Title: SS501 Story HyunMin Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 13 / 19.
Rated: T.
Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min
Genre: Romance, Drama.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.
*** Chap 13 ***
Author Pov…
Jung Min dan Hyun Joong saling melumat bibir lewannya dan mencoba untuk mendominasi hingga saliva keduanya tercampur menjadi satu dan menetes disudut-sudut bibir mereka. Hyun Joong terus mendominasi permainan, dia membaringkan tubuh Jung Min dengan perlahan diatas sofa yang cukup lebar. Namja tampan tadi masih terus menikmati bibir mengoda namja cantiknya sambil membelai tubuh Jung Min dengan perlahan, dia merangsang tubuh namja cantik yang kini sudah berada dibawahnya.
Dengan perlahan Hyun Joong melepaskan tiga buah kancing kemeja teratas Jung Min tanpa melepaskan lumatan bibirnya hingga membuat dada namja cantik di bawahnya terbuka. Hyun Joong membelai dada Jung Min dan Jung Min pun menyusupkan tangannya ke dalam baju Hyun Joong lalu membelai punggung namja tadi dengan perlahan. Hyun Joong memindahkan lumatan bibirnya pada leher Jung Min yang masih tampak banyak Kissmark menyebar disana. Hyun Joong pun menambah jumlah dan menerangkan kembali kissmark-kissmark tadi sambil membelai paha Jung Min yang tak tertutupi kain. Tangan Jung Min tak mau diam dengan perlahan tangan membuka gezper Hyun Joong.
Ting Tong… Ting Tong… Ting Tong…
Suara bel mengehntikan aksi dua namja tadi. Jung Min mengendus kesal lalu memanyunkan bibirnya sedangkan Hyun Joong hanya tertawa pelan lalu menggecup bibir Jung Min kilat.
"Mengganggu saja" keluh Jungg Min kesal, Hyun Joong bangkit dari atas tubuhnya dan kembali membenarkan gezper yang tadi dibuka Jung Min setelahnya dia membantu Jung Min untuk duduk.
"Itu pasti Kyu, Young Saeng dan Hyung Jun" kata Hyun Joong santai.
"Mereka menganggu" keluh Jung Min lagi.
"Sudahlah, lebih baik benarkan pakaianmu dulu sebelum mereka masuk kemari" kata Hyun Joong yang kembali mengancingkan kancing kemeja Jung Min yang tadi dilepasnya. "Tunggu disini, aku akan membukakan pintu untuk mereka" kata Hyun Joong yang berniat beranjak pergi tapi langsung di cegat oleh Jung Min.
"Ani, hyung nggak boleh kemana-mana. Hyungg disini saja peluk aku" kata Jung Min yang kembali menyusupkan dirinya ke dalam pelukan Hyun Joong.
"Tapi mereka bagaimana?" Tanya Hyun Joong.
"Mereka punya kunci cadangan, mereka bisa masuk menggunakan itu" jawab Jung Min santai. Hyun Joong menghembuskan nafasnya panjang dan akhirnya dia menurut pada Jung Min diraihnya handphone miliknya yang tergeletak diatas meja. Setelahnya dia langsung menghubungi nomor handphone salah satu dari tiga dongsaengnya yang dia yakin sudah berada di depan sana.
"Yeoboseo… Hyung, hyung di apartement kah?" Tanya Kyu di seberang telphone sana.
"Ne, aku di apartement bersama Jung Min" jawab Hyun Joongg santai, Jung Min membiarkan Hyun Joong menelphon sedangkan dirinya asik bersandar didada Hyun Joong. "Kalian di depan sana?" Tanya Hyun Joong.
"Ne, hyung kami di depan. Aku, Young Saeng hyung dan Hyung Jun. bisa bukakan pintu tidak?" Tanya Kyu.
"Kamu buka pintu sendiri saja ya, Jung Min nggak mau lepas dari aku" kata Hyun Joong.
