Title: SS501 Story HyunMin Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 19 / 19.

Rated: M.

Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min

Genre: Romance, Drama.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary:

Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.


*** Chapter 19 ***

Hyun Joong Pov…

Tiga bulan telah berlalu, dan selama itu pula aku tak tahu dimana keberadaan Jung Min. Tiga bulan yang lalu tiba-tiba saja Jung Min kabur dari apartementku tanpaku ketahui. Aku tahu dia kabur karena sikapku yang keterlaluan padanya. Tapi aku tak pernah membayangkan dia akan senekat itu sampai berani kabur dari apartementku.

Aku tahu Jung Min sedang hamil tua dan dia jadi terlalu sensitife karena hal itu. mungkin dia marah padaku karena aku membentaknya di malam terakhir kami bertemu dan meningglkannya sendiri tidur di kamar. Sungguh, aku menyesal melakukan itu semua. Waktu itu aku benar-benar dalam keadaan lelah jadi semua pikiranku jadi kacau. Aku butuh istirahat makanya aku sampai membentak Jung Min waktu dia membangunkaku entah untuk apa.

Kalau tahu semua akan berakhir seperti ini, pasti waktu itu aku tak akan membentaknya. Pasti aku memenuhi semua permintaannya walau dalam keadaan selelah apa pun itu. huft… aku menyesal dan aku juga merindukan Jung Min berserta anak kami. Seharusnya anak kami sudah lahir sebulan yang lalu, seharusnya aku ada di samping Jung Min saat dia melahirkan bukan seperti sekarang ini.

Selama tiga bulan ini aku terus mencari dimana keberadaan Jung Min. aku mencoba mendatangi kediaman orang tuanya berharap dia ada disana. Tapi ternyata dia tak ada, entahlah dia benar-benar tak ada atau malah disembunyikan kedua orang tuanya. Yang jelas kedua orang tuanya tampak marah padaku, bahkan Mr. Park sempat melayangkan pukulan telaknya padaku hingga membuat aku harus pulang dengan kekecewaan dan wajah yang babak belur.

Tak hanya aku yang berusaha mencari dimana keberadaan Jung Min. Young Saeng, Hyung Jun, dan Kyu Joon juga berusaha mencarinya. Mereka bertiga kesal pada kebodohanku tapi untungnya mereka masih mau memaafkanku tak seperti kedua orang tua Jung Min. Tak hanya mereka, bahkan kedua orang tuaku pun membantu mencarikannya. Kedua orang tuaku sempat marah besar saat tahu Jung Min menghilang tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi mau semarah apa mereka padaku kejadian yang sudah terjadi tak akan bisa diulangi lagi. kalau saja bisa terlulang, aku pastikan Jung Min tak akan kemana-mana selain disisiku.

Aku sempat menyerah mencari keberadaan Jung Min yang belum menunjukan titik terang ini, hingga tadi pagi orang-orang suruhanku akhirnya menemukan dimana mereka. Yah mereka, Jung Min dan anak kami yang ternyata usianya bukan satu bulan melainkan tiga bulan. Jung Min melahirkan tiga bulan yang lalu, saat dia kabur dari apartementku. Oh ayolah… itu pasti masa-masa yang sulit bagi Jung Min. Andai aku selalu ada disampingnya saat itu. saat dia melahirkan anak kami dalam keadaan perematur.

Dari orang-orang suruhanku itu aku tahu kalau ternyata Jung Min kini tinggal bersama anak kami di salah satu apartement kecil yang letaknya dipinggiran kota. Ternyata dia memang benar-benar di semunyikan oleh kedua orang tuanya karena kata orang-orang suruhanku itu Jung Min sering di datangi oleh ibunya, Mrs. Park beberapa hari sekali dalam seminggu.

Aku bersyukur akhirnya aku tahu dimana Jung Min dan anak kami berada. Kini dengan hati yang senang ku jalankan mobilku menuju apartement dimana Jung Min berada. Aku harus membawanya kembali, aku harus bisa membuatnya kembali padaku karena aku sadar ternyata aku mencintainya. Aku baru sadar aku ternyata sangat mencintai Jung Min disaat Jung Min pergi dariku. Andai saja aku menyadarinya lebih cepat, pasti semua tak akan seribet sekarang ini.

