Sreek.. Sreekk..

Suara semak-semak yang bergoyang, sepertinya semak-semak itu bergerak karena ada yang bergerak di balik sana. Adengan ini sering ditampilkan saat film horror bukan? Saat pemeran utama berada di dalam hutan yang gelap dan menyeramkan tentunya, adegan ini dibuat pasti untuk menimbulkan feel penasaran dan menegangkan dalam otak pembaca atau penonton yang membaca dan menyaksikan adegan tersebut.

"HOOYY! CUT! CUT! CUT! HENTIKAANNN! Kau ini apa-apaan sih!? Bukankah ini scene aku dan si Teme mendengar suara dari semak-semak, kenapa jadi kau yang berbicara disini menerangkan hal itu!"

"Uh? Memangnya tidak boleh, Dobe? Aku ini Author cerita ini! Suka-suka aku lah mau menempatkan kau dimana saja. Aku juga pengen masuk scene juga kali"

"Heh? Dobe? Kau ini sudah kemasukan kata-katanya si SasuTeme itu ya?"

*Sasuke datang*

"Apa katamu, Dobe?!" (menyiapkan Chidori)

"Apa kau tuli hah? Teme?" (menyiapkan Rasengan)

"TERIMALAH INI!" (Naru&Sasu)

Author yang ketakutan saat itu langsung berubah menjadi Kakashi dan mencoba menghalangi mereka berdua, seperti adengan anime naruto, saat Naruto dan Sasuke bertarung diatas atap Rumah Sakit. Dan Author yang berubah menjadi Kakashi pun berhasil mematahkan serangan mereka.

"Sudah cukup! Jangan buat Chapter akhir ini hancur terkena Rasengan dan Chidori kalian! Ayo kita mulai scene pertama! Lighting siap? Audio siap? Keyboard siap? Otak siap? Okey.. Keyboard.. Typing... Action! " (duduk di depan laptop dan mulai mengetik)

Materi Rahasia

.ooOoo.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

.

.

Warning : EYD hampir tidak beraturan, bahasa baku dan gaul jadi satu.

.

.

Genre : Adventure, sedikit Parody

.

.

Rate: K - K+

.

.

Summary

Ada guru biologi baru di sekolah Naruto dan Sasuke dan mereka mendapatkan sebuah materi rahasia. Apa yang akan Naruto dan Sasuke lakukan setelah mendapat materi rahasia tersebut?

Chapter 4

The End of the Story of Materi Rahasia

Kebenaran yang tersembunyi

Happy Reading, Minna

Sreek.. Srek.. Sreek..

Suara semak-semak yang bergoyang, sepertinya semak-semak itu bergerak karena ada yang bergerak di balik sana. Suaranya begitu terdengar, sepertinya benar-benar ada sesuatu yang besar hingga dapat mengerakakn semak-semak itu sampai mengeluarkan suara yang cukup keras.

"Sstt... Dobe! Kau dengar itu?"

"nngg... T-ten-tu saja Te-teme... sepertinya ada sesuatu dibalik semak-semak itu~"

"KALAU ITU AKU JUGA TAU!"

"Sstt... diam! Kau jangan mengeluarkan suara yang berlebihan seperti itu! Nanti dia akan mengetahui keberadaan kita"

Buru-buru Sasuke menutup mulutnya, tanpa sadar suaranya tadi terlepas begitu saja tanpa terkontrol otak dan saraf motoriknya. Dia benar-benar tidak mengira suaranya yang berlebihan itu keluar begitu saja. Sasuke melihat sekeliling,daerah ini sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan kecuali mereka berdua dan sesuatu yang berada dibalik semak-semak itu.

Sasuke's Side

Tak ada orang yang bisa dimintai tolong kalau begitu, ada tiga kemungkinan. Pertama itu hanya angin yang menggerakan semak-semak. Kedua, mungkin hanya binatang. Dan ketiga, berarti itu manusia. Coba kemungkinan pertama, tadi saat aku dan Naruto bangun dari adegan bertabrakan itu, tidak ada angin keras yang sanggup menggerakan semak-semak sampai menimbulkan suara keras itu. Ah, berarti itu bukan angin!

