Chapter 2: Kyuhyun

Sebenarnya, ini waktu makan siang, itulah kenapa aku berjalan menuju kantin. Saat aku berjalan menuju salah satu stand, aku melihat dia, si Kelinci bau itu, mengobrol dengan riangnya dengan seorang laki-laki tinggi berambut hitam. Aku ingin meninju laki-laki tinggi itu rasanya. Sebentar, apa? Apa aku cemburu? Naaaah, bahkan dalam mimpi si Kelinci bau pun tidak akan pernah!

Lalu, aku dekati mereka, mengambil nampan dan membantingnya tepat di atas kepala Kelinci bau itu.

JDUGG!

"Aaagh!" Dia berteriak dan memegang kepalanya dengan kesakitan.

Eh? Apa aku memukulnya terlalu keras ya? Ayolah, apa pedulimu, Kyuhyun?

"Maju, Kelinci bau! Kau menghalangi antriannya." Kuhardik dia.

"Yah! Cho Kyuhyun! Bisa-bisanya kau memukul kepala berhargaku dengan…" Dia lalu melihat tanganku, "nampan…? Yah! Itu sakit tahu, dasar culun!"

Kuleletkan lidahku, "Bleh! Apa peduliku?"

"Cho Kyuhyun…?" Murid berambut hitam itu memanggilku. Apa aku mengenalnya, ya?

"Ya, itu namaku, kenapa?"

Dia tersenyum lebar, "Cho Kyuhyun? Ini benar kau?"

Oke…siapa orang ini sebenarnya?

Kulihat dia dengan curiga, "Iya, itu namaku. Aku sudah bilang, 'kan?"

"Yah! Sudah lama tidak bertemu!" Dia menepuk pundakku pelan.

Eh? Tunggu sebentar…

"Hmm…?"

"Yah! Ini aku Siwon! Choi Siwon! Ingat tidak?"

Choi…Siwon…? Teman kecilku…? Benarkah?

"Choi Siwon? Siwon? Wah! Lama tidak bertemu! Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"

Wow, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku bertemu dengan Siwon. 7 tahun? 8? Tidak yakin aku.

Dan kami mulai mengobrol dengan santainya, melupakan si Kelinci bau di belakang. Aku berani taruhan dia pasti lagi cemberut.

"Oh, Kyuhyun, jadi kau temannya Sungmin juga?" tanya Siwon, dengan sukses hampir membuat mataku copot saking lebarnya aku membelalak.

"Bukan!" Kita jawab berbarengan.

"Apa yang akan membuatku menjadi temanmu, hah?" Aku sentak dia.

"Hah? Temannya? Dia? Si Culun berkacamata? Kau pasti bercanda, Siwon! Namaku dan nama si Culun itu tidak akan pernah ada dalam satu kalimat, tidak pernah dan tidak akan pernah, selamanya!" Sungmin membalasku sama sengitnya.

Ow…apa itu? Sesuatu menusuk hatiku.

Oke, lupakan saja. Aku mendelik pada si Sungmin, tetapi tidak membalas bentakannya, untuk apa? Membuang-buang energi saja. Kualihkan pandanganku ke Siwon lagi.

"Eh? Kalian bukan teman? Tapi, aku pikir…" Siwon memulai, kudelikkan mataku padanya sampai dia berhenti, "Oke, pasti ada yang tidak aku ketahui di antara kalian. Tapi, jangan seperti ini, oke? Aku merasa seperti ada di tengah-tengah perang. Bisakah kita makan siang bersama?"

Kuhela nafasku dan mengangguk, "Hanya karena aku teman baikmu, oke, Siwon?"

Kelinci bau itu membuat suara dengan lidahnya dan menedesis, "Teman baik? Ha, pintar melawak dia!"

"Itu bukan urusanmu, Kelinci bau!"

"Aku tidak berbicara denganmu, Maniak Game culun!"

