By : CherryBlossoms

Dislaimer : Masashi Kishimoto

Warning : Gak jelas,OOC banget, abal benget -_-"

Pairing : SasuSaku

Rate : T

"Selamat datang di kediaman Haruno" Sapa tou san dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

Ibu ku tersenyum sambil berbincang dengan seorang wanita berambut panjang. Aku? Aku cengo dan diam layaknya patung. Otakku masih belum bisa menerima keadaan yang terjadi di sini. Tadi tou san bilang 'Tamu kita mempunyai 2 orang anak. Salah satunya adalah tamu yang harus kau urusi. Mengerti?'. Salah satunya? Kira-kira yang mana ya? Sasuke atau satunya lagi? Wuaah jantungku berdetak kencang sekali.

"Haruno Sakura kan?" suara itu telah berhasil menghancurkan lamunanku. Aku menatap orang yang baru saja menyebut namaku. Kok wajahnya mirip Sasuke-kun ya?

"I.. I .. Iya" Kataku sambil menunduk dan tersenyum semanis yang ku bisa

"Uchiha Itachi. Anak pertama di keluarga Uchiha." Kata laki-laki itu. Sepertinya dia jauh lebih tua dibanding aku. Apa dia kakaknya Sasuke-kun? Oh ya! Dimana dia? Ah! Itu dia.. Sasuke berjalan ke arah sini! Ke arah ku! Apa dia ingin menemuiku? KYAA senangnya! Err~ tunggu dulu.. Aku disini berdiri dengan KAKAK nya,jadi.. Ah benar juga. Untuk apa coba dia berjalan ke arahku. Pasti dia kesini cuma mau nyamperin kakaknya.

"Oi Sasuke!" Laki-laki pemilik nama Itachi itu melambaikan tangannya dan menyuruhnya ke sini. Orang yang dipanggil hanya berjalan tanpa mengatakan apapun.

"Coba lihat Sasuke! Manis sekali ya!" Kata Itachi sambil menyenggol lengan Sasuke. Siapa manis? Aku? Hah? Hm apa yang akan dikatakan Sasuke ya?

DEG DEG .. DEG DEG ..

Aduh jantungku berdetak kencang. Kira-kira dia bilang aku manis gak ya? Ah gak mungkin dia bilang aku manis.

"Hn"

~hening~

APA? DIA HANYA MENJAWAB 'hn' apa dia gak punya jawaban yang lebih pantas? Misalnya bilang biasa saja,atau jelek, atau iya dia manis. Hadooh! Apa dia masih kesal soal yang tadi disekolah? Tapi itu kan salah dia! Yap pikiran ku sudah diaduk-aduk sekarang. Entah harus melakukan apa dan harus mengatakan apa. Keheningan terjadi di antara kami bertiga.

"Hei Sasuke,jangan seperti itu. kan dia itu -"tiba-tiba saja tangan putih Sasuke langsung mengatup mulut Itachi dan memasang tatapan 'deathglare' yang membara. GLEK seperti inikah wajah aslinya. Ah biarlah,tetap tampan hehe. Aku hanya diam memperhatikan perilaku kakak beradik yang berdiri di hadapanku.

"Sakura,jangan nyuekin mereka gitu dong. Ajak jalan-jalan" aku menengok ke arah suara yang sangat aku kenal.

"I.. Iya kaa san" kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal

"Ah Sasu,kamu saja ya berdua. Aku masih ada urusan sama tou san dan kaa san. Dadaaah ~" Kami berdua hanya bisa melihat kepergian Itachi.

Nah sekarang aku harus gimana? Ajak dia jalan-jalan? Ngomongnya gimana?

'Sasuke-kun jalan-jalan yuk!'

Atau mungkin

'Sasuke-kun mau jalan-jalan gak sama aku?'

Atau

'Sesuai dengan perintah kaa san ku. Ayo ikut jalan-jalan denganku!'

"Mau jalan-jalan?" Wahaha jadi dia yang ngajak.. Ha apa? Seorang Uchiha dingin kayak es gini ngajak jalan-jalan? Sama aku?

"Kalau kau mau.. A .. Aku bisa mengajakmu .. ber.. berkeliling" hii kok aku jadi gagap begini? Aku menatap mata onyxnya. Matanya indah, tapi juga seram.

"Hn"

.

.

.

