Can You Look at Me
Tittle : Can You Look at Me? TWOSHOOT
Author : Mutmainah Alberch/Jinwonie alberch
Cast : YeWook, KyuWook, slight Zhoury sama Hanchul dikit nyempil
Genre : Crime, Romance
Rated : T
Warning : BL, Typo(S), Gaje, sedikit kekerasan, OOC, DLDR
Disclaimer : Cast milik Tuhan YME dan diri mereka sendiri, tapi fanfic ini seratus persen milik author.
Summary : Aku tak mengerti cinta. Yang aku tau hanya kau lah yang selalu aku pikirkan. Tak peduli seberapa bencinya dirimu padaku, dengarlah bahwa hati ini akan terus memanggil namamu. Tersenyumlah untukku walau hanya sekali sebelum aku pergi dari hidupmu untuk selamanya bersama dengan semua rasa ini.
Don't Bash and don't plagiat. Kalau nggak suka nggak usah baca ya.
.
.
.
"MWO? Cho… Kyuhyun…."
"Yesung hyung….. ada apa denganmu? Hellooo….." kata Henry sambil mengayunkan tangannya di depan wajah Yesung bermaksud untuk menyadarkan Yesung dari lamunan mendadaknya.
"Pasangan bodoh ini kenapa chaggy?" tanya Zhoumi menghampiri sang namja chingu. "Tak tau ge, ini semua karena murid baru itu." Lapor Henry pada Zhoumi yang melongo karena melihat Yesung dan Wookie yang diam saja. "Yack gege! Jangan ikut melamun dong!" bentak Henry menyadarkan Zhoumi dari kebingungannya.
"Tinggalkan saja mereka chaggy. Ayo kita makan ke kantin!" ajak Zhoumi antusias sembari menarik paksa tangan Henry yang pasrah. Setelah kepergian sang sahabat, Wookie pun tersadar dari lamunannya tadi.
"Eh…. Lho, Yesung hyung? kenapa kau ada disini?" tanya Wookie yang tak mendapat tanggapan dari Yesung. Karena tak kunjung menjawab, Wookie pun menggoyangkan bahu Yesung kasar sampai ia tersadar dari lamunannya.
"Ada apa chaggy?"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu seperti itu. Kenapa kau bisa melamun di kelasku sih?" tanya Wookie membuat Yesung teringat dengan apa yang ia lamunkan tadi.
"Chaggya, apa benar ada murid baru yang bernama Cho Kyuhyun dikelasmu?"
"Ne hyung, dan sepertinya ia membenciku. Padahal aku sama sekali tak mengenalnya." Jawab Wookie kesal karena teringat kata-kata terakhir Kyuhyun tadi. "Kau tenang saja chaggy. Aku akan selalu melindungimu dari namja sepertinya." Kata Yesung dipenuhi dengan amarah.
"Jinja?" tanya Wookie memastikan. Entah mengapa ia benar-benar takut dengan perkataan Cho Kyuhyun tadi.
Sejak awal, Wookie tau kalau Yesung adalah pemimpin mafia karena menggantikan sang appa yang tewas dibunuh oleh lawannya. Yesung pernah bercerita pada Wookie soal appa nya yang tewas terbunuh oleh mafia musuhnya lima tahun yang lalu.
Yesung adalah putra dari namja yang telah membunuh kedua orang tua Ryeowook yaitu Crimson. Tapi Wookie lupa pada dendamnya terhadap mafia Crimson
Kriing… Kring….
Bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat yang telah berakhir. Yesung pun kembali ke kelasnya. Saat keluar kelas, ia sempat berpapasan dengan Kyuhyun dan terasa aura membunuh diantara mereka. Mungkin jika tak berada di sekolah, mereka akan mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan saling membunuh.
..
Seoul, 4 Juli 2011
Hari ini adalah hari Minggu, Wookie memutuskan untuk tetap dirumah karena sang namja chingu yang sibuk melatih kekuatannya sebelum berhadapan dengan murid baru yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun, pemimpin mafia Vladimir yang telah membunuh appanya.
"Apa yang akan aku lakukan? Mochi pasti sibuk dengan koala merah jelek itu. Huuuh…. Aku bosan…." Teriak Wookie sebal. Tak lama kemudian terdengarlah teriakan Heechul memanggil-mangil Wookie.
"Wookie….. Wookie…." Teriak Heechul.
