Chapter 4
Victoria Pov
Apa yang akan terjadi padaku nantinya. Bagaimana jika Kyu mengetahui hal yang sebenarnya. Aku bukanlah mengandung anaknya. Ah, ini tidak akan apa-apa. Bukankah Kyuhyun tidak menyadarinya. Bahkan hingga saat ini Kyu sangat perhatian padaku. Hanya saja, bagaimana jika umma dan appa Kyuhyun tahu mengenai kehamilanku. Mereka pasti akan lebih sadar dibandingkan Kyuhyun. Kemudian mereka akan memberitahu yang sebenarnya. Aku belum siap jika harus bercerai dengan Kyuhyun, aku pasti akan kembali turun derajat seperti dahulu. Kemudian aku tidak bisa lagi mendapatkan apa yang kuinginkan. Tapi aku harus segera memberitahu Siwon oppa bahwa aku mengandung.
Victoria Pov End
.
.
Author Pov
Victoria menemui Siwon di apartemen mewahnya. Apalagi kalau bukan apartemen pemberian Kyuhyun. Mereka berdua kini sedang berbicara serius di kamar Siwon.
"Oppa, aku hamil."
"Mwo?"
"Aku mengandung anakmu, Oppa..." Tutur Vic dengan nada sedikit takut.
"Bagaimana bisa kau mengandung anakku? Kau juga melakukannya dengan Cho Kyuhyun!" Siwon sedikit tersentak dan mengeraskan suaranya.
"Tentu saja bisa, Oppa. Aku hamil 3 bulan, sedangkan usia pernikahanku baru 2 bulan." Jelas Victoria lagi.
"Jinjja? Aishh... bagaimana ini? Lalu apa yang Kyuhyun katakan padamu?" Tanya Siwon sangat penasaran.
"Ia tidak menyadarinya, Oppa. Yang ia tahu aku mengandung anaknya." Ucap Victoria pada Siwon.
"Ah, syukurlah. Aku hanya takut kau diceraikan oleh Cho Kyuhyun."
"Kau tenang saja, Oppa. Aku akan selalu mencoba untuk mengalihkan perhatian Kyuhyun dari usia kandunganku. Semoga ia tidak akan pernah menyadarinya."
"Sebenarnya aku sedikit heran, chagi-ah... mengapa Kyuhyun bisa tidak menyadarinya. Apakah ada sesuatu yang dipikirkannya. Ini sangat mustahil.."
"Mollayo, tapi aku bersyukur pada sesuatu yang memakan pikirannya itu." Jawab Vic sambil tersenyum senang pada Siwon.
Vic benar-benar tidak mau jika harus berpisah dengan Kyuhyun. Ia takut segala keinginannya tidak akan terkabul lagi. Selama menjadi istri Kyuhyun, ia bisa membeli apapun sesukanya. Bahkan ia juga memakai uang pemberian Kyuhyun untuk membiayai hidup kekasihnya Siwon yang baru saja kehilangan pekerjaan karena PHK.
Sore ini Kyuhyun pulang ke rumahnya setelah seharian bekerja di kantor. Namun, ia sama sekali tak mendapati Victoria di rumah mereka itu. Padahal Vic itu sedang hamil, tapi kenapa hobynya selalu jalan-jalan saja. Tidakkah ia memikirkan bagaimana kondisi bayinya jika setiap hari ia selalu keluar rumah.
Entah kenapa, meskipun Kyuhyun senang akan kehamilan Vic, tapi perhatian yang diberikannya untuk Vic sungguh sangat minim. Perhatian itu hanya sekedar rasa khawatir bahwa Kyuhyun tidak ingin sesuatu terjadi pada Vic. Ia sama sekali tak memiliki ikatan batin yang erat dengan bayi di dalam kandungan Vic.
Merasa sendirian di rumah, Kyuhyun jadi merasa kesepian. Tapi sekarang, mengapa justru wajah Sungmin yang terngiang-ngiang di kepalanya. Kenapa bukan wajah sang istri yang entah sedang berada di mana itu. Kyuhyun juga sama sekali tidak ingin tahu di mana istrinya sedang berada. Kyuhyun sadar bahwa ia sedang merindukan Sungmin. Dua bulan sudah ia tidak bertemu dengan hyungnya itu, tentu semenjak kejadian yang tidak pernah terlupakan tersebut.