Kami berjalan di sekitar rumahku. Atau bisa dibilang tamanku. Udara malam ini cukup dingin. Di taman juga sangat sepi. Hanya aku dan Sasuke-kun. Hanya berdua,ini seperti di film-film drama yang biasa aku lihat di tv. Seorang laki-laki dan perempuan yang berjalan di tempat yang sepi. Lalu tiba-tiba sang pria mencium sang wanita. Lho? Kok aku jadi mikir yang aneh-aneh sih? Itu berlebihan Sakura! Sangat berlebihan! Tapi kalau gini terus,akunya jadi gak enak. Kan aku tuan rumah, harusnya aku ngajak dia ngobrol. Tapi mulai dari mana ya? Ah aku tau!

"Um Sasuke kun.."

"Hm?" ah dia merespon,meski wajahnya gak nengok ke arah ku sih.

"Kenapa Naruto manggil kamu Teme?" Tanyaku dengan wajah sepolos mungkin.

"Tidak tau.."

"Kau sudah temenan sama Naruto sejak lama?"

"Hn" tch lagi-lagi dia bicara seperti itu. Dasar,ngomong aja di hemat.

"Sasuke-kun duduk di situ yuk" Aku menarik tangan nya menuju ke sebuah bangku kayu yang dihiasi dengan pita. Hehe inikah yang disebut mencari kesempatan? Wah coba aku bisa terus menggandeng tangannya. Kami duduk berdampingan,dan dengan sangat TERPAKSA aku harus melepas genggaman ku.

Yah sekarang kami di selimuti oleh aura keheningan. Demi apapun juga! Kumohon buatlah dia bicara! Argh aku bisa gila kalau kayak gini. Aku mencabut sebuah daun tua dari tanaman yang terletak tak jauh dari ku. Lalu merobek-robeknya,meremas-remasnya sehingga menjadi serpihan-serpihan kecil.

"Hey" Tiba-tiba dia memanggilku. Eh? Apa? Dia memanggilku! Astaga astaga! Huaaa aku ingin teriak.

"Hey!" teriaknya di samping telingaku

"Eh kenapa?" waduh kira-kira dia mau bilang apa ya? Mau ngasih aku sesuatu? Apa dia mau minta maaf lagi soal yang tadi di sekolah? Oh,atau dia mau bilang aku ini manis? Oh oh atau dia mau menanyakan sesuatu yang pribadi tentang ku? Ahhh Sasuke-kun ayo cepaat kataakaan.

"Aku ingin memberi tau mu sesuatu." Jantungku.. Jantungku mau copot,ah udara di sekitar jadi panas sekali. Aku sudah mulai merasakan keringat dingin mengalir di wajahku.

"Kalau sebenarnya orang tua kita itu dekat sekali. Jadi kemungkinan kita akan dijodohkan" Ia menatap ku dengan mata onyxnya. Ahah jadi kemungkinan kita akan dijodoh- APA?

"Hah? Bagaimana bisa?" Aku bertanya seakan aku tidak setuju akan hal kuno ini. Tapi dalam hatiku? Aku sedang menari-nari dan bernyanyi-nyanyi. Olalaa~ Tuhan kabulkan perjodohan ini~

"Mana ku tau. Tapi kau ingat ya. Kalau sampai benar terjadi,aku gak akan nerima hal bodoh ini!" Katanya sambil mengepalkan tangannya.

"Iya benar! Masa kita dijodohkan!" Kataku sambil mengepalkan tangan mengikutinya. Padahal dalam hatiku? Aku menangis dan mau teriak. Huaaa jadi dia membenciku. Harusnya aku tau. Ohohoho Tuhan sebesar apa dosaku sampai aku bisa ditolak seperti ini~

"Aku menolak bukan karena aku benci padamu" LHO? Dia kok bisa baca pikiran? Manusia macam apa dia ini? Kalau dia bisa baca pikiran. Dia pasti bisa tau kalau aku suka sama dia! OH NO!

"Tapi kita ini masih muda. Dan lagipula kita gak saling suka!" aku hanya mengangguk dan tersenyum hambar. Ugghhhh rasanya ingin menangis.

"Memangnya kau sudah menyukai orang lain?" Kumohon bilang belom! Kumohon bilang belom!

"Hm mungkin" Ya tepat sasaran! Sekarang aku merasa seperti sudah ditusuk oleh 500 pedang. Yah,haruskah aku move on ke laki-laki lain?

"Hm tapi mungkin juga belom" Eh apa? Jadi sebenernya udah apa belom sih? Dasar plin plan.

"Sasuke! Sakura! Ayo masuk!" Teriak tou san yang sudah berdiri di dekat pintu.