"Aish… bawaan bayi ya hyung?" Tanya Kyu.
"Sepertinya, sudah cepat masuk kalian bertiga. Diluar pasti cukup dingin bukan" kata Hyun Joong lagi. dan setelahnya sambungan telephone pun terputus. Hyun Joong meletakan handphonenya diatas meja lagi, setelahnya dia langsung mengambil selimut yang tadi pagi dibawa Jung Min kesana. Hyun Joong pun langsung menyelimuti tubuh Jung Min.
"Aku nggak mau pakai selimut" tolak Jung Min sambil berusaha membuka selimutnya.
"Aniya, pakai saja. Aku nggak mau paha mulus kamu dilihat oleh orang selain aku" kata Hyun Joong membuat wajah Jungg Min memanas.
"Tapi kan mereka juga pernah melihatnya saat aku memakai celana pendek" kata Jung Min.
"Sekarangkan beda, ibu hamil itu terlihat lebih sexy tahu. Jadi kesexyan kamu Cuma buat aku, orang lain nggak boleh lihat" kata Hyun Joong sambil mencubit hidung Jung Min pelan.
"Ne hyung, semua yang ada di tubuh aku Cuma buat hyung seorang" kata Jung Min santai dan semakin merapatkan dirinya pada Hyun Joong.
"Ehem… Ehem… aduh mesranya calon appa dan umma ini" goda Hyung Jun saat memasuki ruang tamu dimana Jung Min dan Hyun Joong berada. Dibelakangnya juga terdapat Kyu Joon dan Young Saeng yang membawa sebuah koper dengan ukuran yang cukup besar. Mereka bertiga mengelengkan kepalanya pelan melihat kemanjaan Jung Min pada Hyung tertua mereka.
"Dia manja bukan" goda Hyun Joong sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Jung Min yang tampak mengerucutkan bibirnya membuat tiga namja di depanya tersenyum melihat tingkahnya tadi.
"Kalian itu menganggu tahu" kata Jung Min kesal dan Hyun Joong tertawa pelan mendengar kata-kata Jung Min tadi.
"Kita juga nggak niat ganggu kok" jawab Kyu cuek, Jung Min mejulurkan lidahnya pada Kyu membuat namja tadi sedikit kesal. "Aigo… untuk kamu sedang hamil, kalau tidak sudah aku pastikan kamu melayang dari lantai atas gedung ini" kata Kyu kesal. Membuat semua orang yang ada disana tertawa kecuali Kyu dan Jung Min tentunya.
"Hyung, semua pesanan hyung ada di dalam tas itu" kata Young Saeng mengalihkan pembicaraan. Namja berpipi gembul itu menunjuk koper besar yang tadi dia bawa.
"Ne, gomawo ya" kata Hyun Joong ramah.
"Memang itu isinya apaan?" Tanya Jung Min penasaran.
"Beberapa stel bajumu dan alat-alat elektronik yang aku pikir pasti kamu membutuhkan semua benda-benda itu" jelas Hyun Joong.
"Kenapa semuanya dibawa kemari?" Tanya Jung Min heran.
"Kita sudah sepakat bukan, kamu akan tinggal disini jadi semua barang-barang pentingmu aku minta dibawa kemari. Kalau barang-barang lainnya nanti saja bisa" jelas Hyun Joong.
"Hyung" panggil Young Saeng sambil menatap dua namja di depannya yang sedang memamerkan kemesraan di depan dirinya dengan sebuah tatapan tajam mematikan. Hyun Joong yang ditatap begitu oleh dongsaengnya jadi bergidik ngeri.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Hyun Joong sambil menelan salivanya dengan susah payah.
"Kalian semalam habis memadu kasih ya?" Tanya young Saeng blak-blakan membuat semua orang diruangan itu terdiam. Hyun Joong mengeluarkan keringat dinginya.
"Ti… Tidak kok" jawa Hyun Joong gugup.
"Bohong" kata Young Saeng tegas.
