Author : vitaMINElf

Tittle : PROMISE PART II

Genre : Drama, Romance, Angst

Rating : T

Disclaimer : Mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja. Sungmin baru punya saya.

Warning : YAOI , sekuel promise , EYD berantakan , tidak nyambung

Cast : Eunhyuk (bayangin Eunhyuk oppa di mv happiness)

Donghae (Donghae oppa di mv SFS)

Sungmin ( Sungmin oppa di mv Mr. Simple)

Kyuhyun (Kyuhyun oppa di mv SFS)

Siwon ( Siwon oppa di mv bonamana)

Cast lainnya menyusul

Chapter 6

Pagi hari di kediaman rumah keluarga Lee, terlihat Mrs. Lee sedang menyiapakan kopi untuk suaminya dan Mr. Lee yang sedang membaca koran pagi. "Kenapa Hae belum turun juga?" Mrs. Lee bertanya pada suaminya, namun Mr. Lee hanya diam saja seolah tidak mendengar pertanyaan dari istrinya tadi. "Hah...aku mau lihat Hae dulu, mungkin dia masih tidur" Mrs. Lee beranjak menaiki tangga menuju kamar Donghae. Diketuknya pintu kamar Donghae

Tok...tok..tok...

"Hae, kau masih tidur nak?"

Kriet...

"Ternyata tidak dikunci" Mrs. Lee pun melangkahkan kakinya masuk kekamar Donghae. Dilihatnya Donghae yang masih tertidur diatas tempat tidurnya dengan posisi telungkup tanpa menggunakan selimut. "Aish anak ini, kenapa tidur tidak pakai selimut, apa tidak dingin" Mrs. Lee mengguncang pelan bahu Donghae. "Hae, bangun nak, ini sudah siang" namun kenyataannya Donghae belum juga terbangun dari tidurnya. Mrs. Lee mencoba untuk membalik posisi tidur Donghae menjadi terlentang. "ASTAGA HAE, kau kenapa nak" melihat wajah Donghae yang sangat pucat membuat Mrs. Lee panik.

Mendengar teriakan istrinya Mr. Lee yang sedang sarapan langsung menuju sumber keributan dirumahnya. "Ada apa istriku, kenapa kau berteriak begitu?" Mr. Lee melihat yang melihat istrinya, langusng menghampiri Mrs. Lee

"Hae..hiks...tidak mau bangun..hiks" Mrs. Lee mengusap wajah Donghae yang tampak pucat. Wanita ini sangat takut jika terjadi apa-apa dengan anaknya. Donghae adalah anak Mrs. Lee satu-satunya, dia tidak bisa mempunyai anak lagi setelah dulu pernah menderita kista ovarium.

"Cepat panggil dokter sekarang juga" perintah Mr. Lee kepada salah satu maid yang ada didekat kamar Donghae.

Tak berapa lama, dokter yang dipanggil akhirnya datang. Dokter Jung segera memeriksa keadaan Donghae. Setelah memeriksa keadaan Donghae, dokter Jung meminta kepada dan untuk berbicara mengenai keadaan Donghae. "Saat memeriksa darah Donghae, saya menemukan adanya kandungan zat asam barbiturat yang cukup tinggi dalam darahnya. Saya menduga Donghae mengkonsumsi obat tidur dalam jumlah yang berlebihan dan Donghae juga mengkonsumsi alkohol. Apa akhir-akhirnya Donghae banyak pikiran?"

Mrs. Lee merilik suaminya, bagaimana pun juga keadaan Donghae seperti ini karena ulahnya sendiri.

"Hae memang cukup kelelahan dalam mengurus perusahaan" tentunya Mr. Lee tidak ingin orang lain tau akan apa yang terjadi dalam keluarganya, apa kata orang lain jika mengetahui anak dari pengusaha terkenal Lee mempunyai penyimpangan seksualitas.

