Title: SS501 Story HyunMin Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 3 / ?

Rated: T.

Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min

Genre: Romance, Drama.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.

^_^ Pregnant ^_^

Author Pov…

"Hiks… Hiks… Hiks… Hyung, aku hamil" kata Jung Min pelan namun masih bisa didengar oleh keempat namja lainnya.

"Mwo… Kamu hamil?" shock Young Saeng dan ketiga namja lainnya. Young Saeng langsung melepaskan dekapan Jung Min dan memandang namja satu itu terutama pada perutnya yang masih datar.

"Ia hyung, aku hamil" kata Jung Min pelan.

"Anak siapa?" Tanya Young Saeng masih menatap Jung Min.

"Hy-hyun Joong hyung" kata Jung Min pelan. Keempat namja yang ada disana pun langsung menatap Jung Min dengan tatapan shock. Lalu ketiga namja lainnya kini menatap Hyun Joong tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh hyungnya itu.

"It… Itu Bohong. Yack.! Jung Min jangan bicara yang sembarangan. Bagaimana bisa aku menghamilimu ka…."

"Sebulan yang lalu hyung. Ya, sebulan yang lalu dihari ulang tahunmu itu. Apa hyung sudah lupa?" potong Jung Min, Hyun Joong pun diam mendengarkan.

"Kalau hyung lupa, baik aku bakal menceritakannya kembali biar hyung ingat semuanya. Sebulan yang lalu kita berlima merayakan ulang tahun hyung di apartement hyung ini. setelah acara selesai Young Saeng dan Kyu Jong Hyung serta Hyung Jun langsung pulang sedangkan aku masih tetap disini menemani hyung minum-minum hingga hyung mabuk lalu menyeretku ke dalam kamar dan melakukan semuanya. APA HYUNG INGAT KALAU HYUNG SUDAH MEMPERKOSAKU DALAM KEADAAN MABUK?" teriak Jung Min kesal, Hyun Joong terdiam berusaha mengingat semua yang terjadi, tapi ia hanya berhasil mengingat kalau ia memang mengajak Jung Min minum-minum waktu itu. Hyun Joong hanya mengingat sebatas itu saja, ia tak bisa mengingat hal selanjutnya.

"Saat hyung melakukan semua itu aku hanya bisa pasrah dan berharap hyung mengingat semua itu. Asal hyung tahu saja, aku memaafkan hyung dengan sangat ikhlas setelah semua yang hyung lakukan malam itu. Karena itu lah saat pagi hari hyung terbangun aku tak sedikit pun marah pada hyung. Aku berusaha memaafkan hyung dan berharap hyung bisa mencintaiku seperti aku yang memang sudah mencintai hyung sejak awal" kata Jung Min lemah. Suasana masih hening tak ada yang berani berbicara. Hyun Joong tampak memijat-mijat kepalanya yang terasa sedikit sakit.

"Kemarin aku memeriksakan diri ke rumah sakit karena merasakan ada yang janggal pada tubuhku. Dan hyung tahu apa yang dokter katakan padaku? Aku hamil hyung, Hamil.! Aku hamil satu bulan dan jelas-jelas ini anak hyung. Aku tak pernah menyerahkan tubuhku pada namja lain selain hyung" kata Jung Min yang semakin terisak. Air mata semakin membasahi wajah manisnya yang tampak memerah.

"Aku… Aku… Arrgghhttt…. Aku binggung, ini… terlalu mendadak" ucap Hyun Joong sambil meremas rambutnya kasar.

"Hyung, bertanggung jawablah. Nikahi aku, demi anak kita yang ada di dalam rahimku ini" kata Jung Min sambil mengelus pelan perut rata miliknya. Jung Min menatap Hyun Joong dengan tatapan memelas.

"A-aku… Aku masih binggung. Aku belum bisa menerima semua ini. A-aku cukup shock dengan semua ini. Mianhae" kata Hyun Joong pelan.

"Hiks… Hiks… Hiks… Ja-jadi hyung menolak anak ini? Hyung tak mau bertanggung jawab?" Tanya Jung Min sambil menatap Hyun Joong tajam.

"A-aku…"

Plllaaaakkk… sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Hyun Joong yang dilayang kan oleh Jung Min. Hyun Joong terdiam, ia tak percaya kalau dirinya akan mendapatkan sebuah tamparan kuat dari dongsaengnya sendiri. Young Saeng, Kyu Jong dan Hyung Jun hanya bisa melihat dengan tatapan tarpercaya atas apa yang dilakukan Jung Min tadi pada Hyun Joong.

