Gomen kalo adegan romancenya kurang greget.
Hope you'll enjoy it
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Sasuke-kun aku tidak bisa" Ucap Hinata dengan lirih. Sasuke terlihat sangat kaget dengan jawaban Hinata. Tapi sedetik kemudian dia bersikap cool kembali.
"Tidak bisa untuk apa ?" Sasuke malah balik bertanya dengan nada yang dibuat setenang mungkin.
"Tidak bisa menjadi pacarmu" Hinata berkata dengan lirih. Sasuke hanya tersenyum lemah dan membelai rambut indigo milik Hinata.
"Siapa yang mengajakmu pacaran ?" Sasuke bertanya dengan sedikit tersenyum geli. Hinata mendongak kearah Sasuke dan memiringkan kepalanya.
'Nih ayam serius kagak sih ?' Batin Hinata.
"Aku cuman mau mengungkapkan doang. Aku gak ngajak pacaran kok" Sasuke tersenyum lemah.
"Itu berarti kamu tak serius dong" Semprot Hinata pada Sasuke.
"Bukannya begitu. Aku cuma... Ah...! Sudahlah. Whatever" Sasuke berteriak frustasi sambil berjalan meninggalkan Hinata. Hinata menggigit bibir bawahnya agar tidak terisak (ini ceritanya yang nolak siapa sih ?)
Sasuke tetap saja berjalan meninggalkan Hinata yang sedang mati-matian menahan tangis.
"Kau tak apa-apa ?" Kata seseorang sambil menepuk pundak Hinata. Gadis berambut indigo tersebut mendongak dan kemudian tersenyum pahit melihat sosok Kiba yang tengah berdiri dibelakangnya.
"Boleh aku duduk disini ?" Tanya Kiba yang dijawab dengan anggukan oleh Hinata. Kiba pun merebahkan tubuhnya disamping Hinata.
"Kau menyukai Sasuke, bukan ?" Pertanyaan Kiba sukses membuat Hinata menghentikan tangisannya.
"Gak usah kaget gitu kali" Kata Kiba sambil nyengir lebar. Hinata hanya menundukkan kepala untuk menyembunyikan semburat merah yang telah muncul dipipinya.
"Wajar kok kalo kamu menyukainya. Dia kan pinter, cakep, romantis lagi" Kiba nyerocos gak jelas sambil promosiin Sasuke. Hinata hanya manggut-manggut mendengarnya.
"Tapi, ada satu hal yang perlu kamu tahu" Kata Kiba sambil memegang pundak Hinata. Hinata terkejut melihat perbuatan Kiba.
"Dia bukanlah playboy" Kata Kiba sambil menatap mata Hinata dalam.
"Aku belum pernah melihat dia mengungkapkan cintanya" Kiba sekarang sudah melepaskan cengkramannya dan kembali duduk sambil menerawang langit.
"Jika dia benar-benar mengungkapkannya, itu berarti dia serius denganmu" Kata Kiba sambil tersenyum pahit. Hinata mengernyit heran melihat senyum Kiba yang sepertinya menyiratkan kepedihan.
"Aku mendukungnya walaupun aku harus mengorbankan gadis yang kucintai" Kata Kiba sambil beranjak pergi. Hinata terdiam sejenak dan mencoba untuk mencerna ucapan Kiba. Sedetik kemudian Hinata terbelalak.
"Gomen, Kiba-kun" Kata Hinata lirih yang disambut dengan cengiran khas Kiba.
"Teme, liat tuh" Naruto menarik Sasuke yang dari tadi asyik termenung memikirkan ucapan Hinata padanya.
"Dobe, jangan tarik-tarik dong" Protes Sasuke yang tak rela dirinya yang sangat cool ini ditarik oleh makhluk macam Naruto. Naruto hanya nyengir melihat kelakuan Sasuke.
"Sepertinya aku butuh waktu sendiri" Gumam Sasuke sambil meninggalkan Naruto yang sedang asyik jingkrak-jingkrak gak jelas didepan panggung.
"Kaa-chan, aku pulang" Seru Sasuke dengan lemas dan langsung berjalan menuju kamarnya. Mikoto hanya mengernyitkan dahinya melihat putra bungsunya yang sepertinya dalam mood yang kurang baik.
"Kenapa tuh ?" Kata Mikoto sambil terus menggoreng masakannya.
"Gak tau. Entar paling juga balik lagi" Celetuk Itachi yang baru keluar dari kamarnya.
"Aduh...! Ngapain coba gue ungkapin ke Hinata. Pasti dia ngejauhin gue. Gimana nih...?" Sasuke merutuki dirinya sendiri didalam kamar sambil mondar-mandir dan menjambaki rambut ayamnya sendiri.
"Ngapain lu ?" Sahut Itachi yang baru masuk kamar. Sasuke langsung terlonjak melihat Itachi memasuki kamarnya tanpa izin.
"Ketuk pintu dulu napa" Sungut Sasuke sambil melanjutkan kembali aktivitasnya yang sempat tertunda oleh suara Itachi.
"Ngapain lu mondar-mandir gaje kayak gitu ?" Kata Itachi cuek sambil merebahkan dirinya dikasur milik Sasuke.
'Gue ceritain gak ya ?' Batin Sasuke sambil menimbang-nimbang apakah dirinya mau bercerita sama kakaknya yang demek ini ataukah enggak.
