Title: SS501 Story HyunMin Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 16 / 19.

Rated: T.

Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min

Genre: Romance, Drama.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.

*** Chap 16 ***

Author Pov…

Tiga bulan kemudian…

Kini usia kandungan Jung Min sudah mulai memasuki bulan kelima, bahkan perut datarnya sudah tampak membuncit. Siapa saja yang melihat dia saat ini pasti akan langsung bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Jung Min, apa dia sakit atau dia kenapa. Semua orang yang tak mengetahui kehamilan Jung Min pasti akan bertanya-tanya seperti itu bila melihat perut besarnya.

Jung Min dan Hyun Joong kini tinggal di satu atap yang sama bahkan mereka berdua tidur di atas satu ranjang yang sama. Hyun Joong tak akan membiarkan Jung Min sendirian dimasa-masa hamil mudanya sekarang. Apa lagi saat-saat seperti ini Jung Min tengah manja-manjanya dan tengah ingin diperhatikan lebih. Apa lagi Jung Min juga mulai merasakan yang namanya ngidam itu seperti apa rasanya.

Jung Min cukup senang mendapatkan semua perhatian dari Hyun Joong selama tiga bulan setelah kejadian mereka mengatakan kehamilan Jung Min pada kedua orang tua mereka yang tampak sangat marah pada awalnya. Tapi sekarang kedua orang tua mereka tampak sangat menyayangi Jung Min dan tak sabaran ingin melihat bayi yang Jung Min kandung segera lahir.

Hyun Joong pun perlahan sudah bisa meyakinkan hatinya kalau dia memang mulai mencintai Jung Min seperti Jung Min yang tulus mencintainya sejak lama. Mereka berdua juga sudah berkali-kali hampir melakukan hubungan tubuh kalau saja Jung Min tidak pingsan ditengah-tengah kegiatan. Jung Min memang masih terlihat takut melakukan hubungan suami istri padahal sesungguhnya dia sangat ingin memuaskan Hyun Joong.

Hyun Joong pun cukup mengerti dengan ketakutan Jung Min itu karena itu lah dia tak pernah marah atau pun kecewa pada Jung Min. Dia akan terus sabar sampai Jung Min benar-benar berani melakukannya lagi tanpa harus dia paksa.

"Eugh…" erang Jung Min sambil mengeliatkan tubuhnya perlahan. Dia tampak tak bisa tidur lagi setelah tadi terbangun cukup lama. Jung Min mendudukan dirinya dengan susah payah karena terhalang perut besarnya. Jung Min menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang lalu menatap ke sosok seorang namja tampan yang tertidur cukup nyenyak disampingnya.

"Huft… baby kamu kenapa sayang, kok dari tadi nggak bisa diam sih" keluh Jung Min sambil membelai perutnya yang terasa diaduk-aduk. Mungkin bayi di dalamnya sedang asik berenang di dalam air ketubannya hingga membuat Jung Min merasa sedikit gelisah tak tenang dan tak bisa melanjutkan tidurnya lagi.

"Baby tenang ya, ini sudah malam. Umma ngatuk mau tidur lagi" kata Jung Min masih membelai perut besarnya dengan penuh kasih sayang. Perlahan rasa tek enak diperutnya pun mulai menghilang. "Anak baik" seru Jung Min pada bayi yang dia kandung. Jung Min pun kembali menatap namja tampan yang masih tertidur disampinganya. Jung Min tersenyum saat melihat Hyun Joong mengerak-gerakan bibirnya lucu.

"Appa tampan ya baby" kata Jung Min pada bayinya, dia masih terus menatap wajah damai Hyun Joong yang tertidur nyenyak. "Ah… jadi pengen cium bibir appa, baby. Pasti ini maunya baby ya, baby ada-ada aja sih. Jangan ya, appa kan capek butuh tidur nanti kalau umma cium appa dia jadi terganggu tidurnya. Kan kasihan appanya baby" kata Jung Min pada bayinya sambil terus membelai lembut perut besarnya.

"Tapi pengen bibir appa" ucap Jung Min pelan sambil menatap bibir mengoda Hyun Joong tajam. "Kalau sedikit sepertinya nggak apa-apakan baby. Sedikit saja ya" kata Jung Min pada bayinya. Akhirnya Jung Min pun mendekatkan wajahnya pada wajah Hyun Joong yang tertidur. Jung Min menempelkan bibirnya kebibir Hyun Joong, hanya menempelkan tak lebih. Dia tak mau membuat namja tampan tadi terganggu tidurnya.