"Aku nggak bohong kok, percayalah" kata Hyun Joong sebisa mungkin tak tampil gugup di depan ketiga dongsaengnya.
"Aku tahu hyung bohong, habis hyung gugup sih. Dan lagi itu dileher Jung Min penuh dengan kissmark yang jadi bukti kebohongan hyung" kata Young Saeng santai membuat Hyun Joong mati kutu tak bisa berbuat apa-apa lagi. Jung Min yang dibilang begitu langsung memegang lehernya sedangkan Kyu Joon dan Hyung Jun menatap leher Jung Min tajam.
"Aigo… banyak sekali" kata Hyung Jun dan Kyu Joon serta.
"Nggak nyangka hyung bisa seliar itu memangsa Jung Min" Ledek Kyu Joong membuat Hyun Joong gelagapan.
"Semalam benar-benar menyenangkan ya hyung, sampai-sampai lepas kendali seperti itu" ledek Hyung Jun yang tak mau kalah. Hyun Joong pun sukses dipojokan oleh ketiga dongsaengnya. Dia begitu malu sekarang sedangkan Jung Min Cuma tertawa tanpa suara melihat tingkah kikuk Hyun Joong yang memeluknya semakin erat.
"Lain kali tahan libidomu hyung, Jung Min kan lagi hamil. Kalau terjadi sesuatu dengan bayi kalian gara-gara kalian bermain dengan kasar bagaimana?" Tanya Young Saeng memojokan. Hyun Joong terdiam tak bisa berkutik lagi. Jung Min terkekeh pelan, ia cukup senang melihat wajah berkeringat kekasihnya tadi yang tampak sangat gugup.
"Senang, eoh? Semua gara-gara kamu yang mengoda aku" bisik Hyun Joong pada Jung Min.
"Jangan salahin aku, salahin nafsu hyung yang tinggi dan salahin iman hyung yang nggak kuat menerima rayuanku" jawab Jung Min santai. Hyun Joong memicingkan matanya menatap Jung Min saat namja cantik tadi mengatakan semua kalimat barusan. Hyun Joong terdiam, dia benar-benar mati kutu dan tak bisa membela diri lagi.
*** HyunMin ***
Author Pov…
Jung Min berdiri gemeteran di depan sebuah bangunan rumah yang tak terlalu besar disampingnya terdapat Hyun Joong yang tersenyum manis padanya mencoba meyakinkan hati Jung Min yang cukup kalut. Kini keduanya tengah berdiri di depan rumah keluarga besar Jung Min, mereka ingin memberitahukan perihal kehamilan Jung Min dan Hyun Joong juga ingin melamar Jung Min secara syah sebagai calon istrinya.
"Tenanglah, aku yakin tak akan terjadi apa-apa nanti. Pasti mereka mau mengerti dan merestui hubungan kita ini" kata Hyun Joong mencoba meyakinkan Jung Min. Hyun Joong mengengam tangan kanan Jung Min dengan cukup erat mencoba memberikan sedikit keberanian pada calon umma tadi.
"Aku takut hyung, aku takut mereka tak bisa menerima semuanya. Apa lagi kedua orang tuaku itu cukup keras dan susah untuk dipengaruhi" kata Jung Min takut sambil menatap Hyun Joong yang tersenyum lembut padanya.
"Tenang saja, kita belum mencobanya jadi bagaimana kita bisa tahu. Mereka kedua orang tua mu pasti mereka dengan mudah menerima semua keputusanmu" kata Hyun Joong sambil membelai pipi Jung Min.
"Tapi kalau mereka tak bisa menerimanya bagaimana hyung, aku takut" kata Jung Min.
"Kita coba saja dulu ya" kata Hyun Joong, Jung Min pun menganggukan kepalanya pelan. "Ya sudah ayo kita masuk, diluar dingin kasihan aegya" ajak Hyun Joong. Keduanya pun melangkah dengan perlahan menuju bangunan rumah Jung Min di depan mereka. Jung Min menekan bel beberapa kali sampai pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang ternyata adalah umma Jung Min sendiri.
