Aku masih terpaku di depan perapian, masih diatas kursi roda sejak semalam.

Masih berpikir setelah mendengar kata-kata Beyond yang terus berputar dalam benakku.

Aku menyadari banyak kejanggalan dari percakapan kami pagi ini. Beyond benar-benar sangat memahamiku. Tahu benar apa maksud dari setiap kata yang keluar dari mulutku. Berarti, Beyond tidak akan membiarkan salah kata dalam setiap kalimatnya ketika berbicara denganku.

Aku tidak dapat fokus lagi, setelah merasa lidahku sangat pahit.

Dari meja kerja aku menuju ke sebuah meja kecil disamping tempat tidur yang masih rapi karena belum kunaiki sejak semalam karena tidak bisa tidur. Aku memencet tombol putih kecil dari sana.

Selang beberapa menit seseorang mengetuk pintu. Aku segera beralih ke meja kerja dan menyuruh orang tersebut masuk.

Seorang pria berbadan besar dan berwatak keras, terlihat dari garis mukanya. Masuk dengan membawa troli penuh berisi makanan manis dan juga sarapanku dikedua raknya dengan nampan bertumpuk seperti piramida diatasnya yang juga berisi kue-kue beraneka warna yang cukup menarik.

"Permisi tuan. Saya membawakn titipaan makanan manis dari lord Beyond. Kata beliau ini yang akan anda minta apabila memencet tombol. Dan ini juga sarapan yang saya bawakan dari ruang makan. Menu sarapan pagi ini adalah bacon, telur mata sapid an kentang goring. Juga darjeling tea." ujar pria itu sopan sambil menuangkan sepoci teh dalam cangkir putih polos.

Tiba-tiba kepalaku kembali terasa sakit.

Aku melihat bayangan kabur, seorang pria tua berdiri dihadapanku. Mengucapkan kata bacon dan kentang goreng yang tidak begitu jelas. Tapi aku bisa menangkap bayangan itu sepenuhnya.

Aku memijit dahiku pelan, agar dapat mengurangi rasa sakit.

"Anda tidak apa-apa tuan?" tanya pelayan itu cemas. Pelayan itu mendekat padaku tapi aku melarangnya dan member isyarat bahwa aku bahwa aku baik-baik saja.

"Apa kau juga berkata sama seperti itu setiap mengantarkan makanannya ?" tanyaku pelan masih sambil memijit dahiku.

"Apa maksud anda?" pria itu sedikit bingung.

"Apa kau juga berkata sama seperti itu setiap mengantarkan makanannya? Makanan Beyond?" tanyaku sedikit berteriak. Agak frustasi karena sakit kepala yang begitu mengganggu.

"Tidak, tuan. Lord Beyond selalu makan diruang makan dan hanya menyuruh saya sesekali untuk mengantarkan teh panas ke balkon. Lord Beyond hanya menyuruh saya untuk menyebutkan menu hari ini pada anda." jawab si pelayan masi dengan raut wajah heran.

Rasa sakit ini benar-benar mebuat kepalaku serasa mau pecah.

Aku menyuruh pelayan itu pergi.

Dan aku sendirian lagi diruanganku.

To be continued...


Yo!

Maap ya, apdetnya kelamaan#dibacok

Hahaha yang penting kan udah apdet(nyengir). Maap juga chapter yang ini pendek banget. Tapi tenang para readers semua yang sudah menunggu apdet penpik unyu ini sampe berjenggot

L: emang ada yang nungguin?

author:... (guling2 dipojokan kamar)

BB: kepedean amat lu! udah jangan banyak bacot! gapenting amat lu..(nyiapin golok)

author: iye iye, kan cm mao bilang ke readers kalo abis ini bakal ada trio MMN yang sama unyu seperti saia

Mello Matt Near(di winchester) :HUACHIM!

Matt: perasaan gw gak enak

Near: Brrr..(merinding dipojokkan)

Baiklah para pembaca yang baik..

Silahkan me-review terlebih dahulu dan lanjutkan membaca:)))