Hallo gw balik bawa FF A Beauthifull Thief And A Handsome Vampier Chap 3 nih sbelumnya gw mau jawab dulu pertanyaan reader nih hehe ...

Rose : Yunho gak ngegigit Jae kok tenang aja hehe, baca Chap ini dan bakal tahu deh ^^

OktavLuvJejeTooMuch : Pendek ya? sorry hehe ^^, naek Rating? gak janji deh kalo nggak banyak yang req selain itu gw juga gak bisa bikin NC jujur deh ^^

Rosa Damascena : Baca chap ini dan kamu bakal tahu hehe (gak enak waktu bilang 'kamu' hehe)

JungJi KyungIn : oke deh nanti gw jelasin, baca terus ya?

ryu cassie : hehe gak papakan di TBC biar penasaran hehe baca terus! M-preg? tergantung reader deh

The : ngakak baca koment kamu, iya sih kalo misalnya udah ketemu tuh huruf dan lagi asiknya baca pasti enek nih gw update walaupun gak kilat

ELF : aku kan terinspirasi dari Twilight jadi ya jadi gini deh, mereka mirip ya? hehe alasan Jae nyuri tuh adalah... baca aja deh hehe yang pasti gak ada yang nyuruh... Chulliekan lagi hamil jadi gak bisa ngendaliin dirinya..

Jijilockets lope yunjae : thx baca terus ya?

Freestyle : nih udah diterusin... review ya? ^^

Anonim : nih udah lanjut baca ya? gak kuat apa? gak kuat buat bikin mereka NC an ya? *nanya dengan polosnya #kabur

Enno KimLee : iya gw juga mau digigit kalo misalnya vampiernya seganteng Yunho hehe ^^, baca beberapa chap selanjutnya dan bakal ketemu deh tujuan Jae nyuri batu-batu itu, sebenernya setiap batu punya satu kegunaan khusus untuk sang pemilik ... ups kelepasan deh itu tuh cluenya ^^ batu punya Yunho itu aadalah batu special dan hanya milik vampier darah murni keluarga Jung .


Chap 3


"Aww...bisakah kau lembut sedikit?" Protes Jaejoong ketika Yunho membalut lukanya dengan plester.

Yunho hanya memandang tajam Jaejoong, sebenernya ia telah merasa haus dan harus segera meminum darah namun mau bagaimana lagi? ia kini sedang mengurus Jaejoong yang ceroboh -menurutnya-.

Yunho bangkit dari berdirinya, ia hendak meninggalkan Jaejoong namun...

Dukk...


Yunho terjatuh dan menindih Jaejoong, mata mereka saling menatap. Terpaku.

Untuk beberapa saat mereka hanya diam saling mengagumi satu sama lain.

'Tak kusangka bahwa Jaejoong sangat cantik seperti ini'

'Di lihat dari dekat Yunho ternyata tampan ya?'

Oke kalian pasti penasarankan apa yang terjadi sebenarnya?

Mari kita flashback dulu beberapa saat lalu...


Flashback


Yunho bangkit dari berdirinya dan hendak meninggalkan Jaejoong namun tiba-tiba ia ditarik oleh Jaejoong dengan cukup keras, ia yang tak siapun akhirnya terjatuh menimpa Jaejoong yang tadi menariknya.

"a..Apa yang.."


Flashback off


Mereka masih saja terdiam tak berniat untuk mengubah posisinya hingga sebuah suara mengintrupsi mereka.

"Ehem..ehem, apakah kalian ingin melakukan hal senonoh dirumah ini?"Ucap tajam suara merdu yang mengintrupsi mereka.

Yunho langsung saja berdiri dan memalingkan wajahnya, terlihat ia kesal karena salah tingkah.

Jaejoong langsung duduk dan pura-pura mengaduh sakit karena tanganya.

"Sudahlah Chullie...Jangan mengganggu mereka.." Ucap Hankyung pada Heechul yang hanya ditanggapi dengan manyunya bibir pink Heechul.

"Oh ya Hyung Jaejoong akan menginap disini bolehkan?" Tanya Yunho pada HanChul couple sebenanya sih Yunho tak harus meminta ijin pada kedua hyungnya itu jika ingin Jaejoong menginap namun... pertanyaan itu sebenarnya adalah isyarat agar Hankyung tak membiarkan Heechul lepas kendali.