"Saya sarankan untuk Donghae beristirahat sejenak, agar pikirannya dapat sedikit tenang. Saya sudah meresepkan obat untuk Donghae minum"

"Tentu saja dokter"

"Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya Lee, saya masih ada pekerjaan dirumah sakit" Mr. Lee dan Mrs. Lee mengantar dokter Jung sampai kedepan pintu

Setelah dokter tersebut pergi, Mrs. Lee mengajak suaminya untuk berbicara penting

"Kau sudah lihat sendirikan akibat dari ulahmu, apa kau tidak kasihan pada Hae. Kenapa tidak kau biarkan saja dia bersama dengan kekasihnya itu" Mrs. Lee mencoba membujuk suaminya agar dapat merubah keputusan dari suaminya tersebut

"Dan membiarkan Donghae menjadi bahan pembicaraan masyarakat, aku merestui jika Hae berhubungan dengan wanita manapun, seandainya dia miskin pun aku akan tetap merestui. Tapi tidak jika Hae berhubungan dengan laki-laki"

"Memangnya kenapa? toh orang lain juga ada yang seperti Hae, dan orang tua mereka bisa menerima"

"Itu anak orang lain, tidak dengan anakku. Sudahlah aku tidak ingin membahasnya lagi. Hae akan tetap hidup tanpa laki-laki itu" setelahnya Mr. Lee pergi meninggalkan istrinya untuk berangkat kerja.

"Hae memang akan tetap hidup tapi tidak bahagia suamiku" Mrs. Lee hanya dapat berujar lirih menanggapi sikap keras dari suaminya itu.

.

.

.

Setelah keluar dari rumah sakit, keadaan Eunhyuk menjadi lebih baik, ia tidak sekacau waktu seminggu yang lalu, walaupun terkadang masih sering melamun. Ia melakukan semua itu karena tidak ingin melihat Sungmin menangis seperti saat Eunhyuk baru sadar dari pingsannya.

Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke Seoul. Eunhyuk setuju pergi ke Seoul atas bujukan Sungmin untuk melanjutkan pengobatan disana, namun yang tidak Sungmin ketahui adalah bahwa tujuan Eunhyuk ke sana bukan untuk berobat.

"Kau sudah siap Hyuk?" Sungmin sudah menyiapakan semua barang-barang yang akan Eunhyuk butuhkan disana.

"Iya Hyung"

"Kalau begitu ayo kita berangkat"

.

'Aku akan mencarimu di Seoul Hae, aku yakin kau ada disana' begitu tujuan Eunhyuk sehingga ia mau kembali ke Seoul.

.

.

.

Eunhyuk pov

"Selamat datang dirumah Hyuk" saat ini Min Hyung sedang membukaan pintu rumah dan memasukan semua barang yang dibawa dari Busan.

"Terima kasih Hyung" aku sebenarnya ingin membantu namun Min Hyung dan Siwon yang datang menjemputku ke Busan tidak memperbolehkanku untuk membantu mereka.

"Hyuk, Sungmin ssi...maaf aku tidak bisa berlama-lama disini karena sebentar lagi aku ada rapat dikantor" sepertinya Siwon ingin segera pergi.

"Tidak apa-apa Siwon ssi, aku yang seharusnya minta maaf karena telah merepotkanmu dengan menjemput Hyuk ke Busan"

"Itu bukan masalah bagiku Sungmin ssi, baiklah aku permisi dulu. Hyuk, aku permisi dulu. Nanti aku akan datang lagi jika urusan kantor sudah selesai"

Aku hanya mampu tersenyum menanggapi pembicaraan ini, aku sama sekali tidak bersemangat.

"Hyuk, kau pasti lelah selama perjalanan sebaiknya kau istirahat saja, biar Hyung yang bereskan semuanya"

"Tapi Hyung, aku ingin keluar sebentar. Sudah lama aku tidak berjalan-jalan di Seoul"maaf Hyung aku terpaksa berbohong padamu, Aku hanya ingin secepatnya mencari Hae dan menemukannya. Aku sangat rindu padanya.

"Kau boleh berjalan-jalan sepuasmu, tapi tidak sekarang. Kau harus banyak istirahat Hyuk, aku tidak mau kau sakit lagi" Min hyung selalu saja mencemaskanku

"Tapi Hyung..."

"Tidak ada tapi-tapian Hyuk, apa kau ingin membuatku bersedih lagi" Sungguh, aku tidak ingin menbuat Min Hyung bersedih. Cukup waktu itu saja aku membuat Hyung tersayangku menangis.

"Baiklah Hyung" dengan berat hati ku turuti keinginan Min hyung

.

.

.

