Title: SS501 Story HyunMin Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 14 / 19.

Rated: T.

Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min

Genre: Romance, Drama.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.

*** Chap 14 ***

Author Pov…

"Appa berhenti aku nggak mau appa. Aku mau anak ini appa, aku mohon" pinta Jung Min dengan wajah berurai air mata saat Mr. Park menariknya dengan paksa memasuki Seoul Hospital. Jung Min terus berusaha berontak dan lepas dari cengkraman Mr. Park yang tampak marah pada Jung Min. di belakang mereka Mrs. Park berjalan mengikuti anaknya dan sang suami sambil memasang wajah sedih menatah tangisnya agar tak keluar lagi.

"Diam kamu.! Ikuti saja apa kata-kata aku kalau kamu masih mau dianggap anak" kata Mr. Park sedikit membentak membuat Jung Min semakin terisak. Mr. Park pun kembali menarik Jung Min yang masih saja terus memberontak.

"Appa, lepaskan aku. Aku nggak mau ngelakuin aborsi appa" pinta Jung Min lagi tapi Mr. Park tak menghiraukanya. Mr. Park masih tetap memaksa Jung Min yang terus berontak. Tak jauh dari ketiga orang tadi, Hyun Joong berdiri sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan karena berlari kesana-kemari mencari sosok Jung Min.

"JUNG MIN.!" teriak Hyun Joong saat mendapati sosok namja manis yang sedari tadi dicarinya. Mr. Park berhenti menarik Jung Min hingga memudahkan Jung Min untuk meloloskan diri dari cengkraman appanya tadi. Jung Min langsung berlari mendekati Hyun Joong yang juga berlari mendekatinya. Jung Min langsung menubruk dan memeluk erat tubuh Hyun Joong lalu menagis semakin kencang di dalam pelukan Hyun Joong.

"Hyung, hiks…. Hiks… aku takut Hikss…" isak Jung Min sambil memeluk Hyun Joong erat.

"Sudah berhenti menangis, semua akan baik-baik saja" kata Hyun Joong sambil membelai punggung Jung Min lembut. Hyun Joong melepaskan dekapannya dan membawa Jung Min mendekati kedua orang tuanya yang berdiri tak jauh dari mereka sambil menatap berang kearah Jung Min dan Hyun Joong.

"Saya mohon, jangan lakukan itu semua. Beri kami kesempatan untuk mempertanggungjawabkan semuanya. kami janji, kami pasti bisa merawat bayi itu dengan baik" kata Hyun Joong pada kedua orang tua Jung Min yang masih tampak marah besar. Jung Min masih terisak pelan di dalam dekapan Hyun Joong. "Saya mohon beri kami kesempatan untuk membersarkan anak kami" kata Hyun Joong sambil berlutut di depan Mr. Park. Dia rela menurunkan harga dirinya hanya demi bayinya dan juga Jung Min. Mr. Park masih tampak seperti sebelumnya tapi berbeda dengan Mrs. Park dan Jung Min yang tampak tak percaya dengan apa yang dilakukan Hyun Joong barusan.

"Hyung…" ucap Jung Min pelan.

"Saya mohon tuan" pinta Hyun Joong sambil menundukan kepalanya dalam-dalam di depan Mr. Park. Untungnya dilorong rumah sakit itu sedang sepi karena hari sudah mulai menunjukan malam yang mulai datang, paling juga hanya ada beberapa suster yang lewat dan menatap kejadian itu sepintas dari jauh dengan tatapan binggung.

"Appa aku mohon restui kami" pinta Jung Min yang juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Hyun Joong, berlutut di depan Mr. Park yang tampak diam memasang wajah datarnya.

"Appa… sudahlah" kali ini Mrs. Park tampak mulai luluh dan mencoba merayu sang suami. Semarah apa pun dirinya dia tetap tak bisa melihat sang anak seperti sekarang ini. "Appa.." panggil Mrs. Park pelan sambil membelai punggung sang suami.

"Cih, terserah kalian saja" kata Mr. Park kesal lalu segera beranjak pergi disusul oleh Mrs. Park yang sebelumnya sempat berkata pada Jung Min dan Hyun Joong untuk kembali ke kediaman keluarga Park lagi.

"Hyung…" tangisan Jung Min pecah lagi. Hyun Joong yang berada disampingnya langsung memeluk Jung Min dan membawanya berdiri.

