Author : vitaMINElf

Tittle : PROMISE PART II

Genre : Drama, Romance, Angst

Rating : T

Disclaimer : Mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja. Sungmin baru punya saya.

Warning : YAOI , EYD berantakan , tidak nyambung

Cast : Eunhyuk (bayangin Eunhyuk oppa di mv happiness)

Donghae (Donghae oppa di mv SFS)

Sungmin ( Sungmin oppa di mv Mr. Simple)

Kyuhyun (Kyuhyun oppa di mv SFS)

Siwon ( Siwon oppa di mv bonamana)

Cast lainnya menyusul

Chapter 3

"Eunhyuk"

Ini hanya kebetulan atau memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan bahwa aku akan bertemu dirinya disini. Aku yang awalnya sangat malas untuk datang ke Busan, tapi sekarang aku akan menyesal jika tidak datang ke Busan

"Sekali lagi maaf" ia tidak membalas sapaanku, tetapi langsung pergi dari hadapanku

"Hei, tunggu dulu" aku mencekal tangannya yang sedang cepat.

"Kau Eunhyuk kan. Siswa yang dulu bersekolah di SMA Seoul? kau ingat aku, teman sekelasmu?" aku mencoba membangun ingatan tentang masa SMA kami, namun sepertinya aku salah kondisi. Bukannya menjawab ia malah menghempaskan tanganku dan berlari meninggalkanku. Sebelumnya aku seperti melihat ada air yang mengalir dipipi, apa dia menangis.

Sepertinya keberuntungan sedang memihak padaku, rencananya aku akan membangun cabang perusahaanku disini Busan. Namun sepertinya bukan perusahaan saja yang menjadi targetku disini, target ku sejak lama sekarang ada dikota ini juga. Eunhyuk aku akan mendapatkanmu.

.

.

.

Eunhyuk terus berlari tanpa menghiraukan orang-orang yang di tabrak saat dijalan tadi, sekarang ia sudah berada dirumah menunggu Hae pulang, ia harus meminta penjelasan darinya. Ia yakin Donghae tidak mungkin membohonginya. Pasti resepsionis itu salah.

Tak lama terdengar suara pintu yang terbuka

"Aku pulang chagi, mana sambutan pada suamimu yang baru pulang bekerja ini?" aku melihat Hyukkie yang langsung berdiri dari sofa yang ia duduki tadi. Kenapa Hyukkie hanya diam saja sembari menatapku tajam. Biasanya ia akan menyambutku dengan senyum manisnya.

"Hae...apa benar kau bekerja di SM corp?" aku cukup terkejut saat Hyukkie menanyakan tentang pekerjaanku. Aku berjalan mendekatinya, menggenggam kedua tangannya. Kau harus tenang Donghae, jangan sampai Hyukkie mengetahuinya.

"Tentu saja chagi, memang aku bekerja dimana lagi" aku berusaha untuk meyakinkan Hyukkie

"Kau tidak bohong kan Hae?" ada apa ini, kenapa Hyukkie sepertinya tidak percaya dengan perkataanku.

"Ada apa chagi, kenapa dari tadi kau menanyakan tentang pekerjaanku terus"ku elus pipinya halusnya. Biasanya cara ini ampuh untuk menenangkannya dari rasa gelisah

"Aku tadi siang mengunjungi Sm corp, rencananya aku ingin mengajakmu makan siang bersama, tapi karyawan disana bilang tidak ada pekerja yang bernama Lee Donghae. Mereka pasti salah kan Hae?" aku terdiam tak sanggup menatap matanya. Aku merasa benar-benar jahat istriku ini. Aku tidak jujur padanya

"Itu...sebenarnya" aku tidak sanggup untuk menjelaskannya, tapi jika tidak sekarang Hyukkie akan semakin sedih nantinya "Aku...tidak bekerja di SM corp Hyukkie. Aku bekerja sebagai...buruh angkut"

"Kenapa?" Hyukkie pasti sangat kecewa padaku, aku suami yang tidak bisa diandalkan. Ku palingkan wajahku menghindari tatapan mata yang terlihat berkaca-kaca itu

"Maafkan aku jika mengecewakan mu, aku akan mencari pekerjaan yang lebih baik..."

