MiNa peringatin lebih dulu ya, chap ini sebenernya ber-rate M tapi MiNa taruh di T. Jadi buat yang masih di bawah umur tolong jauh-jauh ^^

Chapter 4

Kyuhyun POV

Sudah seminggu sejak Sungmin hyung keluar dari rumah sakit aku tidak pernah mengunjunginya lagi. Ini memang sengaja kulakukan karena aku ingin menepis rasa cintaku padanya agar ia tidak semakin bersemi dihatiku. Agar ia meranggas satu persatu seperti daun-daun di musim gugur. Aku lebih memilih mengikuti training yang diberikan appa agar aku siap menggantikan jabatannya nanti setelah wisuda. Jujur aku sangat merindukannya, tapi jika tidak seperti ini aku akan sangat sakit hati nantinya. Jika suatu saat nanti ia mendapatkan cintanya.

~Yagsogheyo.. hanurare mengse halkeyo..

(I promise, I swear under the heavens)

~dalbichare gido halkeyo gudel ulliji anhnundago..

(I'll pray beneath the moon to never make you cry)

Ah, ponselku berdering..

'My Princess?' ada apa Sungmin hyung menelepon?

"Yobboseo.."

"Kyu, kenapa kau tidak pernah mengunjungiku lagi?" kudengar suara di seberang sana. Suara malaikatku yang sangat kurindukan.

"Mianhae hyung, beberapa hari ini appa memberiku training untuk menggantikan jabatannya nanti.." sebenarnya ada alasan lain, tapi aku tidak mungkin memberitahunya.

"Kyu maukah kau menemaniku makan siang sekarang? Akan ku traktir karena hari ini aku menerima gaji.."

"Makan siang? Apa kau mengajak Wookie dan Yesung hyung juga?"

"Tidak, mereka lain kali saja. Gajiku tidak akan cukup.."

"Arasseo, aku akan ke sana sekarang.."

Padahal aku mencoba untuk tidak bertemu dengannya, tapi sekarang justru ia yang mengajakku bertemu. Ingin sekali aku menolak karena aku hanya takut tak bisa melupakannya. Tapi di sisi lain aku juga tidak ingin melukai hatinya jika aku menolak ajakan makan siang itu.

Aku melajukan mobilku. Rupanya ia sudah menunggu di depan gedung apartemennya. Melihat mobilku datang ia tersenyum begitu indahnya. Lagi-lagi itu membuat jantungku bergetar dahsyat.

Aku turun dari mobil dan menghampirinya. Tiba-tiba ia langsung memeluk tubuhku erat. Ada dengannya?

"Bogoshippoyo.." Sepertinya ia sedikit terisak sambil memelukku. Apakah ia begitu merindukanku?

"Na do bogoshippo hyung.." aku melepaskan pelukannya dari tubuhku. Benar saja, matanya berkaca-kaca. Asal kau tahu hyung, aku jauh lebih merindukanmu.

.

.

Ia mengajakku makan siang di Suji's Restaurant. Yang kutahu, restaurant ini ada di peringkat 9 dari 233 restaurant di Seoul. Aku tahu gajinya sebagai pelayan di Coffee Shop tidak begitu besar, maka dari itu aku hanya memesan makanan yang sedikit terjangkau. Karena aku tidak suka sayuran aku lebih memilih Makchang atau jeroan babi panggang. Dibanding daging babi panggang (dwaeji-bulgogi) jeroan babi pastinya lebih murah. Sedangkan Sungmin hyung memesan Chongkak Kimchi yang terbuat dari lobak dan daun lobak.

"Kyuhyun-ah..." ia membuyarkan lamunanku.

"Eum.." aku menyahutnya hanya seperti itu, kami seperti canggung lagi.

"Apa.. Apa kau masih mencintaiku?" hah, kenapa ia malah bertanya seperti itu.

Aku mengalihkan pandanganku, tak berani mengatakan apapun.

"Jawab aku Cho Kyuhyun.." ia menegaskan kata-katanya padaku.

Aku pun menatap matanya, dan lagi-lagi aku terhipnotis. Aku tak mungkin berbohong padanya.

