Title: SS501 Story HyunMin Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 17 / 19.
Rated: T.
Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min
Genre: Romance, Drama.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.
*** Chap 17 ***
Author Pov…
Dua bulan kemudian…
Kini usia kehamilan Jung Min tepat mengijak bulan ketujuh, perut besarnya sudah tampak semakin besar saja. Bahkan kini Jung Min sudah bisa merasakan bayi di dalam perutnya bergerak dan menendang-nendang dinding rahimnya. Tak terasa dua bulan lagi bayi yang sudah lama ditunggu-tunggunya akan segera lahir. Semua orang terdekatnya tampak sangat bahagia dan semakin memperhatikanya.
Tapi sayangnya dalam seminggu ini Jung Min tampak sedikit murung itu semua dikarenakan Hyun Joong yang jarang sekali dia lihat. Kekasihnya itu terlalu sibuk berkerja sampai-sampai sedikit melupakan Jung Min. Hyun Joong kerap kali pulang larut malam disaat Jung Min sudah terlelap dan kembali lagi berkerja lagi di pagi hari sebelum Jung Min bangun dari tidurnya. Karena itu lah Jung Min tampak murung dan sedih, dia merasa perhatian Hyun Joong pada dirinya dan bayi yang sedang dikandungnya berkurang drastis bahkan Jung Min sempat berangapan Hyun Joong sedang menghindarinya.
Tapi walau pun begitu Jung Min selalu mencoba meyakinkan dirinya kalau Hyun Joong bukan menghindarinya melainkan dia memang tengah sibuk-sibuknya berkerja. Tapi tetap saja Jung Min merasa sedih. Seharusnya Hyun Joong tambah perhatian padanya secara dia akan segera melahirkan dua bulan lagi tapi yang ada Hyun Joong malah semakin terasa menjauh.
Jung Min duduk bersandar di kepala tempat tidur sambil mengelus perut besarnya dan menatap rindu pada sosok namja yang terbaring dengan mata terpejam disampingnya. Saat ini jam sudah menunjukan pukul tiga pagi dan dia baru saja terbangun dari tidurnya setengah jam yang lalu. Jung Min tak bisa tertidur lagi, dia merasa perutnya berekasi lagi. bayi di dalam perutnya terus menendang-nendang dinding rahimnya.
"Baby, kamu sedang apa di dalam sana eoh? Kenapa nggak bisa diam, kamu lagi berenang ya di dalam sana?" Tanya Jung Min sambil terus mengelus-elus perut besarnya. Perlahan bayi di dalam kandunganya tampak mulai tenang dan tak menendang-nendang rahimnya lagi membuat Jung Min tersenyum senang. "Anak baik, kamu nggak mau buat umma kahawatir ya" kata Jung Min pada sang anak.
"Lihat baby, appa sudah tidur. Appa kapan pulangnya ya tadi" Tanya Jung Min dengan percuma karena sang bayi tak akan menjawabnya. "Baby, umma kangen appa. Appa jarang kita lihat seminggu ini. appa kenapa sih baby, kok sepertinya appa menghindari kita" Tanya Jung Min lagi sambil memandangi wajah lelah Hyun Joong.
"Hyung…" panggil Jung Min pelan sambil mengoyang-goyangkan badan Hyun Joong. Dia benar-benar sangat rindu dengan appa dari bayinya itu dank arena sudah tak tahan lagi akhirnya Jung min pun mencoba membangunkan Hyun Joong. "Hyung bangun" pinta Jung Min manja, Hyun Joong mengeliat pelan karena merasa tidurnya sedikit terganggu.
"Hyung…" panggil Jung Min lagi dengan sedikit paksa. Hyun Joong mulai merasa kesal karena tidurnya terganggu. Namja tampan tadi membuka matanya sedikit dan menatap Jung Min antara sadar dan tidak sadar. "Hyung…" manja Jung Min.
"Kenapa sih… aku nggantuk tahu" keluh Hyun Joong.
"Hyung aku lapar" kata Jung Min manja sambil menelus perut besarnya dan memanyunkan bibirnya.
