Title: SS501 Story HyunMin Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 15 / 19.
Rated: T.
Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min
Genre: Romance, Drama.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.
*** Chap 15 ***
Author Pov…
Suasana dikediaman keluarga Kim tampak sedikit ramai. Terdapat tiga namja dan seorang wanita paruh baya yang tengah duduk berbincang-bincang dengan santai di ruang tamu yang tak terlalu besar. Mereka semua tak lain adalah Hyun Joong, Jung Min dan kedua orang tuan Hyun Joong, Mr. dan Mrs. Kim. Mereka semua tampak sangat akrab. Hyun Joong dan Jung Min belum memberi tahukan tujuan awal mereka pada Mr. dan Mrs. Kim padahal mereka berdua sudah berada disana lebih dari sejam.
"Umma… Appa… sebenarnya ada yang sangat ingin aku sampaikan" kata Hyun Joong yang tampak akan segera memberitahu tujuan awalnya pulang kerumah kedua orang tuanya tadi. Jung Min yang tahu Hyun Joong ingin memberitahukan semuanya meremas tangan Hyun Joong erat, masih ada rasa sedikit takut dihatinya. Dia takut ditolak lagi, cukup sudah kedua orang tuanya yang menolak. Dia tak mau kedua calon mertuanya juga menolak dirinya dan bayi yang dia kandung.
"Kamu mau memberi tahukan apa, eoh?" Tanya Mr. Kim santai sambil menyungingkan sebuah senyuman ramah.
"Appa, sebenarnya aku… aku sudah membuat anak orang berbadan dua" kata Hyun Joong gugup, Jung Min menutup matanya takut-takut. Mr. dan Mrs. Kim tampak biasa saja mendengar berita yang seharusnya sangat mengejutkan tadi.
"Appa sudah tahu kok" kata Mr. Kim santai. Membuat Hyun Joong dan Jung Min heran. Jung Min pun memberanikan diri membuka matanya dan menatap kedua calon mertuanya yang memang terlihat santai-santai saja.
"Eh, kok bisa tahu?" Tanya Hyun Joong binggung.
"Orang yang kamu hamili itu namja bukan yeoja kan" sambung Mr. Kim tanpa menjawab pertanyaan Hyun Joong membuat anaknya tadi dan Jung Min menatapnya heran.
"Iya, benar. Kok appa tahu?" Tanya Hyun Joong ulang, dia benar-benar sangat penasaran sekarang.
"Dan namja yang kamu hamili itu namja yang ada disamping kamu yang tak lain adalah Park Jung Min namja yang sudah kamu anggap sebagai dongsaeng kamu sendiri" kata Mr. Kim membuat Hyun Joong dan Jung Min semakin heran dari mana Mr. Kim mengetahui semua itu. Hyun Joong pun menganggukan kepalanya sekali.
"Jung Min sekarang tengah hamil dua bulan, benar tidak?" Tanya Mr. Kim yang semakin membuat penasaran saja.
"Iya, apa yang appa katakan semuanya benar. Ba… bagaimana appa bisa tahu semua itu?" Tanya Hyun Joong lagi.
"Mau tahu?" Tanya Mr. Kim, Hyun Joong menganggukan kepalanya pelan. "Kemarilah duduk disamping appa" kata Mr. Kim sambil menepuk-nepuk sofa disampingnya. Hyun Joong pun segera beranjak menuju Mr. Kim dan menudukan dirinya tepat disamping kiri Mr. Kim.
"Jadi appa tahu dari mana?" Tanya Hyun Joong.
"Dasar anak nakal berani-beraninya kamu menghamili anak orang" kata Mr. Kim sambil memukuli Hyun Joong tiba-tiba. "Appa tak pernah mengajari kamu berbuat seperti itu, dasar anak nakal" kata Mr. Kim yang masih terus memukuli Hyun Joong yang berusaha melindungi dirinya sebisa mungkin. Mrs. Kim tampak santai memandangi anak dan suaminya sedangkan Jung Min bergidik ngeri melihat Hyun Joong dipukuli seperti itu.
'Sepertinya setelah ini aku bakal trauma melihat adegan kekerasan deh. Aigo… kasihan bayiku melihat semua itu' kata Jung Min dalam hati.
"Umma, tolong aku" pinta Hyun Joong yang langsung berlari dan berlindung dibelakang Mrs. Kim.