*** HyunMin ***

Author Pov…

Di sebuah apartement kecil di daerah pinggiran kota, di sanalah kini Jun Min tinggal bersama buah cintanya dengan Hyun Joong yang di beri nama Hyun Min. Jung Min kini tampak tengah menyusui sang anak di atas tempat tidurnya. Jangan Tanya kenapa dia bisa menyusui anaknya itu padahal dia sendiri adalah laki-laki. Jung Min mulai sering merasa sakit di bagian dadanya saat dua bulan sebelum melahirkan Hyun Min. Saat di periksakan, dokter berkata tubuh Jung Min yang kelebihan hormone wanita itu mulai menyusaikan diri dengan kehamilanya. Karena itu lah kini dia bisa memproduksi ASI walau tak sebanyak produksi ASI dari ibu menyusui biasanya. Setidaknya dengan begitu Jung Min masih bisa memberi anaknya makan walau pun masih di tunjang dengan susu bubuk juga saat dia sudah tak bisa memberikan ASI-nya lagi.

"Hyun Min benar-benar manis saat dia tidur begini, persis sekali dengan appanya" kata Jung Min yang tiba-tiba tampak sedih saat mengingat namja yang sudah memberikannya seorang anak yang sangat tampan. "Andai appa disini ya, aegya" ucap Jung Min sedih sambil membelai rambut Hyun Min perlahan. Hyun Min tampak mengeliat dalam tidurnya. Jung Min tersenyum sambil menatap bayi laki-laki berumur tiga bulan dalam dekapannya itu.

Ting… Tong… Ting… Tong… Ting… Tong…

Suara bel berbunyi membuat Jung Min menghentikan kegiatan mengelus-elus anaknya. Jung Min mengerutkan dahinya memikirkan siapa yang datang berkunjung pagi-pagi begini. Tidak biasanya ada tamu yang mengunjunginya. Biasanya yang datang menjengguknya paling juga umma-nya saja. Tapi umma-nya tak pernah menekal bel terlebih dahulu karena umma Jung Min memiliki kunci apartementnya jadi kapan pun umma-nya datang pasti dia bisa langsung masuk tanpa harus menunggu di bukakan pintu terlebih dahulu.

"Itu siapa ya baby? Apa itu halmoni? Kalau benar halmoni kenapa nggak langsung masuk saja. Apa halmoni lupa bawa kunci apartement kita ya?" Tanya Jung Min pada bayi-nya yang tampak Cuma mengeliat kecil membuat Jung Min tersenyum melihatnya. Benar-benar lucu dan tampan, pikir Jung Min.

Ting… Tong… Ting… Tong… Ting… Tong…

Lagi-lagi bel pun berbunyi karena sang pemilik rumah tak kunjung membukakan pintu untuk tamunya. Jung Min pun beranjak dari atas ranjangnya dengan perlahan, ia tak ingin bayi mungilnya terbangun karena merasakan ranjang yang sedikit bergerak saat Jung Min beranjak dari atasnya. Jung Min berjalan keluar dari dalam kamar hendak membukakan pintu bagi tamu yang dia tak tahu siapa itu. sebelum membukakan pintu Jung Min membenarkan dahulu pakaian yang di gunakannya, setelahnya dia baru membukakan pintu untuk tamunya tadi.

"Umma kenapa baru datang seka… rang" kata-kata Jung Min terhenti saat sadar ternyata bukan Mrs. Park yang ada di depannya kini. Ternyata orang yang tadi menekan bel tak lain adalah namja yang ia rindukan selama ini.

"Jung Min" panggil namja tadi yang tak lain adalah Kim Hyun Joong. Hyun Joong tersenyum ramah pada Jung Min yang masih tampak membeku di tempatnya. Namun dengan cepat akhirnya Jung Min sadar dari lamunannya. Wajah terkejut Jung Min perlahan memudar menjadi wajah kekecewaan yang membuat senyuman di bibir Hyun Joong pudar seketikan. Tanpa mengatakan apa-apa lagi Jung Min langsung menutup pintu apartementnya, dia tak mau bertemun dengan sosok namja yang sangat di cintainya tadi. Hyun Joong yang tahu kalau Jung Min hendak menutup pintu di depannya pun langsung mencegahnya hingga kini sepatu Hyun Joong terjepit di antara pintu.