"Sudah, appamu pasti akan merestui kita" kata Hyun Joong mencoba menenagkan tangisan Jung Min.

"Appa marah padaku hyung" kata Jung Min dalam isakannya yang sudah mulai reda.

"Mr. Park tak akan marah lama-lama padamu, percaya padaku" kata Hyun Joong sambil tersenyum manis pada Jung Min yang sudah tak terisak lagi. "Kita kembali ke rumahmu ya" ajak Hyun Joong, Jung Min mengangguk pelan lalu segera beranjak pergi sambil dipeluk erat oleh Hyun Joong.

*** HyunMin ***

Author Pov…

"Appa…" panggil Jung Min saat mereka semua memasuki kediaman keluarga Park. Mr. Park tak menjawab dia terus berjalan menginggalkan Jung Min menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Jung Min menatap punggung appanya dengan tatapan sedih. Hyun Joong yang melihat tatapan sedih Jung Min langsung memeluk namja manis tadi dan mencoba agar tangisan Jung Min tak terulang lagi.

"Sudah Jung Min, biarkan appa tenang dulu. Dia masih belum bisa menerima semuanya. Satu atau dua hari pasti appa akan bersikap biasa lagi padamu" kata Mrs. Park mencoba menenagkan sang anak.

"Umma" Jung Min melepaskan pelukan Hyun Joong lalu segera memeluk ummanya sambil menahan tangis yang sudah hampir pecah. "Umma, maakan aku" pinta Jung Min.

"Huft… sebenarnya umma marah padamu, tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. Jaga baik-baik kandunganmu, jangan buat appa tambah marah kalau tahu kamu keguguran" kata Mrs. Park sambil mengelus punggung Jung Min. "Kamu juga Hyun, jaga anak dan calon cucuku baik-baik jangan kecewakan aku lagi. dan soal pukulan tadi maaf ya, umma terlalu marah tadi" kata Mrs. Park pada Hyun Joong.

"Ne, gwanchana nyonya…"

"Aniya, mulai sekarang panggil umma" suruh Mrs. Park, Hyun Joong tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan.

"Umma, appa marah padaku. Apa dia mau menerima bayiku nantinya?" Tanya Jung Min takut-takut.

"Paboya, tentu saja mau. Bagaimana pun itu cucu kami" kata Mrs. Park yang membuat Jung Min sedikit lega. "Sudah malam, sebaiknya kalian berdua makan lalu segera tidur. Kasihan bayimu Jung Min" suruh Mrs. Park, Jung Min dan Hyun Joong mengangguk setelahnya mereka bertiga segera pergi ke ruang makan dan menunggu para maid menyiapkan makan. Mereka makan bertiga disana tanpa Mr. Park karena beliau hanya mau makan di dalam kamar dan belum mau bertemu dengan Jung Min dan Hyun Joong dahulu.

*** HyunMin ***

"Hyung…" manja Jung Min sambil menghampiri Hyun Joong yang duduk bersandar diatas tempat tidur. Kini mereka berdua tengah berada di dalam kamar tamu.

"Wae?" Tanya Hyun Joong sambil menarik Jung Min keatas pangkuanya. Jung Min pun melingkarkan kedua tangannya dileher Hyun Joong.

"Ini sakit kah?" Tanya Jung Min sambil menyentu luka-luka yang ada di wajah Hyun Joong. Namja tampan tadi meringis pelan saat jari-jari lentik Jung Min menyentuh lukanya.

"Sedikit sakit dan perih, tapi tak apa kok paling dua hari juga sembuh" kata Hyun Joong yang tak mau membuat Jung Min kahawatir.

"Benarkah?" Tanya Jung Min tak yakin.

"Ne, apa lagi kalau kamu mengecupi lukanya. Pasti akan segera cepat sembuh" kata Hyun Joong usil sambil mengerlingkan matanya pada Jung Min yang langsung tersipu malu.

"Hyung…" malu Jung Min.

"Benar kok, coba saja kalau tak percaya" kata Hyun Joong yang terus mengoda Jung Min. Jung Min tampak ragu tapi akhirnya dia mengecupi luka-luka Hyun Joong juga. Setelahnya wajah Jung Min tampak memerah.

"Sudah" kata Jung Min malu.

"Gomawo ya. Sepertinya kamu juga harus aku obati deh. Lihat kedua matamu jadi tampak sembab begini gara-gara menangis sejak tadi" kata Hyun Joong yang lalu menhecupi kedua mata Jung Min beberapa kali.

