Author : vitaMINElf
Tittle : PROMISE PART II
Genre : Drama, Romance, Angst
Rating : T
Disclaimer : Mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja. Sungmin baru punya saya.
Warning : YAOI , sekuel promise , EYD berantakan , tidak nyambung
Cast : Eunhyuk (bayangin Eunhyuk oppa di mv happiness)
Donghae (Donghae oppa di mv SFS)
Sungmin ( Sungmin oppa di mv Mr. Simple)
Kyuhyun (Kyuhyun oppa di mv SFS)
Siwon ( Siwon oppa di mv bonamana)
Cast lainnya menyusul
Disarankan untuk mendengarkan lagu-lagu bernuansa sedih biar lebih menghayati.
Chapter 5
Sudah 12 hari Eunhyuk dirawat dirumah sakit dan hari ini ia sudah diizinkan pulang oleh dokter, namun tetap harus mengecek kesehatannya setiap 2 minggu sekali. Seharusnya moment seperti ini menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Semua pasien pasti ingin cepat keluar dari tempat bernama rumah sakit, tapi hal tersebut jusrtu membuat seorang Donghae merasakan kehancuran hidupnya akan semakin dekat. Ia ingin membawa Eunhyuk pergi jauh lagi, namun ancaman Mr. Lee bukanlah hal yang patut diabaikan.
.
.
Donghae pov
Aku senang Hyukkie sudah boleh pulang dari rumah sakit, tapi aku bingung apa yang harus aku jelaskan padanya tentang keputusan ini, Hyukkie pasti akan sakit hati.
"Hae, kenapa melamun? Ayo kita pulang. Aku sudah tidak sabar ingin berada dirumah kita" tarikan Hyukkie pada lenganku membuatku tersadar dari kegiatan melamunku.
"Iya chagi ayo kita pulang, sesampainya dirumah aku akan masakan makanan kesukaanmu chagi" Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuatnya bahagia di saat-saat terakhir kebersamaan kami.
"Sungguh? Kalau begitu aku mau Hae menyuapiku juga"
"Jangankan menyuapimu makan chagi, memelukmu saat tidur, menggendongmu, bahkan memandikanmu aku selalu siap" Kubisikan kalimat terakhir tadi didekat telingannya dan hasil yang kudapat adalah wajah Hyukkie yang merah merona. Kukecup bibir menggodanya agar warna merah pada wajahnya bertambah pekat
Chu...
"Hae...ini masih dirumah sakit" Hyukkie mencupit pinggangku, aish ia masih malu rupanya.
"Jadi kalau sudah dirumah aku bebas untuk melakukannya?" semakin senang ku menggodanya.
"Apa kau tega, aku kan masih sakit" wajah cemberutnya membuatku gemas, kalau Hyukkie tidak mengingatkan bahwa Hyukkie sedang sakit. Mungkin aku akan menggendongnya kerumah dan membawanya ke kamar kami.
"Tentu saja tidak chagi, mana mau aku membuat istriku ini sakit" tapi pada kenyataannya sebentar lagi aku akan membuatmu merasakan sakit yang sangat dalam.
"Ya sudah ayo kita pulang Hae, aku sudah tidak sabar ingin memakan masakanmu"
"Ayo" kugenggam tangannya erat. Andai bisa aku ingin menghentikan waktu agar kebersamaan ini tidak pernah berakhir.
.
.
Sesampainya mereka dirumah Donghae memperlakukan Eunhyuk layaknya tuan putri, memasak makanan kesukaan Eunhyuk, mengajaknya jalan-jalan, piknik bersama, selalu membisikan kata cinta yang bisa membuat Eunhyuk melayang.
"Aku mencintaimu Hae, berjanjilah selamanya akan selalu disisiku, walaupun hubungan kita sulit untuk diterima orang lain tapi asal bersamamu aku akan kuat"
Jatuhlah air mata Donghae saat Eunhyuk mengatakan hal itu. Dipeluknya tubuh Eunhyuk erat sembari mengucapkan kata cinta yang akan selalu mengalir disepanjang kehidupan Donghae
"Aku mencintaimu...aku mencintaimu...aku mencintaimu...aku mencintaimu..."
Hanya kalimat itu yang mampu Donghae ucapkan, ia mungkin tidak akan bisa menepati janjinya kepada Eunhyuk untuk tetap selalu berada disinya, namun ia berjanji akan selalu menjaga cinta Eunhyuk sampai akhir hayatnya.