"Tentu saja tapi sebaiknya Jaejoong tidur denganmu Yunho, memang masih banayak kamar yang kosong namun belum dibersihkan.." Ucap Hankyung sembari tersenyum

"Err, Terimakasih Hankyung-hyung" Jaejoong menunduk tanda teimakasih yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Hankyung.

"Ayo ikut aku Jaejoong.." Yunho berjalan mendahului Jaejoong, Jaejoong yang merasa diringgalkan langsung mengikuti Yunho setelah membungkuk sekali lagi.

Setelah kepergian YunJae, Heechul menatap Hankyung dengan tatapan serius.

"Hannie apakah kau merasakan aura ini?" Tanya Heehul To The Point pada Hankyung.

"Ya, aku merasakanya namun sepertinya ia tak berniat apapun, namja aneh itu mungkin hanya merndukan sepupunya.." Ucap Hankyung tenang.

"Tapi kalo ia mencium wangi darah Namja cantik menyebalkan itu, itu akan sangat berbahaya, namja babo itu pasti tak akan kuat menahanya" Heechul terlihat khawatir walaupun raut khawatirnya lebih didominasi rasa kesal.

"Namja Cantik menyebalkan? Heenim kau merasa Jaejoong telah mengalahkanmu dalam kecantikan hingga kau bersikap ketus begitu?" Hankyung menggoda Heechul.

Heechul hanya diam, ia tak berniat membahas namja-cantik-menyebalkan-itu.

"Kau lebih cantik dari dia Heenim Chagia " Rayu Hankyung yang mendapat jitakan gratis dari Heechul.

"Jangan merayuku.." Ucap Heechul yang menunduk menutupi wajah memerahnya.

Hankyung hanya tersenyum melihat Heechul-nya tersipu malu.


At Yunho's Bedroom


"err Yunnie, aku baru sadar kenapa rumahmu ini tak ada lampunya ya? kenapa hanya terdapat obor?" Tanya Jaejoong saat merela baru sampai di kamar Yunho.

'Astaga tak kusangka bocah ini baru menyadari bahwa rumah ini tak berpenerangan...' Yunho seketika Sweetdrop

"Ck Heechul-hyung tak begitu menyukai terang.." Jawab Yunho jujur, memang Heechul tak pernah suka dengan terang, selain karena ia adalah vampier fakta lainya adalah lampu menurutnya membuat boros pengeluaran.

"Oh.." Jaejoong mengagguk tanda mengerti.

"Ini sudah sanagt malam, lebih baik kau tidur besok aku akan mengantarmu pulang." Yunho hendak keluar dari kamar ketika Jaejoong menahan tanganya.

"Apalagi?" Tanya Yunho kesal, ia sudah haus sekali ingin minum darah namun Jaejoong sellalu menahanya.

"Err..itu bisakah kau tetap disini? jujur aku tak terlalu suka gelap.." Jaejoong menatap Yunho takut-takut.

"Aku ingin mengambil minum, hanya sebentar" Ucap Yunho dingin sambil berlalu.

Blam

Suara pintu tertutup dengan keras, membuat Jaejoong agak kaget.

"Huft, Menyebalkan!" Gumamnya sambil melihat-lihat isi kamar Yunho.

Dikamar Yunho banyak sekali lukisan dan barang-barang antik.

"Wuah rumah ini seperti istana kerajaan pada masa lalu di inggris"

Jaejoong kembali melihat-lihat arsitektur dan juga barang-barang Yunho.

Ketika sampai di meja belajar Yunho, Jaejoong tertarik dengan sebuah buku berwarna kuning gading.

Ia mengambilnya dan membuka-buka buku itu.

Buku itu adalah sebuah jurnal seorang Jung Yunho ternyata.

12 Desember 200xx

hari ini adalah hari yang tak akan kulupakan ketika aku pertama kalinya memiliki teman, ia seorang namja yang menyenangkan walaupun pervert dan pabo, ya walaupun tak sepabo Yesung namun tetap saja ia...


Yunho yang telah puas meminum darah dari gudang penyimpanan khusus darah, segera saja kembali kekamarnya.

saat ia ada beberapa langkah lagi dari kamarnya ia merasakan aura vampier lain dari arah kamarnya.

'Jangan-jangan..' pikiirnya dengan secepat kilat ia berlari kekamarnya.

Brak..

Pintu langsung didobrak oleh Yunho, mata Yunho kini terlihat merah menandakan ia sedang berada dalam mode vampier.

Di Kamanya terlihat seorang namja dengan rambut hitam dan jas hitam tengah membelai lemut pipi seorang namja lain yang tengah terbaring ditempat tidurnya.