"Hyung tega.! AKU BENCI HYUNG.!" Kata Jung Min yang langsung berlari keluar dari dalam kamar mandi. Jung Min pergi begitu saja meninggalkan apartement Hyun Joong.

"Jung Min tunggu" Young Saeng pun berinisiatif mengejar dongsaengnya itu.

"Hyung…"

"Jung Min..!" kata-kata Kyu Jong terhenti karena terikan Hyun Joong. Setelah itu Hyun Joong pun berlari mengejar Jung Min dan Young Saeng. Kyu Jong dan Hyung Jun pun segera mengejar hyungnya keluar apartement.

"Younggie, dimana Jung Min?" Tanya Hyun Joong pada Young Saeng saat mereka berpas-pasan didepan lift.

"Sudah masuk kedalam lift" kata Young Saeng. Hyun Joong pun segera menekan tombol lift dengan terburu-buru. Tapi karena sudah tak sabar, Hyun Joong pun memutuskan menggunakan tangga untuk mengejar Jung Min. Hyun Joong berlari menuruni tangga dengan terburu-buru. Untung saja tadi saat keluar dari apartementnya ia sempat meraih baju dan mengenakannya dengan sembarangan. Setidaknya itu cukup untuk mengurangi sedikit udara dingin yang menerpa permukaan kulit mulusnya.

"Jung Min… Jung Min… Tunggu" kata Hyun Joong yang mengejar Jung Min yang sudah masuk ke dalam mobilnya sendiri. "Jung Min please buka pintunya" pinta Hyun Joong sambil mengedor-ngedor pintu mobil Jung Min pelan. Jung Min tak menghiraukan apa yang dikatakan hyungnya itu. Dengan masih sedikit terisak Jung Min mulai melajukan mobilnya.

"Jung Min berhenti" kata Hyun Joong yang berusaha mengejar mobil Jung Min dengan percuma karena mobil tadi terus bergerak manjauhi dirinya.

"Hyung…" Kyu Jong, Young Saeng dan Hyung Jun pun kini berada dibelakang mereka.

"Dia pergi" kata Hyun Joong pelan.

"Biarkan dia tenang dulu saja hyung" saran Young Saeng.

"Hn… Yah, biarka saja dahulu. Kita kembali lagi saja" aja Hyun Joong pada ketiga dongsaengnya. Keempatnya pun kembali keapartement Hyun Joong. Sesampainya di ruang tamu, Hyun Joong langsung menjatuhkan tubuhnya disalah satu sofa. Ia tampak sedikit terpuruk.

"Hyung, setelah ini bagaimana?" Tanya sang maknae a.k.a Hyung Jun pada Hyun Joong.

"Bagaimana apanya?" Tanya Hyun Joong balik.

"Iya, apa hyung akan bertanggung jawab dengan ke hamilan Jung Min hyung? Apa hyung akan menikahinya?" Tanya Hyung Jun lagi.

"Entahlah… Aku binggung" kata Hyun Joong pelan.

"Pikirkan baik-baik hyung, ingat anak yang ada di dalam rahim Jung Min anak kandung hyung, lho" kata Young Saeng.

"Ya, aku tahu. Tapi nggak semudah itu untuk menikah. Kalian tahu bukan, aku bukan gay. Dan aku juga…. Tak mencintai Jung Min. Aku Cuma menganggapnya sebagai dongsaengku saja" kata Hyun Joong.

"Ya, kami tahu hyung. Tapi ada darah daging hyung sendiri di dalam perut Jung Min" kata Kyu Jong mengingatkan.

"Ya, aku tahu itu. Tolong jangan desak aku dulu, biarkan aku memikirkan semuanya terlebih dahulu" kata Hyun Joong.

"Baiklah hyung, kami nggak akan mendesak hyung kok. Kami Cuma mau yang terbaik buat hyung dan Jung Min" kata Young Saeng.

"Gomawo" balas Hyun Joong pelan, ia pun mulai memikirkan semua kejadian tiba-tiba yang terjadi pagi ini.

^_^ Pregnant ^_^

Seminggu berlalu, Jung Min terus saja mengurung dirinya didalam apartement miliknya. Bahkan ia tak membukakan pintu dan mempersilahkan Young Saeng, Kyu Jong dan Hyung Jun yang mendatangi apartementnya untuk masuk kedalam apartementnya itu. Dia benar-benar membutuhkan waktu untuk menenagkan pikiranya sendiri. Ia tak mau ada yang menganggu dirinya untuk beberapa hari ini. Sebenranya ia sangat berharap Hyun Joong akan mendatangi dirinya dan berkata kalau dia mau bertanggung jawab. Tapi, ternyata semua itu hanya harapan belaka. Hyun Joong tak menampakkan dirinya dihadapan Jung Min. Jangankan menunjukan dirinya, Hyun Joong bahkan tak menghubungi Jung Min sekali pun itu.

