Previous chapter 6
"Kyu... Kau tak akan pergi lagi kan?" Kyuhyun mengangguk.
"Kau, tak akan meninggalkanku lagi kan?" Kyuhyun mengangguk.
"Kau mau memaafkanku kan?" Kyuhyun kembali mengangguk.
"Kau mau menerima anak kita kan?" Tak ada anggukan saat ini.
"Kau jangan menangis terus. Aku akan selalu ada di sisimu. Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama..." Kyuhyun mengusap air mata Sungmin dan menyakinkannya. Kini Sungmin pun tersenyum dengan begitu manis di hadapan Kyuhyun.
Cup~
Sungmin mencium bibir Kyuhyun sekilas dan tersenyum. Kyuhyun membalas dengan memeluknya...
Chapter 7
"Kau jangan menangis terus. Aku akan selalu ada di sisimu. Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama.." Kyuhyun mengusap air mata Sungmin dan menyakinkannya. Kini Sungmin pun tersenyum dengan begitu manis di hadapan Kyuhyun.
Cup~
Sungmin mencium bibir Kyuhyun sekilas dan tersenyum. Kyuhyun membalas dengan memeluknya. Hangat..
"Kyu, aku ingin tidur..." Sungmin berucap lemah di pelukan Kyuhyun. Tampak sekali wajah bahagia itu sedang kelelahan.
"Eh?" Kyuhyun melepas pelukannya dan ia pun terperangah mendengar ucapan Sungmin. Kenapa istrinya itu tiba-tiba bicara ingin tidur.
"Mianhae, Kyu... aku tidak tidur semalaman hanya untuk menunggumu. Aku takut kau pergi lagi..." Sungmin pun menceritakan bagaimana perjuangannya untuk bertemu Kyuhyun. Mulai dari ia pergi ke Hotel Ellysta sampai jalan kaki menuju kantornya di tengah malam dan berusaha untuk terus terjaga sambil membaca majalah-majalah yang tak dimengertinya dan membersihkan semua ruangan Kyuhyun yang luas itu.
"Yaa! kenapa kau melakukan itu semua? Kau tidak hanya menyiksa dirimu, Min... kau juga menyiksa anak kita! Aishh.." Kyuhyun seperti marah mendengar pengakuan Sungmin barusan.
Melihat sedikit emosi di wajah Kyuhyun, Sungmin jadi merasa bersalah. Ia segera memeluk Kyuhyun dengan erat.
"Mianhae... Tapi rasa sakit itu terbayarkan sudah, Kyu. Kau kini bersamaku lagi, iya kan?" Sungmin meminta maaf sambil mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.
Sudah cukup pelukan hangat itu, Kyuhyun pu melepaskannya. Ditatapnya wajah Sungmin dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Sekarang ayo kita pulang, kau harus beristirahat di rumah. Kajja!" Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin untuk membantunya bangun dari sofa.
"Anni, aku ingin tidur di sini saja boleh kan? Kau sekarang bekerjalah, sudah lama kau tidak mengurus perusahaanmu..." Sungmin sungguh sangat mengerti posisi Kyuhyun. Ia tidak ingin menggangu Kyuhyun dalam pekerjaannya.
"Tidak, Min... di sini tidak ada tempat tidur. Itu tidak baik untukmu yang sedang hamil. Aku tidak mau kau menyiksa anak kita lagi. Arasseo?" Kyuhyun tetap mengajak Sungmin utnuk pulang. Tampaknya ia sangat khawatir dengan kondisi Sungmin akibat usahanya untuk menemukan Kyuhyun.
Sungmin akhirnya mengerti setelah dibujuk untuk pulang. Kyuhyun mengancam tidak akan peduli pada Sungmin lagi jika ia memaksa untuk tidur di kantor. Kyuhyun pun menuntun Sungmin untuk berdiri dari sofa. Ia mengepal telapak tangan Sungmin dan menggandengnya berjalan dengan hati-hati. Sungmin hanya tersenyum melihat sikap protektif suaminya, ini sungguh sangat membahagiakan untuknya.