"Appa sudah, tidak lihat wajah anak kita sudah babak belur seperti ini" kata Mrs. Kim sambil mencubit pipi Hyun Joong yang terluka dengan sedikit keras hingga membuat Hyun Joong menjerit sakit.
"Umma sakit" keluh Hyun Joong.
"Itu pantas untuk anak nakal sepertimu" kata Mrs. Kim ketus membuat Hyun Joong memanyunkan bibirnya.
"Jadi umma dan appa sudah tahu tentang kehamilan Jung Min?" Tanya Hyun Joong, Mrs. Dan Mr. Kim menganggukan kepala mereka pelan. "Sejak kapan dan siapa yang memberi tahunya?" Tanya Hyun Joong yang masih tampak sangat penasaran. Hyun Joong beranjak menjauhi kedua orang taunya lalu kembali duduk disamping Jung Min yang Cuma bisa diam, sepertinya dia masih takut.
"Sejak semalam, itu juga dari appanya Jung Min" kata Mr. Kim yang masih tampak kesal.
"Semalam appa Jung Min menelfon appamu dan marah-marah pada appa gara-gara kamu menghamili anaknya yang paling dia sayangi itu" jelas Mrs. Kim.
"Appa menelfon ahjussi?" Tanya Jung Min sambil menatap kedua orang tua Hyun Joong.
"Iya, sayang appamu semalam menelfon kemari dan mengatakan pada kami perihal kemailanmu itu" kata Mrs. Kim yang beranjak mendekati Jung Min lalu menjatuhkan tubuhnya disamping namja manis tadi. "Dia sehat-sehat saja bukan?" Tanya Mrs. Kim sambil membelai perut Jung Min penuh kasih sayang membuat Jung Min sedikit relax.
"Ne ahjumma, kata dokter bayi-nya baik-baik saja dan kondisi kandunganku juga cukup kuat" kata Jung Min sambil tersenyum manis pada Mrs. Kim.
"Jangan panggil ahjumma, mulai sekarang kamu harus memanggilku dan appa Hyun Joong dengan panggilan umma dan appa ne. kan kamu itu umma dari cucu kami" kata Mrs. Kim pada Jung Min.
"Ne, umma" kata Jung Min malu.
"Ehem.. Ehem… jadi ceritanya aku dan Jung Min direstuin nih?" Tanya Hyun Joong dengan mata berbinar-binar senang sambil memeluk tubuh Jung Min erat.
"Ya mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Masak umma dan appa memisahkan kan kalian berdua, kan kasihan anak kalian nanti. lagian appa Jung Min juga sudah marah-marah pada kami semalam, jadi mana mungkin kami tidak merestui kalian berdua" kata Mrs. Kim membuat senyuman di wajah Hyun Joong dan Jung Min merekah.
"Itu semua gara-gara kamu anak nakal, gara-gara kamu appa jadi malu di depan keluarga Park. Aish… kalau kalian memang saling mencintaikan kalian bisa menikah dulu tidak asal main saja. Kalau sudah begini kan keluarga yang juga kena imbas malunya" kata Mr. Kim membuat Hyun Joong cemberut.
"Iya appa, maafkan anak nakal mu ini ya. Aku tahu kok aku salah, sudah main hajar saja sampai-sampai anak orang berbadan dua dan membuat malu keluagra. Mianhae ya appa" kata Hyun Joong menyesal. "Lagian aku kan nggak sengaja ngehejar Jung Min sampai berbadan dua" kata Hyun Joong polos.
"Nggak sengaja apanya kalau Jung Min sampai hamil begitu" kata Mr. Kim menyindir.
"Benar itu appa, Hyun Joong hyung mainnya kasar" kata Jung Min yang sudah tampak biasa saja. Hyun Joong pun akhirnya memberikan Jung Min death glare mengerikanya. "Aigo… umma takut" kata Jung Min sambil memeluk tubuh Mrs. Kim yang duduk disampingnya.
"Iya, sampai kamu pingsan bukan" sindir Hyun Joong membuat Jung Min kesal dan memanyunkan bibirnya.
"Mwo, kamu buat Jung Min sampai pingsan" kata Mr. dan Mrs. Kim tak percaya dengan kenakalan anaknya itu.
"Tunggu sampai appa Jung Min tahu pasti kamu langsung dibunuhnya Hyun" kata Mr. Kim menakut-nakuti Hyun Joong.