"Nah ayo" Dia berdiri dan menatapku. Aku hanya menatapnya sebentar dan menatap ke bawah. Aku masih belum bisa beradaptasi dengan kenyataan yang baru saja aku dengar.

"Hei kau mau ikut gak?" Tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya. Aku menggeleng.

"Ya sudah" Ya sudah? Cuma itu yang dia bilang? Apa dia gak punya rasa iba sama aku sedikitpun. Setidaknya dia bilang

'disini dingin nanti kamu masuk angin' oke aku tau ini enggak mungkin terjadi. Tapi setidaknya tanya kenapa aku gak mau masuk. Sekarang aku ditinggal sendiri gitu?

"ARGH! Sasuke sialan! Bodoh! Dasar manusia es! Tukang jualan es! Irit bicara! Plin-plan! Argh" Aku mulai marah-marah sendiri. Aku langsung menghentakan kaki ku di tanah sekencang-kencangnya.

"Aduh sakit!" Hah percuma kaki ku malah jadi yang sakit. Aku memegangi kaki ku yang terasa perih. Aku kembali ke posisiku semula. Melihat ke awan-awan. Malam ini bintang-bintang terlihat dengan jelas. Bertaburan di langit yang luas. Dan bulan sudah mencapai puncaknya. Benda bulat itu menetap di langit gelap dikelilingi dengan bintang-bintang yang terlihat kecil.

Aku menghela nafas panjang. Sungguh hari ini aku merasa sial sekali. Harusnya aku senang karena kami di jodohkan. Tapi semuanya hancur ketika mengetahui bahwa hati sang bungsu dari keluarga Uchiha sudah ada yang memiliki. Oh,kenapa aku harus bertemu dengan dia kalau kenyataannya gak akan ada kesempatan untukku menjadi pemilik hatinya? Ah tapi bagaimana pun juga,aku gak boleh nyerah!

"Hei" Sapa Sasuke yang sudah duduk di sampingku. Hee? Sejak kapan dia ada disitu?

"Lho? Kok kamu bisa ada disini? Perasaan tadi kamu.." haa jangan-jangan dia hantu!

"Kau hantu ya! Jauhi aku hantu jelek!" Aku melempar daun kering yang dari tadi aku remas menjadi serpihan-serpihan. Aku langsung berdiri dari tempat aku berada.

"Apa-apaan kau ini?" Tanya nya hanya dengan wajah datar. Sebenernya manusia ini eh maksudku hantu ini, eh bukan sepertinya dia manusia,tapi tadi dia muncul tiba-tiba tanpa menimbulkan suara,berartikan dia melayang kayak hantu!

"Aku ini manusia. Ish sudah main lempar-lempar saja!" Katanya sambil membersihkan serpihan daun kering yang bertebaran di bajunya. Aku masih agak ragu. GREB! Wah hantunya memegang tanganku!

"Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Aku berusaha meronta-ronta dan- eh? Aku berpikir sebentar. Hantu? Kok dia bisa megang tanganku ya?

"Kan udah ku bilang aku ini manusia!" Katanya sambil duduk dan melipat tangannya.

"Ehe? Gomen Sasuke-kun…" Oke yang ini benar-benar memalukan! Aku seperti anak bodoh di depannya. Bertingkah seperti anak umur 5 tahun yang gak bisa berpikir secara logis. Bertingkah tanpa berpikir dulu.

"Hn"

Aku duduk disampingnya dengan ragu-ragu. Aku takut. Bukan karena aku berpikir dia adalah hantu. Tapi karena wajahnya sudah menunjukan aura kemarahan. GLEK. Coba pikir apa yang akan dia lakukan? Membunuhku? Ah tidak itu terlalu berlebihan. Membenciku? Ya kurasa yang ini mungkin saja. Yah sudahlah aku udah pasrah aja. Padahal baru hari ini aku bertemu dengannya,tapi dia sudah membenciku.

"Hn kamu ini polos ya.." katanya sambil tersenyum. Hah? Bayangkan saja! Dia T-E-R-S-E-N-Y-U-M.. Tapi sepertinya itu senyuman mengejek.

"Hah? Haha begitu ya.." JEDAG JEDUG JEDAG JEDUG ya gitu deh kira-kira keadaan perasaan ku sekarang. Udah kayak drum yang dimainin aja.

"Kamu lucu.. Aku suka .." Ucapnya sambil kembali tersenyum lembut.

'kamu lucu.. Aku suka ..'

'kamu lucu.. Aku suka ..'

'kamu lucu.. Aku suka ..'

