'Ah, biasanya Sasuke menemaniku. Sekarang terasa sepi.'
Sakura terus berjalan. Ia memikirkan surat itu lagi. Tiba-tiba…
Buk!
Seseorang menepuk bahunya, Sakura terkejut dan…
"KYAAAA!"
Surat Rahasia?
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Akiko Fumiko
Genres : Humor/Romance
Pair : SasuSaku, NaruHina
Warning : typo, AU, OOC, aneh, gak nyambung(?), dll.
.
.
Don't LIKE? Don't READ!
.
.
"KYAAAA!" dengan mata terpejam Sakura berbalik dan menendang ke sana-sini. "Jangan mendekat! Jangan mendekat!" serunya.
Duk!
"Awh!" tanpa disengajanya, Sakura menendang tulang kering orang tersebut. Dari suaranya sudah familiar untuk Sakura.
Ia pun membuka matanya, "SASUKEEE?" teriaknya kaget.
"Khh! Hn. Tak perlu teriak di telingaku seperti itu." Ujarnya sambil menjaga imej-nya kembali.
"Habis, kau mengejutkan ku. Oh iya, kamu habis ngapain? Kok pulang telat?"
"Aku disuruh mencari buku." Ucap Sasuke malas sambil berjalan melewati Sakura.
"Buku apa?" Tanya Sakura.
'Nih cewek, pengen tau atau mau tau banget?' tanya Sasuke dalam hati. Sejak kapan dia jadi OOC gini? "Buku kesukaan Orochimaru-sensei. Aku tak tau buku apa itu." Ucap Sasuke seadanya. Ia agak malas kalau cewek pink disampingnya bertanya lagi.
"Kenapa gak tau?" Tanya Sakura polos. Sasuke mendengus. Ia memutar otak jeniusnya mencari alasan agar Sakura tak bertanya lagi.
"Lupa." Ucap Sasuke.
"Oo…"
.
.
"Hinata-chan, bagaimana kalau nanti kita pergi ke Taman Konoha?!" ajak Naruto setelah sampai di depan kediaman Hyuuga.
"E-eh, b-baiklah, Naruto-kun…" ucap Hinata malu-malu.
"Oke! Aku jemput jam 3 sore ya!" ucap Naruto dan pergi menuju rumahnya.
"N-Naruto-kun…" gumam Hinata.
"Oi, Kenapa kau di situ, Hinata?" Tanya sang Kakak sepupu–Neji Hyuuga-.
"E-eh, t-tidak apa-apa kok, Nii-san! B-baiklah, a-aku masuk dulu!" ucap Hinata dan segera memasuki kediaman Hyuuga.
"Dasar."ujar Neji sambil menggelengkan kepala pelan.
.
.
(^_^)
Ting! Tong!
Hinata sedang menyiram bunga di halaman belakang kediaman Hyuuga. Mendengar suara bel, Hinata berjalan meninggalkan halaman belakang dan menuju pintu(?).
Ting! Tong! Ting! Tong! Ting Tong!
'Hah, gak sabar bener nih orang?' batin Hinata kesal. What?
CLEK!
"S-Siap—"
"Sore, Hinata-chan!" sapa pemuda jabrik di depannya dengan memakai kaos oblong dan celana jeans.
"S-sore, N-Naruto-kun. K-kenapa sudah d-datang? Kan b-baru jam-" Hinata melirik sebentar jam di Rumahnya. "-2.30 sore?" sambungnya heran.
"Yaa, gak papa kan kecepatan? Dari pada 'terlambat'." Ucap Naruto dengan sedikit berbisik saat mengatakan 'terlambat'. Kenapa? Karena di samping rumah Hinata adalah rumah kediaman Hatake.
"O-oh, baiklah. T-tunggu ya, Naruto-kun…"
"SIP!" ujar Naruto semangat.
20 menit kemudian…
Naruto mondar mandir dari tadi. Entah Ia sedang mencari tikus, atau semut (?).
"N-Naruto-kun…" ah! Suara itu yang dicarinya dari tadi. Bukan! Bukan suaranya, tetapi orang yang memiliki suara itu.
Hinata mengenakan baju kaos warna biru tua plus jaket tipis, lalu mengenakan rok mini selutut, sepatu kets warna hitam dan terpasang bando sebagai hiasan kepala. (Maaf, author gak pandai soal fashion).
Naruto terpaku. "Hi-nata-chan… k-kau cantik…" gumam Naruto tanpa sadar.
Blush!
Hinata sekarang merasakan pipinya memanas. Ia tidak boleh pingsan!
