Truth of My Destiny
.
.
~ Sunny Narcieq February~
Disclaimer: Gakuen Alice © Tachibana Higuchi-sensei
Truth of My Destiny © Sunny N. F.
Sekuel cerita New World
...
RUKA NOGI
Di sebuah kuil keluarga Nogi sangat besar di pinggiran kota kecil Alexus. Di dalamnya ada seorang anak kecil berusia lima tahun sedang berdoa di patung Eternal, seorang priest Alice Royal Academy. Dia menutupkan matanya, berdiri sambil berdoa di dalam hati.
Pada saat pintu besar kuil keluarga Nogi dibuka, sosok kakek separuh baya memakai pakaian priest bergambar bulan bintang di jubahnya berwarna putih mendekati anak kecil pirang keemasan tersebut.
Lord Priest menepuk bahu anak kecil tersebut. Anak pirang kecil itu membuka matanya dan menolehkan kepalanya ke Lord Priest.
Dia tersenyum, "kakek?" dia memeluk Lord Priest yang ternyata adalah kakeknya.
Si kakek membelai rambut pirang keemasan si bocah kecil itu dan tersenyum kecil. "Ruka," kata kakek yang menamakan anak kecil pirang keemasan itu adalah Ruka.
Ruka melepaskan pelukannya dan mengangkat kepalanya untuk menatap kakeknya yang lebih tinggi darinya. "Ada apa, kakek?" tanya Ruka kebingungan.
Sang kakek berlutut untuk menyamakan tatapannya ke Ruka. Dia tersenyum sedih membuat Ruka kebingungan lagi.
"Ada apa, kakek? Kenapa sedih?" tanya Ruka sambil memegang pipi kakeknya yang hampir keriput.
Untuk menyembunyikan kesedihannya, sang kakek tersenyum. "Sudah saatnya kamu menjalankan takdirmu, Nak."
"Takdir?" tanya Ruka masih kebingungan.
"Ya, Anakku. Takdir yang akan kamu pegang untuk Alice Royal Academy," jelas sang kakek.
"Alice Royal Academy? Untuk apa, kakek?" Ruka masih kebingungan.
"Aku pernah menceritakan bukan kalau Eternal, nenek moyang kita pernah melindungi Raja kita dan Alice Royal Academy dari tangan suku kegelapan?"
Ruka mengangguk.
"Ya, di situlah kamu, anakku. Kamu yang akan menggantikan ibu dan ayahmu untuk menjadi priest."
"Priest?"
"Priest adalah seorang imam. Dia adalah sesosok orang yang akan melindungi kestabilitas Alice Royal Academy dan melindungi Raja yang akan naik takhta."
"Raja?"
"Ya, Raja, anakku. Dia sedang dicari oleh Alice Royal Academy untuk menggantikan sang ayah yang sudah wafat. Katanya dia dibawa pergi oleh sang ibu ke rumah neneknya. Jika kamu bertemu dengannya dan tahu siapa dia. Aku ingin kamu untuk melindunginya dari seorang putri suku kegelapan."
"Putri suku kegelapan?" tanya Ruka lagi ingin tahu.
"Putri suku kegelapan adalah anak dari Raja suku kegelapan yang wafat beratus-ratus tahun yang lalu. Dia adalah seorang gadis memiliki kekuatan yang sangat hebat. Dia mampu menghancurkan manusia-manusia suci yang tidak bersalah. Dia juga bisa menghancurkan Alice Royal Academy yang dia mau."
"Memangnya apa yang akan terjadi kalau putri suku kegelapan dan Raja kita bertemu?"
"Aku tidak tahu, anakku. Mungkin mereka akan saling menghancurkan."
"Kalau kakek tahu. Kenapa kakek tidak bilang sama ayah dan ibu?"
Sang kakek diam dan tidak berbicara. Ruka masih ingin tahu dari jawaban sang kakek. Sang kakek berdiri, mengambil tangan Ruka keluar dari kuil.
"Kita pergi ke makam ayah dan ibumu, Ruka. Kita akan mengetahui di sana."
Ruka mengangguk setuju saja.
Baru kali ini, dia pergi ke pemakaman ayah dan ibunya. Waktu itu, saat menjalankan tugas, sang ayah gugur dan ibu melahirkan Ruka di sebuah medan perang yang telah menghancurkan sebagian besar bangunan dan membunuh prajurit, ksatria, priest dan juga siswa-siswa Alice Royal Academy lainnya.
Saat itu, ibunya Ruka, Sheila. Yang merupakan salah satu priest terhebat meninggal saat dia kembali ke rumah sang ayah mertua, ayah dari suaminya yang juga seorang priest. Perempuan berambut pirang keemasan panjang itu memberikan bayi mungil merah yang baru lahir ke tangan sang kakek. Sang ibu memberikan syal bergambar bulan bintang ke tubuh bayi mungil itu dan menciumnya. Setelah itu, dia minta pamit pada sang ayah mertua untuk kembali ke medan perang untuk membantu sang Raja.
Di saat itulah, sang kakek merawat Ruka sampai sekarang. Mengajarkan dia tentang bagaimana menjadi seorang priest yang handal dan hebat yang mampu melindungi semuanya.
Mereka berdua sudah tiba di makam sang pahlawan yang telah bertarung habis-habisan melawan rakyat suku kegelapan.
Ruka melihat makam berwarna merah muda, terlihat jelas di mata biru langitnya. Namanya Luna M. Koizumi. Di sebelahnya, Shiki N. Masachika, dan sebelah samping makam nama Shiki, di situ tertulis nama Izumi H. Yukihira.