"Kenapa kau berbohong padaku, kenapa kau tanggung sendiri kesusahanmu, kenapa Hae" aku melihat air mata itu mengalir. Ia menangkup kedua pipiku, berusaha mencegah agar aku menatap kedua matanya yang telah basah.

"Aku hanya tidak ingin kau khawatir Hyukkie"ku genggam erat tangannya yang ada dipipikku, tanpa perintah air mata ini mengalir dengan sendirinya. Aku laki-laki yang sangat payah

"Aku istrimukan, kau mencintaikukan?" pertanyaan macam apa itu. tentu saja kau istriku yang sangat aku cintai

"Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun Chagi?" akhirnya kutatap juga mata indah yang masih baah itu

"Jika kau mencintaiku, tolong bagi bebanmu kepadaku Hae. Kita tanggung bersama" Aku benar-benar beruntung mempunyai istri sepertinya. Aku janji akan emebahagiaku mu Hyukkie

"iya Hyukkie, mulai saat ini kita akan hadapi semuanya bersama" kupeluk tubuh kecil istriku ini. Aku tidak akan pernah melepaskannya apapun yang terjadi

.

.

.

"Tuan kami sudah mendapatkan orang yang anda cari kemarin, dia tinggal di aparteman JS nomor 12, dia tinggal dengan seseorang namun kami tidak mneyelidikinya, kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah tuan saja"

Akhirnya aku mendapatkan juga. Aku akan segera menemuimu Eunhyuk

"Terima kasih, sekarang kau boleh pergi"

"Kami permisi Tuan" kebetulan hari ini aku tidak ada kerjaan, lebih baik ku datangi saja rumahnya. Tapi jika dia tidak mengingat ku bagaimana yah? Ahh sudahlah, jika dia tidak ingat aku yang akan membuat Eunhyuk mengingatku.

.

.

Hari ini aku akan mencari sebuah pekerjaan, setelah tadi malam aku dan Hae berbicara. Sebenarnya Hae masih belum boleh aku bekerja, tapi apa salahnya dicoba.

Tok..tok..tok..

Jam 10 pagi, apa mungkin itu Hae? Tapi Hae tidak pernah pulang secepat ini. Aku berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang ke rumah kami ini.

Kriet...

"Hai Eunhyuk" sepertinya aku tidak asing dengan wajah orang ini, tapi siapa.

"Apa kau tidak ingat padaku?" dari mana orang ini tau jika aku tidak mengingatnya, apa terlihat jelas diwajahku. Sudah ku coba untuk mengingatnya tapi tetap saja tidak ingat

"Aku Siwon, orang yang kau tabrak kemarin saat kau mengunjungi kantor SM corp. Aku menyapamu namun kau langsung lari meninggalkan aku. Kau sudah ingat" yah...aku sudah ingat, kemarin memang aku mengunjungi SM corp. Tapi aku benar-benar tidak sadar jika sudah menabrak orang ini. Siapa tadi namanya?Siwon. Siwon siapa?"

"Sepertinya kau memang tidak ingat padaku" orang ini terliha kecewa atas 'kekurangan'ku dalam mengingat dirinya

"Maaf, jika memang aku sudah menabrakmu kemarin" apa orang ini datang karena tragedi tabrakan itu.

"Tidak apa-apa. Kau Eunhyuk kan yang dulu bersekolah di SMA Seoul?" wah orang ini tau tempatku ku bersekolah dulu.

