Yosh...! Tanpa banyak basa-basi lagi.

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


Belakangan ini popularitas cafe besutan Izumo Kamizuki itu sudah mulai menanjak. Lihat saja, sekarang cafe tersebut dipenuhi oleh orang yang sedang mengantri sambil duduk di ruang tunggu.

"Masih lama, pak ?" Tanya seseorang berambut coklat panjang pada Izumo yang sepertinya sudah kelelahan menjawab. Terlihat dari peluh yang sudah membasahi tubuhnya.

"Bentar lagi" Kata Izumo dengan wajah menahan kesal.

'Perasaan anak ini sudah tanya setiap menit' Batin Izumo dengan kesal sambil memandang bocah cewek tersebut.

Krrriiiinnngggg...!

Izumo tidak terkejut mendengar bel tersebut yang sepertinya dipasang oleh Sasuke untuk membangunkannya jika dia tertidur. Benar-benar cerdik.

"Tuh...!" Kata Izumo sambil menunjuk seseorang yang berdiri dengan dagunya. Bocah tersebut tersenyum manis dan berlari dengan riang menuju bilik yang mulai ditinggalkan penggunanya tersebut. Izumo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah bocah tersebut.

"Dasar gak tau sopan santun" Rutuk Izumo dengan suara pelan sambil menatap layar komputernya kembali. Matanya terlihat sayu karena kelelahan sehingga dia menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya.

Tak lama kemudian datanglah seseorang membawa sedan berwarna merah. Orang tersebut turun dan membetulkan letak jasnya. Dia pun berjalan dengan langkah tegap menuju kursi operator.

"Permisi" Sapa orang tersebut dengan sopan. Izumo yang kaget dengan suara berat orang tersebut tentu saja langsung terlonjak. Izumo langsung berdiri dan membetulkan bajunya yang berantakan akibat ketiduran.

"Ada perlu apa ya ?" Kata Izumo dengan senyuman khas dari wajahnya.

"Aku akan mengambil software pesananku" Ucapan orang tersebut jelas membuat Izumo bingung dan menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

'Nih orang salah alamat kali' Batin Izumo sambil melihat orang tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki. Penampilannya cukup rapi dan terkesan formal dengan kemeja putih dan jas hitam serta kacamata hitam menghiasi wajahnya. Benar-benar khas orang kaya.

"Maaf,..."

Ckiiitt...! Braakkk...!

Sasuke langsung menggebrak sepedanya yang baru saja dia rem sampe-sampe Izumo pun menghentikan omongannya karena mendengar decitan rem dan gebrakan sepeda Sasuke.

'Kupikir ada kecelakaan' Batin Izumo dengan menyesal karena hal seppele tersebut bisa mengagetkannya.

"Pelan-pelan napa ?" Izumo sewot pada Sasuke yang baru saja masuk dengan seragam yang super duper berantakan. Baju yang keluar, dasi disampirkan kesamping, dan belum lagi wajahnya itu penuh dengan peluh. Benar-benar siswa yang tidak patut dicontoh.

"Anda tuan Hiashi, bukan ?" Sasuke bertanya pada pria berjas formal tadi yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Hiashi.

"Program anda sudah siap dan akan segera kuambilkan" Kata Sasuke yang dengan seenak udel langsung mengobrak-abrik laci cafe milik Izumo itu. Izumo yang melihat tingkah Sasuke tentu saja shock dan berusaha untuk menyingkirkan Sasuke. Namun ternyata dia sedang kelelahan sehingga hanya bergumam pelan merutuki ketidaksopanan Sasuke.

"Ini" Kata Sasuke sambil menyerahkan sebuah keping CD yang diperolehnya dari usaha keras mengacak-acak laci Izumo. Hiashi menerima keping CD tersebut dan menyerahkan sejumlah uang pada Sasuke.

"Senang bekerja sama dengan anda" Kata Sasuke dan Hiashi secara bersamaan dan berjabat tangan. Hiashi pun melepaskan jabatan tersebut dan berjalan menuju sedan merah yang terparkir didepan cafe.

"Kukira Sasuke Uchiha itu adalah pria keren, tak tahunya dia cuma bocah" Gumam Hiashi ketika memasuki mobilnya.

Sasuke menghitung uang hasil perolehannya membuat software pengatur jadwal perusahaan itu. Izumo hanya melihat Sasuke yang dengan suksesnya mendapat uang dengan tatapan takjub. Bocah berantakan kayak Sasuke bisa mendapat uang hanya dengan kerja part time. Izumo benar-benar takjub dengan fenomena aneh ini.

"Ini buat Izumo-san" Kata Sasuke sambil menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan. Izumo hanya tersenyum sambil mendorong Sasuke kembali membuat cowok berambut ayam tersebut mengernyit heran.

"Tidak usah, itu hasil kerjamu" Kata Izumo sambil beranjak berdiri dan meninggalkan Sasuke yang tampak bersemangat. Izumo berhenti sebentar sambil menoleh kearah Sasuke.