"Hihihi… sudah ya baby" kata Jung Min sambil terkekeh pelan lalu menyentuh bibirnya sambil tersenyum-senyum senang. "Umma nyuri ciuman appa, gara-gara kamu baby" kata Jung Min pelan.

"Huh…. Baby, umma lapar. Baby lapar tidak?" Tanya Jung Min pada bayinya. "Baby juga laparkan. Umma pengen makan tapi mau pasta dan… dan mau pasta buatan appa. Tapi.. appa kan lagi tidur" kata Jung Min lemah sambil menatap Hyun Joong yang masih nyenyak dalam tidurnya.

"Hyung… Bangun…" pinta Jung Min sambil mengoyang-goyangkan tubuh Hyun Joong pelan. Rasa lapar dan ingin dimasakan pesta oleh Hyun Joong terlalu besar hingga mau tak mau dia akhirnya membangunkan Hyun Joong yang masih tertidur. "Hyung Bangun" pinta Jung Min tapi Hyun Joong masih tetap tertidur. Namja tanpan tadi Cuma mengelat pelan saat Jung Min mengoyang-goyangkan tubuhnya.

"Hyung… bangun… bangun… bangun.." Pinta Jung Min sambil cemberut. Hyun Joong membuka matanya perlahan dan menatap Jung Min disampingnya.

"Wae chagya, sudah malam kenapa belum tidur. Ayo tidur lagi, sini aku peluk" kata Hyun Joong sambil menarik tubuh Jung Min ke dalam pelukanya. Hyun Joong pun kembali tidur tanpa menghiraukan Jung Min yang tampak semakin kesal.

"Hyung Bangun" lagi-lagi Jung Min mengoyang-goyangkan tubuh Hyun Joong tapi namja tampan itu tak memberikan respon positif padanya. "Hiks.. Hiks.. Hiks… baby, appa jahat nggak mau bangun. Hiks.. hiks.. Hiks.." tiba-tiba saja Jung Min jadi sensitive dan menangis sambil membelai perutnya. Hyun Joong yang mendengar isakan Jung Min pun kembali membuka matanya dengan paksa dan menatap kahawatir pada Jung Min.

"Jung Min wae? Perutnya sakit, eoh?" Tanya Hyun Joong panik saat dia melihat Jung Min menangis sambil mengelus-elus perutnya. Jung Min tak membalas kata-kata Hyun Joong, dia masih menangis sambil mengelus perutnya sendiri dan itu membuat Hyunn Joong jadi tambah panik. "Aigo… baby, jangan nakal di dalam ya. Kasihan umma, ne" kata Hyun Joong sambil mengelus perut Jung Min lalu mengecupinya berkali-kali. Tangisan Jung Min bukannya mereda tapi malah tambah besar dan keras.

"Chagya wae, babynya nakal eoh? Dimana yang sakit?" Tanya Hyun Joong kahawatir.

"Hiks… Hiks.. Hiks… babynya nggak apa-apa, hiks… hiks… dia nggak nakal hiks.. hiks.." kata Jung Min ditengah isakannya.

"Kalau begitu dimana yang sakit, eoh?" Tanya Hyun Joong lagi.

"Nggak ada yang sakit Hiks… Hiks… Hiks.." jawab Jung Min membuat Hyun Joong menatapnya bingung.

"Kalau nggak ada yang sakit kenapa menangis, eoh? Kamu buat aku kahawatir tahu" kata Hyun Joong yang masih tampak menghawatirkan kondisi Jung Min.

"Aku kesal sama hyung Hiks.. Hiks… Hiks… dari tadi aku bangunin nggak mau bangun-bangun.. hiks.. hiks.." kata Jung Min yang membuat Hyun Joong sendikit lega karena ternyata Jung Min atau pun bayinya tak apa-apa.

"Mianhae Chagya, maafkan aku ne. sekarangkan aku sudah bangun jadi jangan nangis lagi ya" pinta Hyun Joong sambil menghapus air mata yang menetes dari mata Jung Min. Jung Min mengangguk pelan lalu berusaha menghilangkan isakannya. "Kamu kenapa mau membangunkan aku, eoh?" Tanya Hyun Joong sayang.

