Hinata sebentar. Dia tersenyum dan mengangguk. Hinata menarik tangan Ino menjauh. Sekarang tersisa aku dan Naruto.
"Kenapa sih?" Tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Hm sebenernya aku mau nanya sesuatu.."
"Nanya apa?"
"Hmmmmm.. Ngg... Gak jadi deh! Bye!" Aku langsung berlari menuju Hinata dan Ino meninggalkan Naruto yang masih mematung karna bingung.
Aduh! Harusnya aku berpikir dulu. Aku yakin Naruto pasti penasaran. Tapi,kalau aku bertanya sekarang Naruto bisa ngejek aku setiap hari. Menyusahkan saja! Aduh,tapi gimana ya? Aku sangat ingin tau tentang laki-laki itu. Aku berhenti berlari ketika sudah berada di depan kedua sahabatku.
"Sakura? Ada apa? Kok kamu kayak abis lari gitu?" Tanya Ino
"Haha gak apa-apa. Pulang yuk!" Aku langsung menarik tangan mereka menuju ke luar sekolah. Ya Ino dan Hinata aku yakin masih bingung dengan ke adaan ku sekarang. Eh! Hari ini kan hari Sabtu. Seharusnya aku pergi ke SD. Ya itulah kebiasaan ku. Setiap Sabtu aku,Ino,dan Hinata pergi ke SD untuk mengunjungi guru-guru lama kami.
"Oh ya kita kan mau ke SD. Ya kan?" Aku bertanya dengan penuh pengharapan agar mereka bilang 'IYA'
"Hm tentu" Ino tersenyum kecil
"Hm Sakura. Tunggu Naruto ya, katanya dia mau ke SD juga." Kata Hinata sambil mengadukan kedua jari tulunjuknya.
"Hinata! Sakura! Ino!" Kami serempak menengok ke arah suara tersebut. Ah Naruto,tepat waktu.
"Jadi? Ayo berangkat. Naruto udah ada disini." Yang lain hanya mengangguk saja.
"Oi Saku. Tadi mau nanya apaan? Penasaran nih." Kata Naruto sambil mengangkat salah satu alisnya.
"Eh? Hm .. lupain aja Naruto. Hehee" Aduh mati aku! Seperti dugaan,Naruto pasti akan mengungkit-ungkit lagi masalah ini.
"Ah.. Ayolah.. Kan kita sahabat!" Dia terus membujuk ku menggunakan puppy eyes nya. Ih dasar! Menyebalkan!
"Hm gak apa-apa kok! Bukan apa-apa!" aku mulai panik
"Hey,hey kalian lagi ngomongin apaan sih?" Tanya Hinata.
"Gak ngomongin apa-apa Hinata" Aku buru-buru menjawab pertanyaan nya sebelum Naruto berkata yang aneh-aneh.
Tak terasa kami sudah sampai di depan gerbang SD konoha school. Ya karena memang jaraknya yang tak jauh dari sekolah SMP. Kami masuk dan langsung disambut oleh adek-adek kelas yang memang merupakan teman kami. Kami berempat berjalan ke lapangan belakang. Ah jadi kangen masa-masa dulu. Setiap istirahat kami berempat pasti jalan bareng ke belakang dan mataku pasti selalu tertuju ke bocah berambut merah yang bernama-. Ah! Jangan lagi! Sesampainya di belakang,kami langsung mengambil tempat duduk favorit kami. Di pojokan dekat kantin. Sangat nyaman berada di sana. Apalagi diatas tempat duduknya ada pohon yang sangat rindang.
Aku menerawang seisi lapangan dan- OH MY GOD! Itu dia! Laki-laki yang bernama- err siapa tadi? Teme? Ahh! Itu benar-benar dia. Astaga cakep banget!
"Oi Teme!" Tiba-tiba saja Naruto memanggilnya. Aduh! Dipanggil lagi. Gimana nih!
Namun orang yang di panggil tidak menanggapi Naruto sama sekali. Sedikit kecewa,kukira dia bakal berjalan kesini. Aku menundukan kepalaku. Huh mungkin aku saja yang terlalu berlebihan. Toh aku gak kenal sama dia. Dan kemungkinan besar laki-laki setampan dia sudah ada yang punya. Ck menyesal sudah aku ini.
"Sakura awas!" Tiba-tiba suara Ino menganggetkan ku. Baru aku ingin angkat kepala dan
BUGH!
