MiNa ngaku salah karena sebelumnya nempatin ff ini di rate T, sebenernya mau ubah ke rate M dari kemarin tapi pulsa modem MiNa udah keburu habis jadi ga ada waktu lagi buat ngerubah. Mianhae untuk yang gak suka, MiNa bener2 minta maaf =,=
MiNa dapet koreksi sana-sini dari reader, dan ini udah MiNa perbaiki sebisa MiNa. Tapi maaf MiNa cuma perbaiki di chap 5 ini, coz MiNa gak ada waktu lagi untuk perbaiki yang chap sebelumnya. Jadi MiNa minta maaf untuk kesalahan-kesalahan penulisan MiNa sebelumnya.
Langsung aja ya^^
Chapter 5
Kyuhyun tidak mempedulikan Sungmin kali ini. Kemarin ia mengajak pulang bersama, tapi sekarang ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah. Hatinya sudah terlalu sakit melihat istri yang sangat dicintainya itu berciuman mesra dengan wanita lain. Wanita yang ia tahu sangat dicintai istrinya.
'Kau menipuku, Min.. Untuk apa kau menikah denganku jika seperti ini jadinya. Kupikir kau tidak akan berhubungan dengannya lagi...' Begitu gumam Kyuhyun dalam hati, sambil tangannya memutar kemudi mobil dan pandangan lurus ke jalan.
Pikiran Kyuhyun terus mengingat kejadian yang dilihatnya tadi. Bayangan itu terus saja bergelayut di kepalanya. Setiba di apartemennya, ia masuk ke dalam kamar.
BLAMM...
Suara pintu kamar yang ditutup dengan kerasnya. Saking kerasnya hingga dinding bergetar dan membuat sebuah pigura besar yang membingkai foto pernikahan Kyuhyun-Sungmin menjadi goyang-goyang. Kyuhyun mengacak-acak rambutnya. Melonggarkan dasinya dengan sangat kasar.
Tujuan Kyuhyun adalah mencari berkas untuk keperluan meetingnya, namun pikirannya tidak bisa fokus sama sekali. Bayangan istrinya berciuman mesra dengan Sunny selalu menghantuinya.
BRAKK...!
Tak bisa lagi menahan amarahnya, Kyuhyun membuang semua barang yang ada di dekatnya. Bantal dan seprai semua disibaknya dengan kasar. Tapi perlahan ia akhirnya sadar. Percuma ia marah, ia tak akan mendapatkan apa-apa. Apakah jika ia marah, Sungmin akan langsung mencintainya? Tidak.
Kini ia langsung mencari berkas yang diperlukannya. Membuka laci meja di samping tempat tidur. Gerakan tangannya terhenti, saat mata coklatnya melihat buku agenda berwarna pink lembut dengan gambar kelinci manis di salah satu sudutnya.
'Ini pasti punya Sungmin.' Batinnya.
Dulurkan tangannya untuk mengambil agenda itu. Saat dibuka, agenda itu langsung terbuka tepat di mana Sungmin meletakkan suratnya dari Sunny. Itu membuat Kyuhyun semakin penasaran, dan memutuskan untuk membaca suratnya.
Annyeong Oppa,
Aku sudah tahu bagaimana ceritanya Oppa bisa menikah dengan Kyuhyun Oppa. Ryeowookie Oppa menceritakan semuanya padaku. Aku yang mendesaknya. Jadi Oppa jangan marah padanya. Oppa, saranghae... jongmal saranghae... Mengapa Oppa tak pernah bicara padaku kalau Oppa menyukaiku. Padahal aku sangat menantikan Oppa berkata seperti itu. Aku kira Oppa memang tidak mencintaiku, jadi aku melepaskan Oppa untuk Kyuhyun Oppa. Oppa, masihkah ada kesempatan untukku?
Sunny
GLEKK...
Kyuhyun kaget bukan kepalang. Air matanya sudah menyeruak begitu saja. Kyuhyun yang sangat tegar kini menjelma menjadi manusia yang cengeng. Menangis dan terus menangis. Ia terduduk di atas tempat tidur. Memasukkan kembali buku agenda itu di tempatnya semula.
Sunny menyebut nama Wookie, 'apa yang diceritakan Wookie padanya? Ia pasti tahu kenapa Sungmin tiba-tiba mau menikah dengannya...' batin Kyuhyun terus bertanya-tanya.
