Selasa, 20 Desember 2011
05.00 AM
Brina POV ~
Hari ini hari terakhir sekolah. Bagiku, masih saja aku belum bisa bebas. Aku harus mengurus adik tiri kecilku ini. Aku harus membantu di restoran mulai besok. Itupun karena perintah dari Ash. Ia selalu saja membuat liburanku gila. Tahun kemarin, ia tidak memperbolehkan aku dan Cameron berlibur bersama mereka (Thomas, Ash, Lauren) ke Jogja karena tugas yang banyak. Ash bilang ia tak mau terganggu akan itu dan Thomas menyetujuinya. Liburan sekolah kemarin, aku dan Cameron ditinggal di rumah berdua. Thomas, Ash, dan Lauren pergi tanpa memberi tahu kami berdua. Alhasil, mom datang menjemput kami untuk pergi ke Belanda! Dan liburan kali ini, kami harus mengurus restoran. Duh, semoga 'liburan' kali ini akan ada keajaiban ya :)
"Bri! Cepat siapkan pakaian untuk Lauren! Kita akan segera pergi! Cepat!" teriak ibu tiriku, mungkin tak cocok dipanggil ibu. Dengan segera aku membangunkan Cameron untuk membantuku.
"Kak! Cepat bangun! Nenek lampir menyuruhku mengurus si bayi besar! Kau harus membantuku!"
"Yeah i'm wake up"
"C'mon! You just need to brush your teeth now! You gotta take shower soon!"
"BRINA! CAMERON!"
"SEBENTAR NYONYA!"
Kami memanggilnya nyonya karena ia selalu mengatur kami seperti pembantu.
*skip*
Rabu, 21 Desember 2011
The Clark's Restaurant
08.00 AM
Bad busy morning. Ash, anaknya, dan dad sudah di drop di bandara kemarin. Sedangkan aku dan Cameron harus segera bekerja di The Clark's. Karen dan Brenda sudah menunggu sekitar 15 menit yang lalu dan sudah bersiap-siap untuk membuka restoran kembali. Dengan cepat aku membantu mereka.
KLIK!
Pintu restoran terbuka menandakan sudah waktunya aku, Cameron, Karen, dan Brenda bekerja bersama beberapa pelayan yang tidak pulang ke kampungnya selama libur Natal. Karen bekerja mencari pelanggan di depan pintu masuk restoran. Brenda dan aku menjadi pelayan tambahan, sedangkan Cameron duduk dan mengatur pembayaran. Sungguh enak dirinya -_-
"Order please" panggil 'bule' yang duduk di bagian pojok ruangan. Biasanya, tak ada orang yang mau duduk disana karena gelap dan tidak bisa melihat pemandangan, yang tak lain adalah jalanan Kuta.
"Uhh yeah" jawabku sambil berjalan cepat ke arah meja itu
"What do you want to order?" tanyaku ramah pada 'bule-bule' yang terlihat lebih tua dariku. Lalu, mereka menyebutkan pesanan mereka. Setelah mereka selesai, aku langsung pergi.
~ Every minute, every second, every hour of the day iyiyiyi ~
Lagu iYiYi teralun dari handphoneku. Tanda bahwa ada chat blackberry messenger dari temanku. LED merah terus menyala. Aku berlari kecil ke dapur untuk menaruh catatan pesanan 'bule' tadi. Dengan tak sabar, aku mengambil handphoneku dari kantung celana.
Brenda McJenner : don't you realized?
Karen Shylla : aye gurl! why u're not screaming or something? :o
Apa sih maksud mereka? Aku tidak mengerti. Apa yang harus aku sadari? Mengapa aku harus teriak? Memangnya ada sesuatu yang menakutkan? :/
BrinaPayne-xo : wut do u mean gurls? i don't understand!
Brenda McJenner : boys that u served just now is ...
Karen Shylla : OUR BOYS! it's bieber, chance, simpson! wake up sistaaaa
Holy crap! Yang benar saja? Aku yang masih terkejut, harus segera menyelesaikan pekerjaanku yang belum selesai. Buru-buru aku menaruh handphoneku di kantung celanaku dan mengambil pesanan mereka lalu mengantarkannya.
Secepat kilat aku menaruh pesanan mereka diatas meja. Tiba-tiba, mereka menatapku keheranan.
"Something wrong? Enjoy your dishes, sir" ucapku agak terbata-bata. Tanpa berpikir, aku langsung berlari mencari Brenda.
"Gosh! Brendaaa! Is it really them?" tanyaku yang masih bingung
"Duh. You still not realize?"
"Of course not! They're using sunglasses"
"Look" ucap Brenda sambil menunjuk ketiga idolaku. Mereka membuka kacamata hitamnya dan melambaikan tangan serta mengucapkan 'halo' dengan tak bersuara sambil tersenyum. Mulutku menganga, ditutupi tanganku. Greyson menyuruhku untuk pergi ke mejanya. Mau tak mau aku pergi kesana. Mereka menanyaiku beberapa pertanyaan. Seperti nama, umur, dan yang paling aneh menurutku ยป "are you really a waitress here?" Kujawab saja seadanya. Terakhir, Cody menanyakan nomor handphone dan pin blackberryku. Saat aku berbalik, Justin bertanya,
"Are you free this holiday? Can you like, guide us in Bali?"
"I don't know. As I said, I'm busy here and I'm not a tour guide"
"Nyawwww please?" ucap Greyson tak mau kalah. Apa lagi ia menggunakan 'puppyface'-nya.
"Tell you later, I ask my bro first"
"No! Now ~"
Aku langsung melihat ke Cameron, dia mengangguk, tersenyum. Ah, dia memang tahu apa yang dibicarakan.
"He said yes. So -"
"Yeah! Ask your friends too kay?"
"Oh, kay"
Aku berlari ke Cameron untuk menjelaskan segala hal yang dibicarakan tadi. Ia malah berniat ikut. Lah, bagaimana dengan restoran?
"Duh dek. Restoran mah gampang. Kan pelayan yang dipercaya dad buat jaga restoran sehari-hari itukan ga ikut libur. Kakak mana mau disini sendiri padahal lagi liburan? Kamu jalan-jalan, bareng 'mereka' lagi. Masa kakak ngurus restoran?" Cameron bicara panjang lebar.
"Iya sih kak. Ya udah deh :p"
Aku menawarkan acara dadakan itu pada Karen dan Brenda. Tentu saja mereka berteriak histeris dan mengangguk tanda mereka akan ikut besok.
Justin, Greyson, dan Cody menghampiri kita.
"Don't forget. Tomorrow, 10 AM, here ;)" bisik Cody padaku. Lalu mencium pipiku dengan sengaja. Greyson juga dan berbisik,
"By the way, you're beautiful ;)"
Kemudian, mereka tertawa dan pergi meninggalkanku yang pipinya memerah.
