A/N : Beribu kata sorry karena keterlambatanku untuk mengupdate story ini. Moga aja kalian ga bosen menunggu.. Terima kasih buat libur natalnya :P yang buat gue bisa update dan online di crunchyroll lagi.. hehehe
(PS : Apa ada yang disini yang punya acc di crunchyroll? )
Dan maaf juga kalau di chapter ini tidak ada bagian yang seru seperti "moment NaMi". Tapi aku berjanji bahwa chapter berikutnya bakal ada.
(PS : Gue uda mari ngetik chapter berikutnya yang bakal gue upload setelah gue dapat review yang memuaskan)
O iya sebelum lupa.. nanti reply semua review bakal gue bales di chapter terakhir termasuk fanfic gue "3 plans to make Natsume happy"
Tambahan 2 : di chapter 1 sebenernya yang diagram Mikan X Hotaru X Ruka X Natsume itu ga kaya gitu. Tapi ternyata munculnya kaya gitu.. hehehehe
Segitu dulu tambahanya. Tambah banyak pasti tambah bosen kan :P Selamat membaca
Chapter 2 : Natsume's Graduation
Natsume POV :
Hari ini adalah hari yang telah kunanti-nanti.. Hari dimana aku akan keluar dari sekolah yang telah "mengurungku" ini. Sejujurnya tak pernah kusangka bahwa aku bisa keluar dari sekolah ini.
Aku duduk menyandarkan tubuhku di batang pohon sakura, menghindari hiruk pikuk di sekolah.
Walaupun aku senang akan keluar dari sekolah ini tapi aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya, aku bertanya-tanya apakah akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan di luar sana (ya walau kuakui pendidikan di sekolah ini lebih bagus daripada pendidikan di luar sana tapi aku paling tidak bisa bergaul dengan orang-orang dan itu semua karena sekolah terkutuk ini), apakah aku bisa membahagiakan Mikan, dan beribu-ribu pertanyaan lain.
Bosan akan pertanyaan-pertanyaan yang menghantui tanpa ada satupun yang bisa kujawab, segera aku bangkit dari tempatku duduk. Baru saja aku bangkit dari tempat dudukku, seseorang memanggilku. Aku merasa mengenal suara ini, aku menoleh dan sesaat kemudian wajahku berubah saat mengetahui siapa yang memanggilku, Tsubasa.
"Apa?" Aku menatap tajam ke arahnya.
"Waduh… masa itu sikap yang pantas ditujukan kepada kakak kelasmu yang sudah lama tidak bertemu" Kata Tsubasa dengan gaya khasnya
"Tidak ada hubungannya denganmu! Cih.. Padahal aku sudah senang karena sudah lama tidak bertemu denganmu."
Dia tidak marah mendengar ucapanku, malah tertawa terbahak-bahak "Natsume emang tidak pernah berubah"
"Tidak mungkin aku merubah sikapku terhadap kamu" gumamku "Langsung saja, apa alasanmu datang ke sekolah ini? Bukankah kamu sudah lulus 5 tahun yang lalu"
"Cuma ingin bertemu Mikan yang pasti sudah bertambah cantik selama 5 tahun ini" Segera saja kuberikan tatapan yang mematikanku dengan bara api yang muncul di tanganku, dan dia menyadarinya. "Weiii.. Sabar… Sabar.. Cuma bercanda lagi" Dia mundur ke belakang sambil berbisik "Masa mau bertemu Mikan saja, aku harus menghadapi bara api dulu" Dan sialnya hal itu terdengar olehku.
'wusss'
Api kecil muncul di bagian bawah celananya. Dia panik dan menghentak-hentakan kakinya ke tanah berharap api itu akan hilang. Usahanya berhasil dan api itu menghilang tapi tetap saja menimbulkan bekas yang memberikan sebuah bentuk baru yang unik di celana itu.
Aku berjalan meninggalkannya. Dia mengikutiku di belakang tanpa takut akan kuberikan "bentuk" baru di celananya. Beruntung dia, aku tidak ada mood lagi untuk membakar sesuatu.
Tapi tetap saja kutanyai dia, mengapa dia mengikutiku dan jawabannya sudah bisa ditebak "Aku ingin bertemu dengan Mikan. Jadi kupikir mengikutimu bisa membuatku bertemu dengannya."
"Memang kamu pikir aku akan menemui Mikan sekarang?"