.
.
.
Hari minggu waktu yang sangat pas untuk bersantai, termasuk untuk pasangan Kyuhyun dan Sungmin. Terlihat Kyuhyun yang sedang memainkan game psp nya dan Sungmin yang sedang memasak untuk makan siang mereka.
Sungmin pov
"Kyu, bisahkah kau berhenti memainkan game mu sebentar saja dan membantuku memasak disini?" dasar maniak game, aku sedang kerepotan memasak untuk kami sedangkan dia malah asik-asiknya main game. Kekasih yang tidak pengertian
"Minnie chagi, kau kan tau aku tidak pandai memasak. Apa kau mau masakanmu menjadi racun karena ulahku" selalu saja jawaban itu yang menjadi alasannya menolak membantuku.
"Tapikan kau bisa setidaknya menyiapkan piring untuk makan kita, kalau kau tidak mau membantuku, aku akan cari kekasih baru"
"Baiklah aku membantumu Minnie" Aku beri ancaman saja baru bersedia membantuku. Masakan ku sudah matang, saatnya kami makan.
Drett...drett...
"Minnie ada telpon untukmu"
"Dari siapa Kyu?" siapa yang menelponku, biasanya juga Cuma Kyu yang sering menelpon ku.
"Tidak terdaftar dikontakmu, apa jangan-jangan ini telpon dari kekasih barumu ya"
Pluk..
"Aduh, sakit Minnie" rasakan, seenaknya saja bilang aku selingkuh
"Halo..." kenapa orang yang menelponku hanya diam saja
"Halo, Sungmin hyung. Ini aku Donghae"
"Siapa Minnie chagi?"
"Donghae Kyu!...Apa kabarmu Donghae? Hyuk mana?" ternyata orang yang menelponku ini Donghae, aku sudah lama sekali tidak mendengar kabarnya.
"Hyukkie ada dirumah Hyung...aku ingin meminta tolong padamu Hyung" meminta tolong? memang ada apa?
"Memang ada apa Donghae, kalian bertengkar?"
"Tidak Hyung, kami baik-baik saja. aku meminta tolong padamu untuk datang ke Busan"
"Jadi selama ini kalian tinggal di Busan?"
"Iya Hyung, apa kau bisa datang"
"Tentu saja Donghae, aku sudah lama sekali tidak melihat Hyuk, aku rindu padanya"
"Terima kasih Hyung, aku akan kirim alamat tempat tinggal kami"
"Baiklah, aku dan Kyuhyun akan bersiap-siap"
Tutt..tut...
"Ada apa Min? Kenapa kita harus ke Busan?"
"Donghae sedang butuh pertolongan kita Kyu"
"Menangnya ada apa?" aku sendiri saja masih tidak tau apa maksud Donghae tadi
"Aku juga tidak tau Kyu, tapi tidak ada salahnya kan kita kesana. Aku ingin melihat Hyuk, Kyu" ku lancarkan jurus aegyo ku agar Kyuhyun mau menemaniku ke Busan
"Sudah, jangan memasang tampang seperti itu, aku akan menemanimu ke Busan" usahaku berhasil lagi,sepertinya aku harus memberi hadiah untuk Kyu
Chu...
"Terima kasih Kyu" setelah mengatakan itu aku langsung masuk kekamar kami untuk mempersiapkan barang apa saja yang harus ku bawa. Masalah acara makan kami, sepertinya aku sudah tidak lapar lagi setelah mendapat telpon dari Donghae.
.
.
.
Eunhyuk pov
Tak henti-hentinya aku tersenyum mengingat perlakuan Hae padaku tadi malam, dia sangat romantis dan lembut. Aku jadi malu sendiri jika mengingatnya. Sebaiknya aku masak sesuatu yang spesial, setelah pulang dari rumah sakit, Hae tidak mengizinkanku menyentuh dapur. Karena sekarang Hae sedang keluar, jadi sedikit melanggar peraturannya tidak apa-apakan.
Tok...tok..tok...
"Apa Hae sudah pulang, sekarang baru jam 1 siang" kulangkakan kakiku menuju pintu depan untuk melihat siapa tamu yang berkunjung kerumah kami.
Kriett...
Greb..
"Hyukjae...Hyung merindukanmu"
Saat ku buka pintu, aku langsung mendapatkan pelukan dari orang yang tidak kusangka-sangka akan datang kemari.