"Andwae… jangan sampai tahu dong, nanti Jung Min ngejanda" kata Hyun Joong pura-pura takut.
"Appa nggak janji tuh" kata Mr. Kim santai.
"Kalau kamu main kasar seperti itu kalian berdua harus tahan puasa tidak melakukannya sampai bayi kalian lahir. Umma nggak mau calon cucu umma kenapa-kenapa" kata Mrs. Kim sambil mengelus perut Jung Min lagi.
"Denger tuh" kata Hyun Joong pada Jung Min yang langsung cemberut.
"Memangnya mereka akan melakukannya lagi apa, kalau berani dan siap dibunuh Mr. Park sih silahkan" kata Mr. Kim lagi-lagi menakut-nakuti anaknya.
"Appa kok sensi begitu sih, kan yang hamil Jung Min kok malah yang sensi appa sih" kata Hyun Joong pada Mr. Park.
"Biarkan saja appamu itu Hyun, dia masih kesal gara-gara semalam habis dimarah-marahi oleh appa Jung Min" kata Mrs. Kim memberitahu.
"Appa, maafkan appaku ya kalau semalam dia marah-marah" kata Jung Min menyesal.
"Aniya Jung Min, itu bukan salah kamu atau pun keluargamu. Yang salah itu anak nakalku itu" kata Mr. Kim sambil menunjuk kearah Hyun Joong yang memanyunkan bibirnya kesal.
"Sudah… sudah jangan saling tuduh lagi, lebih baik kita sekarang beranjak ke ruang makan karena itu sudah waktunya makan malam. Sepertinya bibi Go sudah menyiapkan kita makan malam yang lezat" kata Mrs. Kim yang langsung menarik Jung Min keruang makan. Jung Min pasrah ditarik begitu oleh calon mertuanya, dibelakang Mrs. Kim dan Jung Min ada Hyun Joong dan Mr. Kim yang mengikuti mereka sambil melemparkan tatapan sinis satu sama lain.
"Jung Min kamu duduk di dekat umma dan appa ne. jangan sekat-dekat anak nakal itu, bisa bahaya nanti" kata Mrs. Kim sambil mendudukan Jung Min ditengah-tengah dirinya dan Mr. Kim. Hyun Joong mengerucutkan bibirnya mendengar kata-kata sang umma tadi.
"Ada juga aku yang bahaya kalau dekat-dekat Jung Min umma" kata Hyun Joong sinis dan sukses mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya.
"Sudah Jung Min jangan dengarkan anak nakal itu kamu makan saja yang banyak" kata Mr. Kim sambil meletakkan beberapa potong daging ke dalam piring Jung Min.
"Ne, appa gomawo" kata Jung Min yang senang karena dirinya cukup diterima di dalam keluarga kekasihnya itu.
"Coba makan yang ini Jung Min" kata Mrs. Kim sambil menyuapi Jung Min. "Bagaimana?" Tanya Mrs. Kim penasaran.
"Enak umma" kata Jung Min apa adanya.
"Benarkah? Kalau begitu makan yang banyak" kata Mrs. Kim senang. Jung Min pun menganggukan kepalanya pelan.
"Ini yang anak siapa yang calon menantu siapa sih" kata Hyun Joong sinis sambil menatap tiga orang di depanya. Tepatnya menatap kedua orang tuanya yang sedang asik memberikan beberpa jenis makanan pada Jung Min dan tak menghiraukan dirinya yang sudah cemberut sejak tadi.
"Jangan sirik begitu kenapa sih, Jung Min itu sedang hamil jadi wajar kalau dia membutuhkan perhatian lebih. Kan kamu sedang tidak hamil jadi urusi sendiri dirimu itu" kata Mrs. Kim sinis membuat Hyun Joong tambah kesal.
"Benar apa kata ummamu itu. kamu kan sudah besar jadi mengertilah" kata Mr. Kim pada Hyun Joong.
"Ne… appa dan umma, manjakan saja tuh calon menantumu" kata Hyun Joong kesal, Jung Min terkekeh geli melihat Hyun Joong yang dia tahu pasti sedang cemburu padanya karena kedua orang tuanya terlalu perhatian pada dirinya yang sedang hamil.
