Author : vitaMINElf

Tittle : PROMISE PART II

Genre : Drama, Romance, Angst

Rating : T

Disclaimer : Mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja. Sungmin baru punya saya.

Warning : YAOI , EYD berantakan , tidak nyambung

Cast : Eunhyuk (bayangin Eunhyuk oppa di mv happiness)

Donghae (Donghae oppa di mv SFS)

Sungmin ( Sungmin oppa di mv Mr. Simple)

Kyuhyun (Kyuhyun oppa di mv SFS)

Siwon ( Siwon oppa di mv bonamana)

Cast lainnya menyusul

Chapter 2

Seorang laki-laki manis sedang memanggang roti didapurnya. Namun dari pada memanggang ia lebih terlihat sedang melamun

Flashback

"Inikan kartu nama tuan Choi, pemilik perusahaan tempatku bekerja Min" Kyuhyun menyebutkan nama orang yang ada didalam kartu nama itu sebagai atasannya. Jadi orang yang sedang mencari Hyuk itu atasan Kyuhyun. Ada hubungan apa atasan Siwon dengan Hyuk?

"Yang benar Kyu? Kau tidak salah orang kan?"

"Iya Min, mana mungkin aku salah orang" iya juga, tidak mungkin Kyu salah orang

"Ada hubungan apa antara mereka?" kau bertanya pada orang yang salah Kyu, aku juga ingin bertanya seperti itu tadi

"Entalah, selain menanyakan tentang Hyukjae, dia tidak bilang apa-apa" orang itu memang tidak mengatakan apapun padaku

Flashback end

"Min, kau sedang apa?" aku mendengar Kyuhyun memanggilku, ku torehkan kepalaku untuk memihatnya yang sedang berjalan menuju ke arahku

"Memanggang roti Kyu, memang kau tidak lihat?"

"Aku baru lihat, rotimu bagus ya Min, warnanya gelap, kau pakai coklat apa?" eh, gelap...jangan-jangan?

"Yah...Kyu, rotinya gosong. Ini semua gara-gara kau" karena tidak ada orang lain, Kyuhyun ku jadikan pelampiasan

"Kenapa aku, kan kau yang memanggangnya" Kyuhyun sepertinya tidak terima aku menyalahkannya, akhirnya dia pergi menuju ruang tengah untuk berselingkuh dengan pacar pertamanya, aku pacar keduanya. Begitu dia bilang

"Hanya minum susu deh" setelahnya aku mendatangi Kyu yang sedang duduk sambil bermain psp

"Min, kenapa tadi kau melamun sampai rotinya hangus" memang benar tadi aku sedang melamun memikirkan pembicaraan tadi malam tentang orang yang mencari Hyukjae

"Aku memikirkan yang semalam Kyu?" aku sangat penasaran dengan orang itu

"Apa Hyukjae dulu tidak pernah bercerita tentang kehidupannya dulu?" seingatku Hyuk memang tidak pernah bercerita apa-apa. Aku bertemu dengannya 3 tahun lalu tapi selama itu aku tidak pernah melihat dia bersama teman-temannya. Bisa dibilang dia tidak punya teman.

"Hah...tidak usah terlalu kau pikirkan, mungkin bosku hanya pernah mengenal Hyukjae dulu" benar kata Kyu, dari pada aku pusing sendiri, aku yakin disana Hyukjae pasti baik-baik saja. hidup enak, berkecukupan dan tinggal dengan orang yang dicintainya.

.

.

Disiang hari yang sangat cerah terlihat seorang namja sedang mengangkat kotak kardus untuk dimasukan kedalam mobil yang akan mengangkat barang-barang tersebut. Orang itu adalah Donghae, setelah mencari pekerjaan diberbagai tempat dan hasilnya selalu ditolak akhirnya ia memutuskan untuk bekerja sebagai buruh angkut barang dipasar yang ada didaerah tempatnya tinggal.

Donghae Pov

"Ternyata hari sudah sore, untung pekerjaan ku sudah selesai, aku ingin segera pulang dan bertemu dengan istriku" beginilah pekerjaanku semenjak 3 minggu yang lalu, menjadi buruh angkut barang, sebenarnya pekerjaan ini cukup berat untuk ku, jujur aku tidak terbiasa melakukan pekerjaan berat seperti ini tapi aku harus berusaha demi Hyukkie.