"Sungmin Hyung...aku juga merindukanmu" kubalas pelukan yang Hyungku berikan. Hah..sudah lama aku tidak melihatnya, aku sangat merindukan Sungmin Hyung
"Hei..sudah berpelukan ala teletubiesnya. Aku keberatan ini, kalian tega sekali" kulirik orang yang mengintrupsi acara pelukan kami tadi. Siapa lagi kalau bukan kekasih evil Hyungku, Kyuhyun
"Hehehe, maaf ya Kyu kami hampir melupakanmu" kupeluk sekilas pemuda penggila game ini, kenapa hanya sekilas? Sungmin Hyung bisa mengamuk jika aku memeluk kekasihnya terlalu erat.
"Ayo masuk, kalian pasti lelah" setelah mereka masuk dan duduk diruang tamu, aku mempersipakan minuman untuk tamu spesialku.
"Silahkan dinikmati minumannya" aku menyediakan air jus jeruk untuk mereka, disiang hari yang panas ini sangat cocok jika meminum minuman yang dingin.
"Terima kasih Hyuk, Oh ya Donghae mana? Aku tidak melihatnya sejak kami datang"
"Hae sedang keluar, katanya ada urusan sebentar. Oh iya, kalian tau alamat rumah kami dari mana?" seingat ku aku tidak pernah memberikan alamat kami di Busan, kenapa mereka bisa tau.
"Kami tau dari Donghae, dia yang memberi alamat rumah kalian, kau sih pelit alamat rumah saja tidak mau memberi tau" kalau ini tentu saja komentar dari Kyuhyun, dia tidak pernah berubah. Tapi kata-katanya memang benar, aku seperti orang yang lupa diri pada mereka, disaat aku susah dulu mereka yang menampungku.
"Maafkan aku, Hyung, Kyu. Aku hanya tidak ingin merepotkan kalian terus" aku merasa bersalah atas sikapku selama ini.
Pletak...
"Aww...sakit Minnie"
"Sudah jangan dengarkan evil ini Hyuk, kami mengerti alasan kenapa kau tidak memberi tau kami alamat rumahmu" setelah menjitak kepala Kyuhyun, Sungmin Hyung mengusap kepalaku tepat pada bagian luka yang dijahit.
"Aduh Hyung sakit" ku elus bagian yang tadi di usap oleh Sungmin Hyung, walaupun sudah beberapa hari tapi luka dikepalaku ini masih sering sakit.
"Eh...kau kenapa, aku kan tidak menjitakmu seperti Kyu" jika sudah seperti ini aku harus menceritakan semuanya pada mereka. Jika tidak mereka akan terus bertanya.
.
.
"Syukurlah kalau kau tidak apa-apa sekarang, aku tadi sempat takut jika terjadi apa-apa dengan mu gara-gara kecelekaan itu"
"Apa kau tidak tau pelakunya Hyung?" Tumben evil ini memanggilku 'Hyung'. Apa karena aku sudah mengalami musibah jadi dia ingin membuatku senang.
"Tidak Kyu, aku dan Hae tidak sempat untuk mencari tau tentang orang yang menabrakku, lagi pula kami tidak punya saksi.
"Semoga mereka mendapatkan karmanya Hyung"
"Iya, aku jadi kasihan padamu Hyuk. Apa karena itu Donghae menyuruh kami datang kemari?" Hae yang menyuruh mereka datang, apa Hae ingin memberikan kejutan padaku.
"Memang Hae bilang apa Hyung?"
"Dia hanya bilang meminta tolong pada kami untuk datang ke Busan, saat aku tanya lebih lanjut dia tidak bicara apa-apa lagi" meminta tolong untuk apa? Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini.
"Sudah jangan terlalu dipikirkan, nanti saat Donghae datang kita tanya alasannya. Sekarang lebih baik kau istirahat Hyuk. Hyung tidak mau kau kelelahan.
"Iya Hyung" setelahnya aku mencoba untuk menistirahatkan tubuhku, namun setelah mendengar alasan Sungmin Hyung dan Kyuhyun datang aku jadi tidak bisa tidur.
"Semoga ini hanya perasaanku saja".
.
.
.
Aku berdiri didepan gedung apartemen rumah kami, saat ini aku sedang menunggu kedatangan Sungmin Hyung.