Hari ini adalah jadwal Eunhyuk untuk memeriksakan kesehatannya di rumah sakit Seoul sesuai dengan tempat rujukan yang diberikan dokter di Rumah sakit Busan waktu itu. sekarang Eunhyuk sedang berbicara dengan dokter yang bertugas menanganinya selama menjalani pengobatan.

"Keadaannya sudah lebih baik dari sebelumnya, namun harus tetap dijaga agar tidak kembali drop. Hyukjae ssi saya harap anda dapat mematuhi pengobatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan" dokter Wang menasihati pasien barunya sembari memberikan resep obat yang harus ditebus oleh Eunhyuk.

"Baiklah dokter, terima kasih" setelahnya Eunhyuk keluar dari ruangan dokter tersebut dan langsung dicerca berbagai pertanyaan oleh Sungmin yang ingin mengetahui keadaan adiknya.

"Bagaimana Hyuk, apa kata dokter tadi, kau baik-baik saja kan, tidak ada yang berbahaya kan?"

"Iya Hyung, aku baik-baik saja"

"Syukurlah kalau begitu, aku takut ada apa-apa dengan mu" Sungmin memeluk Eunhyuk saat mengetahui keadaan Eunhyuk sesuai dengan harapannya.

"Emm...Hyung, boleh aku pergi sebentar. Aku ingin berjalan-jalan" Karena kemarin Eunhyuk tidak diperbolehkan keluar maka hari ini sesudah berobat Eunhyuk harus mulai mencari Donghae. Ia terpaksa berbohong pada Sungmin karena Sungmin pasti tidak akan mengizinkanya untuk mencari Donghae. Melihat Sungmin yang sepertinya masih ragu untuk memberinya izin, Eunhyuk memberikan tatapan memelasnya agar Sungmin mau memberi izin "Hyung aku mohon"

"Hah...baiklah tapi jangan lama-lama"

"Terima kasih Hyung, baiklah aku pergi dulu. Sampai jumpa Hyung" dan setelah mengatakan salam perpisahan Eunyuk langsung berjalan meninggalkan Sungmin.

.

.

.

Eunhyuk pov

Saat ini aku sudah berada di depan kantor milik keluarga Lee, Hae pernah mengatakan padaku jika ia bekerja disini dulu. Aku harus bisa menemukan Hae disini.

"Permisi nona, apa aku bisa bertemu dengan Lee Donghae?" semoga aku tidak mendapatkan jawaban seperti dulu lagi.

"Maksud anda tuan Lee Donghae?"

"I..iya nona" aku sungguh takut jika tidak bisa menemukan Hae disini

"Maaf, tuan Lee sudah tidak bekerja lagi disini sejak beberapa bulan yang lalu" Hae sudah tidak bekerja lagi, lalu aku harus mencarinya dimana lagi.

"Apa aku bisa meminta alamat rumah Donghae?" aku harap nona ini mau memberikannya

"Saya tidak bisa memberikan alamat tuan Lee, itu rahasia tuan"

"Aku mohon nona, aku tidak akan bilang pada siapapun"

"Tapi tetap tidak bisa"

.

.

Saat Eunhyuk sedang berusaha untuk membujuk salah satu karyawan diperusahaan ini, Mr. Lee yang mendengar nama anaknya saat sedang melintas didekat mereka menghentikan langkahnya.

"Ada apa ini?" tanya Mr. Lee kepada karyawannya tersebut

"Maaf tuan Lee, tuan ini menanyakan tentang tuan Donghae" Mr. Lee menoleh pada Eunhyuk yang sedang berdiri dihadapannya dengan wajah menunduk.

"Kau siapa? Ada urusan apa mencari putraku?" Mr. Lee bertanya dengan angkuhnya kepada Eunhyuk. Mr. Lee sudah tau siapa pemuda yang ada dihadapanya ini. Meski dulu hanya melihatnya sekilas dirumah sakit tempat Eunhyuk dirawat dulu.

"A..aku Eunhyuk. A..aku teman Hae. Aku ingin bertemu dengan Hae" Eunhyuk cukup terkejut saat berhadapan dengan ayah Donghae, selama mereka menjalin kasih, Donghae tidak pernah membawa Eunhyuk kerumah keluarga Lee dan tidak pernah memperkenalkan kepada keluarganya.