"Umma" seru Jung Min yang langsung memeluk wanita di depannya, Hyun Joong tersenyum melihat pemandangan di depannya.
"Aigo… Jung Min, kenapa pulang tak bilang-bilang dahulu" seru Mrs. Park sambil membalas pelukan anaknya.
"Kejutan umma" jawab Jung Min santai.
"Aish… anak ini, ya sudah sebaiknya kalian segera masuk. Diluar dingin bukan" kata Mrs. Park sambil menarik Jung Min dan Hyun Joong masuk ke dalam rumah. Mereka bertiga pun melangkah santai menuju ruang tamu. Ternyata disana sudah ada Mr. Park yang tengah asik menyerup teh hangatnya.
"Jung Min, kamu pulang?" seru Mr. Park saat melihat sosok anaknya bersama sang istri dan Hyun Joong.
"Ne, appa" jawab Jung Min yang langsung memeluk sang appa sesaat.
"Duduklah dulu, biar umma suruh bibi Jang membuatkan kalian berdua minuman hangat" kata Mrs. Park. Jung Min dan Hyun Joong pun menjatuhkan tubuh mereka di sofa tepat dihadapan kedua orang tua tadi.
"Tumben sekali kamu pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu" kata Mr. Park.
"Appa, sebenarnya ada yang ingin aku katakan" kata Jung Min ragu sambil meremas tangan Hyun Joong yang duduk disampinnya.
"Kamu mau bilang apa sih. Kok sepertinya penting sekali" Tanya Mr. Park santai. Jung Min pun semakin tegang dan semakin kencang meremas tangan Hyun Joong. Jung Min menatap sosok namja disampingnya yang menganggukan kepala pelan dan tersenyum manis padanya. Ia tahu Hyun Joong tengah membuatnya berani dan kuat.
"Tapi aku mohon appa dan umma tak akan marah dan mau menerimanya" kata Jung Min lagi.
"Wah, ada apa sebenarrnya ini. katakanlah" kata Mr. Park yang tampak sedikit penasaran.
"Umma… Appa… aku… aku… aku hamil dua bulan" kata Jung Min akhirnya sambil menutup matanya dan menundukan wajahnya dalam-dalam. Mrs. Dan Mr. Park terdiam mendengar pengakuan dari anak mereka tadi.
"MWO.! Kamu hamil?" Tanya Mrs. Park ulang.
"I… Iya umma" kata Jung Min pelan tapi sukses membuat Mrs. Park tampak marah besar.
"Aigo Jung Min.. kamu… kamu.. aish… dasar anak nakal…" kesal Mrs. Park yang langsung mendekati Jung Min dan memumukulinya dengan tangan bertubi-tubi. "Apa-apaan kamu Jung Min, buat malu keluarga kita saja. Dasar anak nakal" marah Mrs. Park sambil terus memukuli Jung Min yang coba menghindar sebisa mungkin.
"Umma berhenti sakit… hikss… umma… maafkan aku.. hiks… hiks.. hiks.." tangisan Jung Min pun mulai terdengar. Mrs. Park masih terus memukulinya sedangkan Mr. Park tampak memijat-mijat kepalanya yang terasa pening. Hyun Joong yang melihat Jung Min dipukuli pun tak mau diam saja dia mencoba melindungi Jung Min dari pukulan ummanya hingga sering kali dialah yang terkena semua pukulan tadi.
"Umma berhenti aku mohon" pinta Jung Min ditengah isakannya. Mrs. Park pun berhenti memukuli sang anak. Mrs. Park beranjak mendekati salah seorang maid yang lewat dan merampas paksa kemoceng (?) yang ada ditangannya setelahnya Mrs. Park kembali mendekati Jung Min yang tengah dipeluk Hyun Joong. Mrs. Park pun kembali memukuli Jung Min dengan kemoceng yang ada ditangannya tapi Hyun Joong dengan segera melindungi Jung Min hingga semua pukulan tadi mendarat dipunggungnya.