"Tuan muda, apa tuan sudah siap"
"Belum, tunggu sebentar lagi" appa benar-benar keterlaluan, menyuruh bodyguard untuk menjemputku ke Busan. Dia kira aku anak kecil. Tak lama kulihat dari seberang jalan Sungmin Hyung dan kekasihnya sudah datang. Dengan begini setidaknya aku sedikit tenang meninggalkan Hyukkie dengan orang yang tepat.
"Sungmin Hyung, tolong jaga Hyukkie Ku" kalimat ini hanya mampu kuucapkan pada angin, jika aku menyampaikannya secara langsung Sungmin Hyung pasti sudah melarangku dan memberi tau pada Hyukkie. Setelahnya aku masuk ke mobil yang sudah menunggu dan pergi menuju neraka kehidupanku.
Hyukkie chagi, aku akan selalu mencintaimu sampai nafas terakhirku. Aku akan terus berdoa semoga ada keajaiban untuk kita sehingga kita dapat bersama lagi.
.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, namun orang yang dinanti Eunhyuk belum juga datang.
"Tenanglah Hyuk, mungkin Donghae ada urusan penting yang harus diselesaikan" Sungmin mencoba untuk menenangkan Eunhyuk yang dari tadi terus gelisah memikirkan Donghae yang belum juga pulang.
"Iya, Hyung. Yang dikatakan Minnie bisa jadi benar" Kyuhyun juga ikut membenarkan alasan keterlambatan Donghae yang belum juga pulang
"Tapi Hyung, Kyu... Hae tidak pernah pulang larut malam seperti ini, aku takut terjadi apa-apa dengannya" Eunhyuk sungguh khawatir akan keadaan Donghae, sedari tadi dia menunggu didepan pintu rumahnya.
"Iya Hyung mengerti, tapi kau juga harus memikirkan kondisimu. Kau belum makan sejak tadi, setidaknya sembari menunggu Donghae pulang kau harus makan dulu ya" Eunhyuk memang belum makan sejak tadi, padahal Sungmin sudah menyiapkan makanan untuk mereka, namun Eunhyuk beralasan ingin makan jika Donghae sudah pulang.
"Aku tidak lapar Hyung"
"Baiklah, Hyuk Hyung. Kalau kau memang tidak ingin makan kau bisa kan menunggu Donghae Hyung sambil duduk kan. Apa kau tidak pegal berdiri terus" kali Kyuhyun yang coba membujuk Eunhyuk yang sudah sejam lalu terus berdiri didepan pintu menunggu Donghae pulang.
"Aku tidak apa-apa Kyu"
.
.
Sudah jam 2 malam Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun masih terus menunggu Donghae, sekarang Eunhyuk menunggu Donghae dengan duduk disebelah Sungmin. Eunhyuk sebenarnya tetap bersikeras ingin berdiri di depan pintu namun Sungmin memaksanya hingga ia menyerah untuk menuruti perkataan Sungmin.
"Hyung...hiks..kenapa Hae belum pulang..hiks" Sungmin yang tidak tau harus menjawab apa hanya bisa menghapus air mata Eunhyuk yang terus mengalir dari matanya
"Minnie Hyung sebaiknya kau dan Hyuk Hyung istirahat saja. biar aku yang menunggu Donghae Hyung" Kyuhyun tidak tega melihat mata kekasihnya dan adik dari kekasihnya terlihat memerah dan bengkak.
"Tidak Kyu, aku mau menunggu Hae sampai datang"
"Yang dikatakan Kyu benar Hyuk, lihat keadaanmu sudah lemas begini. Kau bisa sakit nanti"
"Tapi Hyung..."
"Turuti perkataanku Hyukjae, aku tidak suka dibantah" Sungmin memarahi Eunhyuk agar ia mau istirahat, ia berbicara seperti itu karena ia sayang pada Eunhyuk.
Akhirnya Eunhyuk pun mau beristirahat di sofa ruang tengah dengan menjadikan paha Sungmin sebagai bantal. Sungmin yang melihat raut wajah Eunhyuk menjadi sedih. Bagaimana tidak sedih jika dalam tidur saja Eunhyuk menangis. Diusapnya wajah Eunhyuk untuk menghapus air matanya.
.
.
.
Dirumah sebuah rumah mewah telihat Mr. Lee dan Mrs. Lee sedang menunggu seseorang yang akan datang.