"Kau teman anakku? Karena kau bilang begitu bagaimana jika kita berbicara dicafe seberang sana. Aku ingin mengenal 'teman' anakku" Mr. Lee sengaja mengajak Eunhyuk untuk berbicara dicafe seberang kantornya.

Eunhyuk yang mengira bahwa ajakan Mr. Lee adalah niat yang baik dan mungkin saja dengan mengobrol bersama Eunhyuk bisa mengetahui dimana keberadaan Donghae dari ayah mertuanya ini. Jika masih bisa disebut ayah mertua

"Iya tuan"

Sesampainya dicafe yang ditunjuk oleh Mr. Lee mereka langsung duduk ditemat yang dipesan oleh , sedangkan Eunhyuk hanya menurut saja. jujur Eunhyuk baru pertama kali menginjakan kakinya dicafe mewah seperti ini, ia jadi sedikit kiku.

"Silahkan duduk Eunhyuk ssi" Mr. Lee mempersilahkan Eunhyuk untuk duduk

"Terima kasih tuan"

Mr. Lee memanggil pelayan disana dan memesan makanan yang sangat mahal yang ada dicafe ini

"Kau mau pesan apa Eunhyuk ssi, aku yakin kau jarang atau bahkan tidak pernah makan ditempat seperti ini. Tenang saja aku yang akan mentraktirmu makan" Eunhyuk merasa begitu rendah saat Mr. Lee mengatakan hal tersebut, ia sadar bahwa ia tidak akan sanggup untuk membayar makanan yang ada dicafe ini. Untuk menuju kantor saja Eunhyuk harus menaiki bus.

"Tidak tuan, aku sudah makan" Eunhyuk tidak ingin harga dirinya semakin rendah dengan memesan makanan yang dibayar oleh uang dari ayah Donghae ini.

"Baiklah jika kau tidak ingin makan. Aku tidak suka berbasa-basi, apa tujuanmu menemui anakku?"

"A..aku hanya ingin bertemu dengan Hae saja" Eunhyuk tidak berani menatap wajah Mr. Lee. Ia hanya bisa menunduk dan menjawab dengan suara yang lirik

"Kau memanggil anakku dengan nama 'Hae'. Sepertinya kalian akrab sekali, aku tak yakin kau hanya temannya" Mr. Lee semakin memojokan Eunhyuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Eunhyuk semakin tampak terpojok.

"A...aku..." Eunhyuk tampak menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengatakan hal yang sebenarnya kepada Mr. Lee "A..aku ke..kasih Hae"

"Kekasih? kau kekasih dari anakku?, apa aku tidak salah dengar. Kau laki-laki kan Eunhyuk ssi?" pertanyaan Mr. Lee sungguh ingin membuat Eunhyuk menangis. Ia tau arah pembicaraan ini akan kemana. Apalagi kalau bukan masalah gender, dia dan Donghae sama-sama laki-laki.

"..."

"Pria itu pasangannya wanita Eunhyuk ssi, apa orang tuamu tidak pernah memberi tau? Oh...maaf aku baru ingat jika kau tidak punya orang tua, jadi tidak ada yang akan mengajarimu tentang hal itu, dan kakakmu juga sama sepertimu kan Eunhyuk ssi" mendengar hal tersebut air mata Eunhyuk mengalir, meski hanya menangis dalam diam namun hati Eunhyuk benar-benar sakit saat Mr. Lee mengatakan bahwa ia tidak punya orang tua dan mengatakan bahwa kakaknya juga sama dengannya. Eunhyuk mencekram tangannya sendiri untuk meluapkan rasa marahnya, terlihat bahwa kulit tangannya yang sudah berdarah terkena cakaran kukunya.

"Kenapa kau hanya diam Eunhyuk ssi? Tidak punya kata-kata untuk menjawab pertanyaanku?"

Eunhyuk hanya diam tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun, semua yang ingin ditanya tentang Donghae menguap sudah, yang tersisa hanya kebisuan tak bermakna.

"Ternyata mengobrol dengan mu sangat membosankan, baiklah. Aku banyak pekerjaan dan aku harus per..."

