A/N: Halo semuanya, maaf aku tidak up date selama lima bulan. Aku lagi ada perlu di ima bulan itu. Tetapi, sekarang aku sudah kembali dan semoga kalian masih ingin membaca ceritaku. Oh iya, aku numpang promosi ya, aku bikin cerita bahasa inggris, namanya 'Protecting and Being Protected'.
Disclaimer: I do not own any characters in this story.

Ratu Kedua sedang membaca sebuah dokumen. Lalu, dia mendengar ketukan di pintunya. "Ratu Kedua, ini saya, Ring Suzune." Ucap Ring dari luar.

"Oh, aku tidak sadar kalau sudah jam delapan." Ucap Ratu Kedua sambil berjalan keluar. Dia membuka pintu dan melihat Ring Suzune dengan sebuah dokumen di tangannya.

"Aku sudah menulisnya tadi pagi." Ucap Ring sambil memperlihatkan dokumen tersebut. Ratu Kedua mengerti maksudnya Ring. Mereka berdua berjalan menuju ruang rapat. Lalu, Ring membuka sebuah percakapan. "Kira-kira, masih ada sisa kue dari pesta kemarin tidak?" Tanya Ring.

"Tidak perlu sisa, minta saja ke Momotaro. Dia pasti akan dengan senang hati memanggang kue untukmu." Jawab Ratu Kedua. "Sejak pesta kemarin, Momotaro selalu dikelilingi oleh bidadari. Semuanya ingin belajar membuat kue dari Momotaro." Jelas Ratu Kedua.

"Momotaro benar-benar kakanya Momo." Ucap Ring. "Momo sangat meyukai manis. Mungkin karena itu, Momotaro jadi suka membuat kue."

"Iya, sayang Momo sudah," Ratu Kedua berhenti sebentar, "Tidak ada." Lanjut Ratu Kedua. "Momo adalah bidadari yang baik."

"Dia juga adil dan sabar. Pantas saja Ratu Pertama memilih dia." Ucap Ring. "Aku ingat saat dia pertama kali ke sini. Dia langsung menjadi temannya Aoki. Padahal, saat Aoki pertama kali ke sini, dia tidak mau berteman dengan siapapun."

"Aoki hanya dekat dengan Ratu Pertama dan Momo." Ucap Ratu Kedua dengan muka yang sedih.

"Aoki tidak dekat dengan Ratu Kedua karena Ratu Kedua jarang sekali bersosialisasi dengan bidadari selain Ratu Pertama dan Ratu Ketiga." Ucap Ring, bagaikan Ring telah membaca pikiran Ratu Kedua.

Ratu Kedua menatap Ring dengan muka yang kesal. "Jangan memakai sihirmu ke aku." Ucap Ratu Kedua.

"Tidak, aku tidak memakai sihirku. Tetapi, Ratu Kedua gampang sekali dibaca." Ucap Ring.

Akhirnya, mereka berdua sampai ke ruang rapat. Di sana, mereka melihat Ratu Ketiga, Yuzuki, Aoki, dan SeeU. "Akhirnya kamu datang juga, Ratu Kedua. Kalau Ring tidak menjemputmu, kamu pasti akan datang jam sebelas." Ucap Ratu Ketiga.

Ratu Kedua mengabaikan komentar Ratu Ketiga, "Kenapa Yuzuki sedang tidur?" Tanya Ratu Kedua saat melihat Yuzuki sedang tertidur di sofa.

"Mungkin itu karena dia terlalu banyak memakai sihirnya. Dia memang gampang lelah." Jelas Ratu Ketiga.

"Kalau begitu, Ring, tolong jelaskan hasil penelitianmu." Perintah Ratu Kedua setelah duduk di salah satu kursi.

"Baiklah, saat saya dan Yuzuki sedang berada di kamar Ratu Pertama, kami menemukan banyak tanda perkelahian yang menyusahkan kami dalam membedakan kejadian sebelum dan sesudah Ratu Pertama meninggalkan kamarnya. Akhirnya, saya dan Yuzuki membuat cerita yang belum tentu benar tetapi mendekati dengan kejadian-kejadian tersebut." Ring menjelaskan.

Ring memberi dokumen yang Ia pegang kepada Ratu Kedua. Ratu Kedua memakai sihirnya untuk menduplikasikannya supaya semua bidadari di ruangan ini mendapatkan dokumen tersebut. Dokumen tersebut telah ditulis dengan rapih oleh Ring. Ring tidak hanya menulis ceritanya saja. Dia telah menulis bukti dan perbedaan waktu antara kejadian satu dengan kejadian yang lain.

"Saya akan memulai dari saat hanya ada Ratu Pertama di kamarnya. Ratu Pertama sedang tertidur seperti beberapa hari yang lalu. Sekitar pukul sepuluh pagi, Ratu Pertama terbangun. Saya dan Yuzuki memilih terbangun karena saat kami sedang memerhatikan kasur Ratu Pertama, terlihat bekas sayap Ratu Pertama yang dengan cepat terbuka saat posisi Ratu Pertama sedang terlentang." Jelas Ring.

SeeU mengangkat salah satu tangannya, "Saat itu, Ratu Pertama sedang memakai baju tidur yang berwarna apa? SeeU ingin tahu." Tanya SeeU.

Semua bidadari kecuali Yuzuki, menatap SeeU dengan muka bingung. "SeeU, sayangku, mengapa kamu ingin mengetahui warna baju tidur yang sedang dipakai oleh Ratu Pertama saat itu?" Tanya Ratu Ketiga.