"Permisi tuan dan nyonya, tuan muda Donghae sudah datang" seorang pelayan menyampaikan kepada pemilik rumah bahwa orang yang dinanti sudah datang
"Hae..." Mrs. Lee langsung memeluk anaknya yang sudah lama tidak dilihatnya
"Umma, Hae rindu umma" Donghae membalas pelukan ibunya.
"Umma juga sangat merindukan Hae, maafkan umma Hae karena tidak bisa menolong Hae" Donghae hanya diam saat ibunya membahas tentang masalah itu
"Selamat datang kembali Donghae, tempat seperti inilah yang memang pantas untukmu, bukan bersama laki-laki rendah itu"
"Jangan pernah menghina orang yang kucintai tuan Lee, aku kembali kesini semua demi Hyukkie bukan demi kau" Donghae langsung tersulut emosinya ketika Mr. Lee mengatakan hal yang bermaksud menghina Eunhyuk.
"Terserah kau ingin berbicara apa, aku tidak peduli"
"Kau memang..."
"Aku mohon hentikan...Hae istirahatlah nak, Hae pasti lelah" pada saat Donghae ingin membalas perkataan ayahnya, ibu Donghae memutuskan pertengkaran antara ayah dan anak tersebut. Donghae menuruti perkataan ibunya, jujur tubuhnya terasa lelah namun hatinya jauh lebih lelah menghadapi ayahnya.
.
.
.
'Hyukkie, kau sedang apa chagi. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu'. Aku tak bisa berhenti memikirkan keadaan Hyukkie, apa dia sudah makan, dia istirahat dengan baik atau tidak, apa dia sedang menangis?. Aku bisa gila jika tidak melihatnya sehari saja.
Tok..tok..tok..
"Hae, boleh umma masuk"
"Masuk saja umma" mungkin jika ada umma bebanku bisa sedikit berkurang.
"Kau sedang apa nak? Kenapa melamun" jujur aku rindu sentuhan tangan umma membelai rambutku, hatiku yang dingin merasakan kehangatan walaupun dari orang yang berbeda.
" Tidak ada apa-apa umma" aku beranjak menuju jendela, ku pandangi langit malam melalui jendela kamarku, namun yang kulihat adalah bayangan Hyukkie yang sedang menangis sendirian.
"Jangan menyimpan semua bebanmu sendiri nak, jika kau bersedia bagilah bebanmu untuk umma Hae" kurasakan pelukan umma pada tubuhku, sungguh aku tidak tahan lagi memendam semua ini sendiri, terlalu menyiksa.
"Hiks...hiks...hiks..." biarlah saat ini aku menjadi laki-laki yang cengen.
.
"Hae...menangis lah sayang" Mrs. Lee mengusap punggung anaknya dengan lembut. Wanita paru baya ini meneteskan air matanya melihat kehancuran anaknya, ia tau apa yang dirasakan oleh anaknya. Meski tidak merasakannya secara langsung. Namun bagi seorang ibu tangis anaknya adalah luka baginya.
"Aku mencintainya umma...hiks..hiks...aku mencintainya...hiks..mencintainya.." tangis Donghae semakin menguat, segala rasa ditumpahkan saat itu juga, rasa sakitnya, rindunya terhadap Hyukkie, rasa takutnya, semua bercampur aduk.
"Iya Hae...umma mengerti" Mrs. Lee tidak perduli jika pakaian mahalnya terkena noda karena tangis anaknya. Ia terus mengusap punggung anaknya dan mengeratkan pelukan pada tubuh Donghae
"Kenapa..hiks..dia tega..hiks..membuat kami terpisah"
"Sabarlah nak, suatu saat nanti umma yakin kau akan mendapatkan kebahagian, mungkin yang lebih dari yang sekarang kau miliki"
"Tidak umma, kebahagianku hanya dengannya. Tanpanya sama saja dengan mati"
"Jangan berbicara begitu nak. Umma akan berusaha untuk membujuk appamu, tapi umma mohon jangan lakukan hal bodoh yang akan kau sesali nanti"
"Aku rindu pada Hyukkie"
Lama menangis membuat Donghae akhirnya tertidur, namun buka tidur yang nyenyak yang didapatinya. Perpisahannya dengan Eunhyuk menjadi bunga tidur yang menemani Donghae menuju alam tak sadar.
.
.
.