Kemungkinan kedua, saat diperjalanan aku melihat sekeliling dan hasilnya tidak menemukan hewan yang sebesar.. ya.. kira-kira setinggi 80cm disini. Yang kulihat paling Tupai, Serangga-serangga, dan bangsa-bangsa hewan kecil lah. Mana bisa mereka menggerakan semua sisi dari semak-semak yang lebih besar tiga kali dari mereka. Berarti itu bukan hewan!

Kemungkinan yang terakhir, itu manusia! Manusia? Sudahku bilang disini seperti daerah tanpa kehidupan. Sepi, sunyi, dan senyap. Ah, mana mung-... Eh! Tunggu dulu! Bisa saja itu manusia! manusia memiliki tubuh yang besar bukan? Dengan berjongkok atau duduk tingginya bisa setinggi semak-semak itu. Pasti dia bisa menggerakan semak-semak itu sampai mengeluarkan suara "Sreek.. Sreek" yang cukup kencang! AHA!...

Emm... tapi, ada dua kemungkinan untuk manusia yang bersembunyi dibalik semak-semak itu. Pertama dia orang jahat dan kedua dia orang baik. Tapi... kalau dia orang baik, apa yang dia lakukan disin-...

End Sasuke's Side

"Hoy Teme! Kau baik-baik saja kan? Kau jangan melamun disini, nanti bisa 'kesambet' loh hihihi"

"Hn."

"Baiklah, aku akan kesana ya!"

"Ck... Paranoidmu sudah hilang yah? Cepat juga ya..."

"Uh? Tentu saja! Haha"

"Sebaiknya aku ikut bersamamu. Hanya untuk bejaga-jaga kalau kau pingsan disana..."

"NEE? APA MAKSUDMU?!"

"Sudah cepat jalan!" (mendorong tubuh Naruto)

Setibanya didepan semak-semak

"Teme, kau duluan!"

"Lah? Bukannya kau yang bersemangat untuk melihatnya? Kau saja!"

"Kau kan disini, lebih baik kau saja"

"Kau saja! Kau yang sampai duluan disini!"

"Kau saja! Kau lebih tua dariku Teme~"

"Kok umur dibawa-bawa sih?"

"Memangnya kenapa? Kau tak terima? Kau memang lebih tua dariku~"

"Ngggg... Itu semua tidak ada hubungannya! Kau duluan!"

"Tidak bisa! Kau duluan!"

"Kau!"

"Kau saja!"

"Ka-"

Karena suara mereka yang terlampau berisik akhirnya makhluk yang berada dibalik semak-semak pun menoleh dan memperlihatkan bentuk dan wajahnya. Karena aksi sang makhluk misterius yang memperlihatkan bentuk dan wajahnya, Naruto dan Sasuke pun menggambil beberapa langkah mundur menjauhi semak-semak itu. Wajah sang makhluk yang tadinya tertutup kegelapan akhirnya sedikit demi sedikit terlihat. Dan...

"KAU!"

"KAU?"

"SHINO!" (Sasuke dan Naruto)

"SEMUA INI GARA-GARA KALIAN BERDUA!"

"Apa maksudmu, Shino?"

"Serangga langka yang bersifat nocturnal *Bangun dan beraktifitas di malam hari* dia kabur! Mendengar suara kalian yang super kencang *bagi serangga itu* dia langsung kabur! Padahal aku sedang mengamatinya. Siapa tahu bisa menjadi serangga peliharaanku... TAPI DIA SEKARANG SUDAH PERGI!"

"Maafkan kami, Shino!"

"Huh?"

"Maafkan kami!" (berlari menjauhi Shino)

Samping Laboratorium

"Fuuuh... untunglah, kita berhasil menghidar dari ampukan manusia serangga itu!"

"Iya benar Dobe, dan untungnya lagi dia itu Shino. Bukan orang jahat!"

"Benar~"

"Oke, sekarang ayo masuk ke Laboratorium!"

"Oi!"

Sementara itu di kediaman Kabuto

"Tak ada salahnya aku melihat laboratoriumku, siapa tahu ada orang yang terlalu ingin tahu..."