"Umma… berhenti aku mohon.,… hiks… hiks… berhenti… umma" pinta Jung Min saat melihat Hyun Joong memekik pelan menahan rasa sakit dari pukulan Mrs. Park dipunggungnya. Mr. Park yang awalnya diam saja pun segera bertindak menenagkan istrinya yang sudah berlebihan tadi. "Appa" ucap Jung Min pelan.
PPLLLAAAKKKK… sebuah tamparan dilayangkan Mr. Park dan tepat mendarat di pipi kiri Jung Min hingga meninggalkan bercak merah disana. Semua orang diam melihat tindakan Mr. Park tadi, hanya tangisan Jung Min yang terdengar semakin pilu.
"Kamu… ayo ikut" kata Mr. Park yang langsung menarik tangan Jung Min kasar. Jung Min merintih sakit saat appanya mencengkram tanganya dengan cukup kencang.
"Appa sakit lepaskan… hiks… hiks…" pinta Jung Min dengan percuma, dia tahu appanya sedang sangat marah sekarang.
"Diam, ikut saja jangan melawan" kata Mr. Park yang terus menarik Jung Min paksa.
"Kita mau kemana appa?" Tanya Jung Min ditengah tangisanya.
"Ke rumah sakit, kamu harus mengugurkan bayi itu sebelum perutmu semakin membesar dan semua orang tahu" kata Mr. Park santai.
"Andwae.. appa aku nggak mau, jangan aku mohon appa" kata Jung Min yang semakin terisak dan mencoba melepaskan dirinya dari sang appa yang terus memaksanya pergi. "Appa lepas, aku nggak mau" pinta Jung Min lagi.
"Diam kamu" bentak Mr. Park membuat Jung Min semakin terisak.
"Hyung tolong aku" pinta Jung Min dan Hyun Joong pun segera mendekati appa dan anak tadi.
"Tuan saya mohon jangan bunuh bayi itu" pinta Hyun Joong mencegah Mr. Park.
"Apa hak kamu melarang aku, eoh?" Tanya Mr. Park sinis.
"Saya punya hak, karena bayi itu punya saya. Dan saya nggak mau dia dibunuh, saya akan bertanggungjawab menikahi Jung Min" kata Hyun Joong membuat Mrs. Dan Mr. Park menatapnya tajam.
BRRUUUKKK…. Sebuah pululan mendarat diwajah Hyun Joong hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah. Pukulan berat tadi dilayangkan oleh Mr. Park yang tampak semakin murka dan menatap Hyun Joong sinis.
"Umma, bawa Jung Min ke mobil" suruh Mr. Park pada sang istri. Mrs. Park pun segera menarik Jung Min pergi tapi Jung Min terus saja berontak hingga dia bisa lepas dan segera berlari memeluk Hyun Joong dengan cukup erat.
"Aku nggak mau appa" isak Jung Min di dalam pelukan Hyun Joong yang juga memeluknya erat. Mr. Park tak suka melihat Hyun Joong memeluk anaknya seperti itu pun segera memisahkan keduanya. Mr. Park lagi-lagi memukuli Hyun Joong hingga namja tadi terjatuh kelantai dan terus dihadiahi dengan tendangan bertubi-tubi dari Mr. Park.
"Appa berhenti" pinta Jung Min mencoba menghentikan appanya. Mr. Park menatap Jung Min marah dan kembali menarik Jung Min keluar dari rumahnya. Jung Min dipaksa masuk ke dalam mobil setelahnya mobil tadi pun mulai beranjak meninggalkan rumah Jung Min. Hyun Joong tak tinggalm diam, dengan wajah babak belur dan menahan sakit diseluruh tubuhnya Hyun Joong memasuki mobilnya dan mengejar Mobil yang membawa Jung Min tadi.
*** TBC YA ***