Sudah seminggu tepatnya kejadian dimana seorang Donghae tidak lagi pulang kerumah. Sungmin dan Kyuhyun menjadi bingung, pasalnya semenjak malam dimana mereka menunggu Donghae pulang, Eunhyuk tidak lagi mau makan jika tidak dipaksa dengan keras oleh Sungmin, pandangan matanya yang kosong, tubuhnya kurus dan bau karena Eunhyuk tidak mau untuk mandi, jika diibaratkan Eunhyuk sudah seperti mayat hidup, kerjaannya hanya duduk didekat pintu. Jika Sungmin bertanya apa yang Eunhyuk lakukan, maka Eunhyuk akan menjawab "Aku menunggu Hae pulang, sebentar lagi dia pulang" selalu seperti itu.
.
Sungmin pov
"Kyu, bagaimana ini. Keadaan Hyuk semakin parah" aku sudah tidak tau lagi usaha apa yang aku harus lakukan untuk membujuk Hyukjae. Semua terasa percuma
"Bagaimana kalau kita membawanya ke Seoul, bukannya aku tidak mau menemanimu disini chagi tapi kau taukan jika aku harus bekerja" yang dikatakan Kyu benar, aku dan Kyu sudah izin tidak bekerja terlalu lama.
"Kau benar, tapi bagaimana cara membujuk Hyuk" aku berjalan menuju pintu dimana Hyukjae sedang duduk dengan pandangan mata yang kosong. Kuusap rambutnya yang sudah lengket dan kotor karena minyak. Tanpa bisa ku tahan air mata ini mengalir. Donghae brengsek, seenaknya saja meninggalkan adikku hingga membuatnya jadi seperti ini. Jika aku bertemu dengan mu, aku akan membunuhmu Donghae.
"Kita bujuk pelan-pelan Min, jika tidak mau juga harus dengan..."Kyu menghentikan ucapannya, memang apa sih yang ingin dia ucapkan.
" Dengan apa Kyu?"
"Kita harus membawanya dengan cara paksa Min" Apa? Memaksa Hyukjae. Aku tidak tega jika harus membuatnya menangis lagi.
"Apa tidak ada cara lain Kyu?"
"Aku sudah tidak punya ide lagi, maka dari itu kita harus bisa membujuknya Min"
"Baiklah"
.
.
.
Siwon pov
Setelah pulang dari Jepang aku langsung bergegas untuk pergi menemui Eunhyuk. Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju Busan, aku ingin melihat keadaanya Eunhyuk sekarang.
Tok..tok..tok..
Dapat kudengar jika ada langkah orang berlari didalam rumah Eunhyuk, apa itu suara kaki Eunhyuk
Brakk..
"Hae..kau sudah dat..."
Aku cukup terkejut melihat penampilan Eunhyuk, dia memang manis namun saat ini Eunhyuk benar-benar jauh dari kata manis. Dia terlihat sangat kacau, jauh berbeda dari Eunhyuk yang dulu
"Hyuk siapa yang datang" aku melihat Lee Sungmin, orang yang dulu pernah aku temui saat mencari Eunhyuk.
"Bukan Hae...Hae mana?" Eunhyuk ada apa dengan mu? Kenapa jadi begini.
Brukk..
Hyukjae/Eunhyuk...
.
.
Eunhyuk terjatuh tepat saat Sungmin sampai didepan pintu.
"Bisa tolong bantu aku mengangkat Hyuk" Sungmin meminta tolong pada Siwon untuk membantu nya.
"Tentu saja" akhirnya mereka membawa Eunhyuk kedalam kamar dan membaringkan Eunhyuk dikasur satu-satunya yang ada diruangan itu. Sungmin menyelimuti Eunhyuk sampai kebatas dada, diusapnya dahi Eunhyuk yang mengeluarkan keringan dingin.
"Badan Hyuk dingin sekali. Bagaimana ini?"
"Maaf, Sungmin ssi. Eunhyuk sepertinya sedang sakit. Kita bawa ke dokter saja" Siwon menawarkan bantuan, keadaan Eunhyuk memang mengkhawatirkan, suhu tubuhnya dingin, wajahnya sudah pucat dan bibirnya mengering.
"Kalau begitu ayo"
Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Eunhyuk ke rumah sakit yang ada di Busan.
.
.
.
Donghae pov
"Hae, minum dulu teh nya. Umma sudah siapkan untukmu"
"Terima kasih umma"
Prang...