"Ck, Kenapa kau kesini? tumben.." Mata Yunho yang tadinya merah seketika berubah lagi menjadi cokelat.

"Tadinya aku ingin menemuimu namun ketika merasakan aura manusia aku kesini dan menemukan namja cantik ini disini tertidur.." Ucap Namja dengan bleaxer hitam itu sambil mengusap bibir atas Jaejoong -namja yang terbaring-

"Ada apa mencariku Yesung-hyung?" Tanya Yunho yang sebenarnya entah kenapa merasa panas ketika melihat wajah Jaejoong dibelai lembut oleh sepupunya itu.

"Hanya ingin bertanya apakah kau sudah menemukan Soulmatemu, tapi ternyata kau sudah menemukanya."

Yesung -namja berblazer - sambil berjalan kearah Yunho, ketika sampai di dekat Yunho ia langsung menepuk punggu Yunho sambil membisikan sesuatu.


Jaejoong mengerjapkan matanya, ia terbangun karena merasa haus.

'mm ini dimana ya?' pikirnya linglung karena belum terlalu sadar.

'ah ya, aku dirumahnya Yunho' Jaejoong ingin segera beranjak bermaksud untuk keluar dari kamar itu ketika ia merasakan sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.

Jaejoong menolehkan kepalanya kearah pemilik tangan itu.

'Yunho'

Ya tangan kekar itu milik Yunho, milik seorang Jung Yunho.

Jaejoong menggenggam tanagn Yunho bermaksud untuk memindahkan tangan itu.

'Dingin'


Jaejoong POV


'Dingin' tangan Yunho sangat dingin seperti es.

Aku menggenggam erat tangan itu, entah kenapa ada perasaan tenang dan nyaman ketika aku menggenggam tangan dingin ini.

Aku mengalihkan pandanganku yang tadinya melihat tangan kekar Yunho, sekarang melihat wajah Tampan Yunho, wajah tertidurnya begitu damai berbeda sekali dengan saat ia bangun, ia begitu dingin.

Tanpa kusadari tanganku yang satunya menelusuri setiap lekuk wajah kecil Yunho.

'Tampan.' Harus kuakui bahwa seorang Jung Yunho sangat tampan saat ia tertidur walaupun memang saat ia terbangun Yunho juga tetap keren dan ganteng.


Jaejoong POV End (Yunho POV)


Kurasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangan dinginku, aku yang tadi hanya pura-pura tidur dengan memejamkan mataku sedikit mengintip siapa orang yang menggenggam tanagnku.

'Jaejoong'

Ya orang itu adalah Jaejoong namja cantik yang cerewet yang sayangnya adalah soulmateku.

Ia menggenggam tanagnku dengan erat, dapat kurasakan tangnya sangat halus dan hangat.

Tanganya yang satu lagi yang tak menggengam tanganku menelusuri setiap lekuk wajahku.

'Nyaman' Itulah yang kurasakan ketika Jaejoong membelai wajahku.


Yunho POV End


Malam itu Jaejoong menghabiskan waktunya dengan menatap Yunho, melupakan tujuanya untuk mencuri kalung Yunho.


Esok Harinya (kamar Yunho)


Sedikit matahari menyinari kamar Yunho yang tidak tertutup gorden.

Jaejoong menggeliat dan mebuka matanya perlahan.

'Oh apakah aku tertidur tadi malam?' Batinya.

'Uh punggungku pegal sekali'

Ya bagaimana tidak pegal jika dalam waktu 4 jam lebih kau duduk dengan menyandar pada belakang tempat tidur.

'Uh berat,' Batinya -lagi- ketika Jaejoong merasakan pahanya -kakinya- terasa berat untuk digerakan.

Ia melihat kebwah dan terlihatlah seorang Jung Yunho yang sedang tertidur pulas.

Begitu terlihat damai.

Tak terasa bibir plumnya menyunggingkan sebuah senyum manis, yang untuk ke- 3 kalinya dalam waktu 1 hari kurang.

'Tampan, sangat tampan' Jaejoong menyentuh mata musang yang kini terpejam itu.

"ahk.." Yunho menggeliat tak nyaman.

Jaejoong terkik geli melihat hal itu.

'umm.." Pelan-pelan mata musang itu terbuka, hal pertama yang ia lihat ialah wajah terkiki Jaejoong.


Yunho POV


Pelan-pelan mataku terbuka pemandanga pertama yang aku lihat adalah Jaejoong yang terkiki geli.