"Iya, dari mana kau tau...ups, maaf membuatmu berdiri didepan pintu. Ayo silahkan masuk, silahkan duduk" tidak baikkan membiarkan tamu yang walaupun tidak kau kenal berdiri didepan pintu rumahmu. Aku hanya mencoba menjadi tuan rumah yang baik

"Terima kasih. Aku dulu teman sekelasmu saat di SMA." Teman sekelasku? Kan ada banyak, meskipun aku tidak akrab dengan mereka

"Kau ingat ada anak laki-laki bertubuh kurus, berkaca mata tebal, yang duduk dibelakang bangkumu" memang ada anak seperti itu waktu aku bersekolah, tapi tidak mungkin anak culun itu dia kan, sangat jauh berbeda

"Iya aku ingat. Memang apa hubungannya dengan anda Siwon ssi?"

"Anak itu aku" wah...orang ini tidak pandai berbohong ya. Jika kalian satu kelas denganku. Kalian akan tau bahwa anak culun itu sangat berbeda dengan orang yang ada dihadapaku ini.

"Anda pasti bohong, mana mungkin orang itu anda. Anak itu culun sedangkan anda..."

"Aku tampan, tinggi, dan tidak pakai kaca mata" Yah, harus aku akui orang ini tampan, tinggi. Tapi tetap saja lebih tampan suamiku Hae.

"Bukan aku yang bilang, tapi anda memuji diri anda sendiri Siwon ssi"

"Aku tidak berbohong, ini aku anak culun itu. dan satu lagi jangan panggil aku Siwon ssi. Panggil saja Siwon. Kita kan dulu teman satu kelas" jika dia ngotot bahwa dia teman sekolahku, ya sudahlah untuk apa diributkan lagi. Setidaknya masih ada teman yang ingat diriku

"Baiklah aku percaya Siwon ssi, eh..maksudku Siwon. Lalu ada perlu apa kau kemari" Aku sedang tidak ingin berbasa basi. Aku harus mencari pekerjaan sekarang juga.

"Apa kau sedang ada kerjaan" aku tidak sedang kerja, tapi aku ingin mencari pekerjaan.

"Emm...ya, bisa dibilang begitu" aku jadi tidak enak kepadanya

"Begitu ya, apa kau mau pergi" orang ini lagi-lagi bisa tau apa yang ada dipikirannku

"Iya, aku ingin pergi"

"Baiklah, lain kali aku masih boleh kan main kerumahmu?" bagaimana yah, jika aku jawab tidak kesannya tidak sopan, tapi aku belum meminta izin pada Hae jika aku membawa orang lain masuk kerumah kami.

"Tentu saja boleh" tidak mungkin kan dia akan main kerumah ku setiap hari. Jadi aku perbolehkan saja

"Kalau begitu aku permisi dulu"

Ternyata Eunhyuk salah tebak, setelah mendapat izin Siwon jadi sering main kerumah Eunhyuk disaat Donghae bekerja. Dan sekarang Siwon sedang menawarkan pekerjaan untuk Eunhyuk, Siwon mengetahui dari Eunhyuk jika saat ini dia sedang butuh pekerjaan

.

.

.

Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan oleh Siwon diperusahaannya. Tapi aku belum menyetujuinya karena aku belum meminta pendapat Hae. Saat ini kami sednag makan bersama dengan lauk yang sangat seadaanya. Pekerjaan Hae semakin sedikit saja, aku pernah membantunya sehari namun Hae langsung melarangku dan tidak memperbolehkan aku datang lagi

"Hae, masalah pekerjaan yang pernah kita bicarakan dulu, aku sudah mendapatkannya dari temannku. Dia menawariku sebuah pekerjaan di perusahaannya" aku memang bercerita jika aku mempunyai teman di Busan dan pernah main ke rumah kami, aku tidak mau mengatakannya 'sering'.

"Dimana Chagi?"