"Hyung bibirnya juga" kata Jung Min manja, Hyun Joong terkekeh geli lalu segera menempelkan bibirnya dibibir Jung Min. keduanya pun larut dalam ciuman santai tanpa nafsu tapi cukup memabukan sampai-sampai sebuah suara mengagetkan keduanya dan mau tak mau keduanya mengakhiri kegiatan tadi.

"A… appa" kata Jung Min takut saat melihat sosok sang appa yang berdiri di depan pintu masuk yang ternyata tadi belum mereka kunci.

"Jangan berbuat yang tidak-tidak di rumahku" kata Mr. Park ketus.

"Mianhae" sesal Jung Min.

"Jung Min, kembali ke kamarmu" kata Mr. Park .

"Aniya appa, aku mau tidur disini bersama Hyun Joong Hyung" tolah Jung Min yang langsung mendapatkan death glare dari Mr. Park. Jung Min menundukan kepalanya takut menatap sang appa.

"Tapi appa, aku…"

"PARK JUNG MIN" bentak Mr. Park membuat Jung Min kaget.

"Sudah turuti saja appamu sebelum dia tambah marah" bisik Hyun Joong pelan.

"Tapi Hyung.."

"Ssshhh… kamu mau terus dibenci appamu? Nggak kan, kalau begitu turuti dia. Aku nggak akan kemana-mana kok, kalau kamu ingin sesuatu tinggal kemari saja" kata Hyun Joong lagi. Jung Min menganggukan kepala pelan lalu segera beranjak dari atas paha Hyun Joong yang tadi didudukinya. Mr. Park keluar dari kamar tamu tadi disusul Jung Min meninggalkan Hyun Joong sendiri yang langsung merebahkan dirinya mencoba untuk tidur.

Jung Min berjalan menuju kamarnya yang dulu ditempatinya sebelum dia debut. Direbahkan tubuhnya diatas tempat tidur besarnya. Jung Min mengelus-elus perutnya sebentar lalu segera beranjak tidur. Tak lama matanya pun segera tertutu dan dia mulai menjelajahi alam mimpi. Tak susah buat Jung Min untuk segera tidur karena dirinya terlalu lelah setelah dari tadi menangis jadi mudah saja untuk Jung Min membuat dirinya terlelap.

Walau pun Jung Min mudah tertidur tapi tampak dia tak bisa tidur dengan nyenyak. Tidurnya tampak gelisah dan setelah tiga jam tertidur akhirnya Jung Min terbangun dan tak bisa memejamkan matanya lagi. pikirannya Cuma tertuju pada Hyun Joong. Setelah beberapa menit bergulat dengan dirinya sendiri dan memaksa matanya terpejam namun gagal, akhirnya Jung Min memutuskan untuk pergi kekamar Hyun Joong.

Di dalam kamar tamu Jung Min bisa melihat sosok sang kekasih yang tampak terlelap dalam tidurnya. Jung Min berjalan mendekati ranjang lalu mendudukan dirinya ditepi ranjang tadi. Jung min mengoyang-goyangkan tubuh Hyun Joong dengan perlahan mencoba membuat sang kekasih terbangun. Tak lama Hyun Joong tampak mengeliat pelan lalu membuka matanya dengan perlahan. Hyun Joong tampak kaget saat melihat sosok Jung Min di depan matanya.

"Jung Min, waeyo?" Tanya Hyun Joong sambil merubah posisinya jadi terduduk dan menusap-usap matanya dengan perlahan.

"Hyung nggak bisa tidur" keluh Jung Min manja.

"Kenapa memangnya, eoh?" Tanya Hyun Joong.

"Pingging tidur dengan hyung" jawab Jung Min.

"Tapi nanti appamu bisa marah kalau dia tahu kita tidur seranjang" kata Hyun Joong mencoba membuat Jung Min mengerti.

"Tapi aku mau tidur dengan hyung" pinta Jung Min. Hyun Joong tahu itu pasti bawaan bayi yang ada di dalam perut Jung Min.

"Ya sudah, kemari" Hyun Joong menarik Jung Min kedalam pelukanya. Keduanya terbaring sejajar diatas tempat tidur tadi.