'Bagaimana keadaanmu hyung?' Tanya Kyuhyun dalam hati.
Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera bangkit dari duduknya. Ia melangkah ke luar rumah dan berjalan ke arah tempat di mana mobilnya terparkir. Tujuannya hanya satu, Gyeonggi. Ia hendak menemui Sungmin yang sudah sangat dirinduinya itu. Kyuhyun tak peduli lagi kalau Sungmin nanti akan marah melihat kedatangannya. Ia tak peduli dengan Sungmin yang sedang berusaha melupakannya. Karena sebenarnya ada sedikit rasa kecewa di hatinya mengetahui Sungmin yang ingin melupakannya.
Kyuhyun sudah tiba di halaman rumah nenek Lee. Ia turun dari mobilnya dan beranjak ke pintu masuk. Sebelum ia memencet bel rumah itu, seseorang telah memanggil namanya.
"Nugu?" suara dari arah belakang punggungnya itu menginterupsi Kyuhyun. Kyuhyun membalikkan badannya. Ternyata suara itu adalah suara nenek Lee.
"Annyeonghaseo!" Kyuhyun pun menunduk sembilanpuluh derajat sebagai tanda hormat yang diberikannya.
"Kau, Cho Kyuhyun?" Tanya nenek pada laki-laki di hadapannya itu.
"Ne, aku Cho Kyuhyun. Aku ingin bertemu dengan Sungmin hyung. Bolehkah, Nek?"
"Maafkan nenek Kyuhyun-ah, aku hanya tidak ingin Sungmin semakin sakit hati melihatmu lagi." Ucap nenek pada Kyuhyun.
Kyuhyun tidak menghiraukan ucapan nenek Lee, ia tidak suka dilarang untuk untuk bertemu hyung yang sangat dirindukannya itu. Kyuhyun pun membuka pintu masuk yang ternyata tidak dikunci itu. Ia masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya mencari Sungmin. Tidak ditemukan di ruang tamu, ia pun berjalan mencari kamar Sungmin hingga ditemukan sebuah papan nama di depan sebuah pintu bertuliskan 'Lee Sungmin'. Nenek Lee sudah tidak peduli akan keinginan Kyuhyun. Ia merasa bahwa Sungmin memang perlu bertemu Kyuhyun. Ia berharap cucunya itu akan bercerita mengenai kehamilannya dan menyelesaikan masalah itu bersama.
Kyuhyun membuka pintu kamar Sungmin. Didapatinya Sungmin sedang tertidur pulas di ranjangnya. Ia berjalan menghampiri ranjang Sungmin dan duduk di pinggirannya. Kyuhyun trsenyum melihat hyungnya itu. Disibakkannya poni Sungmin yang menutupi dahi berkeringatnya.
"Hyung, kau semakin gemuk. Pipimu bertambah chubby. Apa kau berhasil melupakanku?"
"Kau tahu, aku sangat merindukanmu hyung. Aku kesepian di rumah. Vic selalu tidak ada di rumah saat aku membutuhkannya."
Sungmin tidak terusik sedikitpun. Tidak ada tanda-tanda kalau Sungmin akan bangun dari tidurnya. Tentu saja Kyuhyun tidak mau mengganggu tidur Sungmin. Apalagi, hyungnya itu terlihat sangat berkeringat. Mungkin Sungmin sedang kelelahan, jadi Kyuhyun memutuskan untuk menunggu saja hingga Sungmin bangun dari tidurnya.
Hari beranjak semakin malam. Namun Sungmin belum juga bangun dari tidurnya. Nenek Lee melihat keadaan Sungmin di kamarnya. Ia penasaran mengapa Kyuhyun tidak juga keluar dari kamar cucunya itu. Nenek Lee mendapati Sungmin masih tertidur dan Kyuhyun hanya memandanginya. Nenek merasa iba pada nasib yang sedang menghampiri Sungmin. Ia berpikir untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan merubah kehidupan Sungmin.
