Hello, Minna...! Update buat hari ini nih.
Enjoy It
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Hari ini adalah hari pertama siswa Konoha Senior High School bisa masuk tanpa gangguan dari senpai-senpainya, alias pelajaran seperti biasa.
"Akhirnya MOS nya selesai, sumpek gue dikerjain sama senpai-senpai itu" Seorang cewek berambut biru tengah curcol sama temennya.
'Gue malah ngerjain senpainya' Batin Sasuke sambil terkikik geli. Sasuke terus berjalan dan tetap stay cool.
Sasuke membuka pintu ruang kelasnya dan tampaklah, kelas 1-C yang sudah sangat rapi sekali.
"Yah...! Masih sepi" Gerutu Sasuke sambil memilih tempat duduk yang paling belakang. Dia langsung mengutak-atik ponselnya yang terkesan jadul tersebut untuk menunggu teman-temannya.
"Good morning, student" Sapa seseorang berjenggot yang baru saja masuk.
"Nama saya adalah Sarutobi Asuma, saya disini sebagai guru bahasa inggris kalian. Silahkan diabsen" Kata Asuma memperkenalkan diri sambil menyerahkan buku absen pada Hinata yang duduk tepat didepan meja guru.
Hinata mengabsen satu persatu murid yang ada disitu disertai dengan pertanyaan oleh Asuma.
"Uchiha Sasuke" Panggil Hinata mengabsen Sasuke. Sasuke mengangkat tangannya.
"Kau siswa dengan NUN tertinggi ya ?" Tanya Asuma pada Sasuke. Sasuke hanya mengangguk pasrah.
"Keberatan bila kau beritahukan rahasianya ?" Asuma bertanya pada Sasuke. Sasuke menggeleng pelan.
"Kalau gitu beritahukan pada semua kawanmu" Kata Asuma mempersilahkan Sasuke untuk bicara.
Sasuke berdiri dan melihat beberapa wajah kawan-kawannya. Ada yang pasang wajah serius, ada yang pasang wajah cuek, ada yang cengar cengir gak jelas dll. Sasuke menghela nafas pelan melihat kelakuan kawan-kawannya.
"Rahasianya terletak pada bakat" Kata Sasuke yang sukses membuat semua siswa yang bertampang serius plus Asuma-sensei cengo.
'Apa-apaan nih anak ?' Batin mereka semua. Sasuke kembali duduk sambil tetap stay cool.
"Lanjutkan aja" Perintah Asuma pada Hinata untuk melanjutkan pengabsenan.
"Baiklah. Karena kali ini adalah pertemuan pertama kita, kita isi acara ini dengan perkenalan saja. Yang mau tanya silahkan" Kata Asuma membuka pelajaran.
Hinata terlihat mengacungkan tangan. Asuma mengangguk dan mempersilahkan Hinata untuk bertanya.
"Sensei bukaa bimbel kan ?" Tanya Hinata dengan antusias.
"Ya, lalu ?" Asuma bertanya balik pada Hinata.
"Aku mau ikut dong" Hinata malah melas-melas gak jelas pada sensei berjenggot itu.
"Baiklah, siapa lagi yang mau ikut bimbel ?" Kata Asuma mempromosikan dirinya. Tidak ada seorang murid pun yang mengangkat tangannya.
"Kau tidak ikut, Sasuke ?" Tanya Asuma sambil menunjuk kearah Sasuke.
'Kenapa harus gue yang ditunjuk' Rutuk Sasuke dalam hati. Sasuke memutar otak untuk mencari alasan yang bisa dibilang tidak menyinggung perasaan.
"Orang tua saya tidak mampu" Kata Sasuke setelah menemukan alasan yang tepat untuk menolak permintaan sensei-nya. Asuma hanya manggut-manggu mendengar penuturan Sasuke.
"Ada yang ditanyakan lagi ?" Tanya Asuma membuka pertanyaan baru.
"Apa sensei bagi-bagi nilai tambahan ?" Kata Ino.
"Saya akan membagi nilai tambah bagi siswa saya yang mengikuti bimbel di rumah saya" Ucapan Asuma jelas membuat seisi kelas gempar.
"Wah...! Kalo gue ikut bimbel, gimana dong dengan ternak lebah gue" Shino udah mengeluh duluan.
"Gue gak ada waktu buat ngurusin begituan" Naruto sudah teriak-teriak gak jelas.
"Merepotkan" Desis Shikamaru yang sepertinya baru bangun tidur.
"Kok lu bisa denger sih ?" Tanya Chouji heran melihat Shikamaru yang sedang tidur bisa mendengar ucapan Asuma.
"Jelaslah, orang kalian semua pada teriak-teriak" Gerutu Shikamaru.
BRAKKK...!
Gebrakan Asuma sukses membuat para siswa terdiam.
"Pertanyaan lainnya ?" Kali ini Sasuke yang angkat tangan. Asuma mempersilahkan Sasuke bertanya padanya.
"Sensei, bukankah kurang baik jika anda hanya mengutamakan uang saja ? " Kata Sasuke. Asuma tampak tersinggung dengan ucapan Sasuke.
"Apa maksudmu ?" Tanya Asuma sambil menatap tajam Sasuke.