"Aku tidak pernah ingin terlahir sebagai seorang gay, aku juga ingin seperti yang lain. Tapi aku tidak bisa mencegah bahwa rasa cintaku tumbuh pada seorang pria, terlebih lagi itu adalah anak anda tuan, aku tulus mencintai Donghae" Eunhyuk mengangkat kepalanya menatap mata Mr. Lee, mengungkapkan rasa sedihnya atas penghinaan yang diberikan Mr. Lee

"Aku tidak peduli dengan rasa cintamu yang menjijikan itu, jika itu bukan Donghae anakku yang menjadi korbannya" setelah mengatakan hal tersebut Mr. Lee berlalu dari hadapan Eunhyuk, sedangkan Eunhyuk sendiri hanya bisa menangis menghadapi kenyataan betapa sulitnya cinta yang harus ia perjuangkan. Ia hanya ingin hidup bahagia bersama Donghae, orang yang ditunggunya selama bertahun-tahun, namun kenapa cintanya sulit sekali untuk dapat terwujud.

Malam hari ditengah hujan deras yang mengguyur kota Seoul, Eunhyuk berjalan sendirian ditengah taman. Disaat orang-orang sedang berebut akan rasa hangat, Eunhyuk terduduk dibangku taman sendirian sembari menangis.

"Tuhan, hiks...kenapa Kau tumbuhkan rasa cinta seperti ini padaku...Hiks...kalau akhirnya aku harus menanggung rasa sakit dihati...hiks... Kenapa tidak Kau hapus saja rasa ini...hiks..." Eunhyuk hanya bisa meringkuk memeluk tubuhnya sendiri saat hujan semakin menderas.

.

.

.

Donghae pov

Kenapa disini ramai sekali, tempat apa ini? Banyak bunga-bunga yang ditata rapi, seperti upacara pernikahan saja.

"Hae" aku merasa ada yang memanggil namaku dan aku sangat hapal dengan suara ini. Ku balikan tubuhku untuk melihat orang yang memanggilku tadi

"Hyukkie, kau ada disini" aku tidak menyangka akan bertemu dengan Hyukkie disini. Aku yang sudah sangat rindu padanya langsung memeluk tubuhnya, harum tubuh yang sangat kurindukan. Kuhirup dalam-dalam aroma tubuh istriku ini.

"Hae, lepaskan pelukanmu" tidak, aku tidak mau melepas pelukan ini. Aku masih butuh rasa hangat ini

"Kenapa? kau sudah tidak mau aku peluk chagi? Kau tidak rindu padaku?"

"Aku sudah tidak bisa merindukanmu lagi Hae" apa maksud ucapan Hyukkie barusan, kulepaskan pelukanku untuk melihat wajah Hyukkie.

"Apa maksudmu chagi?" ku elus pipinya yang memerah, namun tangan Hyukkie menepis tanganku.

"Aku sudah menjadi milik Siwon Hae, kau lihatkan pemandangan yang ada disekelilingmu, ini adalah acara pernikahan kami Hae" Hyukkie mengucapkannya dengan tersenyum sangat manis sekali namun bagiku senyum itu sangat menyakitkan. Dia masih milikiku kan, tapi kenapa dia menikah dengan orang lain

"Tapi, kau masih istriku Hyukkie, bagaimana bisa kau melakukan hal ini?"

"Aku sudah bukan istrimu lagi disaat kau meninggalkan aku sendirian, aku sudah bukan istrimu lagi disaat kau mengingkari janjimu untuk selalu berada disisiku"

"A..aku..punya alasannya Hyukkie, itu semua karena..."

"Aku sudah tidak bisa menerima penjelasanmu lagi, sekarang dan untuk selamanya kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Selamat tinggal Hae" setelahnya aku melihat Siwon datang dari arah belakang dan menggenggam jemari Hyukkie. Aku tidak bisa kehilangannya, aku harus mencegahnya

"Hyukkie tunggu...Hyukkie...Hyukkie jangan pergi...Hyukkie aku mohon..."

"Hyukkie..."

Aku melihat sekelilingku,ternyata aku masih berada didalam kamarku "Jadi yang tadi itu mimpi, bahkan dalam mimpipun rasanya sangat menyakitkan" aku melihat kearah jendela kamar, ternyata diluar sana sedang hujan.

"Hyukkie chagi, aku rindu padamu. Kau sedang apa?" keremas bagian dada kiriku, disini berdetak sangat cepat "Aku harap kau baik-baik saja chagi" kututup mataku ketika merasakan air mata ini mengalir. Sampai kapan semuanya akan berakhir.