"Ne ahjuma." Jawab Wookie sambil berlari menuju ke sumber suara tadi.
"Ada apa ahjuma? Kenapa memanggilku?" tanya Wookie meminta penjelasan.
"Di ruang tamu ada namja yang mencarimu. Ia tampan sekali lho…. Eh, apa ia namjachingu baru mu? Menurutku ia lebih tampan dari si kepala besar itu." Kata Heechul asal. Wookie pun bingung sendiri, tak mungkin Henry karena ahjuma nya sudah mengenal semua sahabat-sahabatnya.
Wookie pun menuju ruang tamu dengan banyak tanda tanya dipikirannya. Sesampainya diruang tamu, betapa kagetnya ia saat tau siapa orang yang mencarinya.
"Cho Kyuhyun…. Darimana kau tau rumahku dan ada perlu apa kau mencariku?"
"Aku tau dari songsaenim. Aku kemari hanya ingin mengingatkanmu tentang siapa aku sebenarnya." Jawab Kyuhyun dingin membuat Wookie ketakutan.
"Apa aku mengenalmu sebelumnya? Maaf karena aku benar-benar tak mengingat semuanya saat di Sidney dulu." Kyuhyun tau sekarang kalau Wookie telah mencuci otaknya dan melupakan semua kenangan mereka termasuk masalah kedua orang tua mereka.
"Wookie-ya… kau mengingat ini?" tanya Kyuhyun sambil menunjukkan cincin mainan miliknya yang telah mengikat mereka dulu.
"Cincin itu…. Aku juga memilikinya. Siapa kau sebenarnya? Kenapa aku sama sekali tak mengingatmu? Aaaargh!" jerit Wookie frustasi karena tak bisa mengingat apapun. Heechul pun menghampiri mereka karena mendngar jeritan keponakannya.
"Kenapa kau menjerit Wookie-ya?" tanya Heechul kaget.
"Tak apa ahjuma. Aku hanya tak mampu mengingat semuanya dengan baik." Jawab Wookie sambil tersenyum miris.
"Akan lebih baik kalau kau memang tak mengingat semuanya Wookie." Kata Heechul lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kyu… bantu aku untuk mengingat semuanya kembali! Aku bahkan tak mengingat tentang orang tua kandungku." Lirih Wookie. Ia merasa kalau Kyuhyun sangat tau tentang masa lalunya di Sidney dulu. Ia tak menyadari kalau Kyuhyun menyeringai senang.
"Kau tenang saja. Akan ku buat kau mengingat semuanya lagi karena kau adalah kekasihku Wook." Sontak Wookie kaget dengan perkataan Kyuhyun barusan. Bukankah kemarin Kyuhyun terlihat sangat membenci Wookie? Kenapa sekarang ia dengan mudah mengatakan kalau Wookie adalah kekasihnya?
"Aku tak mengerti…. Kemarin kau terlihat sangat membenciku dan mengatakan kalau tak akan membiarkan hidupku tenang, tapi kenapa sekarang kau mengatakan kalau aku kekasihmu? Aku bahkan sudah memiliki kekasih." Bingung Wookie.
"Kita dulu telah menikah Wook." Bagai tersambar petir di siang bolong, Wookie kaget dengan apa yang Kyuhyun katakan dan tidak mempercayainya.
"Kau orang gila Cho! Aku menyesal meminta tolong padamu." Kesal Wookie.
"Kita memang sudah menikah saat kita masih kecil dulu, cincin inilah buktinya." Kata Kyuhyun mencoba meyakinkan.
"Aaaargh…. Kau bergurau Cho! Apa kau tau tentang orang tuaku?"
"Tentu saja. Aku sangat mengenal tuan dan nyonya Kim." Mendengar hal tersebut, Wookie menjadi sangat bersemangat. "Ceritakan tentang mereka Kyu! Tapi jangan disini, aku takut Heechul ahjuma mendengarnya."
"Bagaimana kalau kita kerumahku saja? Aku bisa menunjukkan foto kita dan foto kedua orang tuamu." Usul Kyuhyun yang mendapat anggukan semangat dari Wookie.
'Akan kubuat kau mengingat semuanya dulu, setelah itu kau akan mati ditanganku Magnolia.' Batin Kyuhyun sambil menyeringai senang. Setelah berpamitan pada Heechul, merekapun menuju ke rumah Kyuhyun.