"Hyung, perutnya nggak enak. Elus-elus" pinta Jung Min lagi sambil meletakan tangan Hyun Joong diatas perutnya. Hyun Joong pun mengelus-elus perut Jung Min yang terlihat sudah mulai membesar karena usianya sudah memasuki bulan kedua. Tak lama Jung Min pun kembali tertidur dan disusul Hyun Joong beberapa menit setelahnya.

*** HyunMin ***

Suasana ruanga makan keluarga Park pagi ini tampak sedikit mencekam tanpa suara hanya dentingan antara piring dan sendok atau sumpit saja yang saling beradu. Jung Min dan Hyun Joong makan dengan tatapan membunuh dari Mr. Park.

"Jung Min, makan yang banyak biar bayimu sehat" kata Mrs. Park sambil mengisi piring Jung Min dengan beberapa potong daging dan sayuran.

"Gomawo umma" kata Jung Min tegang. Mrs. Park tersenyum ramah pada anaknya tadi.

"Kamu juga Hyun" kata Mrs. Park lagi.

"Ne, umma" kata Hyun Joong sambil menganggukan kepalanya pelan.

"Kamu tinggal dimana sekarang Jung Min?" Tanya Mrs. Park setelah mereka semua menyelesaikan makannya.

"Di apartement Hyun Joong hyung" jawab Jung Min takut.

"Cih, belum menikah saja sudah berani-berani tinggal satu atap" kata Mr. Park tampak kurang suka. "Kapan kalian akan menikah?" Tanya Mr. Park tiba-tiba.

"Se… setelah bayi ini lahir appa" jawab Jung Min gugup takut salah menjawab dan membuat sang appa kembali marah.

"Katanya mau bertanggungjawab tapi kenapa menikah saja tunggu anak lahir" kata Mr. Park menyindir.

"Itu karena aku…"

"Aku tak bertanya pada kamu Jung Min, aku bertanya pada bajingan satu itu" bentak Mr. Park membuat Jung Min diam dan menundukan wajahnya. Hyun Joong menghembuskan nafasnya panjang lalu menjawab semua pertanyaan Mr. Park tadi.

"Mianhae, kalau aku lancang mengajak Jung Min tinggal satu atap tanpa ikatan pernikahan. Itu semua ku lakukan sengaja agar aku bisa mengawasi Jung Min yang sedang hamil muda. Dan untuk masalah pernikahan, aku ingin menikahi Jung Min secepatnya. Tapi Jung Min meminta pernikahan diadakan setelah bayi kami lahir" jelas Hyun Joong.

"Cih, alasan saja" kata Mr. Park sini.

"Appa.." kata Mrs. Park kesal.

"Yang dibilang Hyun Joong itu benar kok appa. Aku yang minta pernikahan diadakan setelah bayi kami lahir" kata Jung Min membenarkan.

"Lalu kedua orang tuamu sudah tahu perihal kehamilan anakku dan kejahatan kamu yang sudah membuat anakku seperti sekarang ini?" Tanya Mr. Park lagi pada Hyun Joong.

"Belum, rencananya pagi ini kami berdua akan segera ke rumah kedua orang tua ku dan memberi tahukan semuanya" jawab Hyun Joong sebisa mungkin tak menyindir perasaan Mr. Park.

"Cepat beri tahu mereka supaya mereka juga bisa menghajarmu" kata Mr. Park yang langsung beranjak pergi meninggalkan ruang makan.

"Jangan diambil hati ya kata-kata appa Hyun" kata Mrs. Park ramah.

"Ne, umma. Aku tahu appa Cuma masih tak bisa menerima anaknya aku buat berbadan dua" kata Hyun Joong sambil menyungingkan sebuah senyuman manis. Mrs. Park pun membelasnya dengan senyuman juga. Jung Min cukup senang Karena merasa sang appa udah bisa menerima semuanya walau masih tampak ketus padanya dan Hyun Joong.

"Jaga Jung Min dan anak kalian baik-baik. Dan kamu yang sabar ya menghadapi anak nakal ku itu yang pasti akan sangat manja. Tidak hamil saja dia sudah manja bagaimana kalau sekarang ya" kata Mrs. Park menyindir Jung Min yang langsung memanyunkan bibirnya.

"Tentu umma, dia memang sangat manja. Tapi aku suka sikap manja nya itu" kata Hyun Joong sambil memeluk Jung Min. Jung Min yang merasa dibela pun menjulurkan lidahnya pada sang umma.

"Aish… anak satu ini" geram Mrs. Park pada anaknya sendiri.

*** TBC YA ***