"Eh kok diam?" ya dia benar. Sekarang aku sedang diam. Aku yakin muka ku sekarang merah. Oke oke aku akan berusaha menahan emosiku yang sudah hampir meledak. ASTAGA! DIA BILANG AKU LUCU? LALU .. LALU .. LALU DIA BILANG 'Aku suka ' . WUAH! APAKAH INI AWAL DARI KISAH CINTA KAMI? YAAAY!

"Kenapa? Belom pernah dipuji?" Katanya sambil menyeringai.

"Hah? Ah hmm .. Ngg.. U .. Udah pernah kok .." aduh aduh.. Sekarang nasib ku gimana nih? Aku gak tau harus ngapain lagi. Kenapa dia harus ngomong gitu sih? eh tapi gak apa-apa deh hehe..

"Ayo masuk" Eh? Dia ngajak masuk lagi. Sebenernya orang ini mau di luar atau di dalam sih?

"Gak ah. Aku masih mau disini." Kataku menolak

"Oh begitu. Ya sudah,tapi jangan salahin aku kalau tiba-tiba kamu ngeliat hantu beneran." Dia mulai berjalan menjauh dariku. Ha aku kok jadi merinding begini.

"Eh Sasuke-kun tunggu! Aku ikut!" Aku berlari ke arahnya dan merangkul lengannya.

"He.. Hei.. Apa yang kau lakukan?" Katanya sambil berusaha menarik tangannya.

"Ih Sasuke-kun.. Toh kemungkinan kita bakal dijodohkan. Jadi gapapa dong" Kataku sedikit manja sambil menjulurkan lidahku. Aku menatap wajah nya yang -demi apapun juga- sangat tampan. Aku melihat terdapat sebuah guratan merah di wajahnya. Hihi dia bisa malu juga rupanya.

Kami berjalan ke dalam rumah. Namun posisi kami berbeda. Sekarang tangan kami memegang satu sama lain. Haa jantungku sudah copot sepertinya. Sasuke membuka pintu depan berwarna putih,kami pun masuk dan..

~ HENING ~

Kenapa ..? Kenapa semua orang memperhatikan kami? Kenapa semua mata tertuju pada kami? Eh sepertinya bukan tertuju pada kami.. Tapi tertuju pada.. Tangan kami! Astaga aku lupa kalau tadi kami berpegangan tangan! Dengan cepat aku menarik tanganku kembali. Aku rasa muka ku sudah berubah jadi merah.

"Kenapa?" Kata Sasuke dengan tatapan innocent. Aduh laki-laki ini bodoh atau emang gak punya perasaan malu eh? Kenapa dia berlagak seperti tidak ada yang terjadi.

"Ha? Ah gak apa-apa. Sasuke, Sakura ayo kesini makan bersama kami." Kata kaa san dengan senyuman datar. Yang lain akhirnya mulai berbincang-bincang lagi. Aku menatap wajah Sasuke yang tampan tapi dingin sekali. Lalu Sasuke menarik lenganku menuju meja makan dan duduk bersampingan.

"Nah,sekarang mari kita nikmati hidangan yang telah disediakan. Silahkan"Kata tou san mempersilahkan tamu yang di istimewa ini.

Aku mengambil sebuah roti berukuran kecil dan mulai memakannya sedikit demi sedikit. Sasuke? Dia hanya minum teh hangat di cangkir berwarna putih berhiaskan bunga. Apa dia gak laper apa? Aku terus memandangi wajahnya. Oh God dia cakep sekali sih. Baru tau aku ada cowok seperti ini. Ah nyaman sekali memperhatikan dia.

"Gak usah diliatin. Risih tau gak" Katanya yang langsung mengarahkan bola matanya ke arah ku.

"Ha siapa? Aku ngeliatin kamu?" kataku yang langsung salah tingkah

"Hn" argh! Lama-lama aku jadi kesel denger dia ngomong 'hn'. Dasar miskin kata!

"Oh ya Sasuke. Kau sudah menaruh barang-barangmu?" Tanya tou san.

"Sudah kok. Terima kasih atas semuanya" Kata Sasuke sambil tersenyum

"Maksudnya apa sih tou san?" Kataku yang memang sama sekali tidak mengerti

"Mulai hari ini, Sasuke dan keluarganya akan tinggal bersama kami." Ucap kaa san

"APA?"

TBC


Haa jelek ya? Abal ya? Oh ampuun senpai… T^T

Terlalu pendek? Atau terlalu aneh? Maap maap

Belum bisa buat fanfic .. hehe

Review plis? Makasihhh XD