NARUTO
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIR : SASUNARU, ITAKYUU, KAKAIRU, SHIBA, NEGAA, etc.
slight NARUHINA
PLAYING OF DEATH
DON'T LIKE DON'T READ
WARNING! YAOI, TYPO, OOC, OC, GJ, etc.
Chapter 2
Naruto POV
Hai namaku Uzumaki Naruto. sering dipanggil Naru-chan oleh orang-orang di sekitarku. Padahal aku laki-laki. Umurku 12 tahun, Oktober nanti umurku 13 tahun.
Hari ini adalah hari pertama aku masuk SMP alias Kimitsu Junior High School. Sekolah ini terkenal sekali se Konoha dan Internasional loh. Kimitsu Junior High School ini hanya salah satu dari Kimitsu Gakuen. Kimitsu Gakuen lah yang paling terkenal. Kimitsu Gakuen ini terbesar dan terlengkap di dunia karena sekolah yang luasnya sekitar lima stadion sepak bola ini di bagi menjadi empat kawasan. Kawasan utara untuk SD atau lebih terkenal Akademy Gakuen, kawasan barat untuk SMP alias sekolahku, kawasan timur untuk SMA atau Kimitsu High School, dan yang terakhir kawasan selatan untuk Universitas dengan nama Kimitsu Universitas Internasional lebih disingkat KUI. Semua kawasan tersebut saling berhadap hadapan. Ditengahnya ada halaman yang luasnya sekitar 3 dari luas keseluruhan. Lalu dibagi menjadi beberapa bagian lagi yaitu, halaman sepak bola, halaman basket, halam tennis lapangan dan meja, halam volly, halaman baseball, kolam renangpun ada disana. Pokoknya disana tu super lengkap. Asramapun juga ada.
Oh iya hari ini juga pertama kalinya aku sekolah umum. Sebelumnya aku hanya home schooling. Onii-chanku juga sekolah disana hanya saja di senior high schoolnya. Umurku dengan Onii-chan beda lima tahun. Menurutku Oniichanku itu manis sekali. Tapi ia benar-benar sangat jahil dan nakal.
Katanya Onii-chan kalau aku masuk sini jangan kaget. Untuk apa ku kaget coba. Inikan sekolah biasa batinku setalah mendengar kata Onii-chan tadi malam. Lalu tadi pagi juga sebelum berangkat Okaa-chanku juga bilang seperti itu. Tou-chan juga. Kenapa dengan sekolah ini sih?
" Naru-chan kita sudah sampai!"
"Eh... iya?" kataku bingun g mendengar teriakan seseorang.
"ya ini anak... awas kesambet loh..." kata seseorang yang ternyata Onii-chanku, Kyuu-nii.
"He.. he... he... " aku hanya cengengesan karena ketahuan melamun oleh Kyuu-nii.
"Ini Naru-chan sekolahmu yang baru. Oh iyaa! Siap-siap sana sebelum di siksa" kata Kyuu-nii sambil tersenyum – ralat – menyeringai padaku.
~gluuppp ~ ' Apa yang akan kau lakukan padaku Onii-chanku yang manis' batinku mulai memikirkan apa saja yang akan Kyuu-nii lakukan.
Setahuku Kyuu-nii merupakan salah satu osis utama di Kimitsu Gakuen. Osis di Kimitsu Gakuen ini dibagi menjadi lima. Osis Academy Gakuen, Kimitsu Junior High School, Kimitsu High School, KUI, dan yang terakhir Osis Utama. Perbedaan paling besar antara Osis Utama dengan Osis yang lain itu adalah kekuasaan dan jumlah anggotanya. Anggota Osis Utama lebih sedikit dari pada Osis yang lain. Untuk kekuasaan... jangan di bilang lagi mereka *baca :Osis Utama* itu bagai tangan kanan pendiri Kimitsu Gakuen. Aku bingung dengan Academy Gakuen, kenapa ada Osis di sana? Apa nanti anak kecil yang baru masuk akan ikut MOS?
Kepada seluruh murid baru Kimitsu Gakuen harap berkumpul ditengah lapangan sekarang juga. Sekali lagi... Kepada seluruh murid baru Kimitsu Gakuen harap berkumpul di tengah lapangan sekarang juga. Kami hitung sampai sepuluh.
"Ehhhh!" Teriakku terkejut dengan penggumuman barusan tadi. Bagaimana mungkin ke tengah lapangan dengan cepat. Apalagi dengan halaman yang segini luasnya... T.T
"Cepat sana ke tengah lapangan sana!" teriak Kyuu-nii padaku dan sepertinya EvilKyuu bangkit.. Hwuuaaaa tolong!