"Aku dan baby lapar, mau makan" kata Jung Min manja, Hyun Joong tersenyum geli mendengar pengakuan Jung Min barusan. Dia semangis dan membuat Hyun Joong kahawatir Cuma karena dia dan baby kelaparan ditengah malam seperti ini.

"Kamu mau makan apa, eoh?" Tanya Hyun Joong sambil mengelus wajah Jung Min lalu mengecupi pipi Jung Min sekilas.

"Aku mau pasta" kata Jung Min pelan.

"Dimana aku bisa dapat makanan itu subuh-subuh begini?" Tanya Hyun Joong sambil menatap jam yang ada diatas meja disamping tempat tidur mereka. Jam tadi sudah menunjukan pukul satu lewat lima belas menit.

"Aniya, aku nggak mau beli. Aku maunya hyung yang masak, aku mau makan makanan buatan hyung" kata Jung Min. Hyun Joong tersenyum pada Jung Min.

"Ne, baik chagya aku buatkan apa yang kamu mau. Kamu tunggu disini ya aku mau ke dapur membuatkan makanan yang kamu minta" kata Hyun Joong lalu mengecup kening Jung Min.

"Aniya, aku mau ikut kesana" pinta Jung Min manja.

"Ne, baiklah. Tapi bawa selimut ya, diluar dingin nanti kamu dan baby bisa kedinginan lagi" kata Hyun Joong, Jung Min mengangguk lalu mengambil selimut tebal untuk dibawa keluar. "Kajja, kita keluar" ajak Hyun Joong.

"Aniya, gendong" pinta Jung Min manja, Hyun Joong terkekeh pelan lalu segera mengangkat Jung Min ala bride style keluar dari kamar mereka. Hyun Joong menurunkan tubuh Jung Min dengan perlahan diatas sofa diruang tamu yang bersebelahan dengan ruang makan dan dapur.

"Kamu disini saja ya, aku mau masak dulu" kata Hyun Joong sambil membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh sexy Jung Min yang hanya dibalut sebuah kemeja sebatas paha. Jung Min mengangukan kepalanya pelan. Hyun Joong melangkah pergi ke dapur meningkalkan Jung Min di ruang tamu setelah sebelumnya dia sempat menaikan suhu ruangan agar Jung Min tak kedinginan.

Beberapa menit berlalu, Jung Min sudah tertidur di atas sofa karena terlalu lama menunggu Hyun Joong yang tak selesai-selesai membuatkan pasta untuknya. Jung Min terbangun saat mendengar suara ribut-ribut seperti suara piring atau sendok yang jatuh. Jung Min mengernyitkan dahinya heran dengan apa yang sedang Hyun Joong lakukan di dapur sana. Dengan malas akhirnya Jung Min melangkahkan kakinya menuju dapur.

"Aigo hyung… apa yang sedang hyung lakukan?" Tanya Jung Min sambil memandang ngeri dapur yang sedikit berantakan. Terdapat sebuah laptop menyala disana juga. Ternyata Hyun Joong mencari resep membuat pasta dari laptopnya tadi.

"Jung Min, kenapa kemari?" Tanya Hyun Joong balik yang heran melihat sosok Jung Min yang menatapnya tajam.

"Hyung, apa yang sedang hyung lakukan, eoh?" Tanya Jung Min sambil melangkah mendekati Hyun Joong. "Aigo hyung, hyung itu mau masak apa menghancurkan dapur sih?" kata Jung Min sambil mengelengkan kepalanya. Hyun Joong Cuma nyengir-nyengir nggak jelas sambil mengusap tengkuknya salah tingkah.

"Sebenarnya hyung bisa masak nggak sih?" Tanya Jung Min sambil menatap laptop yang menyala diatas meja dan tengah menampilkan cara membuat pasta yang enak.

"Nggak" jawab Hyun Joong singkat.

"Hyung… kenapa nggak bilang dari tadi sih" kesal Jung Min, Hyun Joong Cuma tersenyum salah tingkah. "Kemari, aku ajarkan membuat pasta yang enak" kata Jung Min sambil mengeluarkan beberapa bahan-bahan yang dibutuhkan dari dalam kulkas lagi.

Akhirnya Hyun Joong pun pasrah dan mengikuti Jung Min. Jung Min Cuma mengatakan cara-caranya saja karena dia mau makan masakan Hyun Joong bukan masakannya jadi deh semua di kerjakan Hyun Joong sendiri.

