MiNa peringatin di chap ini ada NC nya. MiNa mau minta maaf karena MiNa udah salahi aturan karena ga ubah rate ke M tapi malah tetap T. Pokoknya MiNa udah kasih tahu, jadi kalo ada yang masih mau baca, itu bukan salah MiNa.
Kyuhyun POV
Aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran Min hyung. Padahal aku sudah setuju untuk menikah dengannya. Yah, meskipun itu dengan berat hati. Tapi rasanya hati ini lebih berat lagi saat mengetahui ia pergi dan merelakan cintaku untuk Victoria.
Ah, rasanya aku sudah gila. Aku bahagia di salah satu sisi hatiku, karena appa sudah mengijinkanku menikahi Vic. Tapi di sisi lain, hatiku juga bersedih. Kenapa Min hyung harus pergi. Tidak bisakah ia tetap berada di sini meskipun aku menikah dengan Vic. Aku memang egois. Tidak bisa memikirkan perasaannya. Tapi aku juga membutuhkannya. Kami sudah bersama dalam kurun waktu enam tahun. Segalanya kami lakukan bersama. Mulai dari sekolah, kuliah, dan kami juga bekerja di kantor yang sama, yaitu kantor peninggalan orangtua Sungmin. Aku pasti akan merasa sangat kesepian di rumah ini. Meskipun ada Victoria, tapi umma akan melarangku membawanya kemari.
Kyuhyun POV end
.
.
Author POV
"Appa, aku akan mencari Sungmin hyung di rumah keluarganya di Gyeonggi." Tukas Kyuhyun pada appanya yang masih berada ruang keluarga itu.
"Yaa, Cho Kyuhyun! Untuk apa kau mencarinya? Kau akan menyakiti perasaannya!" Mr. Cho sedikit tidak mengerti dengan jalan pikiran anaknya itu.
"Aku ingin Sungmin hyung tetap tinggal di sini. Aku tidak terbiasa tanpanya.." jelas Kyuhyun pada appanya itu.
"Kau ingin Sungmin tinggal di sini! Lalu kau menikah dengan Victoria, dan membuat Sungmin menyaksikan kemesraanmu dengannya? kau benar-benar sudah gila!"
"Aku akan memintanya dengan baik-baik. Jika ia tidak mau tinggal di sini lagi, aku tidak akan memaksa." Tutur Kyuhyun lagi.
"Kyuhyun-ah, sebenarnya appa sependapat dengan umma-mu. Tapi karena dalam suratnya Sungmin meminta agar kami merestui hubunganmu dengan Victoria, maka jalanilah apa yang kau inginkan." Mr. Cho pun melangkah meninggalkan Kyuhyun sendirian di ruangan itu.
Keputusan Kyuhyun sudah bulat. Ia akan tetap menikahi Victoria. Karena ia sangat mencintai wanita itu. Wanita yang tiga tahun ini mengisi kekosongan hatinya. Tapi ia juga tetap ingin Sungmin berada di rumahnya. Ia tidak ingin kehilangan sosok hyungnya. Hyung yang selama ini selalu memanjakannya. Mengorbankan segalanya untuk dirinya, bahkan nyawanya sekalipun.
"Aku akan menjemputmu kembali, hyung!" gumam Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun lalu beranjak ke luar rumah dan menaiki mobilnya. Ia nyalakan mobil itu dan segera melaju ke Gyeonggi. Kyuhyun sudah hafal semua rumah keluarga Sungmin. Itu karena keluarga Cho juga pernah tinggal bersama keluarga Lee. Dan semua keluarga Lee sudah sangat mengenal keluarga Cho, termasuk Kyuhyun.
Tujuan pertama Kyuhyun adalah rumah bibi Lee. Ia menghentikan mobilnya di halaman depan rumah bibi Lee. Kyuhyun turun dari mobil dan melangkah menuju rumah dihadapannya. Sebuah bel bertengger manis di sisi dinding sebelah kiri pintu masuk. Kyuhyun memencetnya dan tak lama kemudian pintu itu langsung dibuka oleh bibi Lee langsung.