"Hyung jangan cemberut lagi, nggak malu apa sama baby. Baby lihat lho wajah jelek hyung kalau lagi cemberut seperti itu" kata Jung Min tapi Hyun Joong masih tetap memasang wajah kesalnya. "Hyung coba yang ini, enak lho" kata Jung Min yang tak habis akal ingin membuat Hyun Joong tersenyum. Dan ternyata usahanya yang tadi cukup membuatkan hasil karena Hyun Joong tampak tak menekuk wajahnya lagi.
"Gomawo ya" kata Hyun Joong dan Jung Min pun menganggukan kepalanya pelan, malu. Mereka berempat kembali menikmati makan malam yang terasa berbeda karena kehadiran Jung Min disana.
*** HyunMin ***
"Huft… melelahkan sekali" kata Hyun Joong sambil menjatuhkan dirinya keatas ranjang king sizenya. Jung Min terkekeh geli melihat tingkah Hyun Joong tadi. Mereka berdua baru saja selesai berbincang-bincang dengan kedua orang tua Hyun Joong sehabis makan malam tadi. "Jung Min kemari" panggil Hyun Joong. Jung Min pun melangkahkan kakinya pelan mendekati Hyun Joong.
"Wae hyung… Huwaaa…" teriak Jung Min saat Hyun Joong tiba-tiba saja menarik dirinya. Kini Jung Min sukses mendarat di dada bidang Hyun Joong.
"Kenapa berteriak Chagya?" Tanya Hyun Joong sambil membelai wajah Jung Min yang kini terbaring disampingnya.
"Hyung membuatku terkejut. Eh,.. chagya? Hyung manggil aku chagya tadi?" Tanya Jung Min dengan wajah yang merona merah.
"Ne, nggak ada salahnya bukan kalau aku memberi kamu panggilan sayang?" Tanya Hyun Joong.
"Ne, Hyung boleh kok malah aku senang sekali. Hem… kalau begitu aku juga mau manggil hyung dengan panggilan sayang. Aku mau manggil hyung dengan sebutah 'Honey' boleh?" Tanya Jung Min.
"Tentu saja Chagya, apa pun untukmu kecuali sex. Bisa-bisa aku benar-benar dibunuh appamu nanti" kata Hyun Joong yang mengundang tawa Jung Min.
"Ne Honey, aku juga belum mau jadi janda" kata Jung Min tertawa pelan membuat Hyun Joong ikut-ikutan tertawa juga. "Honey, aku senang sekali hari ini" kata Jung Min dengan wajah yang merona merah.
"Aku juga senang chagya" kata Hyun Joong sambil membelai wajah Jung Min. Hyun Joong menatap Jung Min tajam tanpa berkedip sedikit pun begitu juga dengan Jung Min. dengan perlahan Jung Min mendekatkan wajahnya kewajah Hyun Joong hingga kita tak ada lagi jarak yang memisahkan mereka karena bibir keduanya saling bertautan dan saling melumat.
"Mmmppppp… aaahhh… mmmmppp" Jung Min dan Hyun Joong saling berlomba saling mendominasi dan pergulatan lidah keduanya. Tanpa terasa ciuman bisa tadi kini telah berubah jadi ciuman panas penuh nafsu birahi. Dengan perlahan tanpa melepaskan lumatannya Hyun Joong membuka satu demi satu kancing baju Jung Min hingga menampakan dada Jung Min yang mengoda iman Hyun Joong. Hyun Joong Cuma membuka baju Jung Min tanpa melepaskannya, dia membiarkan saja baju tadi mengantung di kedua lengan Jung Min.
"Arrrgghhh" teriak Jung Min kencang saat Hyun Joong mengigit perpotongan lehernya. "Hyung sakit tahu" kesal Jung Min, Hyun Joong tak menjawab dia malah menghisap kuat bekas gigitan tadi hingga menimbukal bercak merah keunguan disana yang dia yakin tak akan hilang dalam waktu sehari saja.
"Honey…. Aaahhh…. Berhenti… aaahhh… sakit…tahu… aaahhh" erang Jung Min saat Hyun Joong masih bermain dilehernya dan membuat beberapa tanda disana.
"Cuma ingin membuat tanda kepemilikan saja kok" kata Hyun Joong tanpa rasa bersalah sedikit pun. Detik berikutnya Hyunn Joong kembali mengerjai Jung Min, kini bibirnya bermain di nipple kiri Jung Min. Hyun Joong menghisap kuat tonjolan berwarna merah muda tadi yang tampak sudah mengeras karena tegang. Jung Min tak mau kalah dia juga membuka kancing baju yang dikenakan Hyun Joong bersama dengan gezper celana Hyun Joong, bahkan Jung Min juga sempat menurunkan resleting celana Hyun Joong.