"Aish… kalau lapar tinggal suruh bibir Go membuatkan kamu makanankan bisa nggak perlu ngebangunin aku seperti ini" kata Hyun Joong kesal karena tidurnya terganggu hanya gara-gara Jung Min ingin makan saja.
"Aniya hyung, aku mau makan masakan hyung" rengek Jung Min sambil mengoyang-goyangkan tubuh Hyun Joong yang kembali tertidur tapi ternyata namja tampan tadi pura-pura tak mendengar kata-kata Jung Man dan tetap menutup matanya hendak melanjutkan tidurnya tadi. Jung Min mulai merasa kesal karena Hyun Joong tak kunjung bangun-bangun lagi. "HYUNG AKU LAPAR MAU MAKAN" bentak Jung Min membuat Hyun Joong kaget dan akhirnya bangun dari tidurnya tadi.
"Aish… Jung Min… kamu tahu sekarang jam berapa? Sekarang itu jam tiga lewat dan kamu tahu aku tadi pulang jam berapa dan baru tidur jam berapa? Aku pulang jam satu dan baru tidur sejam kemudian tapi sekarang aku baru tidur sejam kamu malah udah merengek ngebangunin aku. Kamu tahu nggak sih aku itu capek ingin tidur. Jadi please… izinkan aku tidur karena nanti jam lima aku sudah harus bangun untuk kerja lagi. kalau kamu lapar minta buatkan makanan pada bibir Go. Bibi Go tinggal disinikan memang untuk melayani kamu" kata Hyun joong sedikit membenatak membuat Jung min terdiam dan menundukan wajahnya tak berani melihat tatapan kesal dari Hyun Joong.
Setelah mengeluarkan semua kekesalannya tadi Hyun Joong kembali merebahkan dirinya disamping Jung Min dalam posisi memunggungi namja manis tadi, dia lalu menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher dan kembali tertidur meninggalkan Jung min yang mulai terisak dalam diam. Dengan perlahan Jung Min turun dari atas ranjang lalu melangkah keluar dari kamarnya menuju dapur. Jung Min mendudukan dirinya di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan dan kembali menangis dalam diam.
"Baby, appa jahat. Appa bentak-bentak umma, umma kan jadi takut" isak Jung min sambil mengelus perutnya yang besar. Jung Min menagis dalam diam selama beberapa menit setelahnya dia langsung beranjak menuju kulkas mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menganjal perutnya yang terasa lapar. Jung min tak sedikit pun berniat membangunkan bibi Go untuk membuatkannya makanan.
Jung Min mengeluarkan beberapa macam sayuran lalu segera mengolahnya menjadi makanan yang simple tapi cukup bisa membuatnya merasa kenyang. Setelah selesai memasak Jung Min langsung memakan semua makananya tadi bersama segelas susu coklat hangat. Setelah merasa perutnya kenyang Jung Min pun kembali kekamarnya. Dia menatap punggung Hyun Joong yang tidur membelakanginya dengan tatapan sedih. Tadi itu untuk pertama kalinya Hyun Joong membentaknya dengan cukup keras. Jung Min yang merasa kembali mengantuk pun merebahkan dirinya disamping Hyun Joong. Keduanya kini tidur saling memunggungi.
*** HyunMin ***
Jung Min Pov…
Aku tak tahu apa yang sedang terjadi pada Hyun Joong hyung. Dia dan aku jadi jarang bertemu sekarang ini. Hyun Joong hyung selalu pulang larut malam disaat aku sudah tertidur dan pergi lagi di pagi buta saat aku masih di alam mimpiku. Aku merasa dia menghindariku selama seminggu ini. Sebenarnya apa salahku sampai-sampai Hyun Joong hyung melakukan semua itu padaku. Apa dia merasa bosan padaku atau dia jadi tak suka padaku lagi gara-gara penampilanku yang tampak aneh dengan perut yang membesar. Kalau benar semua itu, kenapa baru sekarang-sekarang ini dia memperlakukanku seperti itu. kenapa tidak sejak lama saja. Padahal dua minggu yang lalu aku dan Hyun Joong hyung masih terlihat baik-baik saja.