Kabuto memasuki ruang CCTVnya, sambil memegang secangkir teh hangat di tangan kanannya tangan kabuto dengan sigap mengambil remote dan mulai menekan satu persatu tombol yang berada disana. Satu persatu gambar keadaan muncul dilayar pengintai miliknya.

"Heemm..., tidak ada apa-apa"

Tiba-tiba tangan kabuto berhenti menekan tombol-tombol remote. Pada layar pengintai terlihat keadaan di depan pintu belakang laboratorium. Kabuto mengecilkan matanya untuk meliat lebih jelas pada monitor.

"Sepertinya kita kedatangan tamu kecil..."

Kabuto langsung menaruh remote dan tehnya di meja, dia langsung bergegas ke ruang tamu dan langsung menyambar telepon miliknya. Ternyata telepon itu tersambung dengan Yamato, rekannya.

"Hey Yamato!"

"Hm? Kabuto ada apa?"

"Sepertinya kita kedatangan tamu"

"Tamu? Apa maksudmu?"

"Sudah cepat kerumahku sekarang!"

"Tapi ini sudah malam"

"Terus? Wow gitu? Udah cepet!"

"Cih.. Baiklah"

10 menit kemudian..

Tok.. Tok.. Tok..

"Kabuto! Buka! Ini Yamato!"

"Oh.. kau ternyata, cepat masuk!"

"Sekarang apa maksudmu tadi?"

"Mari ku tunjukan sesuatu"

Kabuto dan Yamato segera menuju ruang CCTV milik kabuto, kemudian Kabuto menekan tombol-tombol di remote. Dan pada satu tombol Kabuto berhenti, terlihat di layar pengintai keadaan di koridor belakang laboratoriumnya. Dengan menggunakan infrared semuanya bisa terlihat walaupun dalam keadaan gelap. Terlihat di layar tersebut ada dua orang yang sedang berjalan menelusuri koridor belakang laboratorium.

"Kau lihat itu Yamato?"

"Iya, aku lihat!"

"Nah, itu maksudku tamu yang aku bicarakan di telepon tadi"

"Ohh... ternyata ada yang ingin tahu juga denga laboratorium kita hehe"

"Ayo, kita sambut tamu kecil kita!"

Kemudian Kabuto dan Yamato bergegas menuju lantai bawah tanah. Kediaman Kabuto memang tidak terlalu jauh dengan laboratoriumnya, jadi dia membuat jalur rahasia untuk ke laboratoriumnya.

"Aku tidak sabar menyambut tamu kita, Yamato *senyum sinis*"

"Aku juga"

RainbowThunder

Maupun Sasuke ataupun Naruto tidak menyadari keberadaan CCTV yang siap siaga selalu merekam setiap gerak-gerik mereka. Memang CCTV milik Kabuto sangat kecil dan tidak terlihat di kegelapan dengan CCTV seperti ini sangat menguntungkan pihak Kabuto.

"Naruto! Arahkan sentermu ke kanan!"

"Kau lihat itu?"

"Sebuah pintu... "

"Ayo kita masuk, Naruto!"

"Dengan perlahan, Sasuke mendorong pintu tersebut"

"Wah... ternyata ini perpustakaannya! Besarnya~"

"Sstt.. jangan berteriak seperti itu!"

"Ih.., Teme ini kan tidak ada orang!"

"Apa katamu lah"

Ctek!

Sasuke menyalakan lampu ruangan perpustakaan. Dengan begini ruangan perpustakaan menjadi terang dan lebih nyaman.

"Hey Teme, lihat ini!"

"Ini!"

Sementara itu Kabuto dan Yamato~

"Jauhnya.. kapan kita sampai, Kabuto!"

"500 meter lagi! Sabar sedikit!"

"Baiklah, ngomong-ngomong ini tembusnya dimana, Kabuto?"

"Di lemari buku ke 3 di perpustakaan"

"Oohh"

"HAHA!, tamu kita memang benar-benar ingin disambut ya!"

"Hmm? Kenapa?

"Lihat ini.. ini adalah layar CCTV mini buatanku, dua tamu kita ada di perpustakaan, tepat di ruangan lorong ini tembusnya"

"Wah.. pas sekali hahah!"

*SASUKE DAN NARUTO DALAM BAHAYA.*

"Ini! Ini buku tentang Edo Tensei!"