"Kyuhyun-ah, keluarlah sebentar. Nenek ingin bicara padamu." Setelah mengatakan itu, nenek Lee keluar lagi dari kamar Sungmin. Kyuhyun pun menikutinya dari belakang.
Mereka berdua duduk di ruang keluarga rumah itu. Sebelumnya nenek Lee menyuguhkan sedikit makanan dan minuman pada Kyuhyun.
"Minumlah dulu, kau pasti haus sejak datang tadi aku belum menjamumu."
"Gamsahamnida, nenek." Kyuhyun meraih gelas sirup pada meja di hadapannya. Ia meneguk minuman itu hingga tersisa hanya sedikit. Mungkin benar kalau Kyuhyun memang haus.
"Aku ingin kau tahu sesuatu. Sebenarnya Sungmin melarangku untuk memberitahumu. Tapi aku benar-benar tidak kuat menyembunyikannya. Mumpung kau ada di sini, aku ingin memberitaumu."
"Sebenarnya apa yang ingin nenek bicarakan?" tanya Kyuhyun sedikit penasaran.
"Kau akan jadi appa, Kyu." Ucap nenek.
"Bagaimana nenek tahu aku akan menjadi appa? Istriku memang sedang mengandung sekarang." Kyuhyun sepertinya tidak mengetahui arah pembicaraan.
"Mwo?" Nenek Lee terkejut mendengar pernyataan Kyuhyun.
Istrinya sedang hamil. Apakah ia akan terus mengatakan maksudnya. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan Kyuhyun, tapi ia juga tidak tega melihat cucunya menanggung segalanya sendiri. Ah, biarlah ia sedikit egois sekarang.
"Maafkan nenek Kyuhyun-ah. Maksudku, kau akan menjadi appa dari Sungmin."
"Apa maksud nenek? Aku tidak mengerti." Kyuhyun menjadi kebingungan sekarang.
"Sungmin... Sungmin hamil, Kyu." Ucap nenek sedikit terbata.
"Hamil? Nenek jangan bercanda, kami memang pernah melakukannya. Tapi... tapi Sungmin hyung itu namja." Kyuhyun terkejut dan tidak percaya. Ia berharap kalau nenek Lee memang hanya bercanda.
"Nenek tidak bercanda, Kyu. Ini surat dari dokter yang menyatakan kalau Sungmin sedang hamil." Nenek menyerahkan sejenis amplop putih sedang kepada Kyuhyun. Kyuhyun pun membukanya dan disana tertera kalau orang bernama Lee Sungmin positif hamil 2 bulan.
"Sungmin memiliki rahim, nenek juga baru mengetahuinya. Awalnya nenek juga tidak percaya, tapi dokter telah menyakinkan nenek." Nenek Lee menjelaskan semuanya pada Kyuhyun. Itu membuat Kyuhyun merasa pusing. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Mianhae, aku harus pergi." Kyuhyun berdiri, ia membungkuk di hadapan Nenek Lee dan pergi meninggalkannya tanpa sepatah kat pun.
'Aku tahu ini akan terjadi. Kau pasti akan lebih memilih istrimu.' Batin Nenek Lee.
Kyuhyun pergi dari rumah nenek Lee tanpa sempat berbicara pada Sungmin sedikitpun. Padahal ia pergi ke sana ingin melepaskan kerinduan pada hyungnya itu. Dari rumah nenek Lee, Kyuhyun tidak kembali ke rumahnya. Ia justru melajukan mobilnya kearah kediaman orangtuanya.
Kyuhyun sampai di rumah orangtuanya sekitar pukul 10 malam. Pikirannya sangat kalut. Mengehui Kyuhyun datang, umma dan appa Kyuhyun pun keluar dari kamarnya yang sebelumnya sudah ingin tidur.
"Ada apa, Kyu? Kau terlihat buruk sekali." Nyonya Cho menghampiri Kyuhyun dan mengelus punggung anaknya itu. Sementara sang appa duduk memperhatikan dan berharap anaknya segera menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.