Aku jadi tambah terlihat murung sejak kejadian semalam. Semalam aku membangunkan Hyun joong hyung karena aku merasa kelaparan dan ingin memakan makanan yang dimasak oleh Hyun Joong hyung. Sudah lama dia tak pernah membuatkan aku makanan lagi, jadi wajar saja bukan kalau aku menginginkannya. Tapi sayangnya Hyun Joong hyung malah jadi marah padaku dan membentak-bentak aku dengan nada tinggi. Sebelumnya dia tak pernah membentakku seperti itu, Hyun Joong hyung benar-benar berubah sekarang. Aku ingin Hyun Joong hyung yang sebelumnya. Hyun Joong yang perhatain dan sayang pada Jung Min dan baby bukan Hyun Joong yang seperti sekarang ini.
Aku tambah kesal pada Hyun Joong hyung karena tadi pagi saat aku terbangun, lagi dan lagi dia tak ada disampingku padahalkan aku ingin sekali melihat sosoknya ada disampinggku saat aku terbangun. Kenapa sih dia tak membangunkan aku terlebih dahulu baru berangkat kerja lagi. Tuhkan dia benar-benar ngehidar dari kau. Pasti dia jadi nggak suka sama aku lagi. Gara-gara semua itu aku sekarang nggak nafsu makan sama sekali padahal sejak tadi pagi aku sudah nggak nyentuh makanan yang dibuatkan oleh bibi Go untukku. Sejak tadi yang berhasil masuk ke dalam perutku hanya segelas susu hangat saja.
"Tuan muda kenapa makanannya nggak disentuh sedikit pun?" Tanya Bibi Go heran karena sejak tadi aku hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di piringku tanpa memakannya. Entah kenapa makanan lezat yang dibuatkan Bibi Go tak bisa mengundang selera makanku sedikit pun. Pikiranku sekarang tertuju Cuma buat Hyun Joong hyung saja.
"Nggak lapar" jawabku sambil meletakkan sendok yang tadi aku pegang.
"Tapi anda harus tetap makan tuan muda" kata bibi Go sedikit memaksa.
"Aku nggak lapar" kataku lagi santai.
"Kasihan bayi yang ada di dalam perut tuan kalau tuan tidak mau makan. Bukankah sejak pagi tuan belum makan makanan barang itu sesuap saja. Apa tuan mau bayinya kelaparan?" Tanya Bibi Go ramah, aku pun mengelengkan kepalaku pelan. "Kalau begitu tuan makan ya" pinta Bibi Go lagi.
"Aniya, aku nggak lapar. Aku nggak mau makan" kataku menolak untuk yang kesekian kalinya. Tampak Bibi Go menghembuskan nafasnya panjang saat melihat kelakuan kekanak-kanakanku ini.
"Kalau nggak mau makan ya sudah, tapi susunya dihabiskan ya" pinta wanita paruh baya yang sudah mengabdikan dirinya pada keluagra Hyun Joong Hyung sejak hyung kecil hingga sekarang ini mengelengkan kepalanya melihat sifat terlalu manjaku. aku pun menganggukan kepalaku pelan lalu segera meneguk sampai habis segelas susu hangat yang tadi dibuatkan Bibi Go untukku. Bibi Go tersenyum senang melihat aku yang sudah menghabiskan segelas susu tadi.
"Bibi, appa Hyun sudah pulang?" Tanyaku berharap jawabannya iya. Sejak semalam aku belum melihatnya lagi dan aku cukup rindu padanya. Ku lirik sebuah jam yang terpajang di salah satu dinding ruangan, tepat menunjukan pukul tujuh malam.
"Belum tuan muda. Tuan muda merindukan tuan Hyun Joong?" Tanya Bibi Go, aku pun langsung menganggukan kepalaku pelan. "Coba telfon saja, tanyakan dia akan pulang jam berapa malam ini" saran Bibi Go yang sedang membereskan meja makan didepanku, aku mengangguk pelan lalu segera beranjak pergi menuju kamarku dan Hyun Joong hyung.