"Di Choi corp. Apa aku boleh bekerja disana?" aku harap Hae mengizinkannya

"Kalau aku bilang tidak apa kau akan mengikutinya?" jika Hae bilang tidak aku tidak akan bekerja. Sebagai jawaban aku hanya menganggukan kepalaku

"Aku masih bisa membiayai kehidupan kita Hyukkie, dan itu tanggung jawabku. Aku harap kau mengerti chagi" aku akan menuruti semua perkataanmu Hae, karena kau suamiku

"Iya, aku akan menuruti semua perkataanmu."

.

.

Eunhyuk memberi tau bahwa ia tidak jadi bekerja diperusahaan Siwon, sebenarnya Siwon cukup kecewa namun dia tidak bisa memaksa Eunhyuk.

Hari ini pekerjaan Siwon sangat banyak, ia dituntun untuk segera membuat cabang perusahaannya yang di Busan berkembang pesat. Karena hal tersebut membuat Siwon menunda keinginanya untuk menemui Eunhyuk. Saat hari sudah malam barulah Siwon memiliki waktu untuk menemui Eunhyuk, sebenarnya Siwon ingin mengajak Eunhyuk jalan-jalan tetapi Eunhyuk selalu beralasan tidak bisa, maka dari itu Siwon selalu mengunjungi rumah Eunhyuk tanpa memberi tau terlebih dahulu pada sag empu rumah. Terkesan memaksa memang tapi semua harus dipaksa kan agar keinginan kita bisa terwujud.

Aku harap Eunhyuk belum tidur, oh iya...aku hampir lupa. Eunhyuk tinggal dengan temannya kan. Aku belum pernah bertemu dengan temannya Eunhyuk, karena setiap aku kerumah, temannya itu pasti sudah berangkat kerja.

.

.

.

Malam ini aku dan Hyukkie sedang duduk berdua diruang tengah rumah kami, Hyukkie menyandarkan kepalanya didada ku, kedua tangannya memeluk pinggangku. Sedangkan tanganku tengah memeluk punggungnya dan menciumi puncak kepalanya. Jika setiap waktu bisa membuat moment seperti ini, pasti sangat menyenangkan. Hyukkie menengadahkan kepalanya menatap diriku Manis sekali, membuatku ingin memakannya sekarang juga. Kudekatkan kepalaku menghilangkan jarak antara kami berdua, hidung sudah menyentuh hidungnya, dapat kurasakan deru nafasnya yang mulai tak tenang. Aku tau Hyukkie deg-degan, karena aku juga mengalami hal itu.

Kukecup bibir mungilnya berkali-kali, Hyukie pun melakukan hal yang sama. Tanganku menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman kami. Karena tak sabaran kulumat habis bibirnya, menghisapnya kuat bibir manis ini hingga membuat sang pemilik bibir mengerang pelan. Seperti mendapat izin, kugigit bibirnya pelan meminta akses masuk kedalam gua hangat miliknya dan bertemu dengan pasangan lidahku didalam sana. Tangan Hyukkie menjambak rambutku , kuanggap sebagai tanda bahwa dia menikmatinya

Eenghhh...

Lidah kami saling terlilit, namun semua pasti tau status ku sebagai suaminya disini maka akulah yang memenangkan pertarungan ini. Kini saatnya tanganku yang mulai bekerja, saat hendak memulai perjalanan tanganku ditubuh mulus istriku tiba-tiba musibah datang.

Tok..tok..tok...

"Haehh..ada tamuhh" Hyukkie mendorong bahuku yang masih mencoba menahanya dalam pelukanku.

"Shit..." Ciuman kami pun terpaksa aku lepas. Bibir Hyukkie terlihat bengkak dan memerah. Siapapun yang menggangu momentku dan Hyukkie aku doakan lajang 7 turunan.

Kuhapus lelehan saliva yang ada dibibir Hyukkieku. Setelahnya Hyukkie berjalan menuju pintu sedangkan aku sedang berdoa meyumpahi orang yang menggangu kami tadi.