.
.
Sungmin POV
Pintu apartemen tidak dikunci, apa Kyuhyn sudah pulang? Bagaimana ini, aku belum memasak. Ah, kenapa aku malah menyetujui ajakan Sunny untuk bertemu. Pabo Lee Sungmin..
Aku masuk ke dalam kamar, kulihat Kyuhyun terduduk di kasur memegang sebuah map. Tapi kenapa kamar ini berantakan sekali? Apa yang dilakukan Kyuhyun?
"Kyu, kau sudah pulang?" aku bertanya padanya sambil mendekat.
"Eh, iya... Min. Aku mau mengambil map ini untuk meeting nanti." Kyuhyun mencoba tersenyum pada Sungmin.
"Mianhae, aku belum menyiapkan makanan..." aku sadar atas kesalahanku, sehingga aku meminta maaf. Aku takut ia marah.
"Anni... Gwenchana, Min. Aku akan kembali ke kantor lagi. Jam satu aku akan pulang." Ya Tuhan, kenapa Kyuhyun begitu baik. Bahkan ia tidak bertanya dari mana saja aku.
"Tapi, kenapa kamar ini begitu berantakan Kyu?" aku bertanya karena nantinya pasti aku yang disuruh membereskan.
"Tadi aku hanya sulit menemukan map ini. Pikiranku jadi kalut. Biar aku saja yang membereskannya saat pulang nanti..." Dia bangkit dan mencium keningku, kemudian pergi meninggalkan apartemen menuju kantornya lagi. Aku pun segera membereskan kamar, karena aku harus mengerti tugasku sebagai istri.
Sungmin POV End
.
.
Author POV
Kyuhyun menghampiri apartemen Wookie, dan ternyata Wookie sedang bersama Yesung di sana. Mereka bertiba akhirnya terlibat pembicaraan.
"Wookie-ah, kau jangan membohongiku. Aku sudah membaca surat Sunny. Kau pasti tahu mengapa Sungmin tiba-tiba mau menikah denganku..." Kyuhyun menceritakan isi surat Sunny pada sahabatnya itu.
Yesung yang tidak tahu apa-apa hanya mengernyitkan dahinya. Ia tidak mau ikut bicara dulu, takut tambah mengeruhkan suasana.
"Mianhae, Kyu... aku... aku menceritakan donor mata darimu pada Sungmin dan Sunny..." Wookie menjelaskan sambil tertunduk. Ia pasti merasa bersalah.
"MWO? Jadi... mata Sungmin itu dari Kyuhyun?" Yesung terkejut mendengar pengakuan Wookie.
"Jadi, bukan hanya Sungmin yang melihat dengan satu mata? Kau juga Kyuhyun-ah?" Yesung mencoba menyakinkan pertanyaannya.
ARGGHHH...
Kyuhyun menjerit frustasi.
"Mianhae, hyung. Aku menyembunyikannya darimu. Aku melakukannya tulus dari hatiku, tanpa berharap imbalan Sungmin akan mencintaiku. Tapi... tapi apa? Kekasihmu ini malah memberitahunya dan bahkan pada Sunny juga..." Kyuhyun benar-benar kecewa pada Wookie.
"Mianhae..." Wookie lirih meminta maaf lagi.
"Aku bercerita pada Sungmin hyung, karena aku rasa dia perlu tahu. Tapi, Sunny... dia mengancamku akan merusak rumah tangga kalian jika aku tidak mau cerita tentang alasan Sungmin hyung menikah denganmu. Mianhae, Kyu..." kali ini Wookie sudah mengeluarkan air matanya. Yesung pun kemudian menenangkannya.
"Kalian tahu, ini sangat menyakitkan bagiku. Lebih baik, aku tak pernah menikah dengannya sama sekali..." Lirih Kyuhyun semakin terisak.
"Arasseo, Kyu... Aku tau kau begitu mencintai Sungmin dan kau tidak mau menyakitinya. Tapi perlu kau ketahui, sebelum menikah Sungmin berkata padaku dia akan berbakti padamu. Dia akan membalas semua kebaikanmu. Jadi tidak mungkin dia akan meninggalkanmu." Yesung mengingatkan Kyuhyun, mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Ia memang tidak akan meninggalkanku. Ia juga selalu menuruti keinginanku. Tapi percuma, jika hatinya bukan untukku..." Kyuhyun menyesali dirinya sendiri.
