Hello, Minna...! Hari ini update lagi tiga chapter.
Hope you'll enjoy it
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Maaf, Karin-senpai. Bisa ganggu sebentar" Kata seseorang berambut jingga didepan pintu. Karin mempersilahkan orang tersebut masuk.
Orang berambut jingga itu pun masuk dengan diiringi cewek berambut biru dan juga makhluk bertopeng lollipop.
"Kami bertiga adalah OSIS inti. Nama saya Pein, ini Konan, dan ini Tobi" Kata Pein memperkenalkan dirinya beserta pasukannya.
"Kami ingin tahu siapa yang menjadi maskot gugus disini" Tanya Pein sambil menatap Karin.
"Tuh...!" Jawab Karin sambil menunjuk kearah Sasuke yang lagi duduk bersama Sakura.
Sasuke kaget melihat Karin menunjuk kearahnya.
"Hah...! Aku...?" Kata Sasuke persis seperti adegan di animasi upin dan ipin (tahu kan ?). Kawan-kawannya serentak menahan tawa agar tidak terdengar oleh para senpainya.
"Iya" Jawab Karin sambil menyeringai.
'Aduh...! Para senpai semuanya merepotkan' Batin Sasuke mulai memikirkan banyak cara untuk mengerjai senpai berambut merah tersebut.
"Baiklah" Jawab Sasuke setelah berpikir beberapa lama. Karin tersenyum puas melihat raut muka Sasuke.
"Baiklah. Maaf mengganggu, Karin-senpai. Kami permisi dulu" Kata Pein sembari meninggalkan kelas Sasuke.
"Baiklah, yang menjawab salah harus dihukum" Kata Karin sambil menyeringai seram kearah juniornya. Mereka langsung menelan ludah dan membayangkan hal terburuk yang bisa terjadi.
"Perhatian... Perhatian...! Semua siswa baru harap berkumpul di halaman sekolah. Sekali lagi, para siswa baru harap berkumpul di halaman sekolah" Pengumuman dengan pengeras suara dibunyikan.
'Slamet...! Slamet...!' Batin hampir semua murid disitu.
'Baru aja dapet kesempatan' Karin membatin sambil berdecak kesal.
Sasuke malah udah berdiri dan berjalan keluar kelas tanpa menghormati senpainya. Semua murid cengo melihat kelakuan Sasuke.
'Nih anak setengah waras kali ya' Batin semua teman-temannya melihat kelakuan Sasuke.
'Bisa stroke gue' Batin Karin kesel ngeliat Sasuke yang dengan seenak jidat ngeloyor pergi.
'Apa ini karma gue karena gue sering ngerjain para senior' Suigetsu malah membatin sambil garuk-garuk kepalanya.
'Ngapain semuanya pada bengong liatin gue' Batin Sasuke.
"Kalian semua ngapain ?" Akhirnya Sasuke membuka suara memecahkan keheningan yang selama ini mencekam.
"Cepat...! Saya hitung sampai lima" Tampaknya cewek yang berbicara dipengeras suara tadi mulai ngamuk.
Kelas Sasuke langsung kocar-kacir mendengar hal itu. Mereka semua berlarian keluar kelas.
"Dasar gak tau sopan santun" Gerutu Karin yang sukses ditinggal sama murid-muridnya.
"Hari ini kalian akan bersih-bersih sekolahan" Kata Karin sambil menyerahkan beberapa peralatan kebersihan pada juniornya.
"Kenapa gak suruh tukang kebun aja ?" Kata Kiba. Ketahuan banget kalo anak ini paling males sama hal yang bernama kebersihan.
"Kebersihan kelas adalah tanggung jawab semua warga sekolah" Kata Karin malah sempat-sempatnya berpidato.
"Lalu, kenapa para guru tidak pernah kelihatan menyapu halaman ?" Pertanyaan dari Sasuke jelas membuat semuanya cengo.
"Maksudmu ?" Suigetsu tampak tidak mengerti dengan ucapan Sasuke.
"Maksudku, harusnya para guru juga bertanggung jawab atas kebersihan sekolah" Kata Sasuke dengan wajah tak berdosa. Karin hanya geleng-geleng kepala menghadapi makhluk setengah waras kayak Sasuke.
"Udah dech. Gak usah banyak omong" Kata Karin sambil melemparkan sapu lidi kearah Sasuke. Serentak para siswa langsung mengambil alat-alat kebersihan tersebut. Ada yang mengambil sabit, koran, kaleng, sapu ijuk dll.
"Udah pulang ya, Sasuke ?" Tanya Mikoto yang sepertinya baru saja selesai masak. Sasuke hanya tersenyum kearah ibunya.
Sasuke langsung berjalan kekamarnya dan merebahkan dirinya dikasur.
'Karin-senpai ternyata cakep juga ya' Batin Sasuke sambil terkikik geli.
Sasuke berdiri dari tempat tidurnya dan mulai berganti dengan kaos belang biru putih serta celana training coklat. Dia keluar sambil mengambil flashdisknya.
"Kaa-chan, aaku mau ke cafe dulu" Kata Sasuke sambil berlari menuju sepeda tercintanya.