"Perbuatan sensei ini bisa dibilang sama dengan menjual nilai. Coba sekarang fikirkan, seseorang yang ikut bimbel dapat nilai bonus, sehingga nilainya terdongkrak. Bagaimana dengan orang lain yang tidak ikut bimbel dan harus belajar ekstra keras seperti saya lalu nilai saya sama dengan nilai orang yang ikut bimbel tersebut" Jelas Sasuke.
"Salah sendiri gak ikut ?" Kata Asuma sambil mencibir.
"Itulah masalahnya sensei. Sensei hanya peduli dengan bimbel. Sensei tidak pernah peduli dengan anak yang mengikuti bimbel tersebut, siapa tahu dia hanya iseng ikutan bimbel" Jelas Sasuke panjang lebar. Asuma berdiri dan menghampiri tempat duduk Sasuke.
"Jadi, kau sudah merasa paling benar disini ?" Kata Asuma menatap Sasuke dengan sinis.
"Manusia hidup adalah untuk belajar. Kebenaran hanyalah ilusi yang diciptakan oleh kehidupan" Sasuke malah berkhotbah didepan senseinya sendiri. Benar-benar...!
"Tidak usah menceramahiku. Kau belum merasakan sakitnya hidup" Asuma sensei mencibir Sasuke.
"Justru karena kebiasaan sensei lah, sensei merasa hidup ini sungguh berat" Kata Sasuke.
'Gila nih anak' Batin semua siswa melihat Sasuke yang dengan suksesnya menceramahi senseinya sendiri. Asuma menggeram pelan.
Kriiiinnnng...!
Bel berbunyi nyaring menandakan pelajaran telah berakhir.
'Asyiik...! Gue diselametin bel' Sorak Sasuke dalam hati sambil cekikikan ngeliat muka Asuma yang menahan marah sekaligus malu.
Akhirnya, ketegangan itu mencair akibat bel pergantian pelajaran.
"Ohayou Gozaimasu" Sapa seorang wanita berambut ungu yang baru saja masuk. Asuma menghampirinya dan membisikinya sambil melirik Sasuke. Guru tersebut tampak manggut-manggut mengerti.
"Perkenalkan, nama saya Anko Mitarashi. Saya adalah guru geografi disini" Kata guru yang bertampang manis tersebut sambil tersenyum.
"Saya ingin agar kalian memperkenalkan diri kalian didepan" Kata Anko sambil memegang daftar absen.
Anko memanggil siwanya satu persatu.
"Hyuuga Hinata" Panggil Anko. Gadis berambut indigo panjang itu pun maju kedepan.
"Namaku Hyuuga Hinata, aku tinggal di kompleks Hyuuga. Hobiku belajar" Kata Hinata dengan lancar.
Anko manggut-manggut mendengar penjelasan Hinata.
"Uchiha Sasuke" Anko mengabsen pasien selanjutnya. Sasuke maju dengan pose cool seperti biasanya.
"Namaku Uchiha Sasuke, aku tidak tertarik untuk menyebutkan tempat tinggalku. Hobiku adalah pergi ke cafe internet" Kata Sasuke. Semua siswa mengernyit heran.
'Ngapain ayam laknat ini ke cafe, jangan-jangan -beeph-' Batin semuanya mesum.
"Ada yang ditanyakan ?" Kata Sasuke sambil melirik kearah Hinata.
"Apa liat-liat ?" Kata Hinata dengan sengit pada Sasuke.
"Biasanya kau bertanya padaku. Kau kan fans ku ?" Kata Sasuke sambil tersenyum sinis.
"Ih...! Amit-amit" Jawab Hinata. Sasuke hanya terkikik kecil sambil duduk ditempat duduknya.
"Baiklah anak-anak, selamat istirahat" Kata Anko sambil berjalan meninggalkan kelas.
"Kau gak lapar, Teme ?" Tanya Naruto pada Sasuke yang dengan sukses nangkring ditempat duduknya sambil memainkan ponsel jadulnya. Sasuke menoleh pada Naruto dan menggeleng pelan.
"Ya sudah, aku ke kantin dulu ya" Kata Naruto sambil melenggang pergi. Sasuke cuek aja ngeliat sahabat anehnya tersebut.
"Ngapain ?" Tanya Hinata yang dengan suksesnya membuat Sasuke terlonjak. Hinata terkikik kecil melihat respon Sasuke yang bisa dibilang, cukup berlebihan. Sasuke mendengus kesal.
"Kaget-kagetin orang aja" Sungut Sasuke.
"Cieeee...! Yang lagi memadu cinta" Sahut Sakura yang sepertinya baru saja dari kantin. Sakura pun ikut nimbrug dan ngobrol banyak dengan Hinata. Sedangkan Sasukenya dicuekin.
Sasuke berkali-kali melirik pada Sakura yang tampak riang dengan pembicaraannya.
'Memang manis' Batin Sasuke sambil senyum sendiri.
TBC
Fyuhhh...! Akhirnya selesai juga.
Maaf, perjanjianku dua hari dua chapter, tapi ini malah tiga chapter. Hhe
Gak papa yang penting tetep...
Reviewwww...!