"Wookie-ah, mianhae aku telah marah-marah padamu. Aku terlalu emosi. Mianhae karena telah membawa kalian ke dalam masalahku..." Kyuhyun nampaknya merasa bersalah pada kedua sahabatnya itu.
"Anni Kyuhyunie, seharusnya aku yang meminta maaf karena membuat hatimu terluka sangat dalam..." Wookie tersenyum. Senang melihat Kyuhyun yang sudah kembali berpikir jernih.
Di rumah, Kyuhyun selalu bersikap seperti biasanya. Seperti tak pernah ada yang dilihatnya waktu itu. Ia selalu bersikap lembut pada Sungmin. Tak pernah sekalipun ia marah pada istrinya. Kyuhyun terlalu menyayangi Sungmin. Kebahagiaan Sungmin adalah segalanya bagi Kyuhyun.
Di Kantor pun, Kyuhyun selalu teringat akan Sungmin. Setiap jam makan siang, ia pasti menelpon ke rumah. Bertanya apakah istrinya sudah makan atau belum, mengingatkan betapa pentingnya arti kesehatan baginya. Tidak pernah ketinggalan ia juga selalu mengingatkan Sungmin untuk tidak terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah. Ia tidak ingin istrinya sampai sakit. Atau jika ada waktu luang, ia selalu mengirim pesan hanya untuk mengatakan ~Saranghae My Princess~.
.
.
'Apakah Sungmin masih suka bertemu dengan Sunny?' Kyuhyun selalu bertanya seperti itu dalam hatinya. Akhir-akhir ini ia memang tidak pernah memergokinya lagi. Tapi siapa yang tahu..
"Mianhae, Min.. Aku tidak ingin kau terluka lebih dalam lagi. Cukup sampai di sini, jangan memaksakan cintamu untukku." Kyuhyun berkata sambil mengecup dahi Sungmin yang sedang terlelap di sampingnya.
.
.
Sungmin mengerutkan keningnya. Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar membuatnya silau. Ia membuka matanya. Dilihatnya ke samping tempat tidur, tak ada Kyuhyun di sana. 'Tumben, Kyuhyun bangun lebih pagi dariku.' Batinnya sambil tersenyum.
Sungmin bangkit dan beranjak ke kamar mandi. Setelah rapi, ia menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Tapi di mana Kyuhyun? Kenapa ia tak menjumpainya di ruang tamu atau dapur? Ah, apakah ia sudah berangkat ke kantor? Tapi kenapa pagi-pagi sekali? Lalu, kenapa ia tidak membangunkan Sungmin? Beberapa pertanyaan itu muncul di benak Sungmin.
TING TONG.. TING TONG..
Sungmin membuka pintu apartemen karena mendengar suara bel. Ia mendapati sesosok namja berdiri di depan pintu itu.
"Annyeong, aku Lee Donghae, asisten Tuan Cho Kyuhyun. Aku diminta beliau untuk mengantarkan surat ini pada anda." Donghae pun memberikan sebuah map dan surat pada Sungmin.
"Aah, gamsahamnida Donghae-shi.." Sungmin memberikan senyumannya dengan tulus dan tersenyum. Donghae pun kembali ke kantornya.
Sungmin membuka surat yang ada di dalam amplop terlebih dahulu, kemudian membacanya.
Min... My Princess~
Mianhae, aku telah memaksakan cintamu untukku. Aku tahu kau menikah denganku untuk membalas budi. Tapi kau harus tahu, mata itu... aku tulus memberinya tanpa mengharapkan apapun. Itulah sebabnya aku meminta Wookie merahasiakannya darimu.
Aku sudah membaca surat Sunny yang ada di buku agendamu itu. Dia mencintaimu juga, bukan? Aku senang, Min.. Akhirnya cintamu terbalas. Saat kita bertemu di cafe waktu itu, aku sudah melihatmu bersama Sunny. Aku pikir kalian memang bertemu sebagai teman. Tapi, aku sangat sakit hati ketika melihatmu lagi di cafe itu. Kau berciuman mesra dengan Sunny.