"Oh, Kyuhyun-ah!" Bibi Lee sepertinya agak kaget. Wajar saja, Kyuhyun sudah lama tidak datang ke tempat itu.
"Annyeong, bibi.." Sapa Kyuhyun ramah.
"Kyuhyun-ah, kau sudah besar. Tampan sekali dirimu! Ayo masuklah ke dalam." Bibi Lee memuji Kyuhyun yang sepertinya ia memang jujur.
"Aniyo, aku hanya ingin menanyakan apakah Sungmin hyung kemari? Aku akan masuk jika ia di sini." Kyuhyun langsung to the point. Ia tidak ingin membuang waktu lama-lama.
"Sungmin tidak pernah kemari, Kyu. Memangnya ia pergi dari rumahmu?" Tanya bibi Lee kebingungan.
"Ia pergi meninggalkan rumah, dan aku tidak tahu kemana. Aku kira ia kemari." Jelas Kyuhyun lagi.
"Memangnya kenapa ia bisa pergi? Apa ia sudah tidak betah di sana? Sebaiknya kau cari ke rumah nenek. Mungkin ia di sana." Bibi Lee mencoba memberitahu tempat yang kira-kira akan dikunjungi Sungmin. Sungmin memang sangat dekat dengan neneknya.
"Baiklah. Aku akan ke sana sekarang. Gomawo, Bibi.." setelah berterima kasih, Kyuhyun langsung pergi dan menuju kediaman nenek Sungmin tanpa memberi tahu alasan Sungmin pergi dari rumahnya.
.
.
Sampai di depan rumah nenek Lee, belum juga turun dari mobilnya Kyuhyun sudah menangkap sosok Sungmin yang sedang bermain-main dengan seekor kelinci putih di halaman rumahnya. Kyuhyun tersenyum dan segera berjalan menghampiri Sungmin. Sungmin sendiri masih belum sadar akan derap langkah yang semakin mendekatinya.
"Ternyata kau di sini, hyung!" Seru Kyuhyun sambil tersenyum ke arah Sungmin.
"K-Kyu.. kau kenapa kemari?" tanya Sungmin sedikit gugup. Ia memang tidak berniat menghindar dari Kyuhyun. Sungmin hanya ingin tinggal jauh dari Kyuhyun agar bisa segera melupakannya.
"Ajaklah aku masuk dulu hyung. Aku tidak mau bicara di sini." Ucap Kyuhyun pada Sungmin. Sungmin pun berdiri dari duduknya, membiarkan kelinci di pangkuannya berlari untuk bermain sendiri. Ia berjalan masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Kyuhyun. Kemudian mereka berdua duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu. Keduanya duduk berdekatan.
"Hyung, di mana nenek? Aku ingin menyapanya."
"Nenek tidak ada di rumah. Ia sedang membantu adiknya yang sedang panen besar. Aku di sini sendiri." Ucap Sungmin menjelaskan keadaannya pada Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah. Kenapa kau kemari? Sudah ku katakan padamu, meskipun kau mau menikah denganku, tapi aku takut tak pernah mendapatkan cintamu. Aku takut pernikahan kita akan berantakan. Jadi lebih baik aku pergi sehingga kau bisa menikah dengan Vic." Sungmin mencoba tegar mengatakan hal itu. Padahal ia sama sekali tidak rela jika Kyuhyun bersama Vic.
"Aku tahu hyung. Aku sudah memutuskan akan menikahi Victoria. Terima kasih. Karena permintaanmu, appa kini sudah merestuiku. Meskipun umma masih menolak, tapi lambat laun ia pasti akan menerimanya." Jelas Kyuhyun pada Sungmin.