Sepasang suami istri itu pun keluar dari ruangan milik Presiden Direktur Cho Corporation. Tentu saja semua karyawan yang ada di luar ruangan Kyuhyun heran melihat mereka keluar bersama. Terdengar beberapa ocehan dari beberapa karyawan, dan tanda-tanda bingung dari raut wajah mereka.
"Seohyun-ah, apa kau melihat saat istri tuan Cho masuk?" tanya salah satu karyawan pada sekretaris pribadi Kyuhyun.
"Molla, aku tak tahu sama sekali. Kapan beliau masuk ya? Masa tidak ada yang melihat?" Seohyun pun terlihat lebih bingung dari karyawan lainnya. Secara meja Seohyun paling dekat dengan pintu ruangan Kyuhyun.
"Apakah istri Tuan Cho hantu? Sehingga ia bisa masuk lewat mana saja. Menembus dinding misalnya?" kali ini celetuk karyawan yang lainnya.
"Aissh, kau ini. Masa iya Tuan Cho menikah dengan hantu!" kayawan yang lainnya lagi ikut menjawab.
Kyuhyun dan Sungmin tentu saja mendengar ocehan yeoja-yeoja itu. Namun tak ada keinginan sama sekali bagi mereka untuk menghiraukannya. Mereka berdua sedang bahagia, dan mereka tidak menyia-nyiakan kebahagiaan itu barang sedetikpun.
"Dasar, yeoja tukang gosip!" ucap Kyuhyun pelan sambil terus menggandeng Sungmin keluar.
"Kau tidak boleh begitu, Kyu.. Mereka kan hanya heran tiba-tiba aku bisa keluar bersamamu." Sungmin mencoba membela karyawan-karyawan suaminya itu.
"Ah, iya-iya baiklah. Aku minta maaf..." Sungmin tersenyum mendengar permintaan maaf Kyuhyun.
Mereka berdua sudah sampai di parkiran mobil. Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk sungmin dan membantunya masuk, setelah itu baru dirinya sendiri yang masuk ke dalam mobil.
Tak berapa lama, Kyuhyun dan Sungmin sudah sampai di apartemen mereka. Mereka menuju ke kamar dan Kyuhyun membaringkan Sungmin di tempat tidur.
"Min, aku masih bingung. Kenapa tiba-tiba kau bilang mencintaiku, bukankah kau mencintai Sunny?" Kyuhyun mengajak Sungmin bicara sambil menaikkan selimut ke dada Sungmin. Namun tampaknya tak ada tanggapan dari orang yang diajak bicara itu. Hanya terdengar tarikan nafas yang sangat lembut dan teratur.
"Aishh, cepat sekali kau tidur..." Kyuhyun tersenyum dan kemudian mengecup kening istrinya.
~what if nehga geudel munja mannassut damyun...
~ani chalali na geudehleul mollassut damyun...
Kyuhyun mendengar suara ponsel Sungmin yang berdering. Kyuhyun mencari sumber suara itu, dan arahnya dari celana Sungmin. Benar saja, saat Kyuhyun memebuka selimut Sungmin ia melihat ada yang menyala di saku celana istrinya. Ia pun mengambil ponsel itu. Wookie~ nama itu yang tertera di ditekannya tombol hijau, namun ia tidak langsung bicara di telepon itu.
"Yoboseo, hyung... hyung bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah bertemu Kyuhyun?" Suara Wookie dari seberang sana terlihat sangat cemas dengan keadaan Sungmin.
"Yaa! jadi kau yang memberitahunya? Sudah kuduga sejak awal!" Kyuhyun berteriak di telepon, membuat Sungmin sedikit melenguh dalam tidurnya. Kyuhyun pun beranjak keluar dari kamar agar tidak mengganggu tidur Sungmin.
"Kyu... Kyuhyun?" Jawab Wookie kaget.
"Ne, ini aku Cho Kyuhyun. Apa kau kaget mendengar suaraku?" Kyuhyun berkata lagi dengan ketus.