'Jangan pingsan, kumohon…'
"Hinata? Naruto?" Tanya suara familiar itu, 'Nii-san!'
"N-Nii-san." gumam Hinata lega. Ia menatap Neji dan disebelahnya ada…
Perempuan?
"H-Hai, Neji-Nii! Apa kabar?" tanya Naruto berusaha ramah.
"Hn. Aku baik. Gimana kabar Kushina-sama dan Minato-sama?" Tanya Neji baik.
'Kok Neji-nii malah nanya kabar Ibu dan Ayah?' batin Naruto heran. Yaiyalah, Neji kan bisa liat sendiri keadaanmu!
"Baik, Neji-nii."
Neji hanya mengangguk kecil lalu beralih pada Hinata yang sedang menatap teman wanitanya seperti pandangan menyelidik.
Seakan mengerti, Neji pun berbicara, "Ia sahabatku di universitas. Namanya Tenten. Tenten, ini adik sepupuku."
"Ah, Hinata ya? Ternyata cantik juga. Perkenalkan, aku Tenten." Ucap Tenten ramah. Ia mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Hinata.
Hinata sedikit ragu, akhirnya menjabat tangan Tenten. "A-aku Hinata Hyuuga. Salam kenal Tenten-san." ucap Hinata sambil tersenyum.
"Ehem, Hinata. Jadi gak?" tanya Naruto pelan. Tetapi masih terdengar oleh Hinata, Neji, dan Tenten.
"I-Iya, Nii-san, Tenten-san, k-kami pergi dulu."
"Kencan ya?" celetuk Tenten. Naruto salah tingkah, wajah Hinata memerah. Neji memutar bola matanya bosan.
"Yasudah sana. Jangan pulang malam!" perintah Neji. Hinata hanya mengangguk patuh.
"Kami pergi!" teriak Naruto dan membonceng Hinata dengan motornya.
.
.
(^_^)
Sakura berbaring di ranjangnya sambil termenung di kamarnya yang bernuansa pink. Dapat dilihat dari wajahnya, ia terlihat gelisah memikirkan sesuatu.
'Hah, aku pusing.' keluhnya dalam hati. Ia pun mendudukan dirinya di ranjangnya. Ia menatap kearah meja kecil disamping ranjangnya. Sebuah bingkai foto. Ia pun mengambilnya dan menatap foto tersebut. Disana terdapat dirinya dan ketiga sahabatnya saat memasuki SMA. Dimulai dari sebelah kiri, Naruto yang sedang merangkul Hinata dengan cengiran khasnya. Lalu Hinata yang tersenyum malu-malu dengan wajah sedikit merona. Lalu Sakura yang menggendeng tangan Hinata, tangan satunya menggendeng tangan Sasuke sambil tersenyum. Yang terakhir Sasuke, sedang tersenyum tipis dengan tangan yang digendeng Sakura, dan tangan satunya lagi dimasukan kedalam saku celana. Sakura mau tak mau tersenyum melihatnya. Ia pun beranjak dari ranjang dan keluar dari kamarnya, menemui seseorang.
.
.
"Sasori-nii." Panggil Sakura. Sasori kini sedang mengerjakan tugas yang diberikan dosennya, tanpa merasa terganggu oleh kedatangan Sakura.
"Sasori-nii!" panggil Sakura lagi berharap Sasori mau membalikan badannya.
"…" Sasori tak bergeming.
Twing!
Muncul perempatan dikepala Sakura. 'Oke! Kesabaranku sudah habis!'
Sakura bersiap berteriak ditelinga Sasori. "SASORI-NII!"
"Eh? Ada apa Sakura?" Sasori melepas headset nya yang terpasang ditelingnya.
Sakura terbelalak. 'Jadi? Dari tadi dia pake headset?!' geram Sakura.
"Sakura?" ulang Sasori.
"Eh? Ah, Sasori-nii. Aku… Aku mau tanya," ucap Sakura ragu-ragu.
"Tanya apa?" tanya balik Sasori. Ia mengerutkan dahinya. Tak biasanya Sakura bertanya, pikirnya.
"Sasori-nii, pernah… terima," jeda sebentar. Sakura menarik nafasnya. "Terima surat dari cewek mungkin? Yang suka ma Sasori-nii?"
Sasori mengedip-ngedipkan matanya. Detik berikutnya ia tertawa. "Sakura, Sakura. Kau ini ada-ada saja. Tentu saja pernah! Masa Sasori Haruno yang cute ini gak pernah dapat surat?" ucap Sasori sedikit narsis.