..
"Ini… mereka adalah kedua orang tuamu Wook, dan anak kecil ini adalah kau dan aku." Wookie menangis melihat foto yang disodorkan oleh Kyuhyun. Ingatannya mulai berputar ke masa lalu saat ia masih bersama kedua orang tuanya.
FLASH BACK
"Wookie-ya… appa pulang…" Wookie kecil langsung melompat ke pelukan sang appa yang baru saja pulang. "Appa bawa oleh-oleh apa untuk Wookie?" tanya Wookie kecil setelah melepaskan pelukannya pada sang appa.
"Appa membawa pizza kesukaan Wookie." Kata tuan Kim sambil memeluk kembali putranya.
"Yeeee…. Wookie mau pica. Bolehkan kalau Wookie memakan picanya belcama Kyunie?" tanya Wookie kecil.
"Tentu saja boleh. Umma akan menelepon Kyuhyun agar dia kemari." Kata nyonya Kim. Wookie yang senang mendengarnya langsung memeluk ummanya sayang.
"Wookie cayang umma dan appa. Pokoknya umma dan appa tak boleh meninggalkan Wookie cendilian."
"Umma dan appa janji akan selalu menemani Wookie." Kata sang umma. Kemudian mereka bertiga berpelukan erat.
FLASH BACK END
"Bohong! Kalian bilang tak akan meninggalkanku, tapi kenapa kalian pergi? Wookie sayang umma dan appa." Tangis Wookie semakin kencang. Ia mulai mengingat kenangan-kenangan masa lalu nya saat bersama orang tuanya. Kyuhyun pun menenangkan Wookie dengan memeluk namja yang pernah sangat ia cintai itu. Tetapi dibalik pelukan tersebut, Kyuhyun menyeringai puas. 'Bukankah sakit saat kau kehilangan mereka hah?' batin Kyuhyun jahat.
"Kenapa mereka meninggal Kyu? Kenapa… aku sama sekali tak mengingatnya?" tanya Wookie masih sambil menangis dipelukan Kyuhyun.
"Mereka dibunuh Wook." Sontak Wookie kaget mendengar jawaban Kyuhyun. Ia tak menyangka bahwa kedua orang tuanya tewas karena dibunuh."Siapa yang membunuh mereka?" tanya Wookie datar sambil menahan tangisnya.
"Aku tak tau. Yang jelas, hanya kau yang tau mengenai semua ini. Cobalah untuk mengingat semuanya. SEMUANYA!" kata Kyuhyun sambil menekankan kata semuanya. Setelah tangis Wookie reda, Kyuhyun pun mengantar Wookie pulang karena hari sudah menjelang malam.
..
Dirumah Wookie, Wookie pun tak bisa tidur karena memikirkan semua perkataan Kyuhyun dan mencoba mengingat-ingat semuanya.
..
Seoul, 5 Juli 2011
"Wook, kenapa kau terlihat sangat pucat dan mengantuk? Apa Yesung hyung tak menjemputmu?" tanya Henry khawatir melihat keadaan sahabatnya itu
"Diamlah Henry! Aku benar-benar frustasi sekarang." Kesal Wookie karena sedari tadi sahabatnya itu terus menanyainya."Ceritakan padaku masalahmu Wook!" perintah Henry.
"Aku sedang berusaha mengingat-ingat semuanya. Aku mencoba mengingat-ingat tentang kedua orang tuaku." Curhat Wookie pada sahabatnya.
"Sampai kau lupa pada namjachingumu sendiri? Kasihan Yesung hyung tak kau urus Wook."
"OMONA! Aku lupa pada Yesung hyung. Bagaimana ini?" panic Wookie.
"Aku disini chaggya." Yesung tiba-tiba muncul dihadapan mereka membuat Henry dan Wookie kaget.
"Kau mau aku jantungan hyung?" marah Henry sambil meninju bahu Yesung pelan yang tentunya tidak sakit sama sekali.
"Mian Henly, lagi pula kalau kau kenapa-kenapa, aku bisa dibunuh koala tinggi itu." Jawab Yesung tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Chaggya, kita ketaman belakang yuk!" ajak Yesung pada Wookie yang pasrah saja ia tarik kemana-mana.