"Hyung ngaduknya jangan gitu, nanti tumpas semua pastanya" protes Jung Min, Hyun Joong mengangguk pelan sambil memanyunkan bibirnya. "Sepertinya sudah matang" kata Jung Min sambil melihat baik-baik pasta buatan Hyun Joong.

"Benarkah? Kalau begitu coba rasakan bagaimana pasta buatanku" kata Hyun Joong sambil menyuapkan sesendok pasta buatannya yang sudah ia tipu sebelumnya agar Jung Min tak merasa kepanasan saat memakannya. "Bagaimana rasanya?" Tanya Hyun Joong sambil menunggu jawaban Jung Min. Jung Min masih tampak merasai pasta tadi di dalam mulutnya.

"Rasanya aneh" kata Jung Min sini.

"Masa sih?" Hyun Joong tampak penasaran dan dia pun mencoba masakannya tadi sendiri. "Nggak kok, rasanya pas. Enak" kata Hyun Joong setelah mencoba masakannya tadi.

"Rasanya aneh tahu" kata Jung Min kekeh.

"Nggak kok, coba deh kamu rasa lagi" kata Hyun Joong sambil menyuapi Jung Min lagi. "Bagaimana, rasanya pas bukan?" Tanya Hyun Joong, Jung Min mengelengkan kepalanya pelan membuat Hyun Joong jadi terheran-heran sendiri. Secara dia merasakan tak ada masalah dengan masakannya. Hyun Joong pun kembali merasakan masakannya.

'Nggak ada yang aneh kok dengan rasanya, enak-enak saja. Tapi kenapa Jung Min bilang rasanya aneh. Masa bawaan bayi sih' pikir Hyun Joong dalam hati. Hyun Joong terus merasakan masakannya sambil mencari tahu apa yang salah dengan masakannya tadi. Jung Min terkekeh geli melihat wajah lucu Hyun Joong saat berpikir.

"Kenapa tertawa?" Tanya Hyun Joong aneh.

"Wajah hyung lucu" kata Jung Min masih tertawa pelan.

"Masakanku ini nggak ada yang aneh kok Jung Min" kata Hyun Joong lagi.

"Aneh hyung, soalnya…. Nggak ada makanan pembukanya sih" kata Jung Min yang lalu mengecup bibir Hyun Joong selama beberapa detik. "Nah, kalau beginikan jadi enak" kata Jung Min dengan mata berbinar-binar membuat Hyun Joong tertawa pelan.

"Genit" kata Hyun Joong.

"Bawaan bayi hyung" jawab Jung Min.

"Aku rasa bukan, kamu kan memang dari awal sudah genit" kata Hyun Joong tepat sasaran.

"Hyung, aku genit juga gara-gara Hyung tahu dan aku begitu juga Cuma pada hyung" kata Jung Min sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Hyun Joong.

"Ne, aku tahu" kata Hyun Joong yang juga melingkarkan tangannya dipinggang Jung Min. Hyun Joong mengecup bibir Jung Min kembali. "Kita makan sekarang yuk, kamu pasti sudah lapar" ajak Hyun Joong, Jung Min menganggukan kepalanya lalu melepaskan pelukannya membiarkan Hyun Joong mengerjakan sisa pekerjaannya tadi.

"Ayo, kita makan diruang tamu saja" ajak Hyun Joong sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jung Min. keduanya beranjak pergi ke ruang tamu. Sesampainya disana keduanya langsung menjatuhkan tubuh mereka disebuah sofa yang tadi digunakan Jung Min untuk menunggu Hyun Joong sampai ketiduran.

"Makanlah, aku suapkan" kata Hyun Joong sambil meyuapkan sesendok demi sesendok makanan yang dia masak pada Jung Min hingga sendok terakhir. Jung Min menarik tengkuk Hyun Joong lalu mengecup bibir namja tampan tadi dan melumatnya. Mereka berdua saling melumat bibir selama beberapa menit hingga Jung Min merasa dia membutuhkan pasokan oksigen sesegera mungkin. Jung Min pun mendorong tubuh Hyun Joong pelan.

"Itu makanan penutup hyung" kata Jung Min lalu menyandarkan tubuhnya di dada Hyun Joong. Hyun Joong memeluk tubuh Jung Min erat hingga mereka berdua tertidur diatas satu sofa yang sama dalam posisi saling berpelukan. Beruntung sofa yang mereka gunakan cukup lebar hingga dapat digunakan oleh keduanya secara bersama-sama.

*** TBC YA ***