Usia pernikahan kita sudah tiga bulan. Selama itu, aku tak pernah melihatmu membantah perkataanku. Kau selalu tersenyum padaku. Aku bahagia sekali. Tapi, Min.. Aku takut sekali kalau senyummu itu dipaksakan. Jangan menyiksa dirimu lagi dengan berpura-pura mencintaiku, ne? Aku tak suka itu. Min, Saranghae... aku ingin kau bahagia. Jadi, Mari kita bercerai...
Aku tidak akan pulang ke rumah kita lagi, Min. Apartemen itu sekarang jadi milikmu. Jangan menghubungiku, ne? Aku takut tak bisa menenangkan hatiku. Menikahlah dengan orang yang kau cintai, dan semoga kau bahagia.
Cho Kyuhyun
Andwae...
Sungmin berteriak di dalam hatinya. Dibukanya map yang ada di tangannya itu, dan itu membuat Sungmin bertambah shock. Surat Cerai. Terpampang dengan jelas tanda-tangan Kyuhyun di sana. Tinggal satu tanda tangan lagi, maka mereka resmi bercerai.
"Kyu..." Sungmin lirih dalam tangisnya.
"Mianhae..."
Sungmin POV
Kyuhyun memberikan surat cerai padaku. Entah kenapa hatiku malah menjadi sangat sakit. Lebih sakit saat aku tahu Sunny mencintaiku setelah aku menikah dengan Kyuhyun.
Kau bilang sangat mencintaiku, Kyu. Tapi kenapa kau mau menceraikanku. Aku memang tidak pernah mencintaimu. Tapi aku bahagia hidup bersamamu. Izinkan aku membalas kebaikanmu. Aku tak akan menandatangani surat cerai itu. Sampai kapan pun, aku tetap istrimu.
Sungmin POV End
.
.
Author POV
Malam ini, Sungmin sangat merasa kesepian. Biasanya selalu ada Kyuhyun disampingnya. Membelai lembut rambutnya atau mengecup kelopak matanya sebelum tidur. Kemudian memeluknya erat ketika tidur sehingga mengurangi rasa dingin yang menyergap akibat AC yang menyala. Meski baru sehari, Sungmin sudah merindukan Kyuhyun.
Sungmin bangun di pagi hari, untuk yang kesekian kali tak ada Kyuhun di sampingnya. Tak ada yang perlu ia bangunkan dari tidurnya. Ia pergi kedapur, porsi makanan yang dibuatnya pun berkurang. Siapa yang akan makan nantinya, toh hanya ada Sungmin di rumah itu.
Sungmin makan sendirian di meja makan itu, air matanya mengalir. Tak mampu menahan sesak di dadanya.
"Kyu, apakah kau sudah makan?"
"Apa kau makan dengan baik? Jangan makan makanan instan..."
"Atau kau sekarang masih tidur? Pasti tidak ada yang membangunkanmu. Menyuruhmu segera mandi, lalu sarapan..."
"Kyu, bogoshippo... Hiks... hiks..."
Seperti itulah yang digumamkan Sungmin setiap hari. Dan hari ini, tepat seminggu kepergian Kyuhyun. Sungmin tak mampu lagi menahan kerinduannya. Ia tidak peduli lagi Kyuhyun melarang untuk menghubunginya. Ia sudah terlalu rindu.
Sungmin mendial nomor Kyuhyun, tapi sayang...
(nomor yang anda hubungi salah, silahkan periksa kembali nomor tujuan anda. Tut... tut...)
Sungmin benar-benar sudah sangat merindukan Kyuhyun. Ia memutuskan untuk pergi ke kantor Kyuhyun. Sampai di sana, Sungmin langsung menuju ruangan Kyuhyun. Ia sudah tahu sebelumnya, karena Sungmin pernah diajak ke sana.
Tiba di ruangan Kyuhyun, Sungmin langsung di sapa oleh Seohyun, sekretaris pribadi suaminya itu.
"Maaf Tuan, anda mau kemana?"
"Ijinkan aku bertemu dengan Cho Kyuhyun, jebal..." Sungmin memohon dengan sangat pada sekretaris itu.
"Mianhae, tapi Tuan Cho Kyuhyun tidak pernah kemari lagi. Ia hanya memberi instruksi kalau untuk sementara perusahaan ini akan ditangani oleh Lee Donghae, asistennya." Seohyun menjelaskan dengan gamblang.