Ada apa ini, kenapa gelas yang kupegang mendadak pecah. Apa terjadi sesuatu dengan Hyukkie.
"Ya ampun tangan mu berdarah nak, umma ambil obat dulu, kau tunggu disini"
Aku merasa ada hal buruk yang menimpa Hyuukie, aku harus memastikannya sendiri. Aku harus pergi menemui Hyukkie sekarang juga
"Hae kau mau kemana?"
.
.
.
Siwon pov
Saat ini aku dan Sungmin ssi sedang menunggu dokter yang menangani Eunhyuk diruang IGD. Saat dokter keluar, aku dan Sungmin langsung menghampirinya.
"Dokter bagaimana keadaan adikku? Dia baik-baik saja kan?" pertanyaan Sungmin sama dengan pertanyaan yang ingin aku ajukan pada dokter yang ada dihadapanku sekarang.
"Adik anda terserang hipotermi. Namun bukan itu yang kami cemaskan, trauma pada kepala bisa menyebabkan pendarahan dan itu sangat berbahaya. Apa kondisi kesehatan pasien akhir-akhir ini tidak baik?"
"Memang kondisiinya menurun akhir-akhir ini dan dia terlalu banyak pikiran" Sungmin menjelaskan kondisi terakhir dari Eunhyuk
"Sebaiknya pasien ditangani oleh dokter ahli dan saya sarankan untuk membawanya ke Seoul. Kami akan merujuk pasien untuk ditangani dokter disana. Untuk beberapa hari ini biarkan pasien menjalani perawatan di ruang rawat"
"Baik dokter" setelahnya dokter kembali masuk kedalam ruangannya, tak lama Eunhyuk dibawa oleh perawat untuk menempati kamar rawat yang telah disediakan.
"Maaf, kalau tidak salah ingat anda yang dulu pernah mencari Hyukjae kan?" ternayat Sungmin masih ingat dengan ku
"Iya, itu aku"
"Terima kasih telah membantuku membawa Hyuk ke rumah sakit"
"Tidak masalah"
"Kalau boleh tau apa hubungan anda dengan adik saya"
"Kami dulu teman satu sekolah saat di SMA"
"Oh..begitu"
"Kalau boleh aku tau kenapa Eunhyuk jadi seperti sekarang"
"Itu karena..." Sungmin menceritakan semua kejadian yang menyebabkan Eunyuk menjadi seperti ini. Jujur aku sedikit merasa senang mendengar bahwa Donghae telah meninggalkannya namun melihat kondisi Eunhyuk yang seperti ini rasa senang itu tidak sebanding dengan rasa sedih melihat kondisi orang yang aku cintai seperti ini.
"Hae...Hae...Hae...eenghh...Hae"
Sepertinya Eunyuk mengigau dalam tidurnya, kuusap tangannya agar dia bisa kembali tenang. Dan tak aku sangka Eunhyuk juga menggengam tanganku.
"Hae jangan pergi...jangan..." ternyata dia mengira bahwa yang menggenggam tangannya adalah Donghae. Jujur aku merasa kecewa, tapi aku tidak boleh egois, biarlah untuk sekarang Eunhyuk mengganggap aku Donghae, tapi nanti aku akan mengganti nama itu menjadi namaku.
Chu..
"Mimpi indah Hyuk"
.
.
.
Donghae pov
Setelah mendengar kabar dari tetanggaku dulu bahwa sekarang Hyukkie sedang berada di rumah sakit aku langsung menyusunya, dan pemandangan yang sangat menyakitkan hati terpampang jelas dihadapanku.
Orang itu, Choi Siwon sedang mencium kening Hyukkie Ku dan menggengam tangannya. Ingin ku bunuh orang itu jika saja Kyuhyun tidak menyadarkanku segera.
"Donghae Hyung, sedang apa kau disini? Apa kau tau bagaimana kondisi Hyuk Hyung setelah kau pergi" aku tidak bisa berkata apa pun atas pertanyaan Kyuhyun.
"A..aku minta maaf dan tolong jaga Hyukkie" setelah mengatakan itu aku langsung berlari meninggalkan rumah sakit. Berlama-lama disini bisa membuatku lepas kendali dan membatalkan perjanjianku dengan appa.
.
.
.