"Memangnya kamu tidak ingin menemui Mikan sekarang." Jawabnya enteng.
Tak bisa kujawab pertanyaan itu karena sekarang aku memang ingin bertemu dengan Mikan. Jadi sepanjang perjalanan kudiamkan dia. Tapi ada sesuatu yang mengganjal Pikiranku sejak tadi maka aku memutuskan untuk bertanya pada "Bayangan"
Walaupun dengan enggan karena aku memanggilnya bayangan, dia menjawabnya "Apa?"
"Setelah keluar dari sekolah ini apa yang kau lakukan?"
"Aku menikah dengan Misaki."
"Masa hanya itu saja" Aku tidak puas dengan jawabannya yang terlalu singkat.
"Emang kamu mau aku ngapain lagi?"
"Memang kamu tidak bekerja?"
"Bekerja dong. Setelah lulus kita tidak diberi rabbit lagi jadi harus bekerja."
"Apa yang kau kerjakan?" Aku kesal sekarang karena dia sungguh menghemat jawaban.
"Aku membuka toko roti bersama Misaki." Jawabnya dengan bangga.
"Kalau begitu tidak ada hubungannya dengan alicemu kan?"
"Bagaimana ya… Bekerja di dunia luar tidak semuanya harus berhubungan dengan alice apalagi aliceku yang bisa dengan mudah diketahui orang jika kugunakan. Setelah lulus-pun kita harus tetap merahasikannya sebisa mungkin." Jelasnya.
Harus kuakui kalau apa yang dikatakan itu benar. Apalagi menurutku tidak ada pekerjaan yang berhubungan dengan bayangan.
"Tapi lain ceritanya dengan alice Misaki. Alice Misaki sungguh berguna dalam toko roti kami. Karena dengan double alicenya dia bisa menggandakan diri untuk membuat roti di dalam. Sedangkan yang asli dan aku menjaga toko di depan. Hal itu tidak akan diketahui orang. Dan harus kuakui juga, itu alasan mengapa kami membuka toko" Tambahnya.
"Oh.." Cuma itu yang bisa kukatakan.
Kami terus berjalan dan dia tetap dibelakangku tanpa suara. Aku bertanya lagi "Tono?"
"Hah?" Dia tidak mengerti apa yang kumaksudkan. Segera kutambahkan "Apa yang dilakukan Tono?"
"Oh.. Dia menjadi wartawan. Lagipula dari dulu dia sudah terbiasa dalam mencari berita karenanya dia memutuskan menjadi wartawan."
Kami kembali diam. Sampai ada suara yang memecahkan keheningan di antara kami dan kali ini bukan aku yang mengeluarkan suara.
"Natsume, apa yang kamu rencanakan setelah lulus?"
"Aku tidak tahu" Jawabku singkat. Tapi aku sungguh tidak tau apa yang akan kulakukan. Kalau aku tau, aku tidak akan bertanya kepadanya.
"Masa belum memutuskan?" katanya tak percaya.
"Kalau belum kenapa? Kupikir banyak juga anak yang belum memutuskannya." Aku pura-pura cuek. Tapi sebenarnya aku kwatir.
Akhirnya kami tiba di tempat kelulusan. Entah kenapa aku sedang tidak ada mood untuk mencari Mikan.
Tsubasa sendiri masih setia mengekor di belakangku. Tapi akhirnya dia pergi juga dari belakangku. Mungkin saja dia mau mencari Mikan. Ya.. Terserah dia mau apa yang penting jangan sampai dia macam-macam pada Mikan.
Kemudian bel tanda dimulainya acara berbunyi. Aku berbaris.
Dan pidato-pidato kelulusan mulai terdengar. Tapi aku tidak merasa ini sebuah kelulusan. Tidak ada rasa haru sedikitpun.
"Apakah ini yang dinamakan kelulusan?"
Aku menyaksikan kelulusanku sendiri dengan perasaan bosan atau lebih tepatnya ada suatu perasaan yang menggangguku tapi aku yakin sekali bahwa itu bukan perasaan haru.
Dan akhirnya aku upacara-pun berakhir.
Aku berjalan menjahui keramaian menuju ke tempat memorial kami "Pohon Sakura".
Dan di sana aku melihat Mikan memandangi pohon itu.
*To Be Continued*
Reviewwwww Please xD
Semakin banyak review semakin cepet updatenya :P