"Mian Kyu... Tapi di mana Sungmin hyung?" Wookie bertanya penasaran, takut terjadi sesuatu dengan Sungmin.
"Molla, aku sudah mengusirnya tadi..." Kyuhyun pura-pura tidak peduli di telepon. Padahal aslinya ia terkikik geli mendengar suara-suara cemas dari Wookie.
"Yaa, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan pada Sungmin?" Kali ini suara di seberang telepon berubah lebih , ini pasti suara Yesung.
"Aku tidak melakukan apa-apa hyung. Aku hanya memintanya pergi, lalu ia pun pergi begitu saja. Dan ponselnya tertinggal di sini..." kekehan Kyuhyun bertambah lagi. Tapi masih ditahannya agar dua orang yang suka ikut campur itu tidak tahu.
"Tidak mungkin! Sungmin sangat ingin bertemu denganmu. Tidak mungkin ia pergi begitu saja..." Yesung bertambah yakin kalau terjadi sesuatu pada Sungmin.
"Terserah kau saja, hyung. Aku lelah, ingin tidur siang! Tut... tut..." Pembicaraan itu diakhiri oleh Kyuhyun yang menutup teleponnya.
Kyuhyun kembali ke kamar. Dilihatnya Sungmin yang tertidur pulas di kasurnya. Ia meletakkan ponsel Sungmin di atas meja samping tempat tidur, kemudian ia sendiri beranjak ke ranjang dan tidur di samping Sungmin. Kyuhyun memeluk Sungmin sambil tidur dan mengecup puncak kepalanya. Sungmin sadar ada yang memeluknya, hingga ia pun mengeratkan pelukan itu. Semakin membenamkan dirinya di dada Kyuhyun tanpa membuka matanya. Keduanya kini telah terlelap dan melayang dalam mimpi indahnya.
Terdengar suara gedoran pintu di apartemen Kyuhyun. Suami istri yang sedang tidur siang itu jadi terbangun.
"tidurlah lagi, chagy... aku akan membuka pintu." Kyuhyun tidak ingin Sungmin terbangun karena nampaknya ia masih kelelahan.
Kyuhyun berjalan ke pintu dan membukanya. Dua orang yang tampak sedang panik itu telihat di depan Kyuhyun.
"Ka... Kalian!" Kyuhyun kaget melihat dua namja itu.
"Kau? Kenapa kau ada di sini. Di mana Sungmin?" Yesung menarik kerah baju Kyuhyun dengan kasar. Tidak peduli lagi arti sahabat di antara mereka.
"Sungmin sudah pergi dari apartemen ini. Jadi sekarang aku yang menempatinya. Lagi pula apartemen ini orangtuaku yang membelinya." Jawab Kyuhyun ketus.
BUGH!
Sebuah tinju melayang ke wajah Kyuhyun, meninggalkan lebam kebiruan di pipinya.
"Apa yang telah kau lakukan, Kyu? Kau menyakiti Sungmin hyung..." Wookie yang memang lebih bisa mengontrol emosinya hanya berkata dengan sangat menyesal.
"Kau tahu? Sungmin hyung sedang mengandung anakmu..." Wookie semakin bersedih dan terduduk di lantai.
"Sudahlah Wookie-ah... tak perlu kau pedulikan Kyuhyun. Lebih baik kita cari Sungmin..." Yesung mengangkat tubuh kekasihnya agar kembali berdiri, kemudian mengajaknya pergi dari apartemen Kyuhyun.
"Aissh, pukulan Yesung hyung ternyata sakit juga. Sampai pipiku lebam-lebam begini..." rutuk Kyuhyun sambil berjalan menuju sofa di ruang tamu.
"Siapa yang bertamu, Kyu?" Sungmin keluar dari kamar tidur dan langsung bertanya. Rambutnya masih sangat berantakan karena baru bangun tidur.
"Kau sudah bangun, Min... Seperti biasa, tamu itu adalah dua orang yang selalu ikut campur urusan kita..." Kyuhyun seperti enggan mengucapkannya. Sungmin pun menghampiri Kyuhyun di sofa, dan dilihatnya wajah suaminya itu yang lebam kebiruan.