.

.

.

Sungmin pov

"Sudah jam 11 malam kenapa Hyuk belum juga pulang. Kyu juga belum memberiku kabar, apa dia sudah bertemu dengan Hyuk atau belum"

Tok...tok...tok...

"Apa itu Kyu? Mudah-mudahan dia sudah bertemu dengan Hyuk"

Kriet..

"Hyukjae, kau dari mana saja" kulihat Hyuk yang menggigil kedinginan berdiri di depan rumah, baiknya ku tahan dulu keinginanku untuk bertanya

"Ayo masuk dan ganti bajumu" kubantu Hyuk untuk mengganti baju dan menyelimutinya yang kedinginan. Aku menuju dapur untuk membuatkan coklat hangat yang bisa menghangatkan tubuhnya. Setelah meminum coklat hangat Hyuk langsung tertidur, sepertinnya dia kelelahan

"Besok pagi saja aku bertanya" aku keluar dari kamar lalu menelpon Kyu, memberi tau bahwa Hyuk sudah pulang.

.

.

Pagi hari yang cerah disebuah keluarga kecil, terlihat Sungmin yang sedang menyiapakan sarapan untuk kekasihnya Kyuhyun dan adiknya Eunhyuk.

"Hyuk, kemarin kau dari mana saja" Sungmin sungguh penasaran dari mana Eunhyuk kemarin dan kenapa pulang dalam keadaan basah kuyup. Namun yang ditanya sepertinya sedang asik dengan dunia melamunnya sehingga tidak mengdengar apa yang dikatakan Sungmin

"Hyuk hyung" Kyuhyun yang berada disebelah Eunhyuk menepuk pundak Eunhyuk membuat empunya terkejut dan langsung menoleh pada Kyuhyun

"Ada apa Kyu?"

"Kau melamun ya? Minnie bertanya kau dari mana kemarin? kami mencarimu tau, kami kira kau diculik orang. Tapi apa ada orang yang mau menculikmu ya, kau kan banyak makan nanti yang menculikmu bisa rugi"

PLETAKK...

"Chagi, kenapa kau suka sekali memukulku" Kyuhyun merengut dengan wajah memelas yang gagal sambil mengusap kepalanya yang terkena pukulan sayang Sungmin.

"Karena kau bicara sembarangan, aku harap kau saja yang diculik orang bukan Hyuk"

"Kalau aku diculik orang siapa yang akan memelukmu, siapa yang akan menciummu, siapa yang akan menemanimu ti..."

"STOP KYU. Jangan kau teruskan lagi" Sungmin segera memotong ucapan Kyuhyun dengan wajah yang memerah, ia tau apa yang akan diucapkan Kyuhyun selanjutnya. Jika mereka hanya berdua sih tidak masalah, tapi ini ada Eunhyuk yang mendengarnya. Sedangkan sang obat nyamuk hanya tertawa kecil melihat tingkah lucu pasangan Kyumin ini. Sedikit iri, andai dia bisa seperti mereka, bercanda berdua dengan Donghae. Mengingat Donghae kembali membuatnya sedih.

"Hyuk, kau tidak apa-apa" Sungmin sedikit cemas melihat perubahah wajah Eunhyuk yang menjadi murung

"Emm..tidak apa-apa Hyung, kemarin aku hanya bermain ditaman dan sewaktu pulang ternyata sudah hujan, jadi aku hujan-hujanan saja"

"Oh... hari ini kau mau kemana?"

"Aku dirumah saja Hyung"

"Baiklah, aku dan Kyu harus bekerja, kau hati-hati dirumah. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku"

"Iya Hyung" setelah mengucapkan salam perpisahan Sungmin dan Kyuhyun pergi berangkat kerja. Eunhyuk sendiri sesudah mneyelesaikan sarapannya yang tidak sampai habis langsung menuju kamarnya. Dia lebih memilih tidur-tiduran dikamarnya, sebenarnya ia ingin mencari Donghae, namun Eunhyuk masih takut jika harus mencari kekantor dan bertemu ayah Donghae lagi.

.

.

.

Siwon pov

Hari ini aku sangat malas datang kekantor, lebih baik aku main kerumah Eunhyuk saja, aku sudah rindu padanya.

Tok..tok..tok...