DEGG. Jantung Sungmin seperti bergetar hebat. Kyu sudah memutuskan untuk menikahi Vic. Bukankah itu sangat menyakitkan. Tapi itu bukan salah Kyuhyun sepenuhnya. Ia sendiri yang menolak pernikahannya dengan Kyuhyun, sehingga Kyuhyun memutuskan menikahi kekasihnya itu.
"Tapi.. tetap saja aku membutuhkanmu hyung. Kita sudah bersama-sama sejak dulu. Aku sudah menganggapmu sebagai hyung kandungku sendiri. Kembalilah ke rumah. Umma dan appa akan kesepian jika tidak ada dirimu. Aku mohon hyung.." Kyuhyun memohon dengan begitu besar pada Sungmin. Tapi Sungmin hanya bisa diam terpaku mendengar permohonan itu.
'begitukah arti diriku di hadapanmu, Kyu.. kau menganggapku hanya sebagai hyungmu. Lalu aku harus menyaksikan pernikahanmu dengan Vic, kau benar-benar egois Cho Kyuhyun.' Batin Sungmin seperti menjerit. Ia ingin sekali mengutarakan kalimatnya itu. Tapi ia sebisa mungkin agar kalimat itu tidak terlontar dari mulutnya. Sungmin tetap saja tersenyum. Ia tidak mau terlihat sedih atas kondisi percintaannya.
"Mianhae, Kyu. Aku tidak bisa. Sedikit-demi sedikit, kalian pasti akan terbiasa tanpa kehadiranku. Bukankah aku ini bukan siapa-siapa di keluaga Cho. Aku takut jika terus tinggal di sana, akan sulit bagiku melupakanmu."
Kyuhyun sejenak berpikir. Ia sudah berjanji tidak akan memaksa Sungmin. Meski perasaannya sedikit tidak terima. Ia ingin sekali tetap besama-sama dengan Sungmin. Dengan hyungnya itu.
"Hyung, apakah kita akan bersikap seperti biasanya setelah ini?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.
"Ne, tentu saja. Kita akan tetap seperti biasanya. Kau tetap dongsaengku dan aku tetap hyungmu." Jawab Sungmin sambil tersenyum manis pada Kyuhyun. Kyuhyun tetap saja tidak menyadari bahwa senyuman itulah yang selalu menghiasi hari-harinya, bukan senyum Victorianya.
"Terima kasih, hyung. Kau mau mengerti kondisiku. Aku mencintaimu.."
DEGG. Jantung Sungmin kembali bergetar. Kallimat itu. Kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun. Kyuhyun mencintainya. Yah, itu memang benar. Tapi sayang, cintanya hanya sebatas hyung dan dongsaeng, tidak lebih.
"Kyuhyun-ah. Bolehkah.. bolehkah aku menciummu?" Sungmin bertanya sambil menunduk malu-malu. Ia hanya ingin merasakannya sekali saja. Sebelum Kyuhyun benar-benar menjadi milik Wanita itu. Hanya sekali. Sebelum ia benar-benar akan merelakan Kyuhyun.
Kyuhyun terkaget mendengar permintaan Sungmin. Permintaan macam apa itu. Bahkan Victoria saja tidak pernah memintanya seperti itu. Selalu Kyuhyun yang memulai duluan. Tapi kemudian Kyuhyun sadar. Mungkin ini permintaan terakhirnya sebelum ia menikah dengan Vic. Tidak ada salahnya ia memenuhi permintaan itu.
"I..iya hyung. Lakukan saja.." Jawab Kyuhyun agak ragu. Tapi kemudian ia menutup matanya dan menghadap Sungmin agar namja manis itu bisa segera melakukan permintaannya.