Kyuhyun~~
Sungmin pergi dengan perasaan kecewa. Yang ada di pikirannya hanya ada Kyuhyun, Kyuhyun, dan kyuhyun. Suaminya itu.
'Mungkin Kyuhyun ada di rumah umma...' gumam Sungmin dan langsung melangkah menuju pemberhentian subway menuju rumah mertuanya.
Sungmin tiba di rumah keluarga Cho. Ia disambut oleh ahjumma yang biasa membantu pekerjaan rumah di keluarga itu. Sungmin dipersilakan masuk dan menunggu untuk dipanggilkan Mr dan Mrs. Cho. Ia tidak mau menunggu sambil duduk, hanya berdiri. Karena ia sudah terlalu panik. Tak lama Mr dan Mrs. Cho keluar menuju ruang tamu.
"Umma..." Sungmin berhambur ke pelukan ibu mertuanya sambil menangis.
"Uljima... Umma sudah tahu semuanya chagy, Kyuhyun menceritakannya pada kami..." Mrs. Cho mencoba menenangkan sungmin.
"Umma... berarti... berarti Kyuhyun ada di sini kan?" Sungmin langsung saja bertanya tentang keberadaan suaminya.
"Tidak ada. Semenjak menceritakan itu, ia tidak kembali lagi ke sini..."
BRUKK
Tubuh Sungmin ambruk ke lantai tanpa sempat dicegah...
"Min.. Sungmin..." teriak Mrs. Cho.
"Yeobo, tolong aku! SUngmin pingsan! bawa ia ke kamar!" suruh Mrs. Cho pada suaminya dengan panik.
Sungmin dibaringkan di kamar Kyuhyun yang dulu. Ia ditemani Mrs. Cho sedangkan Mr. Cho memanggil dokter keluarga untuk memeriksa Sungmin.
"Menantu anda tidak apa-apa. Dia hanya sedikit stress, mungkin karena banyak pikiran. Tapi ada hal lain yang membuat saya janggal. Saya tidak begitu yakin, jadi sebaiknya menantu anda dibawa ke rumah sakit dan diperiksa di laboratorium." Dokter Choi menjelaskan kepada keluarga Cho mengenai kondisi menantunya itu.
"Gamsahamnida, Siwon-shii..." ucap Mr. Cho kepada dokter keluarganya itu.
.
.
Sungmin dibawa ke rumah sakit diantar oleh ibu mertuanya. Kini mereka sudah ada di ruangan dokter siap menerima hasil pemeriksaan laboratorium.
"Tidak ada penyakit sama sekali pada tubuh tuan Lee Sungmin. Hanya saja, ini memang sedikit aneh. Tapi jangan khawatir, kami sudah beberapa kali menemukan kasus seperti ini. Tuan Lee Sungmin dinyatakan positif hamil dua bulan."
'Hamil?' Kedua ibu dan anak itu kaget tidak percaya.
"Bagaimana mungkin, Dok? Menantu saya seorang namja. Ia tidak mungkin hamil." Mrs. Cho mencoba mengelak meski ia berharap itu benar.
"Ini bisa saja terjadi, jika Tuhan menghendakinya. Tuan Lee Sungmin adalah seorang intersex, ia memilki sperma dan juga sel telur yang dapat dibuahi. Tubuhnya mendukung kehamilan karena ia juga memiliki rahim." Dokter itu menjelaskan lagi.
Sungmin meraba perutnya yang rata. Ini sudah dua bulan sejak kejadian di rumah Yesung kala itu. Sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak keluar saat itu juga.
Mrs. Cho membawa Sungmin kembali ke apartemennya.
"Istirahatlah, Min. Ingat kau sedang hamil.." ibu mertuanya itu sungguh sangat perhatian. Ia menidurkan Sungmin di ranjangnya.
"Ummaa... aku... aku masih menantu umma. Aku belum menandatangani surat cerai itu... hiks...hiks/.." Sungmin begitu terisak.
"Ja...jadi... kau masih istri Kyuhyun?" tanya Mrs. Cho tidak percaya.
"Ne, umma. Aku tidak mau bercerai dengannya. Setelah Kyuhyun pergi, Aku sadar... a... aku.. mencintai Kyuhyun... bantu aku mencari Kyuhyun, Umma... jebal... aku merindukannya..." akhirnya Sungmin sadar betapa berartinya Kyuhyun bagi hidupnya.