Cukup lama aku menunggu berdiri didepan pintu rumah ini, namun belum juga ada tanda-tanda akan dibukakan. Apa tidak ada orang ya?

Kriett...

Akhirnya dibukakan juga, dan semoga yang membukanya Eunhyuk.

"Siwon" sepertinya hari ini aku sedang beruntung, doa ku terkabul. Eunhyuk yang membukakan pintu untuk ku

"Hai...apa kau sibuk"

"Tidak...masuklah" aku memasuki rumah yang didominasi oleh warna pink, meskipun kecil disini sangat nyaman. Setelah Eunhyuk mengambilkan ku minum, kami duduk diruang tengah sambil menonton televisi, sebenarnya aku tidak terlalu terfokus pada acara yang ditayangkan, aku lebih tertarik memperhatikan wajah manis Eunhyuk.

"Sungmin ssi dan Kyuhyun ssi kemana?" aku tau sebenarnya mereka sedang pergi kerja, aku hanya ise ingin bertanya. Aku ingin ia melihat padaku

"Mereka sedang pergi kerja"

Aku terus berusaha mengajak Eunhyuk berbicara apa saja, bahkan yang paling tidak pentingpun aku tanyakan.

"Hyuk, boleh aku pinjam kamar mandinya" aku ingin BAK dan ini tidak boleh ditahan

"Silahkan, tempatnya ada dibelakang dekat dapur"

"Terima kasih"

.

.

Setelah Siwon selesai dengan urusan pribadinya, ia langsung kembali keruang tengah. Namun alangkah terkejutnya saat ia melihat Eunhyuk yang menangis sesenggukan

"Hiks...huhuhu..Hae...huhuhu..."

"Eunhyuk kau kenapa" Siwon meraih bahu Eunhyuk yang bergetar karena tangisnya

"Hae..hiks..jahat..hiks..Hae jahat" Siwon yang tidak mengerti apa yang diucapkan Eunhyuk tanpa sengaja matanya melihat sebuah acara yang ditayangkan di tv, terlihat dua buah foto yang salah satunya Siwon kenal sebagai Donghae dan seorang gadis bernama Jung Jessika. Dilayar itu menampilkan Mr. Lee yang diketahui sebagai ayah Donghae mengatakan jika minggu depan akan dilaksankan pesta pertunangan anaknya dengan seorang gadis anak dari relasi bisnisnya. Sekarang Siwon paham kenapa Eunhyuk menjadi hancur seperti sekarang.

"Jangan menangis...aku mohon jangan menangis" Siwon memeluk tubuh kecil Eunhyuk dengan erat, ia tidak suka orang yang dicintainya mengeluarkan air mata.

"Hae..jahat..hiks..hiks..." Namun sepertinya tangis Eunhyuk tak dapat mereda, hatinya benar-benar hancur mendengar kabar tersebut, cinta yang di tunggunya selama bertahun-tahun meninggalkannya begitu saja. Ia sudah memberikan segala yang ia punya, cinta nya, jiwanya dan raganya, semua telah dimiliki oleh Donghae dan Donghae pergi tanpa mengembalikan sedikitpun atas apa yang telah ia ambil.

.

.

.

"Apa-apaan ini? Berita brengsek. Aku tidak pernah menyetujui perjodohan yang ditawarkan appa, lalu kenapa bisa ada berita seperti ini. Aku yakin ini semua ulah appa. Aku harus meminta penjelasan kepada appa tentang semua ini" Donghae tampak marah sekali mendengar berita yang sama sekali tidak sesuai fakta. Ia menuju ruang kerja appanya dirumah, ia tau jika jam segini Mr. Lee berada diruang kerjanya.

Brakk...

"Appa" namun sayang orang yang dicari sedang tidak ada diruangan tersebut. Donghae berjalan menuju meja yang hanya ada satu diruangan itu. Donghae bertekat akan menunggu appanya sampai datang, mata Donghae menelusuri isi meja kerja appanya, namun pandangan itu berhenti pada satu amplop berwarna coklat yang terlihat sedikit foto keluat dari amplop tersebut. Donghae mengambil amplop tersebut dan membukanya. Shock, satu kata yang mampu mendeskripsikan keadaan Donghae saat melihat isi amplop tersebut, terlihat disana foto seorang laki-laki yang sangat Donghae kenal. Foto Eunhyuk saat dirumah, foto Eunhyuk saat jalan-jalan bersama dengannya dan yang paling membuat darah Donghae berdesir adalah foto Eunhyuk saat kecelakaan terjadi.