"Cewekmu hebat, bisa merubah keisenganmu menjadi uang" Kata Izumo sambil terkekeh pelan. Sasuke hanya nyengir mendengar hal tersebut, Sasuke memang telah terkenal sebagai biang keisengan di cafe tersebut. Bila ada kelakuan aneh sebuah komputer, pasti Sasukelah si tersangka utama. Benar-benar merepotkan.

Sasuke mulai mencari penawaran lain dan mengutak-atik website dengan desain minimalis tersebut. Mata onyxnya mencari iklan yang menarik hatinya. Earphone hitam yang terlihat elegan pun kini telah nangkring di telinganya untuk memutar beberapa playlist kesayangannya.

Kriiiinnnng...!

Sasuke cukup terkejut mendengar alarm tanda seseorang yang baru saja menghentikan aktivitasnya. Seorang gadis manis berambut coklat panjang keluar dan tersenyum manis kearah Sasuke.

"Bisa nge-print kan, kak ?" Kata gadis tersebut dengan sopan. Sasuke hanya mengangguk pelan sambil me-minimize kumpulan iklan tersebut.

"Dimana ?" Tanya Sasuke. Gadis manis tersebut menunjukkan letaknya dan Sasuke mulai membuka file tersebut yang lebih mirip dengan majalah ketimbang makalah. Dahi Sasuke berkerut melihat begitu banyaknya gambar yang diikutsertakan dalam pengeprint-an.

"Ini kamu gunain semua ?" Tanya Sasuke sambil melihat majalah online tersebut.

"Gak semua sih. Tapi aku gak bisa ngeditnya" Kata gadis tersebut sambil nyengir lebar, tapi masih tetep kelihatan imut. Sasuke kembali mengalihkan pandangan menuju layar komputer.

"Tapi ini ada watermark(1)nya. Kamu gak takut dimarahin ?" Kata Sasuke sambil terus menscroll dokumen tersebut.

"Kalo bisa hilangin aja" Kata gadis tersebut sambil duduk disamping Sasuke. Sasuke mengangguk dan mulai mengutak-atik file yang ternyata adalah document pdf(2). Hanabi hanya duduk sambil menunggu Sasuke menyelesaikan tugasnya.

"Siapa namamu ?" Sasuke merebahkan punggungnya dan mencoba membuka percakapan sambil menunggu proses convert tersebut.

"Hanabi" Kata gadis bernama Hanabi tersebut sambil tersenyum.

"Nama yang bagus. Kelas berapa ?" Sasuke mencoba berbasa-basi dengan gadis manis disebelahnya tersebut.

"Kelas 7" Kata gadis tersebut dengan suara kekanak-kanakan. Sepertinya gadis tersebut sudah tidak malu menampakkan sifat aslinya yang memang sangat kekanak-kanakan. Sasuke hanya tersenyum sambil terus memantau proses yang sekarang telah berjalan dua pertiganya.

"Kakak sendiri ?" Hanabi bertanya balik pada Sasuke.

"Aku kelas 10" Jawab Sasuke singkat.

"Sudah punya pacar belum ?" Tanya Hanabi dengan blak-blakannya. Sasuke langsung terkejut mendengar gadis manis tersebut berkata seperti itu.

"Belum. Emang kamu punya ?" Sasuke malah bertanya balik.

"Punya dong" Kata Hanabi sambil membanggakan dirinya yang sangat imut-imut itu. Sasuke cuma mendengarkan ocehan Hanabi tentang pacarnya yang bernama Konohamaru tersebut sambil terus berharap proses yang selama ini dia tunggu cepat selesai.

"Udah selesai. Nih bawa" Kata Sasuke sambil menyerahkan tumpukan kertas berjumlah belasan lembar pada Hanabi.

"Makasih kak" Kata Hanabi sambil tersenyum manis dan berlari meninggalkan Sasuke menuju pacar rambut coklat jabriknya yang sepertinya sudah menunggu didepan cafe tersebut.

"Kalo generasinya kayak gini, masa depan bangsa sepertinya benar-benar tergantung padaku" Gumam Sasuke dan langsung terkekeh pelan. Sasuke kembali berkutat pada aktifitas mencari iklannya untuk kembali mencari penghasilan.

"Gimana, berhasil ?" Sergap Itachi ketika melihat Sasuke membuka pintu depan dengan nafas terengah-engah dan peluh membasahi tubuhnya.

"Butuh waktu lumayan lama" Kata Sasuke sambil merebahkan tubuhnya disamping kakaknya tercinta. Itachi mengelus pelan rambut raven milik adiknya tersebut.

"Jangan begitu. Aku yakin akan mendepatkannya dan hidup bahagia" Kata Sasuke menepis tangan Itachi.

TBC

1. Watermark, ini mirip dengan stempel. Bedanya, ini bisa dibuat dengan mudah tanpa berlatih terlebih dahulu. Kayak gambar transparan yang berada di belakang dokumen.

2. PDF, format standar e-book. File PDF tidak bisa diedit dengan mudah sehingga harus diconvert dulu.

Kayak gitu dulu deh.

Reviewww...!