Perlahan tapi pasti. Sungmin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Jarak antara wajah mereka semakin lama semakin dekat. Sungmin juga ikut memejamkan matanya. Tak lama kemudian bibir Sungmin pun berhasil mendarat di bibir Kyuhyun. Kyuhyun tak bereaksi sama sekali. Begitu juga dengan Sungmin. Ia tidak berani melakukan lebih jauh. Hingga beberapa detik kemudian, Sungmin pun mengakhiri ciuman lebutnya. Tapi baru saja akan melepaskan bibirnya, Kyuhyun malah menahan tengkuk Sungmin agar Sungmin tidak beranjak. Kini Kyuhyun yang justru mencium Sungmin.
.
.
Kyuhyun Pov
Ya Tuhan. Kenapa bibirnya begitu lembut. Rasanya juga sangat manis. Apakah ia baru saja mengkonsumsi permen strawberry sehingga rasanya bisa semanis ini. Biarkan seperti ini terus hyung, jangan melepasnya dulu.
Ah, tidak. Ia akan mengakhirinya. Hyung, kumohon jangan dulu. Aku masih ingin merasakan manisnya bibirmu yang lembut ini.
Mianhae hyung. Terpaksa aku harus menarik tengkukmu. Aku masih belum bisa untuk mengakhirinya. Bukankah kau mencintaiku. Jadi tolong jangan berontak.
Aku mengulum lembut bibir Min hyung. Tapi ia tidak merespon sama sekali. Apa karena ia takut. Ah, dadaku semakin membuncah. Seperti ada sesuatu yang ingin keluar. Aku ingin seperti ini terus. Tapi kenapa kau diam saja hyung. Mersponlah hyung..
Kyuhyun Pov End
.
.
Author Pov
Merasa sangat ketagihan dengan bibir Sungmin, Kyuhyun tidak mau ciuman itu berakhir begitu saja. Ia pun akhirnya menggigit bibir bawah Sungmin agar bisa mendapat akses yang lebih.
"Akhh..." Sungmin meringis kesakitan. Namun Kyuhyun sepertinya tidak peduli. Ia bahkan langsung meneroboskan lidahnya ke dalam mulut Sungmin.
"Kyuh.." Sungmin merasa ini sudah sangat berlebihan. Ia ingin mengakhirinya saat itu juga. Didorongnya tubuh Kyuhyun tapi sia-sia. Kyuhyun tidak mau melepaskannya. Merasa tak ada gunanya memberontak, Sungmin pun akhirnya pasrah. Di sisi lain hatinya, ia juga menginginkan perlakuan itu. Sungmin juga mulai menikmati ciuman itu. Ia membalas perlakuan Kyuhyun dengan intensif. Lidah mereka saling bertautan. Saling mengulum, dan saling bertukar saliva.
Ciuman mereka masih berlangsung. Bahkan semakin panas saja. Tidak ada satupun dari mereka yang mau mengakhirinya. Tubuh mereka saling berlekatan. Tanpa jarak sedikitpun. Dan tanpa Sungmin sadari, tangan Kyuhyun sudah bergerilya menelusup ke dalam kemeja yang sungmin kenakan. Dengan lembut Kyuhyun meremas dada Sungmin dan memilin nipplenya. Membuat Sungmin mendesah dengan irama yang memabukkan bagi kyuhyun.
Sambil saling mengulum, Kyuhyun membuka satu persatu kancing kemeja Sungmin. Setelah terbuka semuanya, Kyuhyun pun melepaskan kemeja itu dari tubuh Sungmin dan membuangnya ke sembarang arah. Mereka berdua sudah tidak peduli lagi dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Kyuhyun begitu mabuk akan tubuh Sungmin. Sedangkan Sungmin sangat ingin merasakan sentuhan lembut dari orang yang sangat dicintainya.
Kyuhyun melepaskan kulumannya. Ditatapnya wajah Sungmin yang begitu sendu. Wajah pasrahnya membuat Kyuhyun semakin ingin melakukan lebih. Kyuhyun tidak peduli apakah mereka berdua sama-sama namja ataupun tidak.
