Wammy's House
Winchester, 21 Januari
Kriiing… Kriiing…
Seseorang mendekati asal bunyi dan menyambarnya dengan cepat.
Ceruk-ceruk diwajahnya semakin bertambah dalam seiringkecemasannya terus meningkat.
"Ya benar ini aku… Sejak semalam dia belum kembali. Anak itu tidak memberitahu akan pergi kemana… Tentu saja, dia menysup keluar dari penjagaan panti yang cukup ketat. Tidak biasanya. Dia benar-benar tidak meninggalkan jejak. Tapi tidak mungkin diculik, karena ia terlihat kamera pengawas bahwa anak itu sedang tersenyum menghadap kamera dan mengatakan ia akan baik-baik saja. Hanya sebuah kamera pada koridor yang aktif malam itu. mungkin ia telah meng-hack mesin penjaga otomatis… Benar… Baik… Ya. Terima kasih." Pria itu menutup telepon masih dengan raut wajahnya yang tampak khawatir.
Ia terduduk lemas diantara data-data yang berserakan dihadapannya.
"Watari…" seseorang mendekatinya dengan raut wajah yangtidak jauh berbeda.
"Mello. Ada apa tiba-tiba kemari?" pria dipanggil Watari itu menatap bocah berambut pirang dihadapannya sambil memaksakan seulas senyum.
"Jadi benar L hilang?" bocah itu menatap lesu pria tua dihadapannya.
"Aku juga tidak tahu. Mungkin hanya sekedar berjalan-jalan?" Watari tertawa hambar.
"Dengarkan aku Mello. Jangan bertindak gegebah. Mengerti?" lanjut Watari berubah serius.
"Hm…" wajahnya menandakan sedikit keheranan lalu mengangguk tanda mengerti dengan wajah polos. Kemudian ia berjalan meninggalkan Watari sendiri.
Klak.
"Che. Apa yang anda pikirkan pak tua? Memangnya apa yang mungkin akan kulakukan?"
Mello berjalan menjauh sambil mengigit cokelat yang sedari tadi ia bawa dengan seringai diwajahnya.
To be continued...
Yo!
Maap lagi yeee... chapter ini malah kelewat pendek dari yang tadi(nyengir)
Hehehe... ceritanya sih mau bikin degdegan gituuh(dihajar rame2 chara detnot)
.
.
Para pembaca yang baik silahkan meninggalkan review bila berkenan#puppyeyes