"Coba kau baca Teme!"

"Kenapa harus aku?"

"Aku malas baca :p "

*sweetdrop*

Kemudian Sasuke membaca setiap lembar buku tersebut. Naruto yang sembari tadi memperhatikan temannya membaca menemui keanehan raut wajah temannya itu. Pertamanya, raut wajah sasuke datar sangat datar! Kemudian saat dia membaca halamn-halaman selanjutnya wajah Sasuke tampak bergedik ngeri dan mulai mengucurkan keringat.

"Teme! Kau kenapa hah?"

"..."

"Hey temee~"

Brak!

Sasuke segera membanting buku ke lantai

"Cepat kita harus keluar dari ini segera!"

"Tapi.. kita baru sam-"

Sebelum Naruto menyelesaikan kalimatnya, Sasuke sudah menarik tangan Naruto keluar dari perpustakaan

"STOP! Sasuke! Kau lihat benda itu" *nunjuk ke sisi dinding*

"I—Itu... CCTV!"

"CCTV? HAH! Ayo keluar dari sini!"

Karena ruang perpustakaan sudah diterangi oleh lampu, jadi CCTV pun terlihat.

Sementara itu

"Sial! Mereka melihat CCTVku! Yamato ayo cepat!"

"Hhhh.. Kabuto.. jauh sekali~"

"Sudah cepat!"

Merekapun mulai berlari.

"Aku sudah mengunci semua pintu disana dengan alat pengunci otomatis jarak jauh, jadi kita tidak perlu berlari"

"BAKA! Terus kenapa kau menyuruh lari tadi?"

"Huaa.. gomen ne, lupa"

Untunglah Naruto dan Sasuke sudah keluar dari ruangan perpustakaan, jadi mereka masih bisa mencari jalan keluar. Walaupun bukan dari pintu.

Kreeeekk...

Lemari buku ketigapun berubah menjadi sebuah pintu. Dari pintu itu keluarlah Kabuto dan Yamato. Merekapun bergegas menelusuri semua sisi perpustakaan

"Hey, Kabuto... sepertinya aku tahu siapa tamu kita"

"Siapa?"

"Lihat ini"

Yamato menunjuk buku yang tergeletak di lantai keramik itu. Buku itu adalah buku Edo Tensei, Edo Tensei hanya diberitahu hanya kepada Naruto dan Sasuke. Jadi Yamato langsung tahu siapa yang membaca buku ini.

"Hmm.. Naruto dan Sasuke ya?"

"Mereka berani sekali kesini!"

"Ayo cepat pasti mereka sudah membaca buku ini, bisa gawat kalau ketahuan orang lain, kita harus menangkapnya! Hidup ataupun Mati!"

Kabuto dan Yamato langsung bergegas berpencar mencari tamu mereka.

RainbowThunder

"Sasuke! Semua pintu terkunci!"

"Bagaimana ini? Pasti Kabuto-sensei sudah ada disini!"

"Ini gawatt!"

Merekapun berlari tak tentu arah, karena panik mereka jadi main masuk sana sini dan tak jelas. Sampai akhirnya mereka kecapekan dan sepakat untuk mencari tempat persembunyian yang tentunya tidak terlacak CCTV.

"Teme! Kita bersembunyi dimana?"

"Mmmmm.. disana!" *Nunjuk toilet*

"Toilet? Kenapa harus disana? Kalau bau gimana?"

"Dasar Dobe!, hanya toilet yang tak ada CCTV kau tahu!"

"Oiyaya.."

Mereka berdua langsung masuk kedalam toilet dan segera menguncinya.

"Semoga kita tidak ketahuan!"

"Kuharap begitu.. eh, kenapa kau tadi?"

"Apa?"

"Saat baca buku itu.."

"Baiklah.., kau tahu Edo Tensei itu adalah jurus yang sangat terlarang! Jurus itu yang dicari-cari tim Analisis Konoha"

"APA? JADI ITU JURUS TERLARANG? Kita harus keluar dan memberi tahu ke tim analisis"

"Masalahnya bagaimana kita keluar dari bahaya ini, Dobe!"