.
.
.
.
"A..Apa?" Pandanganku jadi rabun. Aduh aku pusing. Pusing sekali
"Sakura! Kau enggak apa-apa kan?" Suara siapa itu? ino atau Hinata. Ah jangan-jangan aku menjadi tuli! Ha tidak mungkin.
"Sakura!" Ah itu suara HInata. Aku mencoba membuka mataku perlahan. Aku melihat Naruto,Ino,Hinata dan Teme. Eh apa? Teme! Dengan cepat aku membuka mataku. Astaga itu benar-benar dia! Apa yang dia lakukan?
"Sakura kamu enggak apa-apa?" Tanya Ino dengan wajah cemas.
"Memang aku kenapa?"
"Tadi kamu ketimpuk bola sama Teme bodoh ini!" Kata Naruto dengan nada menyindir. Ah jadi tadi aku kena bola.
"Maaf ya." Katanya dengan suara ngebass. Ah indah sekali suaranya. Aku hanya menatap nya tanpa mengeluarkan suara apapun.
"Hey,aku minta maaf" Katanya agak menaikan nada suaranya.
"Ah iya gak apa-apa." Aku mencoba berdiri aduh terasa berat. Aku masih belum bisa berdiri. Aku melihat sekeliling ku. Aku masih duduk dibangku yang sama. Sebelah kiri ku Ino sebelah kanan ku Teme. Apa? Teme? Waduh gawat! Bisa-bisa wajahku merah ini. Oh GOD!
"Kenapa?" Tanya nya tanpa melihat kearahku.
"Ah? A .. Apanya ya.. Yang kenapa?" Tanya ku gugup
"Hn,aneh sekali"
DEG
Apa dia bilang? Aneh? Aku aneh? Aduh rasanya jantungku nyesek banget! Dibilang aneh sama orang yang kita suka? Aku mencoba mengatur nafasku yang masih sedikit tercekat,dan mencoba menahan emosi ku yang mau meledak.
"Nih.." dia menyodorkan ku sebotol minuman. Aku menerimanya dengan perlahan-lahan.
"Makasih.." Kataku dengan senyum tipis
"Eh Saku. Disana ada Sai,aku kesana ya! Hehe bye" Ino berlari meninggalkan kami berdua. Hii berdua? Aduh aduh aduh! Rasanya aku ingin terbang saja sekarang. Oke oke,aku gak akan bertingkah bodoh di depan Teme. Aku mencoba membuka botolnya. Susah? Yah susah lagi! Aku mencoba dan mencoba terus menerus. Tetap tidak bisa.
"Sini ah" Dia merebut botol minuman itu dengan agak kesal. Aku jadi sedih. Kesan pertama yang dia dapat dari ku adalah aneh. Dan sepertinya Teme tidak menyukaiku. Dia memberikan ku botol yang sudah terbuka. Aku memandangnya yang sedang meminum soda kaleng.
"Thanks Teme" ucapku
PRUUFFFFTTT!
Lho? Tiba-tiba saja minuman yang sedang dia minum terciprat keluar.
"Aduh.. Kau kenapa?" Tanya sambil menepuk-nepuk punggunya dengan pelan
"Ah kau ini! Kenapa memanggil ku Teme hah?" Tanya nya yang masih berusaha untuk meredakan batuknya
"Eh? Itu kan namamu. Naruto saja memanggil mu seperti itu." Jawabku sambil malu. Apa aku salah nama ya? Dia diam menatapku,mata onyx nya menatapku dengan tajam. Wuaah dia menakutkan!
"Kau pikir namaku Teme eh? Bodoh" Katanya sambil meremas kaleng soda yang sudah kosong dan membuangnya di sembarang tempat. Hah sekarang dia memanggil ku bodoh,aduh hancurlah riwayatku.
"Namaku Uchiha Sasuke,bukan teme" Katanya dengan tatapan datar.
"Hah? Oalah haha Sasuke ya? Ma.. Maaf Sasuke-kun" jawabku sambil menggaruk belakang kepalaku.
"Hn" akhirnya dia berjalan ke tengah lapangan dan melanjutkan permainannya yang sempat terganggu. Mataku terus bergerak mengikuti arah kemana dia pergi. Sungguh laki-laki ini. Jadi namanya dia Uchiha Sasuke ya? Dengan segera aku membuka tas ku dan mengeluarkan buku catatan ku. Dan aku menuliskan namanya di selembar kertas paling belakang.