"Donghae, ini upahmu. Jika kau sudah selesai kau boleh pulang"

"Terima kasih tuan."beliau adalah pemilik toko tempatku bekerja, jika dilihat dari luar orangnya menyeramkan, sedikit galak, dan sangat tegas. Aku saja pernah dimarahi habis-habisan karena tidak sengaja menjatuhkan kotak yang berisi makanan. Semenjak saat itu aku jadi berhati-hati dalam bekerja

Saat ini aku sedang berjalan kaki menuju rumahku yang letaknya lumayan jauh dari tempatku bekerja, sebenarnya disini ada bus, namun aku harus pandai berhemat untuk kelangsungan hidup kami. Jadi lebih baik berjalan kaki saja

.

.

Eunhyuk pov

Sudah jam 7 malam, sebentar lagi Hae pasti pulang. Aku akan memanaskan makanan untuk Hae.

Tok..tok..tok..

Itu pasti Hae, kebetulan masakanku juga sudah selesai.

"Selamat dateng Hae" aku membukakan pintu untuk suamiku yang tampan ini, dia kelihatan sangat kelelahan sekali

Cup...

Seperti biasa, semenjak kami menikah saat Hae akan pergi kerja atau pulang kerja dia akan memberikan kecupan untukku. Sungguh manis sekali

"Chagi, kau sudah makan"

"Belum, aku menunggumu untuk makan bersama, kau mau makan atau mandi dulu Hae."

"Aku ingin mandi dulu chagi"

"Baiklah aku akan persiapkan air hangatnya" Akupun beranjak menuju kamar mandi dan mempersiapkan keperluan suamiku

"Hae airnya sudah siap"

"Terima kasih Hyukkie"saat aku akan keluar dari kamar mandi ini , Hae memanggilku lagi

"Chagi masih ada yang kurang" ada yang kurang, seingatku aku sudah menyiapakan semuannya

"Apa yang kurang?"

"Dirimu, lebih lengkap jika kau juga ikut mandi denganku" aku melihat senyumnya tersenyum mengerikan, lebih baik aku cepat pergi dari sini sebelum keselamatanku terancam.

" Dasar Hae pervert"

Brakk...

Akupun beranjak keluar dengan wajah yang merah padam, aku mendengar Hae tertawa didalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi kami makan bersama. Aku menyiapkan makanan untuk suamiku, memang tidak ada makanan istimewa yang kumasak. Tapi Hae selalu bilang kalau masakanku enak

"Bagaimana pekerjaanmu di kantor Hae, apakah melelahkan?" aku senang Hae sudah mendapatkan pekerjaan yang baik, setelah melamar banyak pekerjaan akhirnya Hae diterima bekerja juga

"Baik, tidak ada yang special Hyukkie" Hae aneh, setiap aku bertanya tentang pekerjaannya pasti jawabannya selalu sama. 'Baik, tidak ada yang special'.

"Kau ini selalu saja menjawab seperti itu"

"Kau juga selalu bertanya seperti itu"

"Baiklah aku akan ganti pertanyaan. Apa ditempat kerja mu banyak wanita cantiknya?" pertanyaan itu asal keluar saja dari mulutku

"Disana banyak wanita cantik, bukan hanya cantik tapi juga seksi dan menggoda" apa katanya tadi? Cantik, seksi dan menggoda. Hae kau keterlaluan

Donghae pov

Hyukkie terlihat terkejut mendengar jawabanku tadi, liatlah wajahnya yang sedang cemberut dengan pipi digembungkan, bibir yang mengerucut, sangat manis dan imut

"Hae jahat" sepertinya istriku yang manis ini sudah akan menangis.

"Kan tadi kau yang bertanya, kenapa sekarang marah" aku merengkuh Hyukkie kedalam pelukanku. Lau mengusap rambut hitamnya

"Tapi jangan dijawab begitu juga, tadikan aku hanya main-main" jika sedang marah begini sifat manjanya akan keluar

"Aku juga Cuma main-main. Walaupun banyak wanita cantik diluar sana tapi hanya Hyukki ku yang paling manis dan imut. Aku mencintaimu" biasanya kata-kata ku ini akan membuat wajahnya langsung memerah dan benar saja, saat aku mengangkat dagunya wajah Hyukkie terlihat memerah.

"Aku juga mencintaimu Hae, sangat mencintaimu" ku kecup bibirnya yang berwarna merah itu dan setelahnya kami melanjutkan acara makan yang sempat tertunda karena perdebatan kecil tadi.

