A/N : Sory klo banyak typo atau kalimat yang tidak menarik. Maklum baru pemula. Heheheh. Dan sorry banget ga update-update. Moga banyak yang baca :P

Semoga menikmati.

Chapter 3 : Half Graduation

Natsume POV

Mikan menyadari kehadiranku, dia menengok dan menatapku. Senyum langsung tersungging di mulutnya. Dia melambaikan tangan menyuruhku untuk menghampirinya.

Aku berjalan menghampirinya dan berdiri tepat di sampingnya. Tak ada kata yang keluar dari mulut kami. Kami hanya diam memandangi pohon itu.

"Natsume" Dia berkata tanpa melihat ke arahku, tatapannya lurus menuju pohon sakura.

"Hhhm."

"Tadi aku bertemu Kak Tsubasa. Tapi Cuma sebentar karena dia ada urusan. Dia mengucapkan selamat buat kita semua."

"Hhhm."

"Akhirnya kita lulus juga."

"Hhhm.."

"Aku benar-benar senang akhirnya dapat lulus."

"Hhm,"

"Tapi sedih juga rasanya harus berpisah dengan teman-teman yang lain"

"Hhhmm" Hanya itu jawaban yang keluar dari mulutku.

Mikan kelihatannya merasa kesal juga mendengan jawabanku sehingga akhirnya dia menengok dan melihat ke arahku. Tapi dugaanku salah dia malah berkata "Selamat atas kelulusanmu" Dia tersenyum lebar.

Tapi aku tidak merasa senang mendengarnya.

Akhirnya dia menyadari sikapku dan bertanya "Kenapa?"

"Akupun tidak tahu." Aku berkata jujur.

"Maksudmu?" Dia tidak mengerti.

Aku menghela nafas panjang "Aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa ada yang salah sejak pengumuman kelulusan itu."

"Aku tidak merasakan apa-apa" Jawab Mikan polos.

Aku hanya menatap Mikan kemudian aku berkata "Mikan.. Bisa tinggalkan aku sebentar."

"Mengapa?"

"Aku hanya ingin sendirian."

Untunglah Mikan tidak bertanya lebih lanjut "Baiklah." Dan mikan berjalan meninggalkanku. Tapi tiba-tiba dia berbalik dan berkata "Aku akan datang 30 menit lagi." Dia berjalan lagi menuju kerumunan orang.

Aku tidak mengiyakan tapi tidak juga menolak. Aku segera naik ke atas pohon, salah satu tempat kesukaanku.

Normal POV

Mikan berjalan menuju ke teman-temannya.

"Sedang apa kau disana? Dan mengapa Natsume tidak kesini?" Tanya Sumire.

"Dia bilang dia ingin menyendiri."

Ruka menyahut "Aku akan menemuinya."

Mikan mencegahnya "Natsume bilang dia ingin sendiri"

"Tidak apa-apa aku akan mengurusnya." Ruka berjalan menuju pohon dan memanjatnya.

Tak terasa 30 menit berlalu. Mikan berkata pada teman-temannya bahwa dia akan melihat Natsume.

Mikan berjalan menuju pohon. Dan sesampainya di bawah pohon dia melihat Natsume bersandar pada batang pohon. Tapi aku tidak melihat Ruka di sampingnya.

"Dimana Ruka?" Tanyaku.

"Baru saja pergi. Katanya akan menumui yang lain."

"Ow.." Kata Mikan "Kalau begitu ayo kita juga menemui yang lain." Ajak Mikan sambil menggandeng tangan Natsume.

Natsume POV

"Mikan…Aku ingin mengatakan sesuatu" Aku melepaskan tangannya yang menggandengku.

Aku merasa berat untuk mengatakannya tapi itu harus kukatakan.

"Apa?" Dia tersenyum padaku. Aku tidak tahu senyumnya itu akan hilang atau tidak setelah mendengar keputusanku.

"Aku akan pergi."

"Tentu saja kau akan pergi. Aku juga akan pergi. Semua juga akan pergi. Kan kita lulus hari ini jadi kita semua akan pergi dari sekolah ini"

Ya Tuhan… kenapa dia tetap saja bodoh walaupun sudah lulus.

"Baka!"

"Natsume! Jangan menyebutku bodoh!"

Aku tidak memperdulikannya dan mengulangi kata-kataku "Aku akan pergi."

"Tentu saja sebab kita kan…."

Aku menyela kata-katanya dan melanjukan perkataanku "Aku akan pergi keluar negeri"

"..akan lul…Apa! Kenapa?" Mikan terlihat kaget.

"Aku akhirnya mengerti perasaan yang menghantuiku selama kelulusan itu adalah perasaan cemas."