"Aku.. aku masih sangat mencintaimu hyung. Tapi kau tak perlu khawatir, lambat laun cintaku pasti akan hilang." Aku mencoba tersenyum padanya. Semoga ia percaya..

"Arasseo.." ia pun tersenyum padaku.

"Kyu, setelah ini antar aku ke mall. Kau mau kan?" apa lagi ini, apa ia mau belanja menghabiskan gajinya.

Tunggu, aku baru sadar ia memakai kalung. Seperti kalung umma. Aku mencoba bertanya, dan ia menjelaskan semuanya. 'Aish, umma benar-benar..!' aku hanya bergumam dalam hati saja.

Aku menuruti keinginannya, mengantar ke Mall. Kulajukan mobilku mengantarnya ke COEX (Korea Expo) Mall yang letaknya dekat dengan stasiun Samseong. Begitu kami masuk ke dalam Mall, beraneka ragam kios sudah menyambut kedatangan kami.

Sungmin hyung langsung menggandeng tanganku dan menarikku menuju ke counter perhiasan. Pikirku untuk apa ia kesini. Tidak mungkin hanya lihat-lihat saja..

"Hyung apa kau mau membeli perhiasan?" tanyaku padanya.

"Ahni, bukan aku yang mau membelinya. Tapi kau. Kau bawa uang kan? Atau setidaknya credit card?"

Mwo? Ia ngin merampok uangku? Memintaku membelikan perhiasan untuknya. Meski sepertinya aku tidak bisa menolak.

Ia melihat-lihat cincin pernikahan. Lalu meminta penjaga toko untuk mengambil sepasang cincin yang menarik perhatiannya.

"Kyu, apa ini bagus?" aku hanya mengangguk. Aku bingung kenapa ia mau membeli cincin pernikahan, apakah ia mau menikah?

Ia mencoba salah sat cincin di jari manisnya, tapi kenapa aku diminta untuk mencoba cincin yang satunya lagi? Ah, cincinnya pas sekali. Ia memintaku untuk membayarnya di kasir.

Kami keluar dari Mall itu. Sebuah kotak cincin masih berada di tanganku. Saat kuberikan padanya, ia malah menolak.

"Kau harus menyimpannya. Suatu saat pakaikan cincin itu di jariku saat pernikahan kita nanti.."

OMO,,

Aku segera terhenti dari langkahku.

"Apa maksudmu hyung?" aku terdiam dan bertanya padanya.

"Kau akan menikahiku kan?" ia tersenyum dan menghampiri diriku yang sejak tadi terdiam di belakangnya.

Aku rengkuh tubuh mungil itu. Kupeluk begitu erat. Biar saja orang lain melihat kami. Aku tak peduli lagi. Aku tak ingin melepaskan pelukanku ini. Ini sangat membahagiakan..

Sungmin hyung duduk manis di sampingku. Mobil kesayanganku masih terus melaju. Sesekali kulirik ia sambil tersenyum.

"Hyung, kita ke rumahku ya. Aku ingin umma dan appa tahu mereka akan punya menantu." Aku tersenyum tapi mataku tetap memandang lurus ke jalan. Takut-takut menabrak sesuatu.

"Eum.." ia mengangguk begitu saja. Ah, rasanya aku tidak ingin melewati hari ini.

Kyuhyun POV end

.

.

Author POV

(pernikahan dipercepat)

Sungmin berjalan menuju altar dimana Kyuhyun sudah menunggu. Yesung dan Wookie berjalan beriringan di sampingnya. Memang tak ada gaun dalam pernikahan ini, karena Sungmin adalah seorang namja. Meskipun begitu, tuxedo putih dengan bunga yang tersemat di kantungnya begitu membuatnya sangat mempesona. Sangat indah. Apa lagi di mata Kyuhyun.

Mereka memutuskan menikah sebelum upacara wisuda karena permintaan orangtua Kyuhyun yang ingin segera anaknya ada yang mengurus. Awalnya Kyuhyun keberatan, tetapi Sungmin menyetujuinya begitu saja.