'Maaf Hyukkie, aku terpaksa berbohong tentang pekerjaanku. Aku hanya tidak ingin kau khawatir dengan diriku. Jika keadaan sudak membaik, aku janji akan menceritakannya semua padamu dan aku berjanji akan memberikan kehidupan yang layak untukmu'

.

.

5 tahun, bukan waktu yang singkat untuk membuang perasaan dalam hatimu, telah banyak cara dilakukan. Mencari pengganti, menyibukan dengan banyak pekerjaan, bahkan sampai pergi keluar negeri namun perasaan ini tidak juga hilang

"Permisi tuan Choi, sebentar lagi akan diadakan rapat dewan direksi tuan, saya hanya ingin mengingatkan anda" sepertinya aku terlalu banyak melamun hari ini

"Terima kasih Yonna ssi"

"Saya permisi tuan"

Hah...lagi-lagi aku teringat dirinya, sudah lama aku tidak bertemunya dengannya semenjak hari kelulusan sekolah dan aku berkuliah di London. Aku pernah mendatangi tempat tinggalnya, namun orang disana bilang dia sudah keluar. Terakhir aku mendengar kabar dia tinggal dengan kakak angkatnya, tapi lagi-lagi aku terlambat. Dia sudah pergi lagi. Apa kami benar-benar tidak berjodoh, untuk bertemu saja sulit.

Eunhyuk, seperti apa kau sekarang. Waktu masih SMA dulu kau terlihat sangat pendiam, sulit bergaul dan tampak murung.

Aku semakin ingin bertemu denganmu.

.

.

.

Pagi hari ini Donghae terlihat sangat bersemangat sekali, kenapa dia tampak bersemangat, karena sudah mendapatkan 'nutrisi' dari 'istri'nya. Berbeda dengan Eunhyuk yang tampak menggerutu sepanjang acara membuat sarapan pagi untuk mereka berdua

"Hae kejam, tega sekali menyakitiku, awas saja kau" mungkin juga dihitung sudah puluhan kali aku mengeluarkan kata-kata kasar untuk Hae. Tapi itu tidak seberapa dengan perbuatannya kepada ku, aku bangun dengan keadaan mengenaskan hari ini.

"Pagi chagi, kau sedang apa?" ada yang memeluk diriu dari belakang, siapa lagi kalau bukan Hae

"Chagi jangan marah lagi. Apa masih sakit?" dia menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya iya

"Tentu saja, ini gara-gara kau" aku melepaskan pelukannya berjalan terseok menuju meja makan

"Maaf chagi, lain kali aku akan lebih lembut..hehehe"

"Sudahlah sekarang ayo makan, nanti kau terlambat kerja" entah kenapa aku tidak bisa marah padanya, melihat tatapan mata Hae yang teduh membuatku tidak tega jika harus marah berlama-lama.

"Hae, kau pulang jam berapa hari ini"

"Seperti biasa chagi. Memang kenapa?" entah kenapa hari ini aku ingin Hae cepat pulang

"Tidak apa-apa, hanya bertanya saja. Hae, hari ini bolehkan mengantar makanan kekantor mu?"

Uhuk...uhuk..uhuk...

"Hae makannya pelan-pelan" aku mengulurkan segelas lalu mengusap punggungnya

"Terima kasih Hyukkie. Masalah itu sebaiknya kau jangan kekantor ku dulu. Aku masih pegawai baru. Masih menjadi sorotan atasanku Hyukkie

Hae benar juga, aku tidak mau nanti Hae terkena masalah gara-gara kedatanganku "Baiklah aku tidak jadi kekantormu. Kapan-kapan saja"

"Aku berangkat kerja dulu ya, kau hati-hati dirumah" pesan Hae seperti pesan kepada anak kecil saja. aku kan sudah besar

Cup...

Setelah memberiku salam perpisahan Hae pun berangkat kerja. Aku sebaiknya mulai beres-beres rumah saja.

.

.

.

Dikediaman rumah keluarga Lee terlihat seorang pria separuh baya sedang melihat foto yang baru saja dihantarkan oleh orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki Donghae

"Tuan muda bekerja sebagai buruh angkut di sebuah toko yang menjual bahan makanan. Kami sudah menjalankan perintah tuan untuk menghubungi semua perusahaan kecil yang ada didaerah tempat tuan muda tinggal untuk tidak menerima tuan muda bekerja dan untungnya mereka semua menuruti setelah kami memberi tau bahwa tuan akan membantu perusahan mereka" jelas salat satu orang tersebut kepada Mr. Lee

"Lalu bagaimana dengan pemuda yang satu lagi?" tanya kepada anak buahnya tersebut

"Istri..."