'Uhh... masak aku harus lari?' Batinku
WUSSSHH
'Eh... Tadi itu elemental? EEHHHH!' batinku
1 detik
2 detik
3 detik
ELEMENTALLLLL!
Naruto End POV
"Hei, kau yang di depan gunakan elementalmu!" teriak seseorang murid di belakang Naruto.
"Ehhh!?" kata Naruto yang masih belum sadar dari keterkejutannya tadi. Lalu ia membalikan badannya kebelangkang tapi ia tidak menemukan siapa-siapa.
"Aku disampingmu"kata seseorang yang sama dengan sebelumnya terdengar lagi di telinga Naruto.
"Whuuuaaa!" Naruto kaget, "Kau siapa?" lanjutnya sambil mengusap dadanya.
"Hn... Sabaku no Gaara" kata seseorang itu yang bernama Gaara, "Kenapa kau tidak menggunakan elementalmu? Lebih baik kau gunakan elementalmu untuk ke tengah lapangan waktunya cuma tinggal 5 hitungan lagi. Itupun kalau kamu tidak mau di hukum" lanjut Gaara dengan panjang lebar.
"Eh! Terima kasih. Namaku Uzu..." ucap Naruto terpotong gara-gara teriakan dari seseorang di tengah lapangan.
TIGA!
'GAWAT! Aku haurus ketengah lapangan sekarang' batin Naruto.
"Hei kau..." ucap Naruto sambil melihat ke samping langsung terpotong gara-gara orang yang berbicara dengannya tadi tidak ada.
"Cihh itu anak awas saja!" ucap Naruto Kesal.
DUA!
"Gawat ... lebih baik teleport saja aku" kata Naruto.
Dziiiiing ~~~~
SATU! Yak waktu habis –
"Gaara... ayo isirahat dulu ya Naru capek nih…" rengek soerang pemuda manis berambut pirang kepada salah satu temannya yang di depan.
"Hn" jawab singkat dari temannya yang ia ajak berbicara.
"Yeii... Gaara baik deh!" ucap pemuda manis berambut pirang tersebut sambil memeluk temannya tadi.
"Tidak bisa Naruto!" bentak pemuda aka teman manisnya yang lain kepada pemuda manis yang sedari tadi merengek-rengek ternyata bernama Naruto.
"Tapi Kiba... Gaara sudah menyetujuinya tadi!" balas Naruto sambil mencari alasan.
"Tidak ada tapi-tapian. Kau ini mau dihukum tah! Ayo kita cari lagi. Lagian Gaara tadi bukan bilang iya." Balas teman Naruto yang di panggil Kiba.
"Tadi Gaara bilang iya!" balas Naruto sewot. Ia pun mengembungkan pipinya.
"Aku tidak bilang iya... tapi tidak Naruto." kata seseorang yang menjadi pokok pembicaraan sedari tadi plus yang dari tadi jadi kacang oleh Naruto dan Kiba .aka. Gaara, " lagi pula bukankah kau yang semangat dari tadi Naruto" lanjutnya
"Gaara..." rengek Naruto sambil memasang wajah ingin menangis plus puppy eye andalannya.
"10 menit lagi Naruto kita istirahat." kata Kiba tak tega melihat Naruto ingin menangis.
"Benarkah!" kata Naruto girang.
"Iya..." kata Kiba lirih.
"Kiba baik deh!" ucap Naruto sambil memeluk Kiba.
Gaara yang sedari tadi melihat mereka berdua damai ikut tersenyum.
"Yosshhh! Kita cari lagi"
"Naru – Naru kau ini..."
Apa sih yang mereka cari sampai-sampai ada yang namanya hukuman? Ikutilah chapter berikutnya!
TBC
Hah... akhirnya selesai juga ni chapter. Untuk yang chapter satu banyak kekurang gara-gara author ini benar2 bakapabbo sekali.
Maafkan author ini ya! Maafkan maafkan *bungkuk 90 drajat.
Untuk keterangan chapter 1 maaf author ini benar2 lupa. Banyak sekali faktor yang buat lupa author. Pertama kamus nggak dibawa, kedua alfalink mati, ketiga karena terlalu lama, keempat habis ujian + liburan yang cukup membuat bosan, kelima author sakit. Ujiannya author sedikit berbeda dari yang lain. Ujiannya author kira-kira ada empat kalau nggak sama remidi ada limaan lebih. Ujiannya author juga dimulai awal-awal ketimbang yang lain. Tolong maklumi author ya! Gomen... mungkin chapter tiga yang author jelaskan.
Terimakasih untuk Drak takuma dan ca kun atas reviewnya...
Author sekali lagi minta reviewnya. Terserah apa saja...*saran, kritik dan apapun nama yang lain* ini sangat diperlukan. Sekali lagi para readers trimakasih.
Salam author
A-chan