"Minhae, hyung.." setelah mengucapkan itu, Kyuhyun kembali melumat bibir pink milik Sungmin. Puas dengan bibir itu, ciuman Kyuhyun beralih ke leher jenjang milik Sungmin. Kyuhyun sedikit heran mengapa seorang namja memiliki kulit yang begitu putih, mulus, dan lembut. Beberapa kissmark pun ditinggalkan Kyuhyun di leher itu. Membuat bercak-bercak merah hampir menutupi warna putih leher Sungmin.
"Ahh.. Kyuh.." Desahan Sungmin membuat Kyuhyun semakin bernafsu.
Kini Kyuhyun sudah tidak tahan lagi. Bagian kejantanannya sudah menegang di bawah sana. Ia merasa bahwa celananya semakin sempit dan sesak. Tangan kanan Kyuhyun pun turun untuk membuka celananya sendiri. Sedang tangan kirinya masih mengeksplor dada Sungmin dan memilin-milin nipplenya. Sukses membuka celananya, Kyuhyun merasa terbebas dari rasa sesak itu. Kejantanannya sudah berdiri menegang meminta sedikit perlakuan. Tangan kanan Sungmin diraihnya lalu dituntun untuk menyentuh kejantanannya. Sungmin pun mengerti keinginan Kyuhyun dan mulai mengocok pelan junior dengan ukuran big size tersebut.
"Akh.. Yang keras hyung.. percepat.. ahh.. ah.." Sungmin mengabulkan permintaan Kyuhyun. Tangannya mengocok junior Kyuhyun dengan sangat cepat.
"Hyung, aku tidak kuat.." tangan Kyuhyun pun kini membuka celana jins Sungmin beserta celana dalamnya. Sungmin naked total. Kini terlihatlah tubuh Sungmin dengan sangat jelas terpampang di depan mata Kyuhyun. Kyuhyun menelan ludahnya. Betapa indah tubuh yang ada di hadapannya itu. Dibaringkannya tubuh Sungmin di atas sofa itu, lalu segera menindihnya.
Kyuhyun membuka selangkangan Sungmin lebar-lebar. Ia ingin segera memasuki hole Sungmin yang belum pernah terjamah sama sekali. Tanpa persiapan, dan tanpa bantuan apapun, Kyuhyun langsung memasukkan juniornya ke dalam hole Sungmin.
"Akkhh..Saakith.. kyuh.." Sungmin meringis. Sebercak darah keluar dari holenya.
"Mianhae, hyung. Aku akan lebih hati-hati." Kyuhyun lalu mencium bibir Sungmin. Mengulumnya dengan lembut. Berusaha mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang mendera hyungnya. Kyuhyun juga mencoba untuk memanjakan junior hyungnya yang sejak tadi memang sudah menegang.
"Kyu.. akhh.. lanjutkan kyu.." Sungmin merasa sudah nyaman dengan kondisinya. Ia meminta Kyuhyun untuk segera mengenjot dirinya. Tak banyak berpikir Kyuhyun pun mulai melakukannya. Diawali dengan sangat lembut dan semakin lama semakin keras dan temponya semakin cepat.
"Ah.. uh.. ah.. uh.." Kyuhyun juga ikut mendesah. Juniornya seperti dijepit oleh otot-otot di hole Sungmin.
"Hyung, sempit sekali. Akh.." Kyuhyun terus meracau. Ini pertama kalinya ia merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Ia semakin cepat menggenjot hole Sungmin dan tangannya juga semakin cepat mangocok junior Sungmin.
"Kyu-ahh.. faaass..teeer kyuh.. ah.." Sungmin sudah beranjak di puncak kenikmatannya.
"Aaaaahhh..." Cairan putih menyemprot dari junior Sungmin dan mebasahi tangan Kyuhyun. Sungmin mencengkram punggung Kyuhyun, mere,as baju Kyuhyun yang masih melekat di tubuhnya. Meski Sungmin baru saja mencapai klimaksnya, tangan Kyuhyun masih belum juga berhenti mengocok junior Sungmin. Genjotan di holenya juga semakin dipercepat.