"Aku sedang menggambarkan kejadiannya." Ucap SeeU sambil memperlihatkan gambarannya. "Lihat, aku menggambar kamar Ratu Pertama dengan sempurna." SeeU menunjuk ke gambaran kamar Ratu Pertama.

"SeeU, bolehkah Ring menyelesaikan semua penjelasannya terlebih dahulu?" Tanya Ratu Ketiga dengan lembut.

"Baiklah." Ucap SeeU dengan girang. Ratu Ketiga memberi SeeU sebuah senyuman lalu membolehkan Ring untuk melanjutkan penjelasannya.

"Ratu Pertama turun dari kasurnya lalu terbang lewat balkon. Sepertinya dia sedang buru-buru pergi tetapi saya dan Yuzuki tidak dapat mengetahui penyebabnya. Sekitar pukul dua belas siang, ketiga bidadari misterius dan Aoki dan Momo masuk ke dalam kamar Ratu Pertama hampir bersamaan. Jadi, ketiga bidadari misterius tersebut jujur saat mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu keberadaan Ratu Pertama." Ring erhenti sejenak. "Aoki berjalan keluar. Momo dan ketiga bidadari tersebut tetap berada di tempatnya, mungkin sedang berbicara. Momo menyerang ketiga bidadari tersebut tetapi gagal lalu dia terlempar ke kasur Ratu Pertama. Salah satu dari bidadari misterius tersebut memakai sihir yang merekatkan kaki Momo ke salah satu kaki kasur. Momo menyerang ketiga bidadari misterius tersubut dengan sihir jarak jauhnya. Tetapi, karena Momo tidak bagus sama sekali dalam memakai sihir jarak jauh, serangannya hanya membuat lecet. Salah satu dari ketiga bidadari misterius tersebut menyerang Momo dengan sihir yang kuat. Momo memakai sihir pelindungnya dan dia berhasil melindungi dirinya dari sihir tersebut. Sayangnya, Momo tidak menyadari akan keberadaan salah satu dari ketiga bidadari misterius di belakangnya. Momo telah dimusnahkan. Ketiga bidadari misterius tersebut keluar lewat balkon." Ring berhenti untuk minum.

"Di dokumen ini, kamu mengatakan bahwa ada yang masuk ke kamar Ratu Pertama sebelum Aoki, saya, Ratu Ketiga, dan Gakupo masuk." Ucap Ratu Kedua.

"Iya, karena ada bekas jejak tipis yang tidak mungkin dibuat oleh bidadari. Bidadari akan meninggalkan jejak yang lembut tetapi jejak tersebut sangat kasar walaupun jejak tersebut sangat tipis. Jejak tersebut hanya dapat dibuat oleh manusia."

"Siapa yang paling mendekati jejak tersebut?" Tanya Ratu Ketiga dengan muka yang serius.

"Kaito, Kaito Shion." Jawab Ring.

"Bagaiamana Kaito bisa masuk ke kamar Ratu Pertama? Bukankah dia sedang berada di Dunia Ingatan saat itu?" Ratu Pertama bertanya.

"Iya, berada di dua tempat sekaligus adalah hal yang mustahil untuk manusia. Tetapi, sihir Defoko adalah sihir tiruan. Defoko dapat meniru sihir bidadari lain tanpa masalah dan membuat manusia palsu adalah hal yang gampang baginya." Jelas Ring.

SeeU mendengar suara-suara dari dapur, "Ratu Ketiga, SeeU mendengar suara-suara yang, menurut SeeU, adalah bisikan yang negatif dari dapur." Ucap SeeU dengan muka cemas.

Ratu Ketiga ikut merasa cemas karena pendengaran SeeU melebihi pendengaran semua binatang dan SeeU tidak memakai kata 'negatif' untuk mendeskripsikan buruk. Ratu Ketiga memerintah SeeU dan Aoki untuk mencari tahuinya, "SeeU, Aoki, kalian pergi ke dapur dan lihat apa yang sebenarnya terjadi." Perintah Ratu Ketiga.

"Baiklah," Ucap Keduanya secara bersamaan.

A/N: Seribu kata, seperti biasa. Baiklah, mari kita lanjutkan ke Guest of Honour di chapter ini, SeeU!

SeeU: Hore, aku jadi Guest of Honour!
Aku: Jadi SeeU, kekuatan spesialmu adalah lewat pendengaran, kamu bisa mendengar semua suara, gerakan, dan keadaan.
SeeU: Wah, bagaimana caranya aku tidur.
Aku: Kamu kan seperti kucing. Tetap saja tidur jika sudah waktunya dan tak peduli jika di uar itu sangat ramai.
SeeU: Iya juga ya. Oh iya, hubungan Ratu Ketiga dengan Penggantinya apa?
Aku: Eh?
SeeU: Iya, kan Ratu Kedua dengan Penggantinya itu, Ratu Kedua sangat peduli ke Aoki tetapi Aoki hanya menganggapnya sebagai senior biasa. Lalu bagaimana dengan Ratu Ketiga dan Penggantinya? Aku tidak mungkin bisa memerankan sebagai Pengganti Ratu Ketiga jika aku tidak mengerti hubungannya dengan yang lain.
Aku: Baiklah, kamu telah menghabiskan banyak tempat, waktunya untuk menyelesaikan percakapan ini. Sampai jumpa semuanya,
SeeU: Huh, Review ya semuanya!