"OMO! Kyu... Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?" Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun yang biru-biru itu.
"Apa lagi kalau bukan akibat ulah mereka..." jawab Kyuhyun seadanya. Namun tetap saja ia tak bisa menahan senyumnya saat melihat sang Princess khawatir padanya.
"Yaah... kenapa kau senyum-senyum seperti itu?" Sungmin terheran melihat wajah Kyuhyun yang seperti itu. Bagaimana mungkin orang sakit tapi malah tersenyum-senyum.
"Ahni... aku senang melihatmu khawatir padaku..." Kini wajah Sungmin sudah merona seperti buah delima. Siapa yang tidak malu jika wajahnya dipandangi terus oleh suaminya.
"Jangan menatapku seperti itu, Kyu. Aku malu..." jawab Sungmin dengan polosnya. Akhirnya Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya ke dalam pelukan hangat.
"Lepaskan Kyu, kau menghimpit anak kita..." Sebenarnya Sungmin senang mendapat pelukan hangat dari Kyuhyun, tapi perutnya merasa sesak. Ia juga tak mau menyakiti bayi di kandungannya itu lagi.
"Ah, ne. Mianhae.."
"Sekarang katakan padaku, kenapa mereka melakukan ini padamu?" desak Sungmin merasa ingin tahu yang sebenarnya.
Hehe, Kyuhyun hanya tersenyum dengan manisnya dan kemudian menjelaskan kejadian yang sesungguhnya. Mendengar penjelasan itu, Sungmin menjadi sedikit tidak terima.
"Kau membuat Yesung dan Wookie mencemaskanku. Kau harus katakan yang sebenarnya pada mereka!" Kini Sungmin meminta Kyuhyun bercerita yang sebenarnya pada dua orang sahabatnya itu.
"Ahni, aku tidak mau. Mau taruh dimana reputasiku nanti. Yesung sudah memukul wajahku, dan sekarang aku harus minta maaf. Huft..." Kyuhyun menolak karena merasa gengsi.
"Baiklah. Reputasimu memang tinggi. Kalau begitu aku saja yang bicara pada mereka." Kyuhyun tidak menjawab, itu tandanya ia setuju jika Sungmin yang bicara sebenarnya.
Sungmin mendial nomor Yesung dari ponselnya, sedangkan Kyuhyun hanya diam terpaku sambil menatap istrinya.
"Yoboseyo... Yesung-ah ini aku Sungmin. Aku sudah berada di rumah bersama Kyuhyun jadi kalian jangan mencemaskanku lagi, ne?" Sungmin bebicara dengan nada yang meyakinkan.
"Mwo? Apa kau bilang? Kau sudah bersama Kyuhyun? Sejak kapan? Kenapa Kyuhyun berbohong pada kami. Aishh, keterlaluan bocah itu!" Yesung jadi kesal mendengar pengakuan Sungmin.
"Mianhae... Kyuhyun bilang ia hanya ingin memberi pelajaran agar kalian tidak ikut campur urusan kami."
"Apa kau keberatan jika kami ikut campur, Min? Bukankah kau yang menginginkan kami agar dapat menemukan Kyuhyun?" Yesung mulai jengah kali ini.
"Tidak... aku sama sekali tidak keberatan. Justru aku akan senang sekali jika kalian peduli pada kami. Itu... itu hanya keinginan Kyuhyun." Sungmin sudah mulai takut pada Yesung yang sedang marah di teleponnya.
"Katakan pada suamimu itu, aku tak akan peduli lagi dengan rumah tangga kalian. Sudah cukup aku merasa direpotkan seperti ini!" nada suara Yesung semakin tinggi saja.
"Mianhae Yesung-ah... hiks.." Sepertinya Sungmin menjadi sensitif sekarang. Masa hanya dibentak begitu saja ia menangis. Lagipula yang dimarahi kan Kyuhyun, bukan dirinya. Air mata itu pun tak dapat dibendungnya lagi, padahal ia sudah bersusah payah untuk tidak menangis.