"Jangan sebut laki-laki hina itu sebagai intri dari anakku" potong mendengar anak buahnya menyebut Eunhyuk sebagai istri Donghae

"Maaf tuan. Maksud kami tuan Eunhyuk hanya berdiam diri dirumah saja tuan, hanya sesekali saja dia keluar rumah"

"Dasar anak bodoh, jika kau menuruti apa perkataanku kau tidak akan menjalani hidup susah. Hanya karena pemuda sialan itu kau rela melepas semua kehidupan mewahmu" Mr. Lee merobek foto yang ada ditangannya lalu membuangnya ketempat pembakaran

"Jalankan rencana kita selanjutnya, kalian mengerti bukan harus melakukan apa?"

"Kami mengerti Tuan" selanjutnya anak buah meninggalkan ruang kerja tersebut.

"Kita lihat saja, apa kau akan sanggup bertahan Hae"

.

.

.

Beberapa hari ini pekerjaan ku sedikit sekali. Hari ini saja aku tidak mempunyai kerjaan, setiap ada barang datang atau barang yang harus diangkut kemobil sudah ada pekerja lain yang lebih dulu mengambilnya. Aku sedikit heran, kenapa para pekerja toko ini mnejadi banyak, seingatku dulu hanya sedikit. kalau begini terus aku hanya akan mendapatkan sedikit uang, bahkan bisa tidak mendapatkan uang sama sekali. Bagaimana ini? Persedian bahan makanan dirumah sudah habis.

"Donghae, sebaiknya kau pulang saja. sudah tidak ada lagi pekerjaan hari ini dan karena kau tidak melakukan pekerjaan apapun pun aku tidak bisa memberimu upah. Kau tau tentang peraturan itu kan?"

"Iya tuan, baiklah aku permisi"

Setelah Donghae melangkahkan kakinya bermaksud pulang kerumah, sepatah kata keluar dari pemilik toko tadi

"Maafkan aku"

.

.

Melamun saat berjalan ternyata membuat ku tidak sadar bahwa aku sudah sampai rumah. Aku mengetuk pintu setelah menunggu beberapa menit pintu terbuka memperlihatkan wajah manis istriku

"Selamat datang Hae" sapaan yang tidak pernah terlupakan saat aku pulang kerumah

Cup..

"Kau tampak lesu sekali Hae, pasti kau belum makan kan? Aku sudah menyiapkan makanan untuk kita. Tapi sebaiknya kau mandi dulu Hae, kau bau...hahahaha" dasar istri nakal, sudah berani bilang aku bau

"Yang benar aku bau? Kalau aku bau kau tidak mau lagi dekat denganku?" aku terus mendekati Hyukkie, dan sedangkan targetku terus saja mundur kebelakang sampai akhirnya punggung Hyukkie menumbur dinding ruang tamu

"K..kau..mau...apa... Hae?"sepertinya sudah ada yang terjebak oleh candaannya sendiri

"Aku sedang lapar Hyukkie, dan kebetulan didepan mataku ada makanan lezat" aku sengaja menjilat bibirku

"Kalau kau lapar, a..aku sudah...menyiapkan makanan dimeja makan?"

"Tapi makanan disini lebih enak" aku mengelus pipi Hyukkie, lalu berjalan ke hidungnya, rahang tegasnya dan terakhir bibirnya. Dia hanya bisa memejamkan mata menanggapi perlakuanku. Kudekatkan wajahku pada wajahnya hingga hidup kami bersentuhan, aku bahkan bisa merasakan deru nafasnya yang mulai memburu

"Aku..." kubisikan satu kata tepat didepan bibirnya" mau mandi saja, siapkan airnya" setelah mengatakan itu aku langsung pergi meninggalkan dirinya yang seperti sebentar lagi akan mengamuk

1...2...3...

"LEE DONGHAE SIALANNNN..."

Tuh kan apa ku bilang

.

.

"Masakanmu enak chagi, ayo makan yang banyak kalau tidak aku habiskan ya?" menggoda Hyukkie memang sangat menyenagkan. Aku tidak akan pernah bosan melihat ekspresi cemberutnya.

