Chap 2: The Little Master
Pairings/Characters: FrUK, (Slight)USUK/ England, France
Warnings: yaoi, au, ooc, bahasa semi-baku/semi-formal, use human name, dll
Disclaimer: Hetalia will always just belong to Himaruya Hidekazu-sama. *bows*
Rating: Until now still T
Summary: Francis mencintai Arthur, tapi Arthur tidak bisa melupakan seseorang yang ia benci sekaligus ia cintaiā¦
"Alfred, teman baik, huh...?" Francis menatap langit. Ia ingat ketika menyatakan cinta kepada Arthur, Arthur menolaknya dengan alasan...
*flashback*
"Maaf Francis, kamu memang cinta pertamaku tapi, ada seseorang yang tidak bisa aku lupakan. Mungkin aku atau pun dia tidak bisa bersama lagi, tapi aku tetap mencintainya dan tak bisa melupakannya...",
"Arthur, ini tidak sepertimu yang terikat oleh masa lalu..." timpal Francis lirih. Matanya penuh dengan kekecewaan.
"Iya aku tau, rasanya bodoh. Aku tidak bisa memaafkannya tapi disisi lain aku pun tidak bisa melupakannya. Mata biru itu..."
'Mata biru?' Francis mengingat ketika masih kecil ada seorang bocah berambut honey-blonde, bermata biru yang bermain bersama Arthur dan bocah lain yang mirip dengan bocah bermata biru, namun bocah ini bermata ungu dan hanya melihat mereka berdua bermain dari kejauhan. Francis menghampiri bocah bermata ungu itu dan mengobrol. Tapi sampai sekarang Francis tidak tau nama mereka.
"Maksudmu bocah yang aku temui waktu-" Tiba-tiba Arthur menarik kerah baju Francis dan mencium bibir Francis lembut. Membuat Francis berhenti berbicara. Arthur berhenti menciumnya dan menatap Francis. Dari pelupuk matanya terlihat air mata yang siap mengalir.
"Iya, bocah bodoh itu..." jawab Arthur lirih. Kini giliran Francis mencium bibir Arthur, menjilat bibir Arthur dan memasukan lidahnya untuk mengexplore rongga mulut orang yang dicintainya. Melumat lidahnya dan membiarkan saliva mereka bercampur. Arthur yang tidak memiliki tenaga hanya pasrah dan membiarkan Francis mendominasinya. Ciuman itu penuh dengan nafsu dan kesedihan. Setelah beberapa lama, Arthur terlihat tidak bisa bernapas. Francis menghentikan ciumannya itu. Arthur mendorong Francis.
"Apa aku tidak bisa menggantikannya, Arthur? Aku akan membuatmu melupakannya..." Francis terpaku ketika melihat senyum Arthur. Senyum yang tidak biasa, lembut tapi penuh dengan kesedihan.
"Maaf. Kumohon untuk beberapa hari ini kita jangan saling bertemu. Tenangkanlah dirimu, kalau kau mau aku bisa mengganti posisimu sebagai asisten OSIS jadi kau..." Arthur menatap Francis dalam, "...bisa melupakan perasaanmu ini dengan mudah. Anggap saja ini yang terakhir..."
Francis terpaku, ia sadar mungkin ini sangat menyakitkan. Tapi akan menyakitkan lagi jika dia tidak bisa bertemu dengan Arthur. Francis pun tersenyum.
"Tidak, Little master. Tidak perlu repot begitu. Hal ini bisa aku lupakan jika minum wine dengan gadis-gadis cantik~" candanya. Francis pun menatap Arthur.
"Maaf aku bercanda. Tentu saja akan agak sulit, tapi aku juga tidak mau pertemanan kita selama ini hancur. Aku masih bisa bertemu dan mengobrol denganmu sebagai sahabat kan?" tanya Francis. Air mata Arthur mengalir.
"Maafkan aku Francis, aku tidak bisa mengembalikan perasaanmu, dan terima kasih" ucap Arthur sambil menangis.
"Iya," jawab Francis sambil memberikan sapu tangannya ke Arthur. "Bagaimana kalau sekarang kita minum?" ajak Francis sambil merangkul pundak sahabatnya itu. Hatinya agak sakit karena peryataan Arthur. Tapi hatinya merasa lega juga karena dia bisa menyatakan perasaannya.
Arthur mengangguk. Senyum tsundere sambil menepuk pundak Francis, "Dasar aku ini ketua OSIS bisa gawat kalau ketahuan aku minum," canda Arthur. Francis pun ikut tersenyum. Mereka pun pergi menuju asrama.
*end of flashback*
Itulah yang terjadi. Sekilas Francis ingat seorang bocah yang dulu sering bermain dengan Arthur, tapi baru sekarang Francis tau. Jadi bocah itu adalah Alfred. Francis menyentuh bibirnya yang pernah bersentuh dengan bibir Arthur sebelum akhirnya Arthur menolaknya.
"Jadi itu yang terjadi," gumam Francis. Ia pun tersenyum menatap langit. "Apa aku harus membantu little master mencari kebahagiaannya?" gumam Francis lagi sambil tertawa pelan.
"Apa yang lucu? Kau seperti orang gila, senyum-senyum sendiri," ucapan Arthur sukses mengagetkan Francis. Sambil tersenyum Francis berbalik dan menatap Arthur.
"Bukan apa-apa~ ada apa little master~?"
"Huh," Arthur menyerahkan beberapa berkas. Mereka berdua pun pergi menginggalkan taman.
Hoho~ Chapter 2 wa owari da! Next Chapter-