Hiks.. hiks..
Kyuhyun yang melihat Sungmin menangis akhirnya merebut ponsel yang digunakan untuk menelepon Yesung dan mematikan panggilannya.
"Min, gwenchanaseyo?" Kyuhyun terlihat khawatir.
"Yesung... dia memarahiku, Kyu..." Sungmin masih menangis dalam bicaranya.
"Yesung hyung tidak memarahimu, Chagy... Ia hanya sedang emosi saat ini." Meski masih marah atas pukulan Yesung, Kyuhyun tetap membelanya. Biar bagaimanapun Yesung dan Wookie adalah sahabat terbaiknya.
"Kenapa kau malah membelanya? Jelas-jelas ia sudah memukulmu!" Sungmin beranjak dari sofa dan masuk ke dalam kamar lagi.
'Kenapa hatinya bisa berubah begitu cepat? Tadi dia memintaku untuk minta maaf, tapi sekarang ia malah marah saat aku membela Yesung hyung. Ah, apa orang hamil memang seperti itu...' gumam kyuhyun dalam hati sambil memperhatikan Sungmin yang berjalan menjauhinya. Ia pun tersenyum...
Kyuhyun ikut masuk ke dalam kamarnya dan ia melihat istrinya sedang berbaring membelakanginya. Dadanya sedikit berguncang, mungkin ia masih menangis. Kyuhyun naik ke atas ranjang dan memeluk Sungmin dari belakang. Dagu Kyuhyun menyentuh pundak Sungmin dan tangannya melingkar di pinggang Sungmin sambil mengusap-usap perut Sungmin.
"Mianhae chagy... aku tak bermaksud membela Yesung hyung." Tetap saja tak ada jawaban dari Sungmin. Ia masih sesenggukan dengan wajah membelakangi Kyuhyun.
"Katakan, apa yang harus kulakukan agar kau memafkanku?" Kyuhyun merasakan bahwa Sungmin memang benar-benar marah padanya. Semakin dipeluknya tubuh Sungmin dari belakang dan sesekali Kyuhyun mencium tengkuk Sungmin.
Mendengar pertanyaan Kyuhyun barusan Sungmin langsung membalikkan badannya. Kini wajahnya berhadapan dengan wajah Kyuhyun.
"Kau akan melakukan apapun?" tanya Sungmin sambil mengusap air matanya. Kemudian Kyuhyun pun ikut mengusapnya juga.
"Ne, katakan saja apa yang kau inginkan..." Kyuhyun tersenyum melihat wajah malaikatnya itu. 'Kenapa Sungmin mudah sekali dirayu?' begitu batin Kyuhyun sambil terus menatap sang istri.
Sungmin terlihat sedikit berpikir. Matanya menatap langit-langit, lalu..
CHU~
Sungmin tiba-tiba saja mencium bibir kyuhyun. Kyuhyun yang terlihat kaget kemudian membulatkan matanya. Sungmin masih ingin merasakan bibir lembut Kyuhyun dan tak ingin melepaskannya. Kyuhyun yang tampak mulai menikmati ciuman Sungmin kini memejamkan matanya. Keduanya kini saling berciuman dengan intens. Sungmin masih mendominasi sedangkan Kyuhyun hanya menerimanya dengan pasrah.
Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun untuk memperdalam ciumannya. Dilumatnya bibir Kyuhyun dengan sedikit kasar. Lidah Sungmin masuk menerobos untuk mencari lidah Kyuhyun, namun sepertinya Kyuhyun hanya bisa menikmatinya tanpa membalas ciuman Sungmin. Merasakan suaminya hanya pasrah saja, akhirnya Sungmin melepas ciuman itu.
"Kyu...?" Sungmin mendesah kecewa. Seperti bertanya mengapa Kyuhyun membiarkan Sungmin bekerja sendiri.
"Waeyo, Min?" Kyuhyun seperti ingin tahu mengapa Sungmin tiba-tiba melepas ciumanya. Padahal ciuman tadi sudah begitu panas.