"Jung Min please buka pintunya" pinta Hyun Joong sambil mencoba mendorong pintu yang di tutup Jung Min dari dalam.

"Aniya, hyung pergi saja dari sini. Aku tak mau bertemu dengan hyung" kata Jung Min sambil berusaha menutup pintu dan mendorong kaki Hyun Joong keluar dari apartementnya hingga akhirnya terjadilah aksi saling dorong yang berakhir Hyun Joong bisa masuk ke dalam apartement Jung Min. "Hyung Mau apa lagi, eoh? Pergi dari sini sekarang juga" husir Jung Min sambil menatap Hyun Joong tajam.

"Jung Min please dengarkan aku dulu" pinta Hyun Joong.

"Nggak ada yang mesti aku dengar lagi hyung. Cukup, semua yang ada diantara kita sudah berakhir" kata Jung Min yang langsung mencoba mendorong tubuh Hyun Joong keluar dari apartementnya. Tapi sayang Hyun Joong kekeh tetap ingin berada di sana dan menjelaskan semua yang terjadi selama ini.

"Jung Min dengarkan aku dulu" pinta Hyun Joong.

"Aniya… aku nggak mau dengar apa-apa la… mmmmpppp" kata-kata Jung Min terhenti saat dengan tiba-tiba Hyun Joong menempelkan bibirnya di bibir Jung Min. Mata Jung Min membulat sempurna saat merasakan bibir basah yang di rindukannya menempel di atas bibirnya dan mulai melumat pelan bibirnya tadi.

"Mmmmmppp… MMmmpppp…." Jung Min meronta mencoba melepaskan dirinya dari ciuman memabukan Hyun Joong tadi tapi sayangnya Hyun Joong tak mau melepaskan Jung Min begitu saja. Dia bahkan semakin merapatkan tubuh Jung Min dengan tubuhnya. Hyun Joong memegang tengkuk Jung Min agar namja manis tadi tak bisa mengelak dari ciumannya dan itu juga malah membuat ciuman di antara keduanya terasa semakin mendalam.

Perlahan Jung Min pun mulai terbawa permainan Hyun Joong, entah karena hal apa hingga membuat Jung Min kini membalas lumatan Hyun Joong. Jung Min memejamkan matanya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher namja yang sangat di rindukannya itu. Hyun Joong menyeringai dalam ciuman panasnya saat merasakan respon positif dari Jung Min.

Hyun Joong terus melumat bibir mengoda Jung Min sambil membawa dengan perlahan tubuh namja yang di cintainya itu masuk ke dalam sebuah kamar. Hyun Joong baru sadar kalau ternyata itu kamar anaknya saat melihat seorang bayi mungil tertidur dengan nyenyak di atas ranjang. Bayi yang dia tunggu-tunggu kehadiriannya. Ingin sekali Hyun Joong mendekati bayi itu tapi sayang godaan bibir Jung Min lebih membuatnya terbuai.

Dengan perlahan Hyun Joong merebahkan tubuh Jung Min di lantai tepat di samping ranjang. Hyun Joong menindih tubuh Jung Min masih sambil melumat bibir namja manis tadi. Dengan perlahan Hyun Joong menyusupkan tangannya ke dalam kemeja putih yang di gunakan Jung Min. Hyun Joong meraba perut Jung Min yang sudah rata. Dia bisa merasakan ada garis halus disana dan dia yakin itu pasti garis paska operasi yang di jalani Jung Min setelah melahirkan anak mereka.

"Ugh… Aaarrgghh…" erang Jung Min saat Hyun Joong mengigit perpotongan leher dan bahunya dengan sedikit keras lalu menghisapnya hingga menimbulkan bercak berwarna merah yang terlihat cukup jelas. Tak puas dengan satu jejak cinta, Hyun Joong pun memberikan jejak-jejak lainnya di sekitar leher dan bahu Jung Min sambil mulai menangalkan kemeja yang di gunakan namja manis tadi. Setelah kemeja terlepas Hyun Joong mulai membuka celana panjang yang di gunakan Jung Min tanpa namja manis tadi sadari karena sudah terlalu dibuai oleh lembutnya bibir Hyun Joong.