"Oke, teman-teman, stop…" Siwon menghela nafas panjang.

Kuurungkan niatku untuk membalas perkataan Sungmin dan menghardiknya, "Hanya karena Siwon teman baikku, Kelinci bau! Hanya karena itu, ingat!"

Sungmin membuang mukanya dan membayar makanannya.

###

Aku benar-benar menganggapnya tidak ada di antara kami waktu kami makan siang. Setiap kali dia mulai berbicara, itu giliranku untuk diam dan menyuap makananku lagi. Saat ada kesempatan, kupotong dia dan mendominasi percakapan lagi. Dan kulihat lagi dia cemberut dari ujung mataku. Dan tiba-tiba aku merasa ingin menciumnya…menciumnya? Eh, tidak mungkin! Dia bukan tipeku, cuih! Iya, 'kan?

"Jadi, Kyuhyun, kau satu kelas dengan Sungmin?" Siwon bertanya.

"Iya…bahkan kursinya di sebelahku." Kuakui dengan terpaksa, sebenarnya aku tidak mau membawa dia dalam percakapan ini kalau bukan karena Siwon.

"Tidak berarti aku suka, oke?" Sungmin berkata dengan sinis dan membunuh makanannya dengan garpunya (kalau saja makanan punya nyawa…).

Kuputar mataku, "Aku tidak pernah berbicara sepeerti itu, Bodoh! Jadi, Siwon, sekarang kau tinggal di mana?"

Siwon menggigit sendoknya dan memberengut, "Sebenarnya aku ingin tinggal di asrama murid, tapi para guru belum memutuskan di mana aku akan ditempatkan."

"Kenapa kau tidak tinggal di kamarku saja? Aku tidak mempunyai teman sekamar, kok."

Muka Siwon berseri-seri dan dia mengangguk, "Benarkah? Baiklah, aku akan berbicara kepada sekolah tentang hal ini agar beliau tidak perlu lagi mencarikan kamar untukku."

"Wow, aku tidak menyangka kita bisa bersama-sama lagi!"

Saat kupalingkan wajahku, entah mengapa aku tidak menemukan si Kelinci bau.

"Eh? Ke mana Sungmin?" Siwon bertanya.

"Aku tidak tahu. Mungkin dia telah kembali ke kelas, waktu istirahat memang sudah hampir selesai."

"Baiklah, sampai jumpa lagi setelah sekolah nanti, ya?"

Kuanggukan kepalaku dan berpisah dengan teman lamaku.

Saat aku berjalan di koridor, tiba-tiba seseorang menabrakku.

"Maaf!" Dia berseru.

Saat kutengadahkan mukaku, ternyata itu Sungmin.

"Yah!" Kubentak dia, "Apa kau tidak punya mata?"

Dia memberengut, "Aku sudah bilang maaf, Culun!"

Kuhela nafasku dengan jengkel dan menepuk-nepuk celanaku yang berdebu, "Kenapa kau pergi dengan tiba-tiba seperti itu?"

"Apa?"

"Ya, tadi di kantin. Kenapa kau tiba-tiba pergi?"

Dia memutar matanya dengan penuh sindiran, "Kau dan Siwon sedang berada di dunia kalian sendiri dan mengacuhkanku. Apa lagi yang harus kulakukan?"

Entah mengapa aku mendengar sedikit rasa tersinggung di dalamnya.

"Maaf…" Kataku pelan.

Dia memalingkan wajahnya ke arahku dengan mata membulat, "Kau bilang apa?"

Uh…mungkin aku berbicara terlalu keras sampai dia mendengarnya.

"Tidak ada." Jawabku tandas.

"Tidak, tidak! Kau bilang apa barusan? Kau bilang 'Maaf', 'kan?" Kata Sungmin, ada tanda-tanda kesenangan di dalamya.