Sungmin kembali membelakangi Kyuhyun. Dadanya kembali berguncang menahan isakan kecewa dari hatinya. Namun Kyuhyun tidak tinggal diam begitu saja. Lagi-lagi Kyuhyun merangkul Sungmin dari belakang. Wajahnya menempel di leher Sungmin.
"Apa kau ingin aku menyentuhmu?" tanya Kyuhyun dengan sangat lembut. Sungmin hanya bisa menganggukan kepalanya dengan malu. Kyuhyun tersenyum melihat anggukan itu.
Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin dan membalikkan wajahnya agar agar dapat dilihat Kyuhyun dengan jelas. Sungmin hanya bisa menunduk tidak berani menatap Kyuhyun.
"Kau bilang akan melakukan apapun agar aku memaafkanmu..." jawab Sungmin pelan dan tertunduk. Arah pandangannya tertuju ke dada Kyuhyun.
"Ne, aku kan melakukan apapun..." jawab Kyuhyun lagi mempertegas ucapannya. Ia memang mau melakukan apapun agar Sungmin mau memaafkannya, padahal hanya karena membela Yesung.
"Jinjja?" Wajah Sungmin kini kembali ceria. Ah, ia polos sekali. Sebentar menangis, sebentar tertawa.
"Eumm.." Kyuhyun menjawab sambil menganngukan kepalanya dan tersenyum.
Merasa mendapat persetujuan dari Kyuhyun, Sungmin segera bergerak. Tangan-tangan lentiknya menyentuh dada kyuhyun dan satu persatu membuka kancing kemeja Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam saja, ia sadar kalau Sungmin memang benar-benar sedang berhasrat sekarang.
Kini tinggal kancing terakhir di kemeja Kyuhyun yang belum terlepas. Namun, sebelum Sungmin membukanya Kyuhyun sudah menepis tangan lentik itu terlebih dahulu.
"Tidak sekarang, Min... Aku tidak mau melakukannya siang-siang..." Sungmin kembali terlihat kecewa karena harus menahan hasratnya itu. Kyuhyun hanya bisa menahan senyum, ia tidak ingin membuat istrinya itu tambah marah.
'Mianhae, Min... Aku juga menginginkannya. Tapi aku ingin kau merasakan betapa tersiksanya menahan hasrat untuk bercinta seperti yang kurasakan dulu.' Gumam Kyuhyun dalam hati.
"Apa kita akan melakukannya nanti malam?" tanya Sungmin pura-pura tegar. Ia mengerjapkan matanya seperti memohon. Kyuhyun pun tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Molla..." Kyu kini mencoba untuk menggoda Sungmin.
"Lalu kapan kita akan melakukannya?"
"Besok... besoknya lagi... besoknya lagi... atau mungkin setelah anak kita lahir.. atau setelah anak kita sudah besar..." candaan Kyuhyun benar-benar menyebalkan bagi Sungmin..
"Kyu!" Sungmin memukul dada Kyuhyun yang masih terbuka.
"Mandilah, ini sudah sore. Kau sangat bau, aku jadi tidak mau menyentuhmu!" Kyuhyun mengusap kepala Sungmin dan bangkit dari berbaringnya.
Mendengar perkataan Kyuhyun, Sungmin jadi terperanjak. Ia pun jadi ikut bangun dari berbaringnya.
"Jadi karena itu? Arasseo, aku akan mandi sekarang lalu kita akan melakukannya kan?" Kenapa Sungmin jadi keras kepala seperti itu.
Kyuhyun jadi merasa bersalah telah menggoda istrinya. Tapi tetap saja, tujuanya di awal adalah ia ingin Sungmin merasakan betapa sakitnya menahan hasrat untuk bercinta. Sebelum beranjak ke kamar mandi, Kyuhyun terlebih dahulu menarik pergelangan tangan Sungmin. Membuatnya terduduk di ranjang di sebelah Kyuhyun duduk.