Jung Min muak…. Kesal… Marah… Kecewa…. Semua perasaan campur aduk jadi satu. Ia mencoba menerima semuanya. Menerima penolakan Hyun Joong pada dirinya dan juga pada bayi yang tengah ia kandung tentunya. Menangis pun tak ada gunanya lagi sekarang. Sebanyak apa pun air mata yang ia keluarkan, tak akan pernah bisa merubah semuanya. Tak akan membuat Hyun Joong tiba-tiba mencintai dirinya.

Jung Min yang sudah cukup lelah dengan semua penantiannya pun segera mendatangi apartement Hyun joong. Mereka butuh bicara dari hati ke hati saat ini. Bicara secara baik-baik tanpa ada amarah dan tangisan seperti seminggu yang lalu. Jung Min berusaha menata hatinya sebelum menekan bel apartemet Hyun Joong.

"Huft… Beri umma semangat ya baby" kata Jung Min sambil meraba perutnya lalu menekan bel sebanyak dua kali. Tak lama pintu apartement pun terbuka menampakan sesosok namja tampan yang sejak lama sangat dicintai oleh Jung Min.

"Annyeong hyung" kata Jung Min ramah, ia tersenyum sangat manis pada hyung yang kini tampak terdiam mematung saat mengetahui kehadirnnya. Hati Jung Min sedikit sakit saat melihat reaksi Hyun Joong saat melihat kedatangannya itu.

'Sepertinya Hyun Hyung tak suka melihat aku mendatanginya' kata Jung Min sedih tapi dia tak sedikit pun menampakkan kesedihannya itu didepan Hyun Joong.

"Hyung" panggil Jung Min pelan berharap dengan suaranya itu Hyun Joong akan tersadar dari lamunannya.

"Eh, Ju.. Jung Min. Kamu datang ternyata" kata Hyun Joong tampak sedikit kikuk. "Mau masuk? Masuklah, diluar sedikit dingin bukan"kata Hyun Joong lagi lalu mempersilahkan Jung Min masuk kedalam aparetementnya.

"Hn.." deham Jung Min lalu segera masuk kedalam apartement milik hyungnya itu.

"Duduklah dulu, aku buatkan kamu minuman hangat sebentar" kata Hyun Joong lalu menghilang kearah dapur. Tak lama ia pun segera kembali ke ruang tamu menemui Jung Min yang duduk manis disalah satu sofa. Hyun Joong meletakkan dua buah gelas berisi minuman diatas meja setelah itu ia segera mengambil tempat duduk didepan Jung Min. Keduanya terdiam, suasana tampak sedikit canggung tak seperti biasanya.

"Minumlah" suruh Hyun Joong memecahkan sedikit suasana hening diantara mereka, Jung Min mengangguk lalu segera merih gelas berisi coklat panas lalu menyesap sedikit air didalam gelas tadi. Keadaan pun kembali hening, tak ada yang mencoba membuka suara lagi. Jung Min tampak meremas-remas tangannya sendiri.

"Hyung…"

"Jung Min…"

Ucap keduanya berbarengan. Hyun Joong dan Jung Min pun saling bertukar tatapan.

"Hyung saja yang deluan, aku akan mendengarkan semuanya" kata Jung Min pelan.

"Aniya, kamu saja yang bicara deluan" kata Hyun Joong.

"Hyung sa…"

"Bicaralah, bukankah kamu kemari karena ada yang ingin disampaikan bukan" kata Hyun Joong memotong kata-kata Jung Min. Jung Min menghela nafas panjang.

"Iya, aku memang kemari karena ada yang ingin ku sampaikan atau lebih tepatnya ingin ku tanyakan" kata Jung Min.

"Katakanlah, aku akan mendengarkan serta menjawab semua pertanyaanmu" kata Hyun Joong.

"Hn… Se-sebenarnya ini masih ada hubungannya dengan…. Kehamilanku" kata Jung Min pelan, ia kembali menghela nafasnya. "Hyung tahu bukan kalau aku mencintai hyung sedangkan aku juga tahu kalau hyung tak sedikit pun memiliki rasa padaku kecuali perasaan antara hyung dan dongsaengnya saja" Jung Min terdiam sesaat.