"Aku mau tanya boleh gak ?" Kata Sasuke sambil duduk ditepi kasurnya. Sikapnya sekarang malah menjadi adik yang sangat manis didepan kakaknya.
"Tanya apa ?" Itachi dengan cuek menjawab adiknya.
"Gimana caranya supaya cewek yang nolak kita bisa mau balik sama kita ?" Itachi langsung duduk dan menatap Sasuke dengan tatapan -gue gak salah denger ?-
"Lu ditolak cewek ?" Itachi menunjuk Sasuke. Sasuke hanya mengangguk.
"BAHAHAHAHA" Meledaklah tawa Itachi sambil gulung-gulung diatas lantai.
"Ini serius, onii-chan" Sasuke tampak ngambek.
"Go-gomen" Itachi masih berusaha menahan gelak tawanya sambil mengusapi matanya yang telah basah oleh air mata gara-gara kebanyakan tawa.
"Tanyain aja alasannya. Entar kamu perbaikin" Kata Itachi sambil ngibrit keluar kamar. Bisa dibantai dia sama Sasuke bila dia ketauan ngakak didalam kamar Sasuke. Sasuke hanya manggut-manggut sambil memikirkan strategi yang bagus buat nanyain hal tersebut.
"Sasuke, bangun" Ucap Mikoto dengan lembut sambil menggoyang-goyangkan tubuh anak bungsunya tersebut.
"Apaan sih bu, ini kan hari Minggu" Ucap Sasuke dengan malas dan menarik selimutnya kembali. Mikoto hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putra bungsunya tersebut.
"Ya sudah" Ucap Mikoto sambil meninggalkan kamar Sasuke.
"Hoaahmmmz" Sasuke menguap lebar-lebar. Matanya yang masih sipit itu memandang kearah jam yang nangkring di dindingnya.
"Jam Sepuluh" Gumam Sasuke sambil melangkah malas keluar dari kamarnya.
"Hai" Sapa Itachi yang saat itu sedang menyandarkan bahunya didinding kamar Sasuke.
"Ada apa ?" Sasuke hanya mengerling sebal kearah kakaknya.
"Kau bisa antar aku kecewekmu ?" Goda Itachi yang langsung dibekep oleh Sasuke.
"Jangan keras-keras" Bisik Sasuke sambil mengirimkan deathglare kearah Itachi.
"Baiklah" Kata Itachi sambil nyengir menggoda. Sasuke hanya mendengus kesal melihat kelakuan chilsdish milik Itachi.
Hari itu Sasuke datang sangat pagi-pagi sekali.
"Yah...! Masih sepi" Keluh Sasuke sambil meletakkan tasnya. Kelas sangat berantakan, kursinya sudah mencelat kemana-mana. Sedangkan lantainya sudah kotor gak karuan.
"Mungkin kelas ini perlu renovasi" Gumam Sasuke sambil mengambil sapu mulai menyapu sambil nyanyi-nyanyi gaje.
Sasuke terus menyapu dan dengan semangat dan tanpa sadar telah menyapu seluruh kelas.
"Hmmm...! Mungkin akan aku bersihkan juga meja dan kursinya" Kata Sasuke sambil mengambil kemoceng bulu ayam.
"Nih kemoceng nyaingin rambutku" Kata Sasuke kemudian nyengir dan ketawa sendiri. Dia dengan semangat langsung membersihkan setiap meja dan kursi yang berantakan dan menatanya menjadi sangat rapi.
"Kalo gini kan keren" Kata Sasuke sambil berkacak pinggang melihat hasil kerja rodinya.
"Wah...! Tumben rajin" Kata Shino yang baru saja masuk dengan cengiran khasnya.
"Whatever" Sasuke berjalan menuju bangkunya dengan tampang cuek. Ya elah, tadi aja kumat gilanya.
"Ohayou...! Lho, kok sepi" Naruto masuk sambil dadah dadah dan kaget melihat hanya ada dua ekor makhluk didalam kelasnya.
"Jelaslah, orang masih pagi" Kata Shino dengan tatapan takjub melihat Naruto yang biasanya biang terlambat jadi datang pagi gini.
"Udah jam 06.30 nih" Naruto menujuk arlojinya.
"Jam mati tuh. Orang masih jam 05.50" Kata Sasuke dengan cuek.
"UAPAH...?" Naruto berteriak lebai sambil melihat jam tak berdosa yang nangkring didepan kelas.
"Ah...! Tadi harusnya aku tidur dulu" Kata Naruto sambil memukul kepalany sendiri.
'Dasar gak waras' Gumam SasuShino bersamaan.
Tak lama kemudian Hinata masuk.
"Aku maau bicara bentar, Hinata" Kata Sasuke sambil menarik tangan Hinata tanpa persetujuan terlebih dahulu.
"Ohayou, Kiba" Teriak Sasuke ketika melihat Kiba menyingkir dari hadapannya untuk menghindari larinya.
'Mau kemana mereka ?' Batin Kiba sambil mengikuti mereka berdua.
"Baik, sekarang jujurlah. Kenapa kau gak mau pacaran denganku ? Kau sudah punya pacar ?" Kata Sasuke sambil memegang pundak Hinata.
'Mampus...! Aku harus jawab apa ?' Batin Hinata.
TBC
Fyuuuhh...! Sebenarnya sih fic ini sudah selesai. Sasuke udah suka ama Hinata, Hinata juga udah suka ama Sasuke.
Tapi, mereka sama-sama gengsi.
Reviewww...!