"Cemas? Mengapa? Bukankah kita sudah lulus."

"Cemas akan masa depan."

"Maksudnya?" Mikan semakin tidak mengerti.

"Setelah kita lulus, kita tidak akan lagi mendapat uang saku dari sekolah lagi. Kita harus bekerja untuk mendapatkan uang. Dan selama di sekolah kita hanya belajar tanpa pernah bekerja. Walaupun aku sering melakukan "pekerjaan" yang diperintahkan sekolah tapi itu tidak bisa dihitung…."

Mikan menunggu kelanjutan kata-kata Natsume.

"Makanya aku ingin keluar negeri untuk belajar atau bekerja."

"Jika kau keluar negeri bagaiman dengan kita? Bagaimana dengan hubungan kita?"

Aku tidak menjawab apa-apa.

Mata Mikan mulai terasa basah "Apa itu berarti kita harus putus?"

"Ya.." Jawab Natsume pelan.

Mikan POV

Betapa sakitnya perasaanku mendengar hal itu. Kupaksakan mulutku untuk bertanya lebih jauh

"Tapi mengapa? Mengapa harus keluar negeri ? Bukankah bisa bekerja atau belajar di Jepang?"

"Mikan… Aku ingin menjadi dokter. Aku ingin yang terbaik. Aku ingin mengambil kuliah di Jerman. Aku akan mencari beasiswa untuk bersekolah di sana."

Aku tahu bahwa hal itu mungkin bagi Natsume yang jenius apalagi dengan lulusan dari Gakuen Alice dengan menjabat sebagai badan pengawas akan mempermudah jalannya.

"Mengapa kau ingin menjadi dokter?" Mikan tidak dapat menahan rasa penasarannya.

"Kau tau kan bahwa aku sering masuk rumah sakit karena aliceku, aku tahu menderitanya sakit itu, aku tau perasaan orang yang ingin mati, dan aku juga tau.. perasaan orang yang ingin hidup…" Natsume mengingat-ingat masa-masa dia merasa ingin mati, merasa kematian begitu dekat dengannya, dan masa saat dia bertemu Mikan yang membuatnya ingin hidup lagi…

Natsume tersenyum "Karenanya, aku ingin menjadi dokter. Dokter yang menyembuhkan mereka yang menderita karena alice. Dokter yang meberikan semangat hidup untuk orang yang ingin mati. Dokter yang memberikan penyembuhan untuk orang yang ingin hidup."

Aku tidak yakin aku bisa berpisah dari Nastume. Tapi, Aku mengerti.. Aku mengerti semua yang dikatakan Natsume. Aku tidak ingin menghalangi jalannya, karenanya…

Aku memejamkan mataku sebentar kemudian berkata "Aku mengerti. Pergilah. Raihlah semua itu dan bantu semuan orang yang kesulitan"

"Terima kasih, Mikan" Natsume memelukku untuk terakhir kalinya. Aku membalas pelukannya sambil tersenyum walaupun air mata tetap menetes di mataku.

"Mikan!" Aku mendengar suara Hotaru yang memanggilku.

Natsume melepaskan "Aku pergi dulu."

Kemudian dia berjalan. Saat dia melewatiku dia berbisik "Sampai bertemu kembali" Aku berbalik dan kulihat punggung Natsume.

"Ya.. Sampai bertemu kembali Natsume" Aku tersenyum.

Aku berjalan menuju Hotaru.

Hotaru bertanya " Dimana Natsume?" Mungkin karena dia tidak melihat Natsume di sebelahku.

"Dia pergi dulu. Dia berkata kita tidak usah menunggunya." Hanya itu yang bisa kujawab. Aku sedang malas untuk menjelaskannya.

"Kemana?" Hotaru tida puas dengan jawabanku.

"Nanti kuceritakan." Kuharap itu dapat memuaskannya.

Hotaru membua mulutnya untuk bertanya lebih lanjut. Tapi untungnya Ruka mencegahnya "Sakura bilang dia akan menceritakannya nanti. Sudahlah jangan ganggu dia."

"Baiklah." Akhirnya Hotaru menyerah "Tapi jangan lupa untuk menceritakan selengkap-lengkapnya nanti!"

"Ok." Setidaknya aku tidak perlu menceritakannya sekarang.

Kemudian kami berjalan menuju gerbang yang menghubungkan Gakuen Alice dengan dunia luar. Sesaat sebelum kami meninggalkan gerbang kami menoleh sebentar.

Inilah sekolah yang kami tempati bersama hampir 9 tahun. Dan sekarang kami akan pergi meninggalkannya.

Kami semua tersenyum menatap sekolah itu. Dan berjalan keluar gerbang tanpa keraguan. Inilah awal dari perjalanan hidup kami.