Donghae membongkar semua isi amplop tersebut, terdapat surat didalamnya yang berisi bahwa semua perintah yang diberikan tekah dijalankan dengan baik beserta dengan buktinya.

'Ja..jadi yang menjadi dalang dari kecelakaan Hyukkie adalah appa ku sendiri'

Kriett...

"Apa yang kau lakukan Hae?" Mr. Lee melihat Donghae memegang sebuah amplop

'Sialan, kenapa aku lupa menyimpannya'

"Kenapa?"

"Kenapa kau lakukan semua ini?"

"Apa maksudmu, appa tidak mengerti" masih mencoba untuk bersikap pura-pura tidak mengetahui apa yang telah diketahui Donghae.

"JANGAN BERPURA-PURA LAGI, KAU YANG MENCELAKAI HYUKKIE, BENAR BEGITU?" Donghae melempar isi amplop tersebut dihadapan , melihat hal tersebut tidak dapat mengelak lagi akan semua pertanyaan Donghae.

"..."

"Kau membuatku meninggalkan orang yang aku cintai, kau mengatakan bahwa Hyukkie adalah pencuri tapi kau lebih keji dari seorang pencuri. Aku tidak bisa menerima ini semua"

"Lalu kau mau apa? Apa kau pikir setelah kau melakukan semua ini laki-laki gay mu itu akan kembali lagi padamu?"

"Aku akan memohon maaf padanya agar dia mau kembali padaku lagi, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya kembali"

"Kau sungguh rendah Hae, kau korbankan semua yang kau miliki hanya demi laki-laki itu"

"Ya, aku memang rendah dan aku tidak peduli dengan semua itu" setelah berdebat sengit dengan , Donghae meninggalkan rumah keluarga Lee

.

'Hyukkie chagi, tunggu aku'

.

.

.

Saat ini Sungmin terlihat sedang menemani Eunhyuk didalam kamarnya, setelah menangis seharian Eunhyuk hanya berdiam diri tanpa berbicara sedikitpun, kehadiran Siwon pun seperti tak dianggap olehnya.

"Hyung"

"Ya Hyuk, apa ada yang kau butuhkan?" Sungmin mencoba menawari Eunhyuk sesuatu yang mungkin Eunhyuk inginkan

"Aku sudah memutuskan"

"Memutuskan apa?"

"Aku akan melupakan Hae"

Tbc...

Setelah sungkeman ke rumah mertua (Appa dan umma Sungmin oppa), makan ketupat dirumah Ryeowook oppa, silaturrahmi kerumah Donghae oppa, Yesung oppa, Eunhyuk oppa, Shindong oppa, Kyuhyun oppa, Leeteuk oppa, Kangin oppa, dan minta THR sama Siwon oppa (di keroyok ELF) aku baru bisa melanjutkan ff ini.

lambat dan pendek . Betul tidak?

Mungkin 1 atau 2 chapter lagi ff ini bakal ending, tapi aku gak tau kapan lagi bisa publish, aku mau ngrus kerjaan aku dulu yang terlupakan (maksudnya sengaja dilupakan)

teman-teman mau happy ending atau sad ending?

Buat : RieHaeHyuk, anchofishy, Bunnyminimi Cloudsomnia, Chwyn, harumisujatmiko, yayank jewelf, myfishychovy, namikaze, kyukyu, han gege, ressijewelll, minmi arakida, Ika-chan Imut, NeChovy, anchovyy imutt, skyMonkey3012, 333LG, Thania Lee

Terima kasih atas reviewnya. Juga buat SR (Kalau ada) terima kasih sudah berniat baca.

Review dari kalian bikin aku semangat buat nglanjuti ff ini.

Buat temen yang nanya ini ff mpreg atau bukan? Jawabannya ini bukan ff mpreg.

Masalah obat zat asam barbiturat, ini gak tau bener atau gak, aku tanya sama mbah gugel. Kalau ada temen-temen yang tau silahkan kasih saran

Maaf gak bisa balas disini.

Akhir kata

Tolong reviewnya...