Kyuhyun pov
"Kyu, kau baru sampai? Tadi kau mengobrol dengan siapa?" Sungmin menanyakan siapa orang yag berbicara denganku tadi. Apa sebaiknya tidak aku beri tau ya. Aku tau saat ini Minnie sangat marah pada Donghae Hyung.
"Hanya dengan perawat Min, aku tersesat"
"Oh..." huft..untunglah Minnie tidak betanya yang aneh-aneh lagi. Disaat pandanganku jatuh pada seseorang yang sedang duduk disisi tempat tidur hyuk Hyung, aku merasa mengenalnya
"Tuan Siwon, kenapa anda bisa ada disini" ternyata benar, orang ini adalah bos ku
"Siwon ssi yang menolong ku Kyu saat membawa Hyuk ke rumah sakit dan ternaya dia teman SMA Hyuk dulu" Sungmin menjelaskan kepada ku tentang keberadaan Bos ku ini.
"Kau bekerja diperusahaanku?"
"Iya tuan, saya Cho Kyuhyun"
.
.
.
Donghae pulang kerumah dalam keadaan mabuk, pikirannya yang sedang kacau memaksanya untuk mencari pelampiasan dan minuman beralkohol lah yang dia pilih.
"Dari mana saja kau" murka melihat keadaaan anaknya. Dia sudah tau jika Donghae pergi ke Busan secara diam-diam
"Bukan urusan appa"
Plak..
"Anak tidak tau diri, kau menemui laki-laki gay itu lagi" Mr. Lee menampar Donghae hingga Donghae tersungkur dilantai. Bibrnya pecah dan mengeluarkan darah.
"Kau bilang dia laki-laki gay? Apa kau tidak sadar jika aku ini juga gay hah. Anak tuan Lee yang terkenal seorang gay..hahaha"
"Tutup mulutmu Lee Donghae. Mulai hari ini kau tidak boleh keluar kamar dan minggu depan kau akan kutungankan dengan anak temanku" setelah mengatakan hal tersebut meninggalkan Donghae sendirian diruang tengah rumah mereka.
"Lebih baik aku mati jika bukan dengan Hyuukie"
Donghae telah sampai dikamarnya. Dia membaringkan tubuhnya dilantai kamar yang dingin, bayangan tentang Eunhyuk saat dirumah sakit, tentang Siwon yang mencium Hyukkie, dan perkataan ayahnya membuat kepala Donghae serasa ingin pecah.
"Aku harus mengakhiri semua ini"
Donghae berjalan menuju meja yang terletak disudut kamar, diambilnya beberapa pil tidur dari dalam botol dan tanpa pikir ditelannya semua obat-obatan itu
"Aku menemanimu Hyukkie chagi, jika kau sakit maka aku harus sakit"
Tak lama hanya kegelapan yang menjadi menemani Donghae menuju alam bawah sadarnya.
Tbc...
Karena sudah mau lebaran, diriku mau mengucapkan Minal 'Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Untuk yang sudah memberikan reviewnya aku ucapkan terima kasih. Review dari temen-temen bikin aku semangat ngetik.
Ada teman yang bertanya kenapa Eunhyuk mudah maafin Donghae ? itu semua karena Eunhyuk orang yang sabar dan pemaaf, liat aja biarpun sering dijadikan bahan ke usilah hyungdeul dan dongsaengdeul nya. Eunhyuk tetep aja sabar (jadi ingat Suju menang inkigayo, muka Eunhyuk keliahatan lagi bete)
Hehehehe (jawaban yang tidak memuaskan)
Bikin side story tentang Donghae? Insya Allah, tapi aku gak bisa janji.
Buat temen-temen yang kesel sama bapaknya Hae, silahkan cari bapak Hae didalam FF ini. hehehehe
Buat : RieHaeHyuk, anchofishy, Bunnyminimi Cloudsomnia, Chwyn, harumisujatmiko, yayank jewelf, myfishychovy, namikaze, kyukyu, han gege, ressijewelll, minmi arakida, Ika-chan Imut, NeChovy, anchovyy imutt, skyMonkey3012
Terima kasih atas reviewnya. Juga buat SR (Kalau ada) terima kasih sudah berniat baca.
Apa part ini alurnya kecepetan, terlalu lambat atau gak jelas, ada kalimat yang rancu atau banyak typo?
Atau aku terlalu menyiksa Eunhae couple?
Akhir kata
Tolong reviewnya...