"Honey… aaahhh… jangan digigit sakit…. Aaahhh… uggghhh.." erang Jung Min saat Hyun Joong kembali menyusu didada kanannya.
CEKLEK… pintu kamar terbuka menampilkan sesosok wanita paruh baya disana. Dia adalah ummanya Hyun Joong yang tampak shock melihat anaknya tengah menindih tubuh Jung Min dan sedang mencumbu namja manis tadi. Mrs. Kim mengelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak yang tempak begitu nafsu mengerjai Jung Min.
"YACK.! KALIAN BERDUA BERHENTI" teriak Mrs. Kim membuat Jung Min dan Hyun Joong sadar kalau sedari tadi ada yang menyaksikan perbuatan mereka itu. Mereka berdua tampak salah tingkah saat melihat sosok Mrs. Kim di depan pintu kamar. Jung Min langsung menutup tubuhnya yang tadi dikerjai Hyun Joong dengan selimut tebal sampai sebatas lehernya, wajahnya tampak memerah akibat perbuatan Hyun Joong tadi dan juga malu. Sedangkan Hyun Joong langsung beranjak dari atas tubuh Jung Min dan mendudukan dirinya dipinggir ranjang sambil mengancingkan semua kancing baju dan celananya yang tadi dilepas Jung Min.
"U… Umma" kata Hyun Joong gugup.
"Aish.. kalian berdua ini, kan umma sudah bilang tahan nafsu. Jung Min sedang hamil, jangan sampai appa tahu dan memberitahukan semua ini pada appanya Jung Min. kalau itu sampai terjadi umma pastikan kalian berdua pasti akan dipisahkan oleh appanya Jung Min" kata Mrs. Kim membuat Hyun Joong dan Jung Min takut.
"Umma, jangan beritahu appa ne" pinta Hyun Joong memelas.
"Ne.. Ne.. sudah kalian berdua cepat tidur jangan berbuat macam-macam lagi dan kunci kamarnya biar tak ada yang masuk kemari" kata Mrs. Kim yang langsung keluar meningglkan Hyun Joong dan Jung Min yang tampak malu-malu.
"Ini gara-gara hyung nggak ngunci pintu tadi" kata Jung Min menyalahkan Hyun Joong.
"Kok gara-gara aku sih, kan yang masuk belakangan ke dalam kamar itu kamu. Jadi kamu yang nggak ngunci pintunya" kata Hyun Joong membela dirinya.
"Aish.. hyung, aku kan malu" kata Jung Min menyembunyikan seluruh tubuhnya di dalam selimut. Hyun Joong beranjak dari tempatnya menutup pintu kamar agar tak ada yang masuk dengan lancang seperti tadi.
"Tadi manggil Honey eh… sekarang balik lagi manggil hyung" kata Hyun Joong pelan sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ah… malunya… malunya.. malunya" kata Jung Min sambil mengeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali, wajahnya tampak sangat merah bagaikan kepiting yang siap untuk segera disantap. Hyun Joong tersenyum geli melihat tingkah Jung Min. "Hyung, aku nggak mau nyambungnya lagi" kata Jung Min yang langsung mengancingkan semua kancing dikemeja yang dia gunakan.
"Eh, terus yang ini bagaimana ceritanya" Tanya Hyun Joong sambil menunjuk kearah selangkangannya yang tampak mengembung. Jung Min pun menatap apa yang Hyun Joong tunjukan dengan wajah yang tambah merah.
"Aniya, nggak mau… nggak mau… malu hyung… tutupin… malu" kata Jung Min yang kembali bersembunyi di dalam selimut.
"Ayolah chagya bantu aku" pinta Hyun Joong memelas.
"Aniya… andwae… nggak mau malu… hyung urus sendiri saja sana" kata Jung Min masih dari dalam selimut. Hyun Joong menghembuskan nafas pasrah lalu segera beranjak ke kamar mandi menyelesaikan hasratnya yang tertunda seorang diri.
"Aigo… malunya… kenapa besar sekali" kata Jung Min sambil menampakan wajahnya sabatas hidung keatas. "Aish… malu… malu.. malu.. Hyun Joong paboya" kata Jung Min yang kembali bersembunyi di dalam selimut tebalnya.
*** TBC YA ***