"Aku bilang, 'Tidak ada!', Kelinci bodoh! Sekarang menjauhlah!" Kudorong pundaknya dan jalan menjauh.

Dia mengikutiku dengan seringai yang sangat sangat lebar di wajah bodohnya.

"Ahahaha! Aku mengetahuinya, Kyuhyun! Kau bilang 'Maaf' kepadaku tadi!"

Kuhentikan langkahku dan menyentaknya walaupun wajahku terbakar, "Aku tidak bilang apa-apa!"

"Iya, tadi kau bilang!"

"Tidak!"

"Iya!"

"Agh! Terserah kau sajalah!"

"Whoaaa! Seorang Cho Kyuhyun bilang 'Maaf' kepadaku! Apa hujan batu akan turun hari ini, ya?"

Kuacuhkan saja dia dan mulai menghentakkan kakiku lagi.

Tapi, dia sebenarnya ingin aku mati atau apa, sih? Dia terus menyanyikan lagu, "Cho Kyuhyun bilang 'Maaf' padaku~ Dia bilang 'Maaf' tapi tidak mau mengakuinya~ lalala~" dengan nada tidak beraturan yang membuat kepalaku pusing.

Kusentak saja dia, "Diam! Memangnya kenapa kalau aku bilang 'Maaf'? Itu 'kan bukan masalah besar!"

Tawanya meledak keras, "Tidak! Hal itu sangat langka, kau tahu? Ah, sayang aku tidak merekamnya tadi!"

AGH! KELINCI BAU BODOH! #$%*!

A/N:

Ya ampun kok jadinya pendek amat yah...?

haha, mungkin karena faktor translate kali yah?

baiklah, aku harap para pembaca seneng hihi~

Oke, aku ga nyangka ternyata lumayan banyak cinta (baca: review) yg aku dapet dari chapter pertama. senangnya!

oh ya, kalo ga keberatan aku lebih milih dipanggil Key, soalnya dipanggil 'thor' tuh rasanya..mm...gimana gitchuuu~ #eaaaa

Aku baru tau kalo bales review itu rata2 di chapter selanjutnya hahahaha! dan ada beberapa yg aku bales ke PM astaga...maklum newbie ya teman2 hahaha...

Review Reply:

ayachi casey: makasih yah atas reviewnya! senangnya kamu suka ff-ku ^^

Jung Ha Ri: bener bgt! aku author di AFF dgn username purinpurin. tp itu dulu sebelum AFF being a bitch dan aku jadi ga bisa buka accountku itu. tapi sekarang aku punya account baru dgn username cheesekey. mind visiting me later maybe...? :3

FannyHan: iya eonnie~ akhirnya bisa post hihi. syukur bgt lumayan bnyk yg meripiu hehe. iya eonnie nih chapter 2nya meluncu haha. makasih ya eonnie udh encourage aku buat ngepost disini ^^

ChoHuiChan: mrk di sini kaya old married couple yah? ahaha branteeeem mulu. yeaaap, inilah chapter 2. makasih mau nunggu ^^

Dongdonghae: ayeee ada sihan shipper...sihan shipper menurun drastis nowadays! senangnya masih ada yang setia hihi. pasti sihannya ada kok hha. krn aku pun sihan shipper ^^

Reeiini: iya sihan lg~ tapi belum nampak hihi sabar yaaaa :D

Choi sila: makasih! pasti tetap menulis kok hihi!

Annie pumpkins: iya dengan username purinpurin dulu. tapi berhubung itu account error aku bikin account baru lg dgn username cheesekey. hehe. udah pernah baca ya? :D

Okay~

itulah ripiu reply yg selesai ditulis hihi~ keep reading, guys...*puppy eyes*

Oh ya, BIG THANKS for my Eonnie, FannyHan that had encouraged me to translate this fanfiction and post it here. if there's any of you haven't read her FF i suggest you to visit her profile and read what she's written. My favorite is Love Via Interview. She's a good writer ^^