Kyuhyun merasa sedikit tenang mendapat kehangatan dari ummanya. Ia memutuskan untuk menceritakan semuanya pada mereka. Mungkin orangtuanya bisa membantunya menyelesaikan masalahnya.
"Umma, appa... Vic hamil." Kyuhyun mulai dengan kalimat pertamanya.
"Istrimu hamil kenapa kau jadi begini? Apakah kau tidak suka menjadi seorang appa?" Tanya Mr. Cho sedikit heran.
"Bukan. Bukan itu masalahnya appa."
"Di tempat lain, juga ada orang yang sedang mengandung anakku." Kyuhyun menunduk lemah. Tak bergairah dengan ceritanya sendiri.
"Yaa! Sudah umma bilang. Pernikahanmu dengan Victoria tidak akan bahagia. Buktinya kau selingkuh sekarang. Dan kini mereka berdua telah mengandung." Nyonya Cho terlihat sedikit marah pada putra yang tidak pernah mendengar perkataannya itu.
"Umma minta, dengarkan umma sekarang. Ceraikan Victoria dan menikahlah dengan wanita yang kau hamili itu. Itu lebih baik daripada kau bersama Victoria terus."
"Sudahlah sayang, kau jangan terus memaksakan kehendakmu pada Kyuhyun." Kali ini appa Kyuhyun ikut bicara.
"Aku tak pernah memaksakan kehendakku. Buktinya aku mengijinkan ia menikahi Victoria. Meskipun hatiku merasa sangat terluka karena tidak didengar perkataannya oleh anak sendiri."
"Apa yang umma katakan? Aku tidak mungkin menceraikan Vic. Ia sedang mengandung anakku." Kyuhyun sedikit marah pada ummanya.
"Yaa, Cho Kyuhyun! Apa kau yakin ia mengandung anakmu? Tidak pernahkah kau berpikir ia selingkuh di belakangmu? Mana ada seorang istri yang kerjanya hanya bepergian keluar rumah se;ama suaminya bekerja!" Umma Kyuhyun benar-benar marah sekarang. Kenapa perkataanya selalu dianggap salah.
Kyuhyun berpikir sejenak. Yah, selama ini ia tidak pernah memikirkan kearah sana. Kyuhyun terlalu percaya pada Victoria. Yang ia tahu, jika Vic berada di luar rumah maka ia bersama teman-temannya karena istrinya itu bosan selalu berada di rumah.
Kyuhyun menjadi tersadar. Perkataan ummanya ada benarnya juga. Ia pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan umma dan appany yang terpaku.
"Ya! Cho Kyuhyun mau kemana kau?" Nyonya Cho sudah berteriak memanggil Kyuhyun, namun Kyuhyun seperti tak ingin menghiraukannya.
Kyuhyun kini sedang menuju ke rumah tinggalnya sendiri. Ia ingin memastikan pada istrinya kalau yang dikatakan ummanya itu salah. Namun saying, ketika Kyuhyun tiba di rumahnya itu. Ia masih tk mendapati Vic di sana. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah duabelas malam.
Kyuhyun memutuskan untuk menelpon Vic. Ia penasaran mengapa istrinya itu belum pulang. Tidur di mana ia malam ini.
"Yoboseo..."
"Vic-ah? Kau ada di mana? Kenapa kau tidak pulang?"
"Mianhae Kyu, tadi aku pulang tapi kau tidak ada. Aku takut sendirian di rumah, jadi sekarang aq menginap di rumah Siwon oppa."
"Pulanglah, aku akan menjemputmu."
"Tidak Kyu, ini sudah sangat malam. Bahaya jika kau berkendara malam-malam. Aku tidak mau terjadi apapun padamu. Biar aku minta Siwon oppa mengantarku besok pagi."
"Baiklah..."
Kyhyun mengakhiri teleponnya. Namun kali ini ia tidak percaya begitu saja pada istrinya. Ucapan sang umma barusan masih terngiang di telinga Kyuhyun. Mungkinkah Siwon hanya sebatas teman yang sudah dianggap sebagai kakak sendiri oleh Vic. Kini ia ingin membuktikannya sekarang.