"Enak saja, aku yang butuh gizi ekstra untuk menghadapi suami seperti mu" Hyukkie mengambil makanan yang ada dihadapan kami dan menuangkan semua kepiringnya. Ada yang sedang mencoba perbaikan gizi.

"Hyuk, setauku bahan makanan dirumah kita sudah habis. Lalu uang dari mana kau bisa membeli ini semua" semenjak pekerjaanku sedikit, aku jadi jarang memberi Hyukkie uang belanja lagi

"Emmm...Aku menjual jam yang diberikan oleh Sungmin hyung dulu. Memang harganya tidak seberapa. Tapi lumayan cukup untuk membeli bahan makanan" ya Tuhan, aku memang suami tidak bertanggung jawab, sampai-sampai istriku menjual barang kesayangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup kami

"Maafkan aku Hyukkie, gara-gara aku kau jadi menjual jam kesayanganmu" tiba-tiba Hyukkie memelukku

"Tidak Hae, kau tidak salah. aku tidak merasa keberatan menjual jam itu. aku sangat mencintaimu, apapun akan aku berikan"

"Aku juga sangat mencintaimu" terima kasih Tuhan, Engkau telah memberiku pendamping hidup yang baik

.

.

.

Waktu terus berjalan, tak terasa sudah 6 bulan pernikahan Donghae dan Eunhyuk berjalan. Semua masih dapat mereka atasi dengan baik, walau banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan.

Hari ini aku akan mengunjungi tempat kerja Hae secara diam-diam, kalau aku bilang ingin mengunjunginya secara terang-terangan pasti Hae tidak boleh dengan berbagai alasan. Hae bilang dia bekerja di perusahan dekat SM corp. Langsung aku datangi saja dan sekarang aku sudah tiba didepan lobby perusahaan terbesar didaerah ini

"Selamat Siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" seorang resepsionis wanita menyambutku

"Selamat siang, aku kesini ingin bertemu dengan salah satu pegawai yang bekerja dikantor ini" aku menjelaskan tujuanku datang.

"Siapa namanya?"

"Namanya Lee Donghae" aku menyebutkan nama suamniku

"Tunggu sebentar, saya akan cek dulu" aku hanya bisa menunggu sampai waita ini selesai memeriksa

"Maaf tuan, nama Lee Donghae tidak ada didaftar pagawai kami" apa katanya tidak ada.

"Bisa kau ulang lagi, mungkin ada kesalahan"

"Sudah tuan, dan memang tidak ada orang yang tuan sebutkan tadi" kalau tidak ada lalu dimana Hae bekerja?

"Baiklah, terima kasih nona" akupun pergi dari perusahaan ini, aku tidak memperhatika jalan karena pikiranku sedang memikirkan Hae sampai tiba-tiba aku menabrak seseorang

Brukk

"Maaf aku tidak sengaja" aku membukung pada orang yang kutabrak ini

"Tidak apa-apa. Anda baik-baik saja"

"Iya, aku baik-baik saja" aku menatap wajah orang yang kutabrak ini

"Eunhyuk..."

Tbc...

Lanjutan datang...beri tepuk kaki

(stress gara-gara galau gak bisa nonton sm town)

Maaf yah updatenya lama, aku lagi ada tugas menyelesaikan skripsiku. Jadi mungkin untuk saat ini sampai aku ujian, aku hanya fokus pada satu ff saja, dan ff yag pengen aku selesaikan ff promise ini. (ff lain lagi gak ada ide, buntu)

Sekarang aku lagi naksir Eunhyuk oppa nih, makin lama makin kece aja.

Sungmin : Kau berselingkuh

Me : gak oppa, aku tetap padamu (abaikan saja, anggap tidak terbaca)

Untuk yang udah review di chap 1 aku ucapin terima kasih, aku seneng sama tanggapan positif dari teman2. Boleh kan aku teman, karena kalau panggil 'readers atau pembaca' kesannya kurang santai.

Ff ini gak sempet aku edit karena mati lampu, baterai sekarat. Jadi harap maklum kalau hasilnya kacau

Apa part ini alurnya kecepetan, terlalu lambat atau gak jelas atau ada kalimat yang rancu?

Tolong berikan pendapat teman2, boleh kritik, saran atau ide. Duit juga boleh buat nonton sm town

Hehehe

Akhir kata

Review yah...(kedip2 ala Sungmin)