"haaahh.. gimana yaa, coba ada Shikamaru disini. Pasti kita cepat melarikan diri"

"Sudahlah.. tak usah berangan-angan Dobe!"

Sementara itu Kabuto dan Yamato masih sibuk mencari tamu mereka. Dan anehnya, mereka tidak sama sekali terbesit untuk melacak ke toilet.

"Heh Kabuto.. mereka tidak ada dimana-mana ini!"

"Tidak mungkin! Gedung ini sudah ku kunci semua! Mereka tidak bisa keluar!"

"Terus mereka kemana?"

"Hemm... coba di toilet!"

"Toilet? Baiklah!"

Tuk..tuk..tuk..

"Dobe, kau dengar langkah kaki?"

"iya!.. jangan-jangan..."

"Itu pasti mereka! Kita harus kabur dari sini!"

BRRAAAAKK! *pintu toilet di buka paksa*

Tak sempat kabur dari toilet, Kabuto dan Yamato sudah menemukan mereka.

"Hai! Sasuke dan Naruto"*senyum penjahat yang siap membunuh

"Gawat... apa yang harus kita lakukan.?"

"Gunakan jurus 1000 bayanganmu dobe!"

Jurus seribu bayangan Naruto sukses membuat Kabuto dan Yamato kebingungan dan kehilangan jejak dari Naruto dan Sasuke.

"Sasuke! Kita bebass!"

"Belum bodoh! Ini masih di laboratorium!"

"Haaaa! Kabuurr ayo cepat Teme!"

"Semua pintu dikunci Dobe!"

"Pintu...?! berarti jendela nggak dong?"

"Aiya bener! Terkadang kebodohanmu bisa menghilang yah Dobe!"

"Huh! Dari dulu aku memang pintar kali!"

"eh! Disebrang sana ada jendela!"

"Yes! Kita bebass!"

"Kenapa kalian terburu-buru sekali hmm..? Naruto? Sasuke?"

Tanpa mereka sadari, Kabuto sudah ada di depan mereka dan otomatis menghalagi jalan keluar mereka.

"Kenapa kau bisa menyusul kami?!"

"Kau kira aku ini bodoh hem Sasuke? Kalau temanmu itu bisa menggunakan jurus bayangan. Aku juga bisa"

"Ck... Sial!"

Tidak berhasil melarikan diri, Naruto dan Sasuke terpaksa memutar otak untuk mencari jalan keluar yang lainnya.

"Kita berpencar Dobe!"

"A-Apa? Berpencar?"

"Sudah cepat! Kita harus memisahkan Yamato-sensei dan Kabuto-sensei terlebih dahulu!"

"Kau ini bagaimana, Teme! Kalau kita sendiri kita tidak bisa melawan mereka!"

"Tenang kau ingat tidak pintu perpustakaan kan ada 2 di kanan dan di kiri"

"Oh iya!"

"Nah.. tugas kita adalah berpencar ke segala ruangan dan kita bertemu kembali di perpustakaan itu. Pokoknya terus berlari sampai ketemu perpustakaan, bagaimana?"

"Lalu?"

"Sudah cepat berpencar! Mereka datang!"

Dengan demikian, Naruto dan Sasuke pun berpencar. Mereka mengambil arah yang berbeda. Dan Yamato dan Kabuto pun mengikuti mereka. Kabuto mengikuti Sasuke dan Yamato mengikuti Naruto. Naruto membuka tasnya dan mencari barang apa saja yang bisa membuat Yamato terhalang dan Naruto bisa lepas dari kejaran Yamato.

"Ku harap aku menemukan sesuatu yang berguna disini!"

Setelah mengobrak-abrik tasnya dalam keadaan lari akhirnya Naruto menemukan sebungkus kelereng.

"Kenapa kelerengku ada disini? Ah sudahlah! Mudah-mudahan kelereng ini membantu!"

Naruto segera membuka bungkusan kelereng itu dan melemparnya kebelakang. Karena gelap, Yamato tidak menyadari bahwa ada kelereng yang ditebarkan dan walhasil, kelereng itu sukses membuat Yamato jatuh.

Disisi lain

Sasuke berusaha membuat dia lepas dari kejaran Kabuto. Dia menjatuhkan apa saja yang terpajang di koridor laboratorium. Sampai-sampai suara pecahaannya selalu terdengar sepanjang koridor.