Ku dudukan tubuhku ditepi ranjang dan bersadar di kepala ranjangnya. Ku raih handphoneku yang berada diatas meja disamping tempat tidur lalu segera mencari nama Hyun joong hyung di friend list handphoneku. Setelah ketemu aku langsung menekan tombol telfon. Setelah menunggu sedikit lama akhirnya telfonku tersambung juga tapi anehnya tak segera diangkat-angkat oleh Hyun Joong hyung.
"Kok malah dimatikan sih?" Tanyaku heran sambil menatap miris kearah handphoneku. Aku pun mencoba menelphone Hyun joong hyung lagi tapi berkali-kali ku telfon dia tetap saja mematikan telfonnya. Ada apa sebenarnya? Aku pun tak mau menyerah begitu saja aku tetap menghubunginya terus menerus hingga akhirnya telfonku diangkat oleh Hyun Joong hyung.
"Hy…"
"AISH… KENAPA MASIH MENGHUBUNGIKU SIH, JANGAN HUBUNGI AKU LAGI" bentak Hyun Joong hyung diseberang sana memotong kata-kataku dan sukses membuat aku terdiam dengan air mata yang mulai menetes. Hyun Joong hyung langsung mematikan telfonnya sebelah pihak. Ada apa sebenarnya, kenapa Hyun joong hyung membentakku lagi? Aku terisak sambil memeganggi perutku aku tak menghiraukan lagi handphoneku yang terjatuh ke lantai dengan cukup keras hingga batreinya terlepas dan terpencar cukup jauh dari handphonenya.
"Baby, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa appa marah pada umma, salah umma apa baby" isakku sambil membelai perutku dengan perlahan. Aku bisa merasakan bayiku di dalam sana terus menendang-nendang dinding rahimku, mungkin dia tahu kesedihanku dan ingin aku tak menangis lagi. tapi bagaimana bisa aku tak menangis, aku terlalu terlukan dan begitu sedih karena lagi-lagi Hyun Joong hyung membentakku dengan nada tinggi bahkan ia membentakku sebelum aku berbicara apa pun padanya.
"Baby, appa kenapa sih. Kenapa appa bentak-bentak umma dan kenapa appa nggak mau umma hubungi. Apa appa membenci umma ya gara-gara umma jadi tampak aneh dengan perut besar begini, umma beginikan karena ada kamu di dalam perut umma. Lagian kamu juga dua bulan lagi akan keluar dan bisa melihat umma dan appa tapi kenapa appa jahat pada umma baby. Kenapa?" isakku lagi. kini wajahku sudah benar-benar basah oleh air mata ku sendiri yang terus menetes tanpa bisa ku hentikan. Bahkan sekarang aku yakin wajah ku sudah sangat merah dan mataku juga pasti sudah tampak sembab karena terus menangis.
"Baby, umma rindu appa yang dulu. Appa yang selalu perhatian pada kita. Appa yang selalu punya waktu buat kita berdua. Kemana perginya appa yang seperti itu baby, umma ingin appa" hanya pada bayiku sajalah kini aku bisa mengadu. Aku tak mungkin bercerita pada yang lain. Bisa-bisa nanti mereka akan marah pada Hyun Joong hyung. Kalau mereka marah pada hyung pasti nanti hyung juga bakal tambah marah dan membenciku, aku nggak mau sampai itu terjadi. Aku maunya Hyung perhatian lagi padaku seperti dulu.
Karena terus menangis akhirnya aku merasa lelah dan membaringkan tubuhku dengan perlahan diatas ranjang. Cukup susah buat aku melakukan ini dan itu dengan perut yang besar seperti sekarang ini. aku terbaring diatas rangjang dan mencoba memejamkan mataku. Aku masih sedikit terisak, bahkan air mata masih terus menetes walau tak sederas tadi. Tak lama akhirnya aku pun tertidur juga karena telalu lelah menangis, pasti besok pagi mataku akan sembab dengan lingkar hitam mengelilinginya seperti panda.
*** TBC ***
2 part lagi The End ini ff.