Junior Sungmin kembali menegang akibat ulah Kyuhyun. Mereka berdua masih beradu dalam pergulatan panas mereka. Desahan-demi-desahan mengalun indah dari bibir keduanya. Tubuh mereka masih bertautan. Bergerak naik turun dengan irama yang harmonis. Kadang pelan, kadang cepat.
"Ahh, hyung sem..pith.."
"Fas..ter.. kyuh.. ah.. uh.."
"Sshh..."
"Kyuh.. keluaarh..."
"Too..ge..ther.. hyungh.."
"Aaarghhhh..."
Mereka mencapai puncak bersamaan. Memekik bersamaan. Cairan Sungmin muncrat membasahi dada Kyuhyun sedangkan cairan Kyuhyun justru tumpah di dalam hole Sungmin. Kyuhyun yang kelelahan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh sungmin. Sungmin juga merasa lelah, hingga ia pun tertidur di sofa yang menjadi saksi aktivitas mereka siang itu. Begitu juga dengan Kyuhyun. Mereka berdua tidur di sofa yang memang ukurannya cukup untuk mereka. Meskipun harus saling berdempetan. Sehingga Kyuhyun tidur dalam keadaan memeluk Sungmin.
.
.
Matahari sudah terbenam. Sungmin pun membuka matanya lebih dulu. Ia melihat Kyuhyun yang masih tidur sambil memeluk dirinya. Ini semua seperti mimpi. Ah, tidak tidak. Ini memang mimpi. Toh setelah ini, Kyuhyun akan kembali kepada Victoria.
Sungmin berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun. Merasa ada sedikit gerakan, Kyuhyun menjadi terbangun. Ia terbelalak. Melihat tubuh Sungmin yang polos tanpa busana. Juga di tubuhnya hanya ada kemeja yang melekat. Celana jinsnya ada di sebelah sana, jauh dari jangkauannya. Dan di sofa yang ia tiduri banyak sekali cairan-cairan putih yang tampaknya sudah mulai mengering. Sungmin memandang Kyuhyun, ia mengerjapkan matanya. Berusaha mengingatkan Kyuhyun dengan bahasa non verbal bahwa mereka telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.
"Mianhae, hyung. Aku tidak bisa mengendalikan diriku." Kyuhyun tertunduk. Ia merasa bersalah telah menodai hyungnya sendiri.
"Gwaenchana Kyu.." Sungmin masih saja tersenyum. Ini sudah terjadi, jadi biar bagaimanapun ia harus menerimanya.
"Rapikanlah tubuhmu, lalu segera pulang. Anggap saja kita tidak pernah melakukannya." Sungmin beranjak mengambil pakaiannya dan mengenakannya lagi. Ia juga mengambil celana Kyuhyun dan menyerahkan kepada pemiliknya.
Setelah mengenakan celananya, Kyuhyun berniat untuk segera pulang. Sungmin mengantarnya sampai di depan pintu.
"Sampaikan salamku pada paman dan bibi Cho!" Sungmin melambaikan tangannya saat Kyuhyun sudah masuk ke dalam mobilnya. Kyuhyun tidak membalas lambaian itu, ia langsung saja menjalankan mobilnya.
'terima kasih untuk hari ini, Kyu..' batin Sungmin, lalu kembali ke dalam rumah dan menutup pintunya. Untung nenek Lee tidak ada di rumah.
.
.
.
TBC
MiNa mau ucapin makasi banyak atas review reader smuanya,, Mianhae MiNa ga bisa balesin reviewnya. MiNa harap di chap ini semuanya tetap kasih review. coz itu yg bikin MiNa semangat untuk ngelanjutin. hehe..
Jangan lupa kasih kritik sarannya juga ya,, mianhae kalo gak berkenan. Gomawoyo ^^