"Siwon..." Siapa tadi yang dipanggil Hyukkie? Siwon? Apa itu teman Hyukkie yang ada di Busan. Karena penasaran aku mendatangi Hyukkie yang sedang menemui tamu kami.

"Siapa CHAGI?" sengaja aku teriakan pada kata chagi, agar orang itu tau bahw aHyukkie ada yang punya.

"Siwon Hae. Silahkan masuk Siwon" aku mendengar Hyukkie menawari orang itu masuk. Akhirnya aku bisa melihat bagaimana tampang orang yang dibilang Hyukkie temannya itu

"Hae perkenalkan ini Siwon, Siwon ini Hae"

"Salam kenal aku Choi Siwon"

"Aku Donghae, suami Eunhyuk" aku dapat melihat jika orang ini terkejut saat aku mengatakan bahwa aku suami Hyukkie. Dia melirik Hyukkie yang tersenyum manis. Pasti Hykkie tidak pernah bercerita jika dia sudah punya suami.

Hanya mengobrol ringan lalu 'tamu' kami izin untuk pulang, kami mengantarnya sampai depan pintu, aku sengaja memeluk pinggang Hyukkie saat kami mengantar Siwon ini.

"Kau pasti tidak bilang pada temanmu itu jika kau sudah punya suami kan chagi" aku bertanya setelah Hyukkie menutup pintu rumah

"Kenapa aku harus bercerita, lagi pula dia bertanya" Istriku ini terlalu polos atau apa yah.

"Tapi itu bisa membuat orang salah pengertian Hyukkie"

"Kenapa harus salah pengertian, aku tidak mengerti Hae" tuh kan, semoga saja si Siwon itu tidak salah pengertian terhadap istriku ini. Walau aku tidak yakin karena terlihat jelas bagaimana Siwon memandang Hyukkie ku tadi. Tatapan penuh cinta.

"Sudahlah, ayo kita lanjutkan yang tadi chagi" Yes,,tidak ada lagi yang akan mengganggu kami. Aku bisa memakan Hyukkie sampai kenyang.

"Aku sudah tidak ingin lagi Hae Chagi, kita tidur saja yah"

Benar-benar aku doakan lajang 7 turunan si Siwon itu... Gara-gara dia.

Tbc

Ringkasan cerita chap depan

"Tuan Eunhyuk harus segera diopera Tuan Donghae, jika tidak akan membahayakan nyawanya"

.

.

"Ini perincian biaya rumah sakit Tuan Eunhyuk harap segera dilunasi, jika tidak dengan terpaksa kami menghentikan pengobatannya"

.

.

"Jika kau berniat untuk pergi lagi, maka aku pastikan bahwa pemuda ini akan mendekam dipenjara karena dia seorang pencuri atau paling tidak dia akan dikucilkan masyarakat"

"Hyukkie sudah berubah, dia tidak seperti itu lagi"

.

.

" Beri aku waktu sampai Hyukkie sembuh"

.

.

...

Sedikit ada kekeliruan. Pada chap 1 dan 2 aku tidak terakan dimana eunhae tinggal, setelah dilihat-lihat aku pilih Busan aja deh. Nyarik kota terpencil di Korsel gak tau namanya.

Untuk yang udah review aku ucapkan terima kasih banyak

RieHaeHyuk, anchofishy, Bunnyminimi Cloudsomnia, Chwyn, harumisujatmiko, yayank jewelf, myfishychovy, namikaze, kyukyu, han gege, ressijewelll, minmi arakida

Chap ini ditunggu review nya lagi, aku udah bikin kerangka cerita sampai ending, jka responnya positif aku lanjutin.

Apa part ini alurnya kecepetan, terlalu lambat atau gak jelas, ada kalimat yang rancu atau banyak typo?

Tolong berikan pendapat teman2, boleh kritik, saran atau ide.

Udah liat mv SPY di m cowndown belum? Pasti sudah

Cakep-cakep yah.

Akhir kata

Tolong reviewnya...