Kyuhyun lagi-lagi mengendarai mobilnya. Ia menuju ke apartemen Siwon yang telah dibeli dengan uangnya. Dan sekarang ia sudah berdiri di depan pintu masuk apartemen itu. Dan kebetulan sekali pintu itu tidak dikunci. Apa pemiliknya lupa untuk mengunci pintu? Tapi walaupun dikunci, Kyuhyun akan tetap bisa masuk karena ia sudah diberitahu kode rahasia untuk masuk ke apartemen itu. Siwon sendiri yang memberitahunya, alasannya ia ingin Kyuhyun juga bisa masuk karena itu apartemen pemberian Kyuhyun.
Kyuhyun masuk ke dalam. Tak ada siapapun. Namun, ia seperti mendengar suara desahan seorang wanita dari arah sebuah kamar. Mendengar itu, membuat Kyuhyun mengepalkan tangannya. Otaknya sudah berpikir kalau itu adalah istrinya. Kyuhyun mendekati kamar tersebut, dan suara desahan semakin jelas. Tentu saja Kyuhyun mengenali suara itu. Itu suara istrinya yang selama ini ia yakini bahwa ia mencintanya.
Kyuhyun sudah tidak kuat lagi mendengarnya. Amarahnya sudah di puncak ubun-ubun. Kyuhyun mendobrak pintu kamar tersebut. Dan benar saja, pemandangan di hadapannya benar-benar membuat matanya iritasi. Sang istri sedang ditunggangi oleh namja kekar tanpa sehelai benang pun.
"K-Kyuhyun!" Vic terkaget melihat suaminya berada di ambang pintu. Ia segera merubah posisinya dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Begitu pula dengan Siwon.
"Kyu, ini bukan seperti yang kau lihat?" Ucap Siwon sedikit salah tingkah.
"Apanya yang tidak seperti aku lihat? Jelas-jelas kalian melakukannya di depan mataku!"
Vic dan Siwon meraih baju-bajunya yang berserakan, kemudian memakainya asal-asalan. Mereka berdua bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Kyuhyun yang sedang berapi-api.
"Kyu, aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Victoria sambil meraih tangan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menepisnya lebih dulu.
"Jangan sentuh aku! Wanita jalang!" Ucap Kyuhyun sarkastik. Victoria terkaget mendengarnya. Kyuhyun yang dikenalnya selama ini selalu berkata lembut.
"Kyuhyun-ah, mianhae. Ini di luar kendaliku." Siwon ikut bicara pada Kyuhyun. Berusaha meyakinkannya.
BUGH!
Kyuhyun meninju wajah Siwon bertubi-tubi. Rasanya ia ingin menghabisi lelaki ini sekarang juga. Namun sisi malaikatnya masih bisa mengendalikan perlakuan Kyuhyun tersebut.
"Kalian berdua sangat menjijikan! Pergi dari apartemen ini! Atau kulaporkan kalian pada polisi karena telah menipuku."
"Dan kau Victoria-ssi, mulai saat ini juga kau kuceraikan!" Tangan Kyuhyun menunjuk tepat di wajah Vic. Wajah yang selama ini dikaguminya.
"Andwae Kyu, jangan ceraikan aku. Aku mohon, aku sedang mengandung anakmu." Ucap Vic dengan wajah memelas.
"Jangan berbohong padaku!"
"Katakan kalau itu bukan anakku! Aku tak pernah sudi memiliki anak dari wanita sepertimu." Kyu terus marah-marah tak karuan. Untungnya ia tidak bermain fisik pada wanita di hadapannya. Ia tidak ingin melukai Vic yang sedang hamil. Jadi hanya Siwon yang menjadi korban amukannya.
"Tapi ini anakmu, Kyu..." Ucap Vic sambil memegangi perutnya yang masih datar.
"Aaah, aku ingat sekarang. Bukankah dokter bilang usia kandunganmu 3 bulan? Ya Tuhan, kenapa aku bisa sebodoh ini. Bahkan pernikahanku saja belum 3 bulan." Kyuhyun terduduk di lantai. Ia benar-benar menyesali kebodohannya.