"Tapi sekarang aku hamil dan semua jadi berbeda. Aku masih mengharapkan hyung mau menikahiku dan bertanggung jawab atas kehamilanku ini. karena itu, aku kemari ingin bertanya apa hyung bersedia untuk bertanggung jawab atas anak yang sedang ku kandung ini?" kata Jung Min dengan pelan namun cukup dapat didengar dengan jelas oleh Hyun Joong.

Suasana kembali hening, Hyun Joong masih dengan pikiran-pikirannya. Sebenarnya dari awal ia melihat Jung Min didepan pintu apartementnya, dia sudah yakin kalau Jung Min menemuinya hanya untuk menanyakan hal ini. Tapi walau pun sudah diberi waktu seminggu oleh Jung Min, Hyun Joong masih belum bisa mendapatkan keputusan yang terbaik bagi dirinya. Dia masih bingung.

Jung Min menghela nafas panjang, ia tahu suasana ini. Ia sadar kalau sekarang dia kembali ditolak secara tak langsung oleh Hyungnya itu. Ia memejamkan matanya kuat-kuat menahan air matanya agar tak segera keluar. Ia tak mau tampak lemah didepan hyungnya itu.

"Hyung jawablah, jangan gantung semua pertanyaanku begitu saja. Aku butuh kepastian" pinta Jung Min dengan amat sangat.

"Jung Min…. Aku…. Aku…" kata-kata Hyun Jong terhenti, ia masih bingung mau memutuskan apa.

"Katakanlah hyung, aku menerima semua keputusan yang akan hyung katakan" kata Jung Min sambil menundukan wajahnya tak berani menatap Hyun Joong.

"Jung Min… Aku…" Hyun Joong kembali terdiam. Jung Min pun semakin ingin menangis tapi sekuat mungkin ia tahan. Tapi seberapa besar pun ia mencegahnya air mata itu tetap mengalir cukup deras membasahi pipi putihnya.

"Huft…" Jung Min menghembuskan nafasnya panjang, ia segera menghapus semua air matanya. Hyun Joong bisa melihat dengan jelas air mata yang dikeluarkan Jung Min itu. "Semua jelas hyung, aku pergi" kata Jung Min yang langsung beranjak berdiri lalu mulai berjalan menjauhi Hyun Joong.

"Jung Min" panggil Hyun Joong yang langsung beranjak mengejar Jung Min yang kini tengah berdiri didepan pintu apartementnya sambil menatap dirinya dengan tatapan sendu penuh kesedihan.

"Aku… Aku…" Hyun Joong pun kembali tak bisa mengeluarkan kata-katanya saat ia kini telah berada didepan Jung Min.

"Cukup hyung, aku terlalu tersakiti saat ini" kata Jung Min sedikit lantang. "Aku sudah putuskan, kalau hyung tak mau bertanggung jawab maka aku akan….." Jung Min terdiam lalu menarik nafas sedikit panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. "Aku akan melakukan aborsi hyung" kata Jung Min sedikit pelan namun bisa didengar Hyun Joong.

"MWO.! ABORSI.! Tapi, itu kan…."

"Aku sudah menemukan seorang dokter yang mau melakukan aborsi untukku. Besok datang saja ke Inha Hospital kalau hyung bersedia mendampingiku" kata Jung Min memotong kata-kata Hyun Joong.

"Tapi…."

"Aborsinya akan dilakukan pukul sepuluh pagi besok hyung. Aku berharap hyung bersedia datang. Annyeong" Jung Min kembali memotong kata-kata Hyun Joong. Setelah mengatakan semua itu Jung Min langsung pamit dan meninggalkan apartement Hyun Joong.

"JUNG MIN" teriak Hyun Joong dengan sia-sia karena Jung Min kini sudah berlari memasuki lift dengan air mata yang kembali mengalir. Ia tahu tadi Jung Min menangis setelah mengatakan semua ini. Hyun Joong pun merasa sangat bersalah pada dongsaengnya itu. Ia benar-benar merasa bersalah pada bayi yang tak ia akui itu juga.

'Jung Min mianhae… Aku memang hyung yang jahat' kata Hyun Joong yang kembali masuk kedalam apartementnya. Tak sedikit pun ia berniat untuk mengejar Jung Min. Pikirannya kambali kacau saat mendengar kata-kata Jung Min tadi bahkan sepertinya pikirannya kini lebih kacau dari sebelumnya.

^_^ TBC Again ^_^