Kyuhyun memegang pipi istrinya dengan lembut. Ditatapnya wajah Sungmin yang selalu membuat Kyuhyun kagum akan sosok namja sangat dicintanya itu.
"Kenapa kau jadi seperti ini, eoh?" Kyuhyun sadar jika sikap istrinya itu berubah sangat jauh. Dulu, ia sangat jauh dari kesan agresif dan manja.
"Eh?" Sungmin jadi bingung mendengar pertanyaan Kyuhyun.
"Katakan, apa yang menyebabkanmu seperti ini?" tanya Kyuhyun lagi.
"Aku mencintaimu, Kyu!" Kyuhyun jadi sangat kaget. Ini memang bukan yang pertama kali Sungmin bicara seperti itu. Kyuhyun hanya heran, bukankah Sungmin mencintai Sunny?
"Aku tahu, tapi bagaimana dengan Sunny?" Sungmin jadi merasa sedih. Saat ia ingin membangun sebuah keluarga bersama Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah mengungkitnya lagi. Rasa bersalah itu kembali muncul. Salah karena telah membuat Kyuhyun salah paham atas tragedi ciumannya bersama Sunny.
"Mianhae, Kyu... aku sudah tidak bersamanya lagi..." Jawab Sungmin sambil menundukkan kepalanya.
"Apa Sunny meninggalkanmu?" tanya Kyuhyun lagi ingin tahu.
"Ahni, aku yang meninggalkannya..." Kyuhyun tersentak mendengar ucapan Sungmin. Bukankah Sungmin mencintai Sunny, kenapa ia sendiri meninggalkannya.
"Mianhae, karena kau harus melihatku berciuman dengan wanita itu. Itu adalah ciuman perpisahan darinya, karena aku tetap memutuskan untuk bersamamu..." Sungmin bercerita tanpa berani mengangkat kepalanya. Ia takut. Takut kalau Kyuhyun akan marah.
"Jadi, saat itu aku salah paham?" tanya Kyuhyun lagi dan dijawab oleh anggukan dari Sungmin. Kemudian Sungmin langsung memeluk tubuh Kyuhyun sambil terus bergumam kata maaf. Air matanya kembali mengalir.
"Kau tidak salah chagy... Sekarang katakan padaku, sejak kapan kau mencintaiku?" Kyuhyun tersenyum sambil mengelus kepala Sungmin. Mendengar itu, Sungmin melepaskan pelukannya.
"Sejak... kau pergi meninggalkan aku." Aku sungmin dengan ragu-ragu. Ia malu harus mengakui itu.
"Apa kau merasa kesepian?" Sungmin mengangguk.
"Apa kau menangis terus?" Sungmin mengangguk.
"Sudah kuduga dari awal, kau pasti jatuh di tanganku..." Khyuhyun tersenyum puas. Ia merasa bangga sekarang.
Tiba-tiba,
~CHU
Senyum dibibir Kyuhyun pun menghilang karena Sungmin segera menciumnya lagi.
"Kenapa kau suka sekali menciumku? Cepatlah mandi!" Suruh Kyuhyun pura-pura marah.
"Ne, setelah mandi apa aku harus memakai pakaian seksi?" Sungmin masih berharap akan melakukannya dengan Kyuhyun.
"Tidak perlu. Kau harus memasak untukku, perutku lapar sekali sejak pagi belum makan." Ucap Kyuhyun yang masih tidak mau menuruti permintaan Sungmin untuk melakukan itu.
"Huh, kau kira aku sudah makan? Sejak semalam aku di kantormu, dan pulang langsung tidur tanpa menyentuh makanan sedikitpun. Sabar nae aegya, appamu memang menyebalkan." Ceracau Sungmin sambil berjalan ke kamar mandi. Tentu saja Kyuhyun mendengarnya, dan itu membuatnya tersenyum puas kembali.
.
.
.
TBC
Mianhae, karena lama update. MiNa tetep tunggu reviewnya ^_^
Maaf MiNa ga bisa balesin review satu-satu, tapi MiNa mau ucapin terima kasih banyak buat reader setia ff ini.
Gomawoyo n_n