"Huh! Emang dapat surat dari siapa? Temen? Sahabat? Pacar? Orang yang Nii-san Sukai?" tanya Sakura sedikit jengkel.
"Pacar aja belum punya, ya dari fans lah!"
Sakura sweetdrop. "Nii-san, Nii-san. Itu sih DL!" ujar Sakura lalu berlari keluar dari kamar Sasori.
"Hey! Akh! Dasar anak zaman sekarang! Orang yang lebih tua di ejek! Eh! Tapi kan, aku gak tua? Malah kayak bayi. Yeah! Kau memang keren Sasori!" ucapnya Narsis. Oke, kita tinggalkan dulu Sasori yang sedang narsis.
.
.
(^_^)
Sasuke kini sedang membaca di kamarnya. Suasana di kamarnya sangat sunyi. Ya, setidaknya tidak ada-
BRAK!
"Otouto!" pekik sang kakak. Sasuke memutar bola matanya bosan.
"Hn?" tanya Sasuke dengan malas dan melanjutkan membaca. Itachi –Kakak Sasuke- pun menarik Sasuke yang sedang asyik baca buku, keluar kamar.
"Hey! Apa yang kau lakukan, Aniki!" pekik Sasuke tidak terima ditarik paksa. Itachi mendengus.
"Sudah~ ikut saja, Sasu-chan~" goda Itachi. Sasuke bergidik ngeri sedangkan Itachi terkekeh.
Itachi membawa Sasuke ke dapur.
"Ini Bu, Sasuke-chan udah datang!" seru Itachi. Sasuke mendelik dan menatap itachi dengan pandangan Jangan-panggil-aku-dengan-embel-embel-chan! Tetapi Itachi tidak memperdulikannya.
"Ah, Sasuke. Tolong antar bingkisan ini ke kediaman Haruno ya?" ucap Ibunya –Mikoto Uchiha- dengan lembut.
'Haruno?'
"Kenapa tidak Aniki saja yang mengantar?" ujar Sasuke menatap Itachi.
"Sakura kan sahabatmu, Otouto. Masa aku yang ngantar?" keluh Itachi.
"Sudah-sudah, mau ya? Sasuke?" ucap Mikoto lembut dan berharap Sasuke mau. Sasuke tak tahan dengan tatapan Ibunya pun akhirnya menyetujuinya.
"Kau malu Otouto? Aku akan mendampingimu~" goda Itachi.
"Menggelikan." Ucap Sasuke datar. "Aku pergi." Sasuke pun berjalan ke kediaman Haruno.
"Otouto! Titip salam dengan-" teriakan Itachi terputus.
"Diam, BAKA ANIKI!"
.
.
Kediaman Haruno
Ting! Tong!
"Sakura, coba kau lihat siapa itu." Ucap Ibu Sakura -Tsunade Haruno-. Sakura yang baru saja berhenti dari kegiatan berlari langsung menuju pintu dengan ogah-ogahan.
Clek!
"Ah, Sasuke?" sapa Sakura ramah.
"Hn." Sasuke menatap Sakura.
"Ada apa ya?" kata Sakura polos ketika ditatap Sasuke.
'Aduh, Sakura, Sakura.' Batin Sasuke pasrah. "Ini, Ibuku kasi."
"Ah, makasih Sasuke. Ayo masuk!" ajak Sakura sopan.
"Tak usah, aku mau pulang. Besok ku jemput jam 6.30. Jaa…" kata Sasuke dan melongos pergi.
"Jaa~ Sampai ketemu Sasuke!"
.
.
To Be Continue!
.
.
(A/N) : Halo~ Readers! Ketemu lagi dengan saya! ^^ (Readers : kamu siapa ya?)
Gimana chapter ini? Berikan komentar yah! Saya minta maaf kalo ada kekurangan. Hehe…
OK! Balas Review!
Karimahbgz : Wah~ benarkah? Sama donk! (?) :D
Nih udah update! ^^ Review lagi?
Akasuna no ei-chan : Arigatou~ Review again? Please? :)
AcaAzuka Yuri chan : Makasih… :)
Ini udah ku usahain ceritanya dipanjangin, gimana hasilnya? Baguskan? #plak!
Review again? :D
mako-chan : Ini udah update. :)
Aaa~ Kasi tau gak yaaaa? #ditendang. Mungkin 98% benar? #plak!
OK! Review again?
Wah, makasih bagi yang udah review~ #bungkuk-bungkuk
Ok, akhir kata. Readers kan baik, cantik/ganteng, rajin menabung.
Review? Please?