Ruka menarik-narik jubah putih sang kakek. Kakek berhenti dari langkahnya dan melihat Ruka.
"Kakek, itu makam siapa?" tanya Ruka menunjukkan makam yang dilihatnya tadi.
Kakeknya melihat arah yang ditunjukkan Ruka. "Itu adalah makam untuk Komandan Ksatria terhebat di Alice Royal Academy."
"Jadi, nama Luna M. Koizumi, Shiki N. Masachika, dan Izumi H. Yukihira adalah seorang komandan kastria, kakek?"
"Iya, itu benar, anakku. Mereka adalah seorang ksatria yang telah melindungi sekolah Alice Royal Academy dan Raja mereka."
Ruka tidak mengatakannya lagi. Dia masih melihat ketiga makam yang sudah dipenuhi bunga-bunga yang sangat indah. Ruka sangat takjub dan kagum melihat ketiga makam itu. Dia merasakan kalau ketiga makam itu dilindungi oleh seseorang entah darimana.
"Di sinilah tempatnya, Ruka. Makam di mana ayah dan ibumu dimakamkan. Tempat untuk para priest yang sudah meninggal." Sang kakek berhenti di depan makam priest.
Ruka berjalan menuju kakeknya. Dia berhenti tepat depan makam ibu dan ayahnya. Makam bertulisan itu masih ada. Di situ tertulis.
Rest In Peace
Priest
Hiroshi Y. Nogi
Born: Alexus, 17 Maret 19xx
Die: Rohini, 16 Maret 19xx
Dan makam ayahnya di samping ibunya tertulis:
Rest in Peace
Priest
Sheila F. Nogi
Born: Hanon, 16 February 19xx
Die: Luxer, 15 Maret 19xx
Ruka terkejut pada tanggal dan tempat kematian sang ibu. Dia menatap kakeknya yang sudah duduk bersimpuh di depan makam ayah dan ibunya.
"Kakek, bukankah kota Luxer dekat dari sini?" tanya Ruka ingin tahu.
"Iya, anakku. Kota Luxer dekat dari sini. Tanggal kematiannya sama dengan tanggal kelahiranmu, Ruka. Ibumu meninggal di kota Luxer saat dia membawamu kepadaku. Kata penduduk kota Luxer, ibumu meninggal di jalan saat mau kembali ke medan perang," kata kakek menjelaskan sedetil-detilnya. Masih melanjutkan, "dan ayahmu meninggal sebelum kamu lahir, anakku. Dia meninggal sehari sebelum kamu dilahirkan."
Ruka meneteskan air matanya mendengar kematian ayah dan ibunya. Kakek memeluk tubuh mungil Ruka dan mengusap-usap punggungnya. Kakek tersenyum sedih saat sang cucu mengetahui tentang kematian ayah dan ibunya. Dia ingin menangis tapi hatinya tidak bisa membuatnya menangis. Karena pada saat ditemukan mayat Sheila, ibu Ruka. Hari itu, sang kakek sudah menangis habis-habisan melihat menantunya sudah tiada.
"Kamu mau berjanji, Ruka?" Kakek melepaskan pelukan Ruka, menghapus air matanya dengan tangan besar kakek itu.
Ruka masih terisak-isak sambil mengangguk.
"Berjanjilah untuk melindungi semuanya. Melindungi masyarakat ibukota Rohini, sekolah Alice Royal Academy, orang-orang yang kamu sayangi, dan Raja kita."
Masih bingung dan tidak tahu apa-apa, Ruka tidak berbicara.
Kakek mengambil sebuah benda berupa gelang berbentuk bulan bintang kepada Ruka. Ruka melihat gelang bulan sabit itu dengan kagum dan tersenyum.
"Saat kamu sudah bisa melihat masa depan di usia sepuluh tahun, kamu tidak boleh melepaskan gelang ini. Karena gelang ini bisa membantumu untuk tidak melihat masa depan."
Ruka mengambil gelang itu, menggenggamnya erat.
"Satu lagi Ruka. Saat kamu sudah bertemu Raja kita, kamu akan berteman dengan dia dan melindunginya. Mengerti, anakku?"
Ruka hanya mengangguk.
Kakek tersenyum dan memeluk kembali Ruka, cucunya yang paling dia sayangi. Kakeknya berdiri, mengambil tangan kecil Ruka dan berbalik kembali menuju rumah.
Ruka yang telah berjalan, melirik ke belakang melihat makam ibu dan ayahnya. Telah berjanji pada dirinya sendiri, dia akan menuntaskan tugasnya sebagai seorang priest muda. Dan juga melanjutkan tugas dan amanah orang tuanya untuk melindungi dunia ini dan manusia-manusia suci lainnya dari suku kegelapan.
...
Sunny Note's: Keren, 'kan? Ini cerita bagian II TOMD, di mana Ruka Nogi sebagai seorang priest untuk menggantikan orang tuanya yang dulu sebagai priest.
Di chapter selanjutnya tentang Hotaru... Berikutnya pertemuan Natsume dan Ruka, dan untuk endingnya saya belum tahu pasti.
Kalian tunggu saja! Sekarang saya mulai aktif Update! Hehehehe :D
Berkat teman-teman maya dan nyata, yang telah membangunkan saya dari keterpurukkan lahir batin.
Tolong di review, ya biarpun hanya sedikit...
See you and thank's
Love,
Sunny N. F.