"Tapi Kyuhyun bilang, kau berciuman dengan Sunny.."
"Hiks... hiks... Sunny menciumku duluan, dan aku di luar kendali sehingga aku menikmatinya. Aku sungguh menyesal umma... Umma percaya padaku kan?" Sungmin meyakinkan ibu mertuanya itu.
"Ne, chagy... umma percaya padamu. Umma dan appa akan bantu mencari Kyuhyun. Kau istirahat, ne? Makanlah yang banyak, jangan terus memikirkan Kyuhyun. Ingat kau sedang hamil. Kau harus jaga cucu umma, hmm?" Mrs. Cho menasihati Sungmin dan kemudian tersenyum.
"Eumm... gomawo umma..." Sungmin pun menganggukan kepalanya dan berterimakasih. Betapa beruntungnya ia mempunyai mertua yang sangat baik.
.
.
.
TBC
Sebagai author baru, MiNa sadar, jadi author di sini ternyata gampang-gampang susah. Terlalu banyak peraturan yang harus ditaati. Tapi MiNa senang karena banyak yang mengoreksi FF MiNa. Jadi MiNa bisa belajar memperbaiki kesalahan MiNa.
Dari awal MiNa belum pernah bales review dari reader MiNa, hehe... Jadi sekarang MiNa mau balesin dulu, tapi yang Ireview di chapter sebelumnya aja ya. MiNa capek, mianhae =.=
Lee Soo Bin Ini udah update, tenang aja ini tetep KyuMin koq. MiNa malah sebel sama pairing SunSun.
ZhukyuLee Cheonma ^^, tapi jangan teriak2 nanti MiNa budeg. hehe... Gomawo udah mau review ^^
MinnieGalz Yuph, KyuMin is REAL. Tau tuh, bang WON2 seneng banget grepe2 Ming!
Chikyumin Iya ini udah update, gomawo udah review ^^
YuyaLoveSungmin Ini udah lanjut, tenang aja Kyu bahagia koq di akhir ^^
Ryu Gomawo ^^, MiNa sadar koq kalo di awal chapter emang rada lebay. hehe...
Clein cassietau tuh Ming koq tega banget ya ama Kyu, gomawo udah review ^^
emyKMS MiNa juga mau kalo diajak ngintip KyuMin NC-an. hehe... gomawo reviewnya ^^
Park KyuMin MiNa udah update, review lagi ya :)
YukiLOVESUNGMIN Mianhae Yuki-chan MiNa belum bisa sms kamu. kapan-kapan ya ^^
diitactorlove hehehe, MiNa mau buat aja sekali-kali Kyu jadi orang baik kayak malaikat jangan evil mulu :)
honey26 Ini udah lanjut, gomawo udah review :)
EvilBungsu KyuminBaby137 Udah tau kan sekarang ternyata Sunny yg cium Ming duluan. huft...
PrincekyuMiNa lagi seneng aja bikin Kuyu menderita, ada kepuasan tersendiri soalnya. FF ini cuma sampe chapter 9 koq. gomawo udah review ^^
kyukyumin Ini udah lanjut, gomawo reviewnya ^^
winter boy MiNa minta maaf kalo alurnya kecepetan, dictionary bahasa koreanya juga MiNa belum bisa buat. Coz bales review juga udah capek. MiNa males ya?
Dina LuvKyumin Kita tunggu aja ya kapan Ming suka ama Kyu, gomawo udah review :)
Park HyunRa MiNa sekali-kali mau rubah sifat Kyu jadi baik. Semoga suka...
Mimiyeon Ini udah lanjut, makasi chagy udah review...
aniya1004 sekarang udah tau kan kenapa mereka kissu? gomawo ^^
widiwMin Alurnya kecepetan ya? mianhae ==" iya ini udah MiNa gamti ke rate M. Makasi chingu atas koreksinya. kalo ada yang salah lagi tolong ingetin MiNa lagi ya ^^
kyuminlinz92 Ini udah lanjut. gomawo reviewnya ^^
Sekali lagi MiNa ucapin terima kasih banyak buat yang udah review. Semoga kalian masih mau untuk review lagi. Salam cinta dari MiNa, gomawoyo \./