"Sial! Kabuto-sensei tidak bisa dihentikan! Sedangkan diriku sudah lelah..."

"Mau kemana Sasuke? Bukankah kau baru datang kesini? Kenapa buru-buru pulang hmm?"

"KAUU! Diam saja!"

"Sasuke! Aku ini gurumu! Kau tidak boleh berkata seperti itu!"

"Kau bukan guruku! Kau penjahat! Kau yang dicari-cari tim analisis Konoha!"

"Jadi kau sudah tau ya?"

Sasuke terus berlari tak tentu arah. Dan untungnya dia sudah menemukan pintu ruangan perpustakaan. Menemukannya mudah, hanya cari saja ruangan yang terang karena hanya perpustakaan saja yang lampunya dinyalakan. Disisi lain Naruto sudah berada di pintu kanan. Dengan nafas terengah-engah Naruto masuk ke ruangan perpustakaan.

"Hey Dobe! Mana Yamato-sensei?"

"Hehe.. sudah ku bereskan!"

"HAH?"

"Awas Kabuto-sensei dibelakangmu!"

"Kau juga dibelakangmu ada Yamato-sensei!"

"Hah? APAA!"

Ternyata Yamato berhasil menemukan Naruto.

"Kelerengmu itu tidak membuatku kesulitan Naruto haha!"

Naruto dan Sasuke pun terjebak (lagi), tetapi di tempat yang berbeda. Mereka mengerahkan seluruh tenaga untuk melawan dan kabur dari kedua gurunya tersebut. Tetapi semua perlawanan mereka tidak bermakna apa-apa. Dan pada akhirnya mereka terpojokan di salah satu lemari buku. Ternyata itu lemari ketiga! Tempat Kabuto dan Yamato datang. Tetapi Naruto dan Sasuke tidak tahu.

"Bgaimana ini Teme, kekuatanku sudah habis.. hosh..hosh"

"Hosh..hosh, aku juga Dobe.."

"Apa ini akhir dari kit-"

'AAAAAAAAAAAAAAA..."

Tanpa mereka sadari tangan Naruto sudah mendorong lemari tersebut dan lorong yang terhubung ke kediaman kabuto. Karena Naruto dan Sasuke tidak tahu akan lorong tersebut, mereka pun terjatuh di lorong tersebut.

"Lorong apa ini?"

"Sudah cepat Dobe kita harus keluar dari sini!"

Akhirnya Naruto dan Sasuke berlari menelusuri lorong tersebut. Dan pastinya di ikuti Kabuto dan Yamato.

"Lorong ini akan nembus dimana? Panjang sekali!"

"Aku tidak tahu Dobe! Sudah jangan mengeluh! Itu sedikit lagi!"

Sasuke segera mendorong pintu yang berada didepannya. Dan ternyata mereka berada di bawah rumah Kabuto. Mereka segera menaiki tangga dan alangkah terkejutnya mereka.

"Ini? Ini rumah Teme!"

"Rumah siapa ya?"

"Sudah cepat kita harus keluar!"

"Tunggu dulu! Lihat!"

"Ini- ini.. tempat pengintai! Ini tempat pengatur CCTV! Pantas saja Kabuto-sensei dan Yamato-sensei tahu kalau kita ke laboratorium!"

"HUWAAA! Mereka datangg! Ayo kita keluar dari sini Temee~"

Merekapun keluar dari rumah Kabuto. Ternyata rumah tersebut masih di atas bukit. Merekapun mencari tempat persembunyian sementara, dan mereka memutiskan untuk bersembunyi diatas pohon yang rindang.

"Bagaimana Teme, kita harus memberitahu tim analisis konoha!"

"Tenang apa yang ku bawa~" *mengeluaran telepon Kabuto*

"Darimana kau menemukan itu Teme!?"

"Aku mengambilnya tadi dirumah Kabuto-sensei"

"Yasudah cepat telepon tim analisis!"

Sasukepun langusng menekan tombol nomor-nomor.

"Halo, tim analisis konoha?"

"Iya? Ada apa ya malam-malam?"