Puas dengan bibir, leher, dan bahu Jung Min, Hyun Joong mulai menyerang bagian tubuh Jung Min yang lain. Kini kecupan-kecupan kecil Hyun Joong berikan pada benda di selangkangan Jung Min yang masih tampak tertidur. Hyun Joong membelai kejantanan Jung Min dengan perlahan namun sukses membuat namja cantik tadi mendesah nikmat. Setelah puas membelainya Hyun Joong pun mulai meremas dan mengocok kejantanan Jung Min dengan tempo perlahan hingga membuat erangan Jung Min semakin terdengar dengan jelas.

"Ugh… aahhh…. Nghh… aaahhhh" erang Jung Min saat Hyun Joong mulai memasukan kejantanannya ke dalam mulut dan mulai mengeluar masukan kejantanan tadi. Hyun Joong tampak menikmati permainan tadi, dia melahap Junior Jung Min dengan semangat layaknya anak kecil yang tampak semagat memakan eskrim atau pun lollipop yang sangat di gemarinya. Tak beda dengan Hyun Joong, Jung Min pun tampak keenakan. Ia menutup matanya meresapi semua sentuhan yang di berikan Hyun Joong sambil meremas rambut Hyun Joong dan menekan kepala Hyun Joong keselangkangannya agar namja tampan tadi semakin memperdalam lumatannya.

Hyun Joong semakin mempercepat gerakan keluar masuk junior Jung Min di dalam mulutnya saat merasakan benda tadi mulai berkedut. Hyun Joong tahu Jung Min akan segera sampai. Tak lama erangan panjang keluar dari bibir Jung Min serta dengan keluarnya cairan hangat dan kental berwarna putih di dalam mulut Hyun Joong. Tanpa ragu Hyun Joong segera menelan semua cairan tadi setelahnya di pun menatap wajah lelah Jung Min yang sangat mengodanya.

Wajah lelah itu di banjiri oleh butiran-butiran keringat kecil. Bibir Jung Min sedikit terbuka, dia berusaha memasukan sebanyak-banyaknya oksigen ke dalam paru-parunya. Dada Jung Min pun tampak turun naik dengan sedikit cepat. Dan yang lebih mengairahkan lagi, Jung Min tampak begitu mengoda dengan tubuh terkulai lemas di lantai.

Hyun Joong berhenti menatap Jung Min lalu segera menangalkan seluruh pakaian yang di gunakannya tanpa tersisa hingga kini mereka berdua tampak sama-sama polos tanpa sehelai benang pun di tubuh keduanya. Hyun Joong kembali menindih tubuh lemas Jung Min paska klimaks pertamanya tadi. Hyun Joong dengan perlahan kembali melumat bibir mengoda Jung Min yang sedikit terbuka. Jung Min cukup terbuai dengan lumatan-lumatan yang di berikah Hyun Joong hingga tanpa sadar kalau Kini Hyun Joong sudah melebarkan kedua kakinya dan bersiap untuk merasukinya.

"AArrgghhhttt…" pekikan pelan dari bibir Jung Min terdengan di sela-sela mumatan Hyun Joong saat namja tampan tadi dengan perlahan mendorong masuk kejantanannya ke dalam lubang sempit Jung Min yang dulu pernah di masukinya sekali dalam keadaan tanpa sadar. Jung Min meneteskan air matanya saat merasakan benda besar dan cukup keras mencabik dan membelah tubuh bagian bawahnya.

"Sa… Kit…" keluh Jung Min saat Hyun Joong melepaskan lumatan bibirnya.

"Gwenchana chagya, sakitnya tak akan lama. Bertahanlah, setelah ini kamu pasti akan merasa nikmat" kata Hyun Joong seraya mengecupi wajah Jung Min yang basah oleh air mata. Saat merasa Jung Min sudah mulai tenang dan isakan kesakitannya pun mulai tak terdengar lagi, Hyun Joong mulai mengerakan pinggulnya dengan pelahan hingga membuat kejantanannya keluar masuk ke dalam lubang kenikmatan Jung Min.