"Gara-gara memilihmu, aku mengorbankan kebahagiaan Sungmin hyung. Bahkan ia berusaha melupakanku karena aku memutuskan menikahimu! Kini aku sadar, orang yang kucintai itu bukan dirimu, tapi Sungmin hyung. Aku menyesal kenapa kesadaranku baru datang sekarang." Kyuhyun tersungkur semakin dalam. Ia menyesali kebodohannya selama ini.
"Tapi ia seorang namja Kyuhyun-ah." Ucap Victoria lirih. Ia masih berusaha untuk bisa diterima oleh Kyuhyun.
"Diam kau! Aku tak peduli lagi dia namja atau bukan. Yang jelas ia jauh lebih baik dari dirimu! Ia tulus mencintaiku, tidak seperti kau. Dan asal kau tahu, Sungmin mengandung anakku! Bukan anak orang lain sepertimu!"
"Mwo?" Vic dan Siwon berlonjak kaget. Apa sebenarnya yang dikatakan Kyuhyun. Apa ia sedang tidak waras.
"Pergi dari sini sekarang juga! Aku tidak mau melihat wajah kalian berdua lagi!" Kyuhyun tidak peduli dengan wajah kaget keduanya.
"Kyu, kami harus tinggal di mana lagi selain di sini?" Siwon bertanya pada Kyuhyun, berharap ada sedikit kebaikan darinya.
"Aku tidak peduli kalian mau tinggal di mana! Dan bawa pergi wanitamu itu!" Kyuhyun mendorong-dorong tubuh Siwon dan Vic agar segera keluar dari apartemen itu. Sehingga mereka pergi tanpa membawa barang sedikitpun. Bahkan uang sekalipun. Karena di tubuhnya hanya ada pakaian seadanya yang mereka pakai selepas saling mencumbu.
Setelah kepergian dua orang itu yang entah akan kemana, Kyuhyun memutuskan untuk kembali pulang. Tentu saja ia pulang ke rumah orangtuanya. Ia memutuskan untuk menjual apartemen dan rumah pembeliannya itu dan memulai hidup baru kembali.
Umma dan appa Kyuhyun ternyata belum tidur. Mereka kaget saat mengetahui Kyuhyun kembali kerumah mereka. Kyuhyun segera menghambur ke tubuh ummanya dan berlutut sambil memegangi salah satu kaki sang umma.
"Umma, mianhae... aku tak pernah mendengarkan perkataan umma. Aku menyesal... aku telah mendapat hukumannya. Maafkan aku umma..." Kyuhyun menangis di kaki sang umma. Ia tidak mau melepaskan kaki itu sampai ummanya mau memaafkan dirinya.
"Bangunlah Kyu, umma tahu suatu saat kau akan meminta maaf pada umma. Umma bahkan sudah memaafkanmu jauh hari sebelumnya. Kau tidak perlu merasa bersalah lagi, yang terpenting sekarang adalah kau harus bangkit dan mulailah hidup baru kembali."
"Sekarang pergilah tidur, Kyu. Ini sudah larut malam. Kau harus beristirahat. Esok pagi kita bicarakan lagi semua ini." Appa Kyuhyun menginterupsi diikuti oleh anggukan dari Kyuhyun. Mereka pun melangkah ke kamarnya masing-masing.
Kyuhyun merasa lega karena kebusukkan Vic sudah terbongkar. Ia beruntung karena belum sempat menghabiskan banyak waktu bersama wanita itu. Kini yang dipikirkannya adalah Sungmin. Bagaimana ia akan bersikap pada Sungmin nantinya. Namun terbersit kebahagiaan di hatinya, mengingat bahwa kini Sungmin tengah mengandung anaknya. Seberkas senyuman terpancar dari bibir Kyuhyun sebelum akhirnya ia memejamkan mata untuk sejenak melepas penatnya seharian ini.
.
.
.
TBC
Mianhae, MiNa update terlalu lama. Dan MiNa ga bisa bales review lagi ==' ...
RnR please ^_^