"Saudara Cho Kyuhyun, apakah anda bersedia menjadikan saudara Lee Sungmin sebagai istri anda. Mencintainya dan menyayanginya baik dalam keadaan suka maupun duka?" Pendeta memulai upacara pernikahan mereka.

"Ne, saya bersedia.." Kyuhyun mengucapkannya dengan sedikit gugup tapi mantap.

"Saudara Lee Sungmin, apakah anda bersedia menjadikan saudara Cho Kyuhyun sebagai suami anda. Mencintainya dan menyayanginya baik dalam keadaan suka maupun duka?" Kini ucapan pendeta ditujukan pada Sungmin.

Sungmin terdiam. Pernikahan ini sudah menjadi keputusannya. Sejak hari itu ia berusaha melupakan Sunny yang memang belum tahu akan perasaannya.

"Ne, saya bersedia.." Sungmin mengucapkannya sambil menunduk. Menutupi ekspresi wajahnya entah seperti apa.

"Kalian sudah menjadi suami istri secara sah. Silahkan bertukar cincin.." pendeta mengesahkan hubungan mereka menjadi sumi istri.

Kyuhyun memakaikan cincin yang mereka beli bersama di jari manis Sungmin seperti permintaannya waktu itu. Sungmin pun memakaikan cincin pasangannya di jari manis Kyuhyun.

Selayaknya upacara pernikahan, selalu ada momen dimana pengantin laki-laki mencium pengantin wanitanya. Begitu juga dengan mereka.

CHU~

Ini ciuman pertama yang diberikan Kyuhyun pada Sungmin. Terlihat Kyuhyun begitu menikmati bibir cherry Sungmin. Lembut dan dingin. Mungkin selembut sutra dan sedingin salju saat winter. Seluruh undangan tampak begitu bahagia, terlebih bagi kedua orangtua Kyuhyun.

.

.

Selepas upacara pernikahan, Kyuhyun membawa Sungmin ke apartemen baru mereka. Hadiah dari kedua orangtua Kyuhyun. Karena menurutnya Kyuhyun dan Sungmin tidak mungkin tinggal bersama mereka. Mereka takut mengganggu kehidupan rumah tangga anaknya itu. Tak ada bulan madu, sesuai permintaan Sungmin.

Malam hari di kamar, Sungmin hanya duduk di pinggir tempat tidur. Tidak tahu harus melakukan apa. Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi melihat istrinya itu gelisah, kemudian tersenyum dan menghampirinya.

"Apa yang kau pikirkan, Min?" Kyuhyun bertanya selembut mungkin pada Sungmin.

"Min?" ia tampak mengangkat alisnya. Bingung dengan sebutan Kyuhyun untuknya.

"Iya.. Min. Kita sudah suami istri, aku tidak mau terus memanggilmu hyung." Kyuhyun mengusap puncak kepala Sungmin dan namja manis itu hanya bisa mengangguk.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin. Apa lagi kalau bukan untuk merasakan bibir plump milik istrinya itu. Semakin dekat dan akhirnya kedua bibir itu menyatu. Sungmin hanya menerima pasrah. Ia tidak mungkin menolak. Tekadnya sudah bulat untuk mengabdikan hidupnya pada sang suami.

Ciuman Kyuhyun semakin dalam. Merasakan Sungmin begitu pasif, ia menggigit bibir bawah Sungmin.

"Ah.. Kyu.." Sungmin mendesah kesakitan.

Bibir Sungmin terbuka dan lidah Kyuhyun langsung menerobos masuk. Dikulumnya bibir manis itu dengan lembut. Sungmin sedikit terbuai..

"Ehm... Ah.. Eumm.." Sungmin terus saja mendesah. Itu membuat Kyuhyun semakin horny. Hasratnya sudah melambung tinggi.

Kyuhyun melepas ciumannya. Ditatapnya sang istri dan berkata, "Min, aku menginginkanmu sekarang.." tatapan penuh cinta itu sangat berharap.

"Kyu, a.. aku belum siap.." kini pancaran mata Sungmin seperti ketakutan. Kyuhyun mengerti dan akhirnya tersenyum.