Ditaman
"Aku akan menghadapi mafia Vladimir. Ia adalah mafia yang telah membunuh appa ku Wook. Ia adalah musuh Crimson." Mendengar perkataan Yesung yang menyebutkan tentang Vladimir dan Crimson membuat Wookie mendadak merasa pusing dan semuanya menjadi gelap. Yesung yang melihat kekasihnya pingsan pun panic.
..
"Eungh…." Wookie pun tersadar setelah pingsan selama berjam-jam.
"Akhirnya kau sadar juga Wookie. Kau membuatku khawatir karena pingsan berjam-jam." Kata Henry setelah selesai memeluk Wookie sahabatnya. "Kenapa aku bisa sampai dikamarku?" tanya Wookie. "Yesung yang membawamu pulang." Jawab Zhoumi seadanya. "Lalu, sekarang dimana Yesung hyung?"
"Yesung sedari tadi menemanimu disini. Tapi sekarang dia sudah pulang Wook, katanya ada yang harus ia lakukan." Kata Henry memberi tau Wookie
"Gomawo karena kalian sudah menjagaku. Maafkan aku sudah merepotkan kalian." Kata Wookie kepada Henry dan Zhoumi. "Sama-sama Wookie. Itu sudah kewajiban kami sebagai sahabatmu." Jawab Zhoumi. "Mimi-ge benar Wook, kalau kau perlu apa-apa tinggal panggil kami saja." Kata Henry membenarkan. Mereka pun pulang ke rumah mereka-masing-masing.
"Apa aku juga harus membunuhmu? Tapi janji tetaplah janji. Umma… appa…. aku akan menghancurkan mereka semua." Ternyata, Wookie telah mengingat semuanya. Kenangan yang ia simpan rapat-rapat, kini terkuak juga. Ternyata inilah masa lalu nya, ia bertekat untuk tetap membunuh musuh appa nya apapun yang terjadi.
"Kau mau kemana Wook?" tanya Heechul yang melihat Wookie pergi keluar. Betapa terkejutnya ia saat melihat Wookie keluar sambil membawa samurai yang telah lama ia simpan dengan baik.
"Apa yang akan kau lakukan dengan samurai ini?" geram Heechul sembari menahan kepergian Wookie. Firasatnya mendadak tidak enak.
"Hanya menyelesaikan dendam appa dan umma. Jangan halangi aku ahjuma!" Tubuh Heechul membeku begitu melihat mata Wookie. Mata yang sudah tiga belas tahun tak ia lihat, mata membunuh milik appa Wookie. Heechul pun tak kuasa untuk menghalangi kepergian Wookie lagi. Ia hanya dapat berharap kalau keponakannya akan baik-baik saja.
..
Sementara itu, Yesung sedang mencari Kyuhyun di markas Vladimir di Seoul.
"Keluar kau Cho Kyuhyun! Keluar kau Vladimir!" teriak Yesung.
"Kau mencariku Crimson?" Kyuhyun pun muncul dengan pedang yang sudah siap ditangannya. Tanpa basa-basi lagi, Yesung mengarahkan samurainya kearah Kyuhyun yang berhasil Kyuhyun tepis dengan baik. Mereka saling mengayunkan samurainya kearah lawannya, tapi sepertinya keduanya sama kuat. Sampai satu ayunan Yesung berhasil melukai lengan Kyuhyun. Kyuhyun pun mulai panic, ia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Yesung sementara ia melarikan diri keluar.
Saat berada di luar ia melihat Wookie dengan samurai di tangan kanannya. "Hari keberuntunganku." Kata Kyuhyun menyeringai senang.
"Apa yang kau lakukan disini? Sudah ingat semuanya kah? Sudah ingat bagaimana kau membunuh orang tua ku?" tanya Kyuhyun merendahkan Wookie.
"Aku tak pernah membunuh orang tuamu. Crimson lah yang telah membunuh mereka sama seperti ia membunuh orang tua ku." Bela Wookie mencoba menjelaskan kesalah pahaman diantara mereka selama bertahun tahun ini.
"Kaulah penyebab utama orang tua ku mati! Kau harus mati Magnolia!" Mereka pun bertarung dan saling mengayunkan samurainya. "Aku tak membunuh mereka! Aku kemari untuk mencari Crimson. Ia ada disini kan?" tanya Wookie, ia mencoba mengimbangi permainan samurai Kyuhyunn dengan susah payah. "Pikirkan saja bagaimana cara bertahan hidup dariku dulu Wook, baru pikirkan cara membunuh Yesung!"