"Ada yang kosong, Izumo-san ?" Kata Sasuke pada seseorang berambut coklat dengan poni yang agak panjang.
"Nomor 5" Kata Izumo sambil terus memperhatikan layar komputernya yang menampilkan jendela photoshop. Sasuke berjalan dan mulai memasuki klep nomor lima.
"Aduh...! Orang-orang disini ceroboh banget sih" Sasuke menggerutu pelan melihat banyak sekali password yang disimpan dalam Firefox.
"Ya sudahlah. Aku juga sudah tak tertarik sama facebook, hacknya mudah banget" Gumam Sasuke mengacuhkan rentetan password yang dengan mudahnya dia dapatkan.
'Enaknya ngapain ya ?' Batin Sasuke sambil memutar-mutarkan mouse. Akhirnya Sasuke membuka notepad dan mengetikkan beberapa script untuk menjahili seseorang.
'Baiklah, selesai' Pikir Sasuke sambil menjadikan program tersebut shortcut.
"Sudah selesai" Kata Sasuke pada Izumo sambil menyerahkan uang dua ribuan. Izumo tersenyum sambil menerima uang tersebut.
"Hari ini akan kulanjutkan permainan yang kemarin" Kata Karin sambil tersenyum nista. Para murid secara serentak menelan ludahnya masing-masing.
'Hebat...! Kok bisa kompaak gitu' Batin Sasuke takjub melihat teman-temannya.
"Kau...! Mana pasanganmu ?" Kata Karin sambil menunjuk Naruto.
"Tuh...!" Naruto cuek sambil menunjuk kearah Shino. Karin berpikir sebentar lalu tersenyum mengerikan.
"Kalian berdua harus menembak seseorang dikelas ini dengan sangat romantis" Kata Karin. Wajah Naruto langsung pucat pasi. Shino tetep anteng aja.
"Pilihkan donk...!" Naruto memelas pada Karin.
"Pilih sendiri donk" Jawab Karin seenak jidat. Naruto mengedarkan pandangan menuju seluruh kelas.
"Ha...! Kalian, Ino dan Temari. Bisa bantuk kami kan" Kata Naruto sambil menarik tangan Ino dan Temari. Naruto melemparkan Temari kedepan Shino.
"Aku mulai ya" Kata Naruto pada Karin. Naruto mulai memegang tangan Ino dan menatap Ino dalam-dalam. Ino yang sudah malu, makin memerah wajahnya.
'Gue harus ngomong apa nih ?' Batin Naruto panik, tapi dalam fisiknya, Naruto masih tetep tenang.
'Apa aja bolehlah' Naruto mulai menyusun kata-kata dengan cukup cepat.
"Ino, aku gak mau berbasa-basi disini. Aku pun dengan terpaksa berdiri disini karena orang itu" Kata Naruto sambil melirik kearah Karin.
"Aku cuman mau bilang, I LOVE YOU. Karena aku orang yang sportif" Kata-kata Naruto barusan sukses membuat teman-temannya ngakak gak karuan. Karin harus menahan amarah mendengar penembakan tidak layak tersebut.
"Giliranmu" Kata Karin pada Shino. Shino memandang Temari dan langsung menyerahkan sebuah bunga yang entah dia dapat dari mana.
Temari hanya memandang Shino dengan tatapan -Maksud Loe-
"Aku tahu kamu gadis yang pintar sehingga gak perlu basa-basi lagi. I LOVE YOU" Kata Shino dengan suara misterius seperti biasanya. Temari blushing gak karuan.
"Cieee...!" Sorak semua murid kompakan bikin Karin dan Suigetsu tutup kuping.
"Sudah, sudah, kalian bikin ribut saja. Giliranmu" Kata Karin sambil menunjuk Kiba.
"Hey...! Kau, ayo maju" Kata Kiba sambil menunjuk Hinata. Hinata mengirim deathglare pada Kiba. Tapi akhirnya gadis berambut indigo panjang tersebut mau juga.
"Cepetan, udah siang nih" Gerutu Karin. Kiba memegang pundak Hinata dan menatap Hinata dalam. Kiba mendekatkan wajahnya sampai-sampai Hinata dapat merasakan nafas Kiba.
"I LOVE YOU. Maukah kau jadi pacarku ?" Kata Kiba dengan suara yang dibuat se-gentle mungkin. Hinata gugup setengah mati.
'Dia serius' Batin Sasuke sambil memperhatikan KibaHina.
"Sudah" Kata Karin sambil memisahkan mereka berdua. Kiba hanya nyengir gak berdosa.
"Giliranmu, bandel" Kata Karin sambil menunjuk Sasuke.
"Tapi saya kan bisa jawab senpai" Protes Sasuke. Karin tersenyum sinis kearah Sasuke.
"Aku ada rencana tersendiri"
TBC
Fyuuuh...! Gomenasai, saya lupa nulis TBC dichapter sebelumnya.
Saya juga gak bisa nulis kata-kata romantis, karna saya masuk golongan intelektual.
Anyway
Reviewwww...!