"Aku baru tahu ternyata kamu sempit sekali chagya…" ucap Hyun Joong sambil terus mengenjoti lubang Jung Min. Jung Min memjamkan matanya sambil mengigit bibirnya menahan desahanya keluar dengan liarnya. "Jangan siksa dirimu chagya, kalau ingin mendesah ya mendesah saja" kata Hyun Joong yang dibalas dengan gelengan kepala oleh Jung Min. sejujurnya Hyun Joong sedikit kasihan melihat Jung Min mengigit bibirnya begitu hingga akhirnya dia memutuskan melumat bibir Jung Min lagi hingga namja manis tadi berhanti mengigit bibir bawahnya yang tampak sedikit mengeluarkan darah.

"Aaahhh… Ughh… Ahhh… Eghh… Aaahhh…" erang Jung Min tak bisa di tahannya lagi saat Hyun Joong memisahkan bibir mereka berdua. Hyun Joong terus mengerkan pinggulnya membuat keduanya semakin melayang dalam indahnya surga dunia. "AArrggghhhttt…" erang Jung Min saat ujung kejantanan Hyun Joong menyentuh titik sensitive di dalam tubuhnya. Tubuh Jung Min bergetar hebat setiap kali Hyun Joong mengenai titik yang sama.

Gerakan pinggul Hyun Joong semakin cepat saat nafsu dalam tubuhnya semakin tinggi. Jung Min terus mengerang saat permainan keduanya jadi semakin cepat dan dengan tempo yang tak kalah cepat pula. Jung Min mulai merasakan tubuhnya menengang kembali serasa ingin mengeluarkan hasratnya lagi.

"Aaarrrgghhh…" erang keduanya panjang saat mereka mencapai titik tertinggi dalam permainan panas mereka tadi. Keduanya tampak mengatur nafas mereka setelah berhasil mengeluarkan sari-sari cintanya. Hyun Joong merebahkan tubuh lelahnya diatas tubuh Jung Min, dia tak menyangka kalau bercinta itu sangat menyenangkan walau pun sedikit melelahkan juga. Jung Min memandanag wajah Hyun Joong yang tersenyum padanya.

Brrruuukkk,….

Jung Min mendorong tubuh Hyun Joong dengan kasar dari atas tubuhnya setelah sadar akan apa yang mereka lakukan tadi. Jung Min langsung berdiri sambil meringis menahan sakit di bagian bawah tubuhnya. Jung Min memengang pinggangnya sambil menatap tajam kerah Hyun Joong yang ternyata menatap tajam pula pada selangkangannya.

"Yack.! Apa yang hyung tatap huh?" kesal Jung Min dengan semburat merah di pipinya. Tenyata walau sudah di bentak begitu Hyun Joong tetap saja menatap kearah selangkangan Jung Min yang tampak basah dengan sperma yang mengalir keluar dari lubang sengamanya. Hyun Joong menelan salivanya dengan susah payah saat melihat pemandangan itu. Jung Min yang sadar masih di tatap dengan tatapan liar oleh Hyun Joong pun jadi merasa sangat kesal.

"YACK.! BERHENTI MENATAPKU SEPERTI ITU HYUNG" teriak Jung Min kesal dan juga malu.

"Owe… Owe… Owe…" tangisan Hyun Min pun pecah saat mendengar teriakan umma-nya tadi.

"Aigo… aegya bangun, ini gara-gara hyung tahu" kesal Jung Min yang langsung naik keatas ranjang lalu berbaring di samping Hyun Min dan mulai menyusui anaknya lagi. Hyun Joong Cuma tersenyum tanpa dosa sambil menatap namja yang di cintainya sedang sibuk memberi makan pada anak kandungnya sendiri.

Jung Min kembali merasa risih saat melihat Hyun Joong menatap tubuh polos tanpa busananya terbaring mengoda sambil menyusui si kecil Hyun Min. Jung Min pun akhirnya menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya tadi. Hyun Joong sedikit mendesah kecewa tapi beberapa detik kemudian dia malah tersenyum dan berjalan medekati Jung Min. Hyun Joong naik keatas ranjang dan memberingkan tubuhnya di belakang tubuh Jung Min yang sedang menyusui Hyun Min.