Terlihat dari jauh Yesung menghampiri mereka dengan tatapan membunuh. Dendam telah menutup hati mereka rapat-rapat.
Trang….
Terdengar bunyi tiga pedang yang bertemu. "Wookie…. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yesung karena kaget melihat Wookie. "Menarik sekali. Ayo kita tunjukkan pada orang tua kita siapa yang terkuat diantara Vladimir, Crimson, dan Magnolia." Kata Kyuhyun menyeringai senang.
"Magnolia? Apa maksudmu?" tanya Yesung kebingungan dengan maksud Kyuhyun.
"Baiklah. Aku akan menghabisi kalian terutama kau Crimson! Appa mu yang bodoh itu telah membunuh kedua orang tuaku."
"Kau magnolia? Tidak mungkin!" bantah Yesung yang masih belum dapat mempercayai semuanya.
"Semua yang ada didunia ini tak ada yang tak mungkin hyung! Termasuk takdir yang terjadi pada kita berdua." Lirih Wookie.
..
Hanya suara pedang yang bertemu lah yang dapat terdengar saat ini. Dimana Yesung yang mencoba membunuh Kyuhyun dan menepis setiap serangan Wookie. Kyuhyun yang terus mengayunkan pedangnya kearah Wookie sembari menghindari Yesung. Wookie yang terus menyerang Yesung dan menangkis semua serangan yang Kyuhyun berikan.
Pedang Wookie pun terlempar membuat Kyuhyun tersenyum senang dan mengayunkan pedangnya kearah Wookie yang tampak tak berdaya tanpa senjatanya. Melihat itu, Yesung yang sangat mencintai Wookie melindungi Wookie sehingga Yesunglah yang terkena pedang Kyuhyun.
"Saranghae Wookie…" ucap Yesung sebelum kedua matanya tertutup rapat. Tanpa mendapat balasan kata cinta dari Wookie yang terdiam mematung.
Tak berhenti sampai disini, Kyuhyun masih terus mengayunkan pedangnya kearah Wookie yang masih shock. Wookie yang cukup cekatan, mengambil pedang Yesung dan menancapkan pedangnya ke perut Kyuhyun secepat kilat sebelum pedang Kyuhyun mengenainya.
"Mianhe Kyuhyun-ah. Saranghae…"
..
Seoul, 11 April 2012
"Hari ini tanggal 11 April Kyu. Itu berarti sekarang adalah perayaan hari pernikahan kita yang ke 14 tahun. Chukaeyo…. Hehehe…."
Terlihat seorang namja mochi bersama namja tinggi mirip koala di sebelahnya menatap miris sahabatnya yang terkurung didalam ruangan yang didominasi oleh warna putih itu.
"Kenapa semuanya harus seperti ini ge?" tanya Henry.
"Inilah yang dinamakan cinta, Henly. Aku pun tak mengerti dengan cinta mereka." Jawab Zhoumi miris.
Ya, kini hanya tersisa seorang Kim Ryeowook yang saat ini menderita gangguan jiwa. Dendam telah membutakan semuanya. Tugas mereka sudah selesai, pada akhirnya terbukti bahwa diantara Crimson, Magnolia, dan Vladimir, Magnolia lah yang terkuat. Tidak, bukan Magnolia yang terkuat melainkan ego mereka masing-masing.
Pada ayunan pedang terakhirnya, Kyuhyun baru menyadari betapa sesungguhnya ia masih mencintai Wookie nya. Tapi semuanya terlambat, Wookie terlanjur mengirimkan ajalnya.
.
.
Bisakah kau melihatku? Meskipun kini aku tak lagi bersamamu, aku akan selalu menjagamu seperti janji ku dulu. Bisakah kau mendengar suara hatiku? Karena hati ini akan selalu memanggil namamu. Saranghae Kim Ryeowook.
.
.
.
END
Maaf kalau endingnya benar-benar tak sesuai dengan harapan kalian semua.
Maaf kalau ceritanya membingungkan
Maaf kalau aneh dan alurnya kecepetan banget.
Fanfic ini tercipta karena video music t ara yang sexy love itu. Entah mengapa malah kepikiran kayak gini. Hehehe….
Terima kasih yang udah mereview.
Dont Bash oke?
Yang udah terlanjur baca, jangan lupa review nya ya.
RNR PLISS…