"Tolong kami pak! Kami sudah menemukan pelaku Edo Tensei! Dan sekarang kami terjebak oleh mereka!"

"Dimana posisinya, nak?"

"Diatas bukit pak, tolong cepat pak!"

"Baik, kami akan segera kesana!"

"Terimakasih pak!"

Kabuto dan Yamato sudah tepat dibawah tempat pesembunyian Naruto dan Sasuke. Mereka tampaknya curiga dengan sesuatu diatas pohon. Dan benar mereka menemukan Naruto dan Sasuke. Tanpa berpikir panjan Naruto dan Sasuke langsung turun dari pohon dan kembali berlari.

"Hey.. kau ingat Teme! Inikan tempat yang ada lubang itu!"

"Eh iya bener! Bagaimana kita memancing mereka agar mereka jatuh ke lubang itu!"

"Iya kau benar Teme!"

Naruto dan Sasuke segera mengiring Kabuto dan Yamato ke lubang tersebut. Dan, saat mendekati lubang tersebut. Sasuke dan Naruto langsung berbelok ke lain arah. Kabuto dan Yamato terlambat untuk berbelok karena kecepatan lari mereka sudah kencang. Dan walhasil mereka terjatuh kelubang tersebut.

"Yeeyyy! Teme kita berhasil!"

"Syukurlah.."

Brruukk..

"Sasuke kau tidak apa-apa?"

"Hmm..? tidak.. aku hanya lelah~"

"Hahaha! Kau membuatku kaget saja!"

"Hey lihat Teme! Itu matahari terbit! Indah ya"

"Hm.. kita semalaman tidak tidur ya"

"iyaaa~ hooaammm aku mengantuk~"

"Hey! Kalian berdua! Keluarkan kami dari sini! Kami ini gurumu! Kalian tidak boleh berlaku begini!"

"KALIAN BUKAN GURU KAMI! KALIAN BURONAN! DAN SEBENTAR LAGI KALIAN AKAN DIKIRIM KE PENJARA!"

Beberapa saat kemudian tim analisis Konoha pun datang.

"Nak, dimana pelakunya?"

"Itu pak di bawah lubang"*menunjuk ke lubang*

"Oh.. baiklah! Terima kasih ya, kalian sudah membantu kami menangkap mereka!"

"Hehehe.. tidak apa-apa pak, kami pulang dulu ya!"

"Tunggu.. kalian tinggal dimana?"

"Di asrama di bawah bukit ini pak"

"Oh.. disana, ngomong-ngomong mereka menyamar jadi apa nak, sampai kalian terlibat kesini?"

"Mereka berpura-pura menjadi guru kami pak, dan mereka mau mengajarkan ilmu itu ke kami. Tapi kami terlalu penasaran dan kami nekat ke laboratoriumnya. Dan ternyata ilmu tersebut ilmu yang berbahaya."

"Oooh.. begitu, sekali lagi terima kasih ya nak. Hati-hati dijalan!"

"Iya pak"

Akhirnya rasa keingin tahuan Naruto dan Sasuke terjawab. Tidak hanya itu, mereka sekaligus menjadi pahlawan di hari itu.

"Hoaamm... Teme aku ngantukk~~... Oiya! Kau mau mentraktir ramen kan?"

"Hmm? Kata siapa?"

"Iihh... Teme! Kau kemarin bilang! Pokoknya aku tidak mau tahu! Kau berhutang ramen kepadaku!"

"Haahh.. baiklah!"

"YEEAA! Ayo ke Ichiraku!"

"Nanti siang saja lah Dobe! Aku mau tidur! Bukankah tadi kau bilang ngantuk?"

"Engg? Oiya.. haha! Kalau udah ngomongin makanan, sepertinya rasa kantukku hilang."

"Sudah! Ayo pulang dulu ah! Mau tidurrr dobee!"

"Hn, Baiklahh~~"

The End.

HUUUUUUFFFFFFF!

SELESAI juga! Cerita ini!

Saya senang sekali :'))

Udah nunggak berapa bulan nih sama viewers-_-"

Gomen ne, saya sibuk :'""

Ditunggu reviewnya ya!.. pliss~~~ *puppy eyes* /di chidori/ /di rasengan/

ARIGATOU!