"Hyung mau apa?" Tanya Jung Min saat merasakan hembusan nafas Hyun Joong di tengkuknya. Hyun Joong memeluk dan meraba-raba tubuh Jung Min dari belakang membuat namja manis tadi sedikit panik. "Hyung mau apa?" Tanya Jung Min ulang.

"Shhhttt… diam saja nanti aegya bangun lagi, susui saja dia dan biarkan aku melanjutkan yang tadi" bisik Hyun Joong di telinga Jung Min dan sesekali meniup dan menilati telinga sensitive namja manis tadi.

"Hyung jangan, nanti Hyun Min bangun" kesal Jung Min sambil menepis tangan-tangan nakal Hyun Joong yang membelai-belai pahanya.

"Dia tak akan bangun kalau kamu nggak menganggunya chagya" kata Hyun Joong terus mengerjai tubuh Jung Min.

"Hyung mengangguku dan itu juga bisa menganggu aegya" kesal Jung Min.

"Shhhttt… diamlah, aku ingin masuk sekarang" kata Hyun Joong.

"Masuk? Maksudnya apa? Aarghhtt…." Erang Jung Min saat merasakan benda keras Hyun Joong lagi-lagi menembus tubuhnya di bawah sana. Jung Min menatap Hyun Joong kesal tapi namja tampan tadi hanya tersenyum kecil padanya. Jung Min ingin marah pada Hyun Joong tapi niatnya itu harus di tundanya dulu karena Hyun Min kembali terbangun saat mendengar pekikan Jung Min tadi.

"Lihat aegya jadi bangunkan" kata Jung Min kesal sambil kembali menyusui jagoan ciliknya.

"Itu salahmu chagya, kenapa tadi memekik keras" kata Hyun Joong tanpa dosa.

"Aish… itu salah hyung yang main tancap aja" kesal Jung Min.

"Udah nggak bisa di tahan chagya, tubuhmu terlalu mengoda dan sayang kalau di lewatkan begitu saja" kata Hyun Joong santai. "Aku mulai ya" sambung Hyun Joong sambil mulai mengerakan pinggulnya lagi. Jung Min berusaha menahan desahanya saat Hyun Joong dengan lihai memainkan kejantananya di bawah sana sambil terus mengenjot lubang sempitnya.

"Hyung berhenti aahhh… nanti aegya bisa bangun lagi… aaahhh… ughh…" erang Jung Min. Hyun Joong tak perduli dengan perkataan Jung Min dia terus mengenjoti lubang sempit Jung Min hingga membuat ranjang tempat mereka bertiga berbaring jadi bergoyang-goyang.

Jung Min mulai panik saat melihat Hyun Min mengeliat dalam tidurnya. Mungkin bayi itu sadar ada yang tak beres dengan keadaan sekitarnya. Jung Min menatap Hyun Joong tajam, namja tampan tadi pun mengehentikan pergerakan pinggulanya saat melihat bayi mungilnya mengeliat-geliatkan badanya lucu.

"Lihat dia hampir terbangun lagi karena ulah hyung" kesal Jung Min.

"Tapi dia tak jadi bangun bukan, sudahlah kita sambung lagi" kata Hyun Joong membuat Jung Min membelalakan matanya tak percaya kalau namja yang di cintainya itu sedang gila dan tengah terkuasai oleh nafsu. Tanpa persetujuan dari Jung Min terlebih dahulu, Hyun Joong kembali mengerakan pinggulnya lagi tapi kali ini dengan perlahan karena dia tak mau membuat bayi kecilnya terbangun.

"Hyung… Ugh… aaahh…" erang Jung Min saat lagi-lagi dia merasakan sensai nikmat yang di timbulkan Hyun Joong dalam permainan panas mereka.

"Kamu benar-benar sempit chagya… aahhh…" desah Hyun Joong pelan sambil mengecupi punggung mulus Jung Min dan meninggalkan banyak jejak cinta di sana.

"Hyung.. aaahhh… Uhhh… aku tak tahan… ughh… eegghh.." erang Jung Min.

"Aku juga kita keluar bersama" kata Hyun Joong yang langsung mengenjot lubang Jung Min dengan tempo yang sedikit lebih cepat.

"Hyung… Aahhmmmpppp…" Hyun Joong langsung membekap bibir Jung Min dengan bibirnya saat namja manis tadi hendak mengerang keras. Hyun Joong bisa merasakan tangannya yang sejak tadi bermain di selangkangan Jung Min terasa basah dan sangat lengket. Tak lama setelah Jung Min merasakan klimaks ketiganya, Hyun Joong pun lagi-lagi mengeluarkan cairan kentalnya di dalam Jung Min. Keduanya tampak ngos-ngosan setelah merasakan perasaan nikmat yang tiada tara tadi.

"Hyung Keluarkan" pinta Jung Min saat merasakan tubuhnya terasa penuh dengan keberadaan Hyun Joong.

"Baiklah tapi sekali lagi ya" pinta Hyun Joong.

"Aniya hyung, aku lelah" tolak Jung Min.

"Kalau kamu tak mau memberi maka aku yang mengambilnya secara paksa" kata Hyun Joong santai namun penuh dengan keseriusan.

"Aish… Hyung ini. Ne baiklah tapi sekali saja dan jangan di sini" kata Jung Min yang akhirnya mengalah.

"Baiklah, di sofa saja bagaimana?" Tanya Hyun Joong sambil merlirik sofa yang berada di sudut ruangan sana. Jung Min pun menganggukan kepalanya pelan. Hyun Joong langsung mengangkat tubuh polos Jung Min yang terselimuti selimut tebal lalu membawanya ketempat tujuan. Hyun Joong meletakkan tubuh Jung Min dengan perlahan diatas sofa lalu menindihnya.

"Tahan ya" kata Hyun Joong. Jung Min mengangguk pelan setelahnya dia pun bisa merasakan benda keras yang sama tengah merasuki tubuh bagian bawahnya lagi. "Tetap sempit seperti awal tadi" keluh Hyun Joong sambil terus mendorong masuk kejantanannya.

"Tubuhku terasa penuh sekali" kata Jung Min membuat Hyun Joong tersenyum. Hyun Joong kembali mengerakan tubuhnya lagi keluar masuk tubuh Jung Min membuat namja manis tadi lagi dan lagi terus mendesah nikmat.

"Hyung… aaahhh… eeuughhh… aaahhh… ngghh… aaahhh" desah Jung Min.

"Chagya… aahh kamu benar-benar sempit… eeegghhh…" ucap Hyun Joong sambil terus bergerak maju mundur.

"Hyung sudah mengatakannya tadi" kata Jung Min sambil tersenyu pada Hyun Joong.

"Tapi kamu… aaahh… memang benar-benar sempit" kata Hyun Joong kekeh.

"Hyung… aaahh.. disana… Aaarrgghhh… aaahhh… lebih cepat lagi… aahhh…" erang Jung Min saat Hyun Joong mengenai titik sensitive di dalam tubuhnya lagi. "Lebih cepat hyung aaahhh… ugghh… aaahhh" pinta Jung Min yang tampak sudah sangat bernafsu. Hyun Joong pun semakin mempercepat gerakan pinggulnya hingga berkali-kali dia menyentuh titik sensitive Jung Min dan membuat namja manis tadi mengerang dengan cukup keras.

"Shhh.. jangan keras… aahhh.. keras nanti aegya bangun aaahhh…" erang Hyun Joong sambil memejamkan matanya menikmati sensai nikmat yang tercipta antara dinding lubang Jung Min dengan kejantannya. Dia bisa merasakan dinding-dinding lubang Jung Min serasa meremas-remas kejantanannya.

"Hyung aku tak tahan ingin keluar… AArrggghhttt…" erang Jung Min saat ia lagi-lagi merasakan klimaks. Tubuhnya melengkung kebelakag seraya memeluk tubuh Hyun Joong dengan erat. Hyun Joong menghentikan gerakannya sesaat sekedar menikmati remasan dinding-dinding lubang Jung Min yang memijat-mijat kejantanannya.

Selang beberapa menit Hyun Joong kembali mengerakan pinggulnya dengan tempo yang lumayan cepat hingga membuat Jung Min yang lemas kembali terangsang lagi. Hyun Joong melumat bibir Jung Min dengan ganas sambil terus mengerakan pinggulnya maju mundur dengan tempo yang semakin cepat saat dia merasakan ingin klimaks lagi.

"AAArrgghhttt…" erang Hyun Joong sambil menumpahkan semua cairan cintanya di dalam tubuh Jung Min. selang beberapa menit kemudian Jung Min pun melakukan hal yang sama. Tubuh keduanya tampak berkeringat dan lemas akibat permainan mereka tadi.

"Aku lelah…" ucap Jung Min di tengah-tengah deru nafasnya yang tak beraturan.

"Huh… aku puas chagya" seru Hyun Joong sambil mengecupi wajah Jung Min bertubi-tubi.

"Berhenti mengecupiku hyung" pinta Jung Min membuat Hyun Joong terkekeh geli. Selang beberapa detik kemudian keduanya jadi terdiam sambil saling menatap satu sama lain.

"Kenapa hyung datang kemari? Dari mana hyung tahu kami ada di sini?" Tanya Jung Min memecahkan keheningan di antara keduanya.

"Aku menyuruh beberapa orang untuk mencari tahu keberadaan kalian" jawab Hyun Joong.

"Kenapa Hyung melakukan itu semua?" Tanya Jung Min lagi dan terkesan sangat dingin.

"Jung Min mianhae, aku tahu aku salah tapi tolong maafkan aku?" pinta Hyun Joong menyesal.

"Cuma itu?" Tanya Jung Min, Hyun Joong terdiam. "Huft… Aku sudah memaafkan hyung, jadi sekarang pergilah" kata Jung Min sambil beranjak dari berdiri setelah tadi dia sempat mendorong hyun Joong dari atas tubuhnya. Jung Min melangkah kearah ranjang sambil melilitkan selimut di tubuh polosnya.

"Jung Min, menikahlah denganku" pinta Hyun Joong sambil berdiri di belakang Jung Min jarak keduanya hanya terpaut kurang dari dua meter. Jung Min tersenyum mendengar kata-kata yang memang ingin dia dengar sejak tadi. Jung Min membalikan tubuhnya dan menatap Hyun Joong dengan tatapan datar.

"Mana cincinnya?" Tanya Jung Min membuat Hyun Joong membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. "Nggak ada ya? Sayang sekali, kalau begitu aku tak mau" kata Jung Min yang kembali memunggungi Hyun Joong lalu merebahkan tubuhnya di samping Hyun Min. Hyun Joong terkekeh geli menatap kelakuan Jung Min. Hyun Joong memunguti pakaiannya dan mengambil sebuah kotak kecil dari dalam saku celananya. Setelah itu dia kembali mendekati Jung Min dan berbaring di samping namja manis tadi.

"Mau apa?" Tanya Jung Min ketus.

"Menikahlah denganku" pinta Hyun Joong sambil memasang sebuah cincin di jari Jung Min. "Kenapa diam saja? Kamu nggak mau nikah sama aku?" Tanya Hyun Joong dengan tampang dibuat-buat sedih.

"Tentu saja aku mau, mana mungkin aku menolak setelah semua yang hyung lakukan padaku selama ini. dan mungkin aku bakal hamil lagi setelah ini" kata Jung Min santai tapi sukses membuat raut wajah Hyun Joong berubah.

"ANDWAE… JANGAN HAMIL DULU" teriak Hyun Joong lantang dan sukses mendapat tatapan membunuh dari Jung Min karena sukses pula membuat Hyun Min terbangun. Tampaknya Hyun Joong masih sedikit trauma dengan kehamilan Jung Min, dia masih sedikit takut tak bisa membahagiakan Jung Min kalau namja manis tadi hamil lagi.

*** THE END ***

Akhirnya Ini ff tamat juga, Buat semua readers yang udah ngikutin ini ff dan udah riview dean ucapin Gomawo ne.

Terakhir, Please RnR lagi yah.