'Uchiha Sasuke is my prince' aku tersenyum bahagia. Sangat bahagia,mungkinkah dengan kehadirannya aku bisa melupakan nya? Ah aku harap sih begitu.
Aku terus memandangnya dengan senyuman yang menghiasi wajahku. Permainanya sungguh bagus,mungkin dia masuk kedalam tim basket di sekolah. Oh ya! Aku lupa bertanya dia sekolah dimana! Argh sial! Tapi gak apa-apa deh aku sudah tau namanya,hehe. Aku sudah mulai melamun lagi tapi suara dari handpone ku sukses membuat ku batal akan lamunanku. Telfon dari tou san? Tumben dia menelfon. Dengan segera aku mengangkat telfon itu.
"Halo?"
"Ah Sakura. Hari ini akan ada tamu penting,jadi sebaiknya kau pulang sekarang ya." Aku mencibirkan bibirku.
"Ah tou san aku masih mau bermain sama Ino dan Hinata." Sebenernya sih bukan bermain,tapi aku masih mau ngeliatin si Uchiha ini.
"Ah sudahlah,pokoknya kau pulang ya. Supirmu sudah nunggu di depan sekolah" TUT TUT TUT. Cih menyebalkan. Yah mau gak mau aku harus pulang. Aku berlari ke arah Ino dan Hinata dan berpamitan. Setelah itu aku berjalan menuju lapangan depan. Aku memandang sang Uchiha dan tersenyum.
"Selamat tinggal Sasuke-kun" Aku berbisik dan terkekeh kecil. Wuah sungguh hari yang menyenangkan.
~ Kediaman Haruno ~
"Tou san! Kaa san! Aku pulang" Aku melepas sepatu ku dan menaruhnya di rak sepatu yang tertata rapi.
"Sakura! Ayo cepat mandi dan ganti bajumu. Bajunya sudah kaa san taruh di kamarmu. Cepat sana,tamunya keburu datang" Kata seorang wanita yang mempunyai rambut merah muda sama sepertiku.
"ck iya kaa san~" Kataku sambil berlari ke kamarku.
Hm tamu? Aku sering kedatangan tamu. Tapi kenapa yang ini sangat di perhatikan ya? Dengan cepat aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan badanku. Setelah selesai aku berjalan ke arah tempat tidur. Wah sepertinya gaun baru yang di belikan kaa san. Gaun selutut dengan warna hitam. Kesannya manis. Aku langsung mencoba dress tersebut dan melihat diriku di cermin.
Nah tinggal satu masalah sekarang. Rambutku gimana? Tidak lucu kalau di gerai. Hmm aku berpikir sejenak. Aku cepol sajalah. Akhirnya setelah 30 menit bersiap-siap aku turun kebawah. Tepatnya ke ruang tamu. Sudah tersedia banyak makanan. Ruangan pun sudah dihiasi dengan mewahnya. Tamu macam apa sih yang akan datang? Aku berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa panjang berwarna emas. Aku menunggu dan menunggu. Sampai 1 jam? Astaga katanya tamu nya akan segera datang! Ah kaa san membohongiku nih.
"Sakura! Tamunya sudah datang! Bersikap manis ya. Tamu kita mempunyai 2 orang anak. Salah satunya adalah tamu yang harus kau urusi. Mengerti?" perintah tou san. Aku hanya mengangguk tanda mengerti. Lalu aku lihat sepasang suami istri masuk kedalam rumah kami dan berjalan menuju ke ruang tamu. Tempat dimana aku berada. Di belakangnya aku melihat seorang pemuda berambut panjang dan diikat. Sepertinya anak mereka. Dan di belakangnya lagi aku melihat seorang pemuda,sepertinya dia sebaya denganku. Eh? Tunggu dulu! Mata onyx,rambut hitam yang mencuat kebelakang,kulit putih pucat. Dia kan? Sasuke-kun adalah tamuku?
TBC
Wah wah wah.. Gomeeeen kalau jeleeek hueeee DX
Saya belum pandai membuat fic. Maafkan sayaaaa _
RnR plis? Aku sangat menghargai kalau senpai mau memberikan kritik atau saran. Hehe :3
Arigatoooo ^_^