Astaga, apakah aku tidur?

Tidak salahkah aku tertidur?

Setelah 300 tahun aku tak tertidur, kali ini aku tidur? Tak dapat kupercaya.

Aku segera bangun dari pangkuan Jaejoong.

Aku menatapnya horor.

"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku dingin padanya.

Jaejoong yang tadi terkikik langsung memanyunkan bibirnya.

'Cantik'

Eh, apa yang baru saja kupikirkan? Cantik? mustahil, ia tak cantik.

"Huft, aku tak melakukan apapun aku hanya tertawa karena wajah tidurmua yang tam.. lucu hehe" Ia tersenyum Gaje ketika mengatakan itu.

Aku menatapanya tajam.


Yunho POV END (JAEJOONG POV)


"Apa yang kau lakukan?" Tanyanya dingin padaku.

"Huft, aku tak melakukan apapun aku hanya tertawa karena wajah tidurmua yang tam.. lucu hehe" aku tersenyum Gaje ketika mengatakan itu.

Huwa apa yang baru saja akan ku katakan tadi? astaga aku hampir saja mengatakan bahwa ?Yunho itu tampan.

'pabbo, pabbo' makiku dalam hati.

Yunho beranjak dari duduknya, ia pergi kekamar mandi tanpa mengatakan appun padaku.

Deg.

Entah kenapa hatiku terasa mencelos (?) melihat hal itu.

Brak.

Kulihat pintu kamar mandi dibanting keras.

Ada apa sih dengan diriku ini? aku bahkan lupa untuk mencuri kalung itu.

Aku turun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar Yunho.

Dari sini terlihat pemandangan yang sangat indah.

Matahari yang baru saja muncul dari ufuk timur dan juga pemandangan bunga-bunga lyli yang cantik.

Akub tersenyum melihat hal itu.


Jaejoong POV end


Yunho menutup pintunya dengan sangat kasara.

Brak.

Yunho membuka semua bajunya hingga ia topless.

Yunho menyalakan Shower dan menyirami tubuhnya dengan Shower itu.

Ia menengadahkan kepalanya menererima siraman shower itu.

Pikiranya penuh dengan Jaejoong, namja cantik yang ternyata adalah soulmatenya. Ia mengakui bahwa jika dirinya bersama dengan Jaejoong ada perasaan nyaman menyelimuti hatinya.

Ia juga senang jika dirinya dapat tidur lagi seperti 300 tahun lalu, ia hanay kaget sehingga refleks berkata kasar pada Jaejoong.

Ia tak membenci Jaejoong, bahkan mungkin ia menyayangi namja cantik itu, namun ada satu hal yang mengganjal hatinya, ia takut Jaejoong enolak sebagai Soulmatenya, ia takut Jaejoong akan risih dan takut padanya lalu meninggalkanya.

Hingga ia bersikap dingin terhadap Jaejoong.

Yunho mematikan air showernya, mengambil handuk dan memakai celana Jeansnya.

Ia keluar dari kamar mandi, dan terdiam sesaat saat tak menemukan Jaejoong ada dikamarnya.

Ia telusuri setiap sudut ruang tidurnya itu, hingga pandanganya jatuh pada pintu balkonya yang terbuka menampilkan orang yang sedang ia cari sedang menatap pemandangan dihadapanya.

Yunho berjalan menuju balkon untuk menemui Jaejoong, namun langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan (?) indah seorang kim Jaejoong yang tersiram (?) cahaya matahari pagi dan sedang tersenyum tulus.

Yunho terpaku beberapasaat namun hal itu buyar ketika Jaejoong membalikan badanya ketika ia merasa ada seseorang yang tengah memandangnya.

"Yunnie? Sedang apa disana?" Tanyanya dengan senyuman cerianya yang entah kenapa terasa manis dalam hati Yunho.

Yunho hanya terdiam sebelum ia berjalan menuju Jaejoong dan melihat pemandangan yang tadi dilihat oleh Jaejoong.

Jaejoong tak merasa masalah jika Yunho tak menjawabnya hingga ia putuskan untuk melihat pemandangan itu lagi sambil tersenyum bahagia.

Yunho menolehkan wajahnya kearah Jaejoong dan melihat hal yang menurutnya lebih indah dari pemandangan matahari terbit itu.


"Ia telah menemukan Soulmatenya ternyata,"

".."

"Semoga Jaejoong dapat menerima Yunho"

"Yeah, jika tidak maka Yunho akan.."


TBC


Mohon Reviewnya ^^