"Arasseo.. ini sudah malam. Sebaiknya kita tidur.." Kyuhyun membaringkan Sungmin lalu mengecup kelopak matanya. Ia sendiri tidur di samping istri tercintanya sambil menahan hasratnya untuk bercinta.

.

.

Dua bulan sudah berlalu. Hari wisuda pun tiba. Keempat sahabat itu duduk di dalam gedung wisuda dengan mengenakan seragam toga masing-masing. Kyuhyun dan Wookie sedangkan Sungmin dengan Yesung. Mereka duduk sesuai jurusannya masing-masing. Selesai acara, mereka berempat mengabadikan momen penting tersebut dalam sebuah gambar.

Seperti perjanjian, wisuda mereka akan dirayakan dengan sebuah pesta kecil di rumah Yesung. Kebetulan kedua orangtua Yesung sedang ada bisnis di luar negeri, sehingga mereka bisa leluasa di rumah itu.

Mereka makan-makan dengan makanan buatan Wookie dan Sungmin. Kedua namja ini memang sangat pintar memasak. Ditambah dengan beberapa botol wine di sana, semakin melengkapi keriuhan pesta tersebut.

Mereka semua minum-minum. Tanpa sadar mereka semua sudah mabuk akibat minuman alkohol itu. Yesung dan Wookie sudah meninggalkan Kyuhyun-Sungmin di ruang tamu menuju ke sebuah kamar. Entah apa yang mereka lakukan selanjutnya. Sungmin nampaknya sudah sangat mabuk, ia tidak pernah kuat jika meminum alkohol. Meski kadarnya rendah sekalipun. Kepala Sungmin sudah menempel pada meja di hadapannya.

Kyuhyun membawa Sungmin ke kamar, tempat biasa ia menginap di rumah Yesung. Ia membaringkan istrinya di tempat tidur. Ditelusurinya wajah Sungmin, hingga ia lihat kemejanya tersibak sangat tinggi. Tubuh mulus Sungmin membuat Kyuhyun menelan ludahnya. Disentuh perut Sungmin itu, betapa ia ingin sekali memiliki Sungmin. Tapi Sungmin selalu bilang belum siap.

Jantung Kyuhyun semakin berdesir hebat. Seperti ada angin topan yang menerjang tubuhnya. Ia sangat menginginkan tubuh itu. Didekatkan wajahnya ke wajah Sungmin.

"Eumm..hh.." Kyuhyun mencium Sungmin dengan sangat bernafsu.

Ciuman Kyuhyun beralih ke leher jenjang Sungmin. Beberapa kissmark sudah menjejak di sana. Sungmin mendesah tak karuan. Ia ingin menolak, tapi alkohol itu membuatnya sangat lemah. Kyuhyun menggigit telinga Sungmin. Istrinya itu sedikit menjerit saat bagian sensitifnya itu dirangsang. Entah sejak kapan Kyuhyun sudah menindih Sungmin.

Tangan Kyuhyun bergerak membuka kancing kemeja Sungmin satu persatu sambil bibirnya terus menjilati leher Sungmin.

"Kyu, ah.. apa yang.. kau.. lakukan.. ah..." desahan Sungmin membuat Kyuhyun semakin bernafsu.

"Min, I want you now.."

"Jang..anh Kyu.. shh.." tapi Kyuhyun tidak mempedulikan permintaan Sungmin, karena tubuh Sungmin sepertinya menginginkan juga.

Kemeja Sungmin sudah terlepas. Kyuhyun menggigit nipple kanan Sungmin dan nipple kirinya dipelintir oleh tangan kiri Kyuhyun. Sungmin menggeliat keenakan. Tangan kanan Kyuhyun bergerak ke bawah membuka ikat pinggang Sungmin kemudian melepas celananya. Sungmin kini setengah naked, tinggal celana dalam yang masih membungkus juniornya yang sudah ereksi.

Tubuh Sungmin begitu menggairahkan bagi Kyuhyun. Juniornya di balik celana seperti sudah mendesak minta dikeluarkan. Kyuhyun pun segera membuka semua kain yang melekat pada tubuhnya. Naked total. Ia terus menjilati seluruh tubuh Sungmin. Sungmin hanya bisa menglenguh.

"Kyu.. ah.. sshhh.." desah Sungmin semakin menjadi.

Celana dalam Sungmin sudah terlepas sempurna akibat ulah Kyuhyun. Juniornya mengacung ke atas membuat Kyuhyun sangat lapar untuk memakannya. Tanpa pikir panjang, segera dikulumnya junior Sungmin. Dimaju mundurkan mulut Kyuhyun seperti mengemut lolipop membuat pemiliknya semakin mendesah keenakan. Sungmin tak dapat menahan klimaksnya lagi..

"Terus Kyu.. Fas.. teerrr..."

"Akh.. ssshh.. leb.. ihh.. cepaaat!"

Kyuhyun menuruti permintaan Sungmin, ia terus mengulum junior Sungmin. Mengeluarkan lalu memasukkan kembali junior itu dari dalam mulutnya dengan tempo yang cepat. Sesekali Kyuhyun menggigit batang SUngmin yang sudah sangat mengeras. Membuat pemiliknya menjadi menjadi berkelojotan tak karuan.

"Kyu... akh.. a..ku.. kelu..aaarr..."

CROOT..

"Kyu.. Aaaaahh..." Cairan putih kental milik Sungmin muncrat di mulut Kyuhyun dan langsung ditelan habis olehnya tanpa rasa jijik.

Kyuhyun merasa ia bekerja sendiri, tak ada yang merangsangnya. Ia memposisikan tubuhnya berkebalikan dari Sungmin. Junior Kyuhyun menghadap wajah Sungmin, dan junior Sungmin menghadap wajah Kyuhyun.

"Min, tolong lakukan seperti aku tadi.." pinta Kyuhyun pada Sungmin. Sungmin terlihat berpikir, tapi nafsunya memang sudah bangkit sejak klimaks tadi. Hatinya menolak, tapi tubuhnya meminta. Sungmin pun melakukan apa yang diinginkan Kyuhyun. Kini mereka saling mengemut junior masing-masing.

"Min, ah... enak.. sekali... ter..usshh... jebal..." pinta Kyuhyun sangat ingin. Kemudian melanjutkan mengulum junior Sungmin.

"Aah.. emmm... sshhh.." racau sungmin tak karuan.

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sungmin. Melepas kuluman junior masing-masing. Sungmin terlihat kecewa akan hal itu. Bagaimana tidak, ia sudah sangat bernafsu.

"Min.. I want to fuck you now!" Sungmin hanya mengangguk. Kyuhyun membuka selangkangan istrinya lebar-lebar. Diposisikan juniornya di depan asshole Sungmin. Tanpa pemanasan lagi..

BLESS

"Argghhh... saakiit Kyu..." Sungmin menjerit, tangannya meremas seprai. Junior Kyuhyun masuk sempurna. Namun melihat darah keluar dari asshole Sungmin, Kyuhyun menghentikan gerakannya. Tangan Kyuhyun terus mengocok junior Sungmin, agar sakit yang dirasakan istrinya dapat teralihkan.

"Kyuu... move it.." pinta Sungmin sudah sangat bernafsu.

"As you wish, baby.." Kyuhyun menggenjot hole Sungmin dengan keras. Sangat ingin merasakan kenikmatan dengan segera.

"Fas.. teerrr... Kyu... Ahh..." pinta Sungmin lagi.

"Min... sempit sekali... nik.. math.. hhh..." racau Kyu merasa keenakan.

"Akh,, kyu.. ter.. russ.. kan... aaakh.."

SLEB~ BLESS~

"Kyu.. ah.. aku.. mau... keluar... ahh..." merasa kenikmatannya sudah di ujung tanduk.

"Tung..ggu Min~ah..."

"Mmmhh, sem..pith.. akh.."

"Aku a..kan sam..pai,, to..ge..ther... Min,, akhh..."

CROOT

Kyu mengeluarkan spermanya di hole Sungmin sedangkan Sungmin memuncratkannya ke atas sehingga membasahi perutnya dan perut Kyuhyun. Mereka semua kelelahan..

"Hosh.. hosh.." ibarat berpacu dalam lomba marathon, mereka semua mengatur nafasnya masing-masing. Akhirnya Sungmin tertidur lebih dulu. Kyuhyun mengecup kelopak mata Sungmin dan tidur di sampingnya.

"Jaljayo.."

.

.

Cahaya matahari masuk menyinari kamar tidur itu melalui celah-celah jendela yang ada di sana. Sungmin terbangun terlebih dahulu. Sepertinya ia kaget melihat tubuhnya telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Kembali ia mengingat kejadian semalam, ia yakin itu semua dilakukannya karena pengaruh alkohol. Ia sedikit terisak..

Kyuhyun pun membuka matanya, dilihatnya sang istri yang sedang duduk di sampingnya.

"Min.." Melihat Kyuhyun sudah bangun, segera Sungmin mengangkat selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya.

"Min, mianhae.. Aku tahu kau mabuk malam itu. Tapi aku tidak bisa menahannya lagi.." Kyuhyun merasa bersalah melihat raut wajah Sungmin yang bersedih.

"Ahni, gwenchana Kyuhyunie.. mianhae aku membuatmu menunggu terlalu lama." Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Sungmin. Lalu direngkuhnya tubuh Sungmin. Memeluknya erat..

Sebuah surat sampai di kediaman Kyuhyun-Sungmin. Sungmin menerimanya dari tangan pak pos. Dilihatnya surat itu, dan namanya tertera di sana. Berarti ini memang surat untuknya.

Annyeong Oppa,

Aku sudah tahu bagaimana ceritanya Oppa bisa menikah dengan Kyuhyun Oppa. Ryeowookie Oppa menceritakan semuanya padaku. Aku yang mendesaknya. Jadi Oppa jangan marah padanya. Oppa, saranghae.. jongmal saranghae.. Mengapa Oppa tak pernah bicara padaku kalau Oppa menyukaiku. Padahal aku sangat menantikan Oppa berkata seperti itu. Aku kira Oppa memang tidak mencintaiku, jadi aku melepaskan Oppa untuk Kyuhyun Oppa. Oppa, masihkah ada kesempatan untukku?

Sunny

GLEK..

Sungmin menelan ludahnya. Hatinya bergetar. Jantungnya berdetak tak karuan. Air matanya mengalir begitu saja. 'Seandainya aku berani mengungkapkan perasaanku..' gumamnya dalam hati. Tapi ini sudah terlambat. Aku sudah menjadi milik Kyuhyun.

Disimpannya surat itu pada selipan buku diary Sungmin. Lalu meletakannya di laci meja samping tempat tidur. Ia kemudian menghubungi Sunny untuk janjian bertemu di sebuah cafe. Sungmin pun pergi ke cafe itu menemui Sunny yang sudah menyetujui untuk bertemu dengannya. Sebenarnya niat Sungmin hanya untuk mengatakan kalau ia tidak bisa meninggalkan Kyuhyun. Tapi siapa sangka, berbicara di depan orang yang dicintainya membuat pikirannya kemana-mana. Sungmin malah asik mengobrol dengan Sunny hingga lupa waktu untuk pulang ke rumah.

Matahari sudah beranjak untuk tenggelam, Kyuhyun pun pulang dari kantornya. Di perjalanan ia melewati sebuah cafe dan dengan samar ia melihat Sungmin istrinya, ia pun menghentikan mobilnya. Saat hendak turun menghampiri Sungmin, ia melihat lagi ada yeoja yang bersama seperti hendak berpisah.

Hati Kyuhyun berdesir. Ia mengenal siapa yeoja itu. Apa yang dilakukan istrinya bersama Sunny. Setelah Sunny pergi, Kyuhyun pun menghampiri Sungmin. Tentu saja Sungmin kaget setengah mati.

"K..Kyu?" lirih Sungmin bersuara.

"Apa yang kau lakukan di sini, Min?" Kyu bertanya ingin tahu yang sebenarnya dari mulut istrinya itu.

"A..aku bertemu dengan temanku waktu kuliah dulu." Sungmin tidak berbohong. Sunny memang teman kuliahnya.

"Oh, arasseo.. ayo naik, kita pulang bersama." Kyu mencoba percaya pada Sungmin.

.

.

Malam ini, Kyuhyun kembali mendekati Sungmin. Ia kembali berhasrat pada tubuh indah istrinya. Ia ingin sekali melakukannya tanpa pengaruh alkohol. Di tempat tidur, Kyuhyun merapatkan dirinya pada Sungmin. Perlahan wajah mereka mendekat, dan ciuman itu pun terjadi. Kyuhyun mengulum bibir istrinya dengan lembut dan Sungmin hanya menerima dengan pasrah. Perlahan Kyuhyun membuka kancing piyama Sungmin tanpa melepaskan ciumannya. Namun, Sungmin langsung menepis dengan tangannya.

"Kyu, aku lelah.." Kyuhyun mengerti. Ia menjauhkan tubuhnya dan kemudian mencium kelopak mata Sungmin dan berbaring.

"Tidurlah, aku juga lelah.." Kyuhyun tersenyum pada Sungmin. Lagi-lagi ia menahan hasratnya untuk bercinta.

Seperti biasa, tiap pagi Sungmin selalu menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun sebelum berangkat ke kantor. Setelah sarapan, Kyuhyun mencium bibir Sungmin sekilas,

"Aku akan pulang cepat. Kau siapkan makan siang, Ne!" Sungmin mengangguk lalu Kyuhyun pun pergi dengan mobilnya.

~what if nehga geudel munja mannassut damyun...

~ani chalali na geudehleul mollassut damyun...

Terdengar suara handphor berdering di kamar. Segera Sungmin menuju kamar dan melihat ponselnya. Sunny~

"Yobboseo.." Sungmin mengangkatnya.

"Yobboseo. Oppa bagaimana kalau hari ini kita bertemu?" Suara Sunny di seberang sana.

"Ahni Sunny-ah, Kyuhyun akan pulang cepat hari ini. Aku diminta menyiapkan makan siang.." Sungmin mencoba menolak ajakan Sunny.

"Kalau begitu sebentar saja Oppa. Kita bertemu di cafe biasa. Oke? Tut.. tut.." Panggilan itu langsung terputus. Sungmin tidak bisa apa-apa lagi. 'Ah baiklah, hanya sebentar' begitu gumamnya dalam hati.

Other side

Kyuhyun lupa membawa berkasnya untuk meeting hari ini. Dilihatnya jam tangan yang melingkar di lengannya, masih jam 10. Meeting jam 10.30 masih ada waktu untuk mengambilnya di rumah. Kyuhyun pun memutuskan pulang ke rumah, dan seperti biasa ia melewati cafe itu.

CKIIITTT...

Kyuhyun kaget melihat pemandangan di hadapannya. Sungmin sedang bersama Sunny lagi di depan cafe. Tapi kali ini beda, bukan tundukan badan seperti waktu itu Kyuhyun melihatnya. Mereka sedang berciuman mesra di depan cafe itu. Saling melumat bibir masing-masing. Intens..

.

.

.

TBC

Huh, MiNa keringetan nulis NC nya. Jadi keingetan dosa..

Special thanks to:

YukiLOVESUNGMIN, widiwMin, Evilbungsu Kyuminbaby137, Mimiyeon, emyKMS, cuneh, imSMc, Megakyu, Chikyumin, Lee Tae Ri, aniya1004, kyuminnie shipper, kyuminlinz92, mingsmile, Park Kyumin, winterboy, imSMLove, choi min hwa, kyukyumin, Princekyu, Cho Kyutamin, dll...

gomawo udah capek2 review ff MiNa ^^

I hate silent readers,,

MiNa mw jawab pertanyaan dr YukiLOVESUNGMIN dulu, Mianhae kalo Yuki-chan ga spendapat sm yg kmaren, itu cm untuk meyakinkan & menyenangkan hati MiNa aja, jd g cm Siwon atau Mimi aja yg KMS. Menurut MiNa semua member suju itu KMS. Hhe,, banyak koq video2 yg menggambarkan oppadeul yang takut bermesraan ama Min kalo ada Kyu di deketnya. Jadi ya MiNa tenang2 aja, mianhae MiNa g bisa bicara